
...Yukk lanjut guyss ini masih moment pernikahan Fiona dan Prince yaaaπ...
...Happy Reading ππ...
To be continue
Akhirnya acara pernikahan Fio dan Prince telah selesai. Kini mereka sedang berkumpul di ruang keluarga sembari menunggu makan malam siap. Alex,Devan dan Al pun ikut berkumpul, sedangkan para sahabat Fio memilih pulang lebih dulu untuk mempersiapkan kebutuhan untuk kemah sekolah besok.
Prince terus saja menempel pada Fio, seakan tak ingin lepas barang sejengkal.
" Mas lepas dong malu diliat sama yang lain " bisik Fio pada pria yang sudah resmi menjadi suaminya itu.
Prince yang sedari tadi memejamkan mata sambil menyenden di bahu gadisnya membuka mata.
Bukannya bangun, Prince malah membenarkan posisi kepalanya agar lebih nyaman.
" Untuk apa malu kita sudah resmi dan kamu milik mas " jawab Prince spontan.
Sontak anggota keluarga yang lain menatap pasangan pengantin baru itu.
Alex,Devan, dan Al memutar bola mata malas melihat kelakuan Prince, kedua adik Fio hanya terkikik geli melihat kakak dan kakak iparnya.
Sedangkan para orang tua hanya geleng geleng melihatnya.
'Bucin akut' batin ketiganya.
" Ekhem disini masih ada orang..." ledek Devan.
" Tolong ya tolong jangan umbar kemesraan " timpal Al.
" Gak inget pas frustasi nyariin 'dimana gadis kecilku' " ledek Alex yang ikut ikutan.
Mendengar ucapan Alex, yang lain malah tertawa. Mereka membayangkan bagaimana Prince saat itu.
" Hahaha kak Prince bucin ya sama kakak " ujar Iqbal sambil tertawa.
Mendengar ucapan keluarga nya membuat Fio meringis malu. Gadis itu masih berusaha melepaskan badannya dari Prince.
" Haiss sudah sudah, kalian lihat itu menantuku malu ...." ujar Mama Amira yang melihat wajah menantunya memerah.
" Kamu juga Prince, duduk yang benar. Badan kamu itu berat kasian mantu mama keberatan " protes Mama Amira pada putranya.
Prince yang sedari tadi diam sambil bersender kini mendengus kesal dan bangun.
Sebelum itu ia berbisik di telinga Fio, " Nanti kita lanjutkan di kamar " membuat bulu kuduk Fio merinding.
" Fiona sayang, apa kamu sudah menyiapkan keperluanmu untuk kemah besok nak? " tanya Bunda Arsih.
Fio diam,lalu menggeleng.
" Belum bunda, maaf Fiona lupa " jawab Fio sambil sedikit terkekeh.
" Hemm kamu ini nak, apa mau bunda siapkan? " .
" Atau mau mama yang bantu sayang?" tanya mama Amira ikut menimpali.
Fio menggeleng.
" Jangan Bunda Ma, nggak papa nanti aku siapkan sendiri kasian Bunda sama Mama pasti capek " ucap Fio tak enak hati.
" Biar mas nanti yang bantu, setelah makan malam kita keluar untuk beli keperluan kamu " ujar Prince yang tau bahwa gadis nya tak enak hati.
Fio mengangguk, " Iya mas makasih " .
" Waahh Fiona bakal camping ya...bakal ada yang ditinggal nih " celetuk Alex.
" Iya tuhhh bobok sendiri lagi nie yeee " ejek Al.
" Guling ohh guling " timpal Devan, lalu ketiganya tertawa bersama.
Prince menatap ketiganya tajam.
" Gue ikut " ujar Prince yang langsung membuat tawa ketiganya berhenti.
" Ck, loe sebucin itu Prince sampe sampe ngikutin Fiona yang pergi camping sekolah " ledek Al.
" Gue juga guru disana kalo loe lupa " ujar Prince sambil menyeringai penuh kemenangan.
Alex,Al dan Devan cengo, mereka melupakan fakta jika Prince juga guru di sekolah Fiona.
" Sudah sudah ayo jangan bicara terus. Makan malam sudah siap " ujar Mama Amira yang beru saja diberitahu BI Inah
__ADS_1
Mereka pun bangkit berjalan menuju meja makan.
Fiona mengambil tempat duduk di samping Prince. Dengan cekatan dan tanpa diminta dia mengambil piring Prince dan mengisinya dengan nasi.
Begitu juga Mama Amira dan Bunda Arsih melakukan hal serupa.
" Segini cukup mas? " tanya Fio dan diangguki oleh Prince.
" Enaknya yang punya pasangan, makan aja diambilin " celetuk Devan.
" Loe jomblo diem " sahut Alex.
" Gak ngaca loe, sama sama jomblo " sahut Al.
" Makanya kalian cepet cari pasangan jangan kerja terus " ujar Papa Renald.
" Belum ada yang cocok Pa, lagian kami masih fokus sama perusahaan dulu " jawab Alex diangguki Al dan Devan.
Papa Renald sudah jengah mendengar jawaban yang itu itu saja.
" Alasan kalian gak beda, cepat cari pasangan. Apa kalian tidak iri lihat Prince yang datar dan dingin sudah menikah kalian kapan? " sahut Mama Amira yang sedang mengambilkan lauk ke piring Devan, membuat ketiganya mendengus kesal.
Sedangkan Prince yang dijadikan bahan perbincangan hanya diam dengan wajah datarnya.
