Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 60


__ADS_3

...Assalamualaikum Semuaaaa๐Ÿค—๐Ÿ˜Š...


...Yookkk Author kembali dengan up episode baru nihhh๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š...


...Bagi kalian yg udah ga sabar gasss dong dibaca๐Ÿ“–๐Ÿ˜™...


...Selamat Membaca๐Ÿ“–๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—...


To be continue


โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†


Pulang sekolah, Fio beserta para sahabatnya berencana pergi ke toko buku. Mereka ingin membeli beberapa buku tambahan untuk belajar. Mengingat sekarang mereka sudah kelas 12 jadi tidak mau buang buang waktu belajar.


Begitu juga dengan Redho, Nino dan Deo. Mereka bertiga walau tak sepintar Raka dulu tapi tetap mementingkan pelajaran. Akhirnya mereka pergi bersama menuju toko buku menaiki sepeda masing masing.


" Tungguuuu " teriak seseorang membuat Fio dkk berhenti mengayuh sepeda dan menoleh ke belakang.


Dilihatnya Arkan beserta kedua temannya Rega dan Adit mengayuh sepeda mereka. Berusaha mengejar rombongan Fio.


" Ngapain tu Yang kapten basket ngejar kita? " tanya Ninda pada Nino.


" Gak tau honey, mau ngikut kita kali " jawab Nino sekenanya.


Saat Arkan dan kedua temannya telah mencapai tempat Fio dkk berhenti dia langsung di bombardir banyak pertanyaan.


" Loe ngapain Ar sama loe loe juga tumbenan banget naek sepeda? " ujar Redho.


" Iya tuh, loe bertiga pada ngapain sih mau ngikut kita gitu? " tanya Rena sewot karna dia lelah dengan Arkan yang terus mendekati Fio.


" Hahh hahhh hahhh loe berdua nanya banyak banget sih. Iya gue emang mau ikut kalian ke toko buku gue sama mereka berdua juga mau cari buku tambahan " jelas Arkan ngos ngosan sambil menunjuk kedua temannya yang hanya mengangguk nurut.


" Terserah deh, ya udah yuk lanjut lagi keburu sore banget nihh " ajak Gina lalu mereka melanjutkan perjalanan.


Tak butuh waktu lama, sekitar 15 menit kemudian mereka telah sampai di pusat kota. Lebih tepatnya di depan toko buku yang dituju. Segera mereka memarkirkan sepedanya lalu masuk ke dalam dan mulai mencari buku yang dibutuhkan.


Fio saat ini tengah asik memilih buku yang dia butuh dan inginkan. Sampai Arkan datang mendekatinya. Membuat Fio jengah. Apa maunya Arkan ini sebenarnya.


" Eh Fiona, loe lagi cari buku apa? " tanya Arkan.


" Kumpulan rumus matematika " jawab Fio singkat sambil terus tangan dan matanya menelisik mencari buku yang dimaksud.


" Ohh buku itu, yang kayak gini bukan? " tanya Arkan sambil menunjukkan sebuah buku pada Fio.


Membuat Fio menoleh.


" Hem ya ini bukunya " jawab Fio singkat sambil mengulurkan tangan meminta buku ditangan Arkan.


" Eittss tunggu dulu. Kalau loe mau buku ini loe harus ngasih nomer HP loe ke gue " pinta Arkan jahil. Fio memutar bola matanya malas.

__ADS_1


" Nggak. Makasih " ujar Fio lalu berbalik dan mencari buku seperti itu di rak.


" Loe kenapa ketus banget sama gue " ujar Arkan tak menyerah mengikuti Fio lagi.


" Karna loe ganggu " ujar Fio singkat.


" Gue bukan maksud ganggu loe, tapi gue cuma mau kenal aja sama loe gak boleh? " tanya Arkan dengan wajah dibuat seimut mungkin.


Kalau yang di depan Arkan sekarang adalah gadis gadis yang memang mengidolakannya mungkin ekspresi mereka akan heboh senang bahagia. Tapi berbeda dengan Fio. Dia malah bersikap acuh dan cuek di beri perilaku demikian oleh Arkan.


" Loe tau nama gue, dan gue tau nama loe. Udah kenal kan " balas Fio sambil membaca buku yang tadi dia ambil dari rak.


" Maksud gue, emm kenal lebih deket Fiona. " jawab Arkan terus terang.


Fip diam sejenak setelah mendengar kata kata Arkan barusan.


" Loe kenapa diem? " tanya Arkan lagi.


" Nggak. Gue udh selesai mau bayar bukunya " ujar Fio yang langsung bergegas menuju kasir. Disana nampak Rena dan Ninda sudah selesai dengan buku yang mereka beli disusul Gina, Deo, Rega, Adit, Redho, Nino dan terakhir Arkan.


