Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 61


__ADS_3

...Haiii haiiii Author kembali menyapa kalian semua dengan episode baru nihh๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜Š...


...Cuss guyss lngsungg aja di gasss bacaaa yaaaa heheheh๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‰...


...Happy Reading Guyss๐Ÿ“–โค...


To be continue


โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†


Hari yang dinanti oleh kedua keluarga telah tiba, keluarga Pak Gandi dan Pak Renald. Karna hari ini, tepatnya nanti malam kedua keluarga akan melakukan pertemuan untuk membahas lebih lanjut rencana perjodohan antara Fio dan Prince. Dan tentunya mengenalkan pada Fio pemuda yang akan dijodohkan dengannya.


Sebenarnya, Prince juga tidak tau malam ini dia akan dipertemukan dengan gadis pujaannya. Dia hanya tau dari kedua orang tuanya kalau malam ini dia akan di pertemukan dengan gadis pilihan kedua orang tuanya karna Prince tak kunjung mendapatkan hati Fio.


_Flashback On_


Dua hari lalu, Pak Renald dan Bu Amira datang ke rumah Prince yang ada di Kota D. Beberapa hari ini Prince tidak tau kalau ternyata kedua orang tuanya sebenarnya berada di Kota D untuk menemui keluarga Pak Gandi. Yang Prince tau hanya kedua orang tuanya sedang ada pekerjaan di luar kota.


" Mama Papa kapan datang? " tanya Prince kala dia masuk ke dalam rumah dan disana sudah ada Pak Renald dan Bu Amira yang duduk santai di ruang keluarga.


" Anak ini apa begini ucapanmu saat menyambut kedatangan orang tuamu hem? " ujar Bu Amira gemas pada putranya ini.


Sedangkan Prince hanya terkekeh pelan melihat wajah kesal Mamanya.


" Baiklah baiklah. Bagaimana kabar Mama dan Papa. Bukankah bilang ada pekerjaan di luar kota " tanya Prince sambil menghampiri kedua orang tuanya dan duduk bersama.


" Ini kan juga di luar kota sayang, benarkan Pah " ucap Bu Amira meminta persetujuan dari suaminya. Pak Renald tentu saja hanya mengangguk mengiyakan ucapan istrinya.


" Ya ya baiklah....jadi kapan kalian datang kenapa tidak ngasih kabar padaku? " tanya Prince lagi.


" Memangnya kamu ada waktu untuk kami? kamu sendiri selalu sibuk dengan pekerjaan kantor dan sekarang mendekati Fiona yang tak kunjung membuahkan hasil " jawab Bu Amira menyindir putranya itu. Sedangkan Prince yang disindir sekali lagi hanya terkekeh pelan. Dia tau Mamanya ini ada maksud tertentu berucap demikian.


" Benar kata Mama kamu Prince. Kamu terlalu lamban untuk mendapatkan Fiona. Kami sudah tidak sabar ingin segera memiliki menantu dan anak perempuan " ujar Pak Renald yang juga menyindir Prince.


Prince mengernyitkan dahi mendengar ucapan Papanya. Kenapa tiba tiba mereka berucap demikian.


" Begini Prince, kami sebenarnya datang kesini untuk membicarakan suatu hal yang penting. Kami pergi ke luar kota karna ingin menemui calon besan kami, dia rekan kerja Papa yg sudah lama tidak bertemu. Kami berniat ingin menjodohkan kamu dengan putri mereka " jelas Pak Gandi. Seketika raut wajah Prince berubah menjadi dingin dan datar.


" Papa tau sejak dulu aku hanya menyukai Fiona, dan kalian juga selalu mendukung apapun yang Prince lakukan dan inginkan " ujar Prince dingin. Jujur dia saat ini ingin sekali marah karna keputusan kedua orang tuanya.


" Prince, nak dengar dulu penjelasan kami. Bukannya kami tidak mendukung kamu dengan Fiona. Tapi kami hanya ingin segera memiliki menantu yang bisa menemani kamu hingga nanti. Kami sudah cukup berumur untuk selalu menunggu Prince " ujar Bu Amira mencoba memberi penjelasan.


" Prince dengar, kali ini tolong menurut apa yang sudah Papa putuskan. Ini demi kebaikanmu lagi pula Fiona belum tentu juga menyukaimu dan menunggumu. Begini saja, Papa minta kamu temui dulu gadis ini. Jika menurut kamu dia tetap tidak sesuai dengan kriteria kamu, boleh kamu menolak perjodohan ini. Dengan syarat kamu bicara langsung pada rekan Papa ini bagaimana? " jelas Pak Renald dan meminta persetujuan Prince.


Prince diam kembali memikirkan ucapan Papanya.

