
...Haiii haiiii Author kembali menyapa kalian semua dengan episode baru nihh๐๐๐...
...Cuss guyss lngsungg aja di gasss bacaaa yaaaa heheheh๐๐...
...Happy Reading Guyss๐โค...
To be continue
โโโโโ
Fio kini berada di mobil Prince. Tidak ada percakapan apapun diantara keduanya. Fio yang masih gugup dan Prince yang sedang diam memikirkan apa yang dia lakukan tadi pagi. Mengingat hal itu membuatnya tersenyum.
" Ekhem.... apa yang sedang kamu pikirkan gadis kecil? " tanya Prince memulai percakapan.
Fio yg sedari tadi diam langsung tersadar dan menolehkan wajahnya.
Gadis itu menggeleng.
" Tidak ada " jawab Fio singkat.
" Benarkah? tapi kenapa sedari tadi kamu hanya diam saja? " tanya Prince lagi.
" Ya gak papa sihh emang kenapa kalo aku diem gak boleh " ujar Fio agak kesal karna Prince selalu saja berusaha menggodanya.
Hal itu malah membuat Prince tertawa.
" Kamu mudah kesal ha ha ha " ucap Prince dengan tawanya melihat ekspresi Fio yang menurutnya lucu.
" Ishh udah dehh aku diem lagi " ucap Fio kesal.
" Ya ya baiklah maaf ya " ucap Prince lembut.
" Hemm " jawab Fio.
" Mas gak ke sekolah? kan masih ngajar " tanya Fio.
Prince menggeleng.
" Tidak " jawab Prince
Membuat Fio mengerutkan keningnya.
" Kenapa? " tanya nya.
" Karna gadis kecil yang Mas sayangi ini tidak berada disana " jawab Prince.
Blushhhh
__ADS_1
Wajah Fio seketika merona mendengar jawaban Prince.
" Mak mak maksud Mas ak aku? " tanya Fio gugup.
" Hemm tentu kamu gadis kecil. Dari dulu hanya kamu yang Mas inginkan " jawab Prince dengan tersenyum dan wajah serius.
Jawaban Prince lagi lagi berhasil membuat Fio tambah merona. Lalu gadis itu segera menolehkan wajahnya ke arah jendela.
Prince yang melihat hal itu tersenyum sendiri. Gadisnya ini benar benar masih tidak menyadari kalau dirinya sudah mulai mencintai Prince. Mungkin karna dia masih terpaku dengan cinta masa lalunya.
Hal itu sedikit membuat Prince sedih. Tapi dia tidak akan berhenti untuk mendapatkan Fiona gadis kecilnya yang sedari dulu nantikan.
" Heyyy lihatlahh gadis kecil kenapa kamu menolehkan wajah kesana , apa wajah calon suamimu ini tidak tampan? " tanya Prince menggoda Fio.
Fio yang menoleh keluar jendela semakin merona. Dia tidak tau harus berekspresi seperti apa.
" Heyy tenanglah...Mas memang tidak berangkat mengajar ke sekolah karna mengambil cuti selama tiga hari untuk persiapan acara pertunangan kita Minggu ini " ujar Prince lembut.
Fio yang mendengar sedikit malu. Karna dia sudah merasa ke GR.an mengira Prince tidak ke sekolah karna dirinya. Tetapi memang benar Prince tidak ke sekolah karna tidak ada Fio disana.
Prince meminta ijin dengan alasan akan pergi ke luar kota. Dan menyiapkan guru penggantinya. Bukan egois, tapi Prince memang mengajar di sekolah miliknya karna untuk menjaga Fiona.nya.
" Ohh gitu " ujar Fio singkat. Wajahnya sedikit kesal.
" Iya...sekarang kita pulang dulu nanti Mas akan mengajakmu untuk pergi membeli cincin pertunangan. Mas sudah ijin kepada Ayah Bunda, tapi biar kamu pulang dulu meminta ijin pada mereka " ujar Prince. Fio hanya mengangguk saja.
Mereka langsung turun dan masuk ke dalam rumah.
" Assalamualaikum " ujar Fio dan Prince berbarengan.
" Waalaikumsalam " jawab Bu Arsih.
" Sayang sudah pulang " tanyanya.
" Iya Bund, mana Ayah sama adik adik? " tanya Fio.
" Ada, mereka sedang di dalam. Sedang makan kue buatan Bunda tadi ayo kalian ikut bergabung " ajak Bu Arsih.
" Heheh Bunda tau aja. Ayo Fio suka banget kue buatan Bunda " ujar Fio senang. Lalu tanpa sadar dirinya menggandeng tangan Prince dan menariknya ke dalam.
" Assalamualaikum Ayah adek adek " ucap Fio.
" Waalaikumsalam nak " jawab Pak Gandi.
" Waalaikumsalam kak " jawab Iqbal dan Bilal.
" Ayo sini kak duduk makan kue buatan Bunda, enak banget lohh kalo kakak gak mau aku habisin nihh " celetuk Bilal.
__ADS_1
" Ya jangan dihabisin dong. Kakak juga mau kali...Ayo Mas duduk makan kue buatan Bunda " ajak Fio. Gadis itu masih tidak sadar sedari tadi tangannya masih menggandeng tangan Prince.
Ayah, Bunda, Bilal dan Iqbal yang melihat itu tersenyum geli.
" Hemm baiklah " jawab Prince. Tapi dirinya masih diam.
" Kenapa masih diem Mas, ayo duduk situ deket Ayah " ucap Fio.
" Nak bagaimana nak Prince bisa duduk, kamu tidak melepaskan tangannya " ucap Pak Gandi.
Membuat Fio membulatkan matanya. Lalu melihat tangannya yang masih memegang tangan Prince. Segera dia melepaskannya dan mejadi malu juga kikuk.
" Kayaknya kakak takut kak Prince ilang ya ha ha ha " ujar Iqbal menggoda Fio.
" Iya nih kakak sampai tangannya aja di gandeng teruss " sahut Bilal.
Sedangkan Ayah dan Bunda hanya diam sambil tersenyum. Wajah Fio saat ini merah merona menahan malu.
Prince, dalam hati dia merasa senang. Mungkin ini kemajuan dari hubungan mereka.
" Baiklah baiklah sudah jangan menggoda tuan putri ayah lagi. Nak Prince silahkan duduk " ucap Pak Gandi mempersilahkan Prince untuk duduk. Dirinya langsung duduk tanpa banyak bicara.
BERSAMBUNG......
.
.
.
.
.
.
.
.
...Hallooo guyssss๐๐๐๐ Gimana gimana kalian suka kan suka sama kelanjutannya????...
...Iya dong suka dong pasti๐๐๐...
...Jangan lupa kasih Like, Koment, Vote, dan Rating sebanyakkk mungkin yaa buat semangatt Author hehehehe๐๐๐...
...Thank You Allโค๐ค...
__ADS_1
...Ditunggu ya kelanjutannya๐...