*****


Prince saat ini sedang berada di dalam mobil miliknya. Dia sedang memantau Fio dari seberang toko buku yang di kunjungi gadis tersebut.


Ya, Prince memang sengaja mengikuti kemana Fio pergi. Dia tak ingin Fio kenapa kenapa walau dia pergi dengan teman-temannya.


Pandangan Prince menajam kala melihat Arkan mendekati Fio yang kini sudah keluar dari toko buku. Prince sebenarnya tadi juga melihat Arkan dan kedua temannya yang ikut serta dengan Fio dkk. Makanya hal itu membuat niat Prince semakin kuat untuk mengawasi gadisnya dari jauh.


Prince sebenarnya sangat kesal dan cemburu melihat pemuda lain mendekati Fio. Tapi dia harus menahannya agar misinya berjalan lancar.


Setelah itu Prince melajukan mobilnya meninggalkan pusat kota menuju rumahnya.


Sesampainya di rumah, dia melihat Alex yg sedang duduk di ruang tamu berhadapan dengan laptopnya.


Prince menghempas tubuhnya ke sofa. Membuat Alex yang sedang fokus pada laptopnya terperanjat kaget.


" Ya ampun Prince loe bikin gue kaget aja " ujar Alex sambil mengelus dadanya.


" Ck kuping loe aja yang bermasalah gue dateng loe gak denger " balas Prince ketus.


Mendengar nada bicara Prince membuat Alex mengerti. Prince saat ini sedang kesal.


" Loe kenapa pulang kayak orang abis kalah undian " tanya Alex sambil menggoda Prince.


" Ck ngapain gue ikut undian, duit gue udah banyak " balas Prince cuek dan menohok.


" Ye gue tau yang sultan mah beda ha ha ha " balas Alex disertai tawanya.


" Serius, loe kenapa balik balik kesel gitu " ulang Alex bertanya.

__ADS_1


" Hufttt Fiona ternyata punya pesona yang kuat. Ada tuh bocah tengik yang deketin dia " jawab Prince dengan bersungut sungut.


Astagaaa. Ini beneran Prince atau bukan ya. Tuan Muda Hadijaya yang terkenal dingin, cuek, datar, dan tegas jadi uring uringan begini karna seorang cewek.


" Ck gak pantes loe Prince masang muka melas kek gitu " balas Alex sambil melanjutkan pekerjaannya.


Mendengar ucapan Alex, Prince langsung memberikan tatapan tajam. Sedangkan Alex yang melihat hawa hawa tak enak langsung berucap.


" Slow my bro slow gue cuma bercanda tadi " ujar Alex sambil mengacungkan kedua jarinya membetuk V.


" Oh iya Prince, gue baru dapet kabar dari kantor pusat kalo tadi Roselia dateng lagi kesana. Nyariin loe sampe bikin keributan " jelas Alex.


" Ck ck gak peduli gue. Loe atur aja supaya tu cewek gak berani dateng lagi " balas Prince datar.


" Ya ya gue udah ngasih perintah ke bagian resepsionis kalo itu cewek dateng suruh usir aja. Untungnya resepsionis disana tahan banting jadi dia bisa ngatasin cewek gila itu " jelas Alex dengan bangga karna berhasil melaksanakan tugas.


" Bagus lah, tambahin gaji resepsionis itu dua kali lipat. Kalo dia bisa bikin cewek gila itu gak bakal balik lagi ke kantor tambahin jadi lima kali lipat " ucap Prince tegas dan datar.


" Wahh gila loe Prince niat banget ngusir Roselia. Kasian juga kali resepsionis itu berurusan sama cewek gila terus " ujar Alex.


" Kenapa? loe mau berurusan sama dia? silahkan " balas Prince cuek sambil memainkan ponselnya.


" Gak, males banget gue berurusan sama cewek gila itu. Kalo bukan karna loe " balas Alex sambil bergidik ngeri dan melanjutkan pekerjaannya.


Sedangkan Prince hanya acuh dan tetap fokus pada ponselnya. Mengecek email pekerjaannya.


BERSAMBUNG....


.


.


.


.


.


.


.


...Haiii para Readerss yg Authorr sayang๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—...


...Gimana seruuu kannnn kelanjutannya๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„makin gregett gakkk ya kan pasti donggg๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰...


...Skuyy pantengin teruss ya jangan sampai ketinggalan 1 episode punn okeyyy๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰...


...Jan lupa Like, Koment, Vote, dan kasih Ratingg sebanyakk banyakkknya dan terbaikk dari kalian๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™...

__ADS_1


...Thank Youโค...


__ADS_2