" Mau sama lauk apa? " dimeja makan tersedia beberapa hidangan seperti rendang, udang asam manis,tumis kangkung,cumi bakar,dan ayam crispy.
" Tumis kangkung sama cumi aja sayang " jawab Prince sambil tersenyum.
Blusshhh
Pipi Fio merona karna jawaban suaminya.
Uhukkk uhukkk
Alex,Al dan Devan kesedak bersamaan mendengar ucapan Prince.
" Cihh sok manis biasanya juga datar kayak triplek " cibir Alex.
" Tebar kemesraan terooosss " cibir Al dan Devan.
Prince hanya acuh dengan ucapan mereka, berbeda dengan Fio yang sudah menahan malu.
Setelahnya mereka makan malam dengan hikmat sesekali diiringi percakapan ringan.
Setelah makan malam, Prince mengajak Fio untuk membeli perlengkapan untuk gadisnya.
" Kamu ingin beli apa saja sayang? " tanya Prince saat keduanya berada di dalam mobil.
Lagi lagi pipi Fio merona mendengar panggilan 'sayang' dari pria yang baru beberapa jam ini sah menjadi suaminya.
Tak mendengar jawaban, Prince menoleh kesamping.
" Kenapa hemm ? " tanya nya lagi.
" Ehh nggak papa, emang kita mau kemana mas? " tanya Fio.
" Bagaimana ke mall saja, sekalian jalan jalan bagaimana? "
" Iya mas, " jawab Fio sambil tersenyum.
Tak lama mobil Prince memasuki kawasan mall, setelah memarkir mobil Prince turun dan menggandeng tangan Fio.
Banyak pasang mata yang menatap mereka, ada yang memuji ada juga yang merasa iri.
' Wahh ganteng banget, ceweknya juga cantik '
' Mereka pacaran apa udah nikah ya'
' Boleh dong kenalan sama cowoknya '
' Jadi yang kedua gapapa deh '
Begitulah kira kira ucapan para pengunjung mall pada keduanya.
Prince mengajak Fio ke toko pakaian, disana gadis itu memilih beberapa pakaian dan jaket serta kaus kaki dan sarung tangan.
Lalu beralih ke toko sepatu, banyak model sepatu dengan berbagai merk,ukuran dan warna. Membuat Fio bingung memilih yang mana.
" Kenapa sayang ? " tanya Prince.
" Aku bingung mas mau sepatu yang mana, apa gausah beli aja ya sepatu aku juga ada beberapa di rumah "
__ADS_1
" Yang di rumah biarkan saja, itu pemberian ayah dan bunda. Kali ini mas yang berikan cicilan nafkah lahir untuk istri " bisik Prince diakhir kalimatnya.
Hembusan nafas Prince ditelinga Fio membuat gadis itu merinding dan merasakan getaran aneh.
" Nafkah batinnya nanti di rumah ya " bisiknya lagi dengan senyum smirknya.
Blusshh
Lagi lagi Fio hanya bisa menahan malu dan gugup karna ucapan Prince.
Fio mencubit perut sixpack suaminya untuk menutupi kegugupannya.
" Selamat datang di toko kami, ada yang bisa saya bantu? " seorang wanita pegawai toko mendatangi mereka berdua.
" Saya sedang mencari sepatu untuk camping mba " jawab Fio.
Si pegawai mengangguk, " Mau model sepatu yang seperti apa Nona? " tanya nya.
Fio bingung ingin menjawab,
" Cari kan sepatu untuk pasangan dengan kualitas terbaik " jawab Prince dengan wajah datar.
" Baik mohon ditunggu sebentar " ujarnya lalu pergi untuk mencari sepatu yang diminta.
" Mas kenapa pasangan? " tanya Fio.
" Karna memang kita pasangan sayang, apa kamu tidak ingin barang berpasangan ? "
" Bukan begitu mas, tapi aku cuma heran aja ternyata mas bisa juga suka barang pasangan gitu " jawabnya sambil terkekeh.
" Jika dengan kamu apapun mas pasti suka " jawab Prince manis.
" Tapi kalau yang lain curiga gimana? Mas pasti mau pakai juga kan untuk camping besok? "
Prince mengangguk.
" Biarkan saja, kamu kan istri mas " jawabnya enteng.
Fio mencubit perut pria itu.
" Awhh kenapa dicubit lagi sayang"
" Lagian mas sih, lupa sama syarat waktu itu huh " ujar Fio kesal
" Iya iya mas ingat, sudah jangan marah hemm . Bilang saja kalau sepatu model ini banyak begitu kan beres ".
" Ishhh gatau deh kesel sama mas " balas Fio
Tak lama pegawai yang tadi kembali membawa sepasang sepatu seperti keinginan mereka.
...(Gambar hanya pemanis yaaa guyss)...
" Ini Tuan,Nona sepatunya " ujarnya .
" Emm bagus mas, sepatunya juga kayak nya nyaman dipakenya. Ada ukuran 40 mba? " tanya Fio pada pegawai tersebut.
" Ada nona " .
" Kamu ukuran berapa mas? "
" 47 " jawab Prince singkat jelas padat.
Setelah mendengar jawaban mereka pegawai tersebut pergi untuk menyiapkan pesanannya, setelahnya mereka membayar dan pergi dari toko tersebut.
BERSAMBUNG....
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
hai guyss gimana nih masih mau lanjut gak??? terus dukung ya dengan cara like, koment dan kasih rating terrrbaik kalian π₯°π