__ADS_1


" Hem terserah kalian saja " ujar Prince datar lalu beranjak dari sana menuju kamarnya. Dia sudah sangat lelah dan kedua orang tuanya memberikan keputusan yang sangat membuat dia kecewa.


Setelah kepergian Prince, Pak Renald dan Bu Amira melakukan tos.


" Rencana kita berhasil Pa " ucap Bu Amira senang.


" Iya Ma, salah sendiri lambat sekali mengambil tindakan ha ha ha "


_Flashback Off_


*****


Saat ini Fio tengah bersiap dikamarnya. Dibantu oleh Bu Amira. Dia hari ini mengenakan dress panjang di bawah lutut berwarna soft pink. Dengan rambut panjangnya yang terurai Fio mengenakan pita menghiasi rambutnya. Lalu dia memakai flat shoes yang senada dengan dress yang dia kenakan.


Dengan sedikit polesan make up tipis ala Bu Amira. Penampilan Fio malam ini sungguh menawan. Cantik manis. Bu Amira sendiri terpana melihat penampilan putrinya.


" Kamu sangat cantik sayang " puji Bu Amira saat sudah selesai mendandani Fio.


" Hemm Bunda bisa aja. Makasih Bunda, siapa dulu dong bundanya " ujar Fio sambil tertawa kecil.


" Tentu Bunda dongg " jawab Bu Arsih sambil menunjuk dirinya sendiri.


" Ya sudah sayang, Bunda tinggal sebentar ya mau lihat kedua adikmu apa sudah siap atau belum " ujar Bu Arsih sambil tersenyum membelai rambut Fio.


" Iya Bunda, sebentar lagi Fio juga mau keluar nyusul bunda kok " ujar Fio, Bu Arsih mengangguk lalu berlalu keluar.


" Maafin aku Raka, aku bukannya udah ngelupain kamu dan semua kenangan kita. Tapi aku cuma mau bahagiain Bunda sama Ayah. Semoga kamu disana ngerti ya...Aku selalu sayang sama kamu Raka " gumam Fio hampir menangis.


Setelah itu dia keluar kamar dan menyusul kedua orang tuanya dan kedua adiknya. Mereka pun berangkat bersama menuju tempat yang sudah ditentukan untuk melakukan pertemuan keluarga.


*****


Di sebuah restoran yang cukup mewah, keluarga Pak Renald sudah tiba dan menunggu kedatangan Pak Gandi dan keluarga di meja yang telah dipesan.


" Ma Pa, aku mau ke toilet sebentar " pamit Prince sambil berdiri.


" Kamu gak akan kabur kan Prince? " tanya Bu Amira curiga.


" Nggak Ma, aku cuma mau ke toilet sebentar gak akan lama " balas Prince masih dengan wajah datarnya.


" Ya sudah segera Prince " ujar Pak Renald kemudian diangguki Prince.


Lalu Prince beranjak dari meja yang ditempati menuju toilet.


Tak lama, setelah Prince pergi ke toilet, keluarga Pak Gandi tiba.

__ADS_1


" Gand...silahkan duduk " sambut Pak Renald sambil memeluk Pak Gandi dan mempersilahkan mereka semua duduk.


" Fiona sayang, kamu kok diem aja...kamu gugup ya " tanya Bu Amira menggoda Fio.


" Ehh nggak kok tante " jawab Fio disertai senyuman manisnya.


" Oh iya Ren, mana anak kamu kok gak ada? " tanya Pak Gandi memulai percakapan. Drama akan segera dimulai.


" Dia sedang ke toilet, sebentar lagi mungkin datang " jawab Pak Renald.


Tak lama setelah itu, Prince datang.


" Maaf semuanya saya datang terlambat " ujar Prince.


Fio yg mendengar suara Prince merasa familiar.


" Apa iya itu suara guru killer? " ucap Fio dalam hati. Fio dan Prince masih belum mengetahui siapa satu sama lain. Karna Fio saat ini sedang menundukkan kepalanya.


Tapi sesaat kemudian Prince tersadar. Dia melihat Pak Gandi beserta anak dan istrinya. Berarti gadis yang akan dijodohkan dengannya itu....


" Pak Princeee??? " ujar Fio kaget saat mengangkat wajah.


" Fionaaa??? " ujar Prince bersamaan dengan Fio yang sedikit berteriak.


BERSAMBUNG....


.


.


.


.


.


.


.


...Hayooooo gimana gimana pada penasarankan gimana kelanjutannya???? Gimana ya rekasi Fiona selanjutnya??? Simak terusss guyss kelanjutan ceritanya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜...


...Jangan lupa Like Koment Vote and Kasih Rating sebanykk banyakknyaaaa๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™...


...Yukk guyss terus kasih dukungan kalian๐Ÿค—...

__ADS_1


...Thank Youโค...


__ADS_2