
...Hallloooo Assalamualaikum Guysss๐ค๐ค๐ค...
...Nihh Author come back lohhh dengan membawa kelanjutan cerita episode Prince dan Fiona heheheh๐๐๐ค๐ค๐๐...
...Skuyyy lahh langsung aja dibaca Guysss nunggu apalagi cobaaa???๐...
...Happy Reading๐โค...
To be continue
โโโโโ
Selama perjalanan, Fio hanya diam karna masih kesal dengan Prince. Pria itu seenaknya saja memerintah dirinya. Padahal kan rencananya hari ini dia ingin pergi ke tempat favoritnya dulu bersama Raka.
Menyebalkan.
Sedang Prince, dia kini masih tetap fokus menyetir. Sebenarnya di fikirannya masih selalu terputar kejadian saat di makam tadi.
" Ekhem maaf " ucap Prince tiba tiba.
Mendengar kata maaf dari pria dingin itu membuat Fio menoleh seketika. Dia masih tidak percaya pria dingin seperti Prince bisa mengucapkan kata maaf padanya.
" Pak Prince gak salah tadi bilang maaf? " tanya Fio sambil mengernyit.
" Ck. apa telingamu sudah tidak berfungsi gadis kecil " balas Prince cuek.
Mendengar jawaban Prince, Fio menjadi semakin kesal. Baru tadi bilang maaf sekarang malah lebih menyebalkan.
" Ya ya baiklah, kali ini saya mengalah denganmu. Apa kamu ingin pergi ke suatu tempat? " tanya Prince sambil tersenyum pada gadis disebelahnya.
" Emm sebenarnya saya ingin pergi ke suatu tempat, tapi... bapak sih malah maksa saya masuk mobil bapak kan gak jadi dehh " jawab Fio sambil mengerucutkan bibirnya.
Melihat ekspresi gadis di sampingnya, membuat Prince gemas.
" Gadis kecil, wajahmu yang seperti ini imut sekali " batin Prince dalam hati.
" Kamu bisa tidak, kalau di luar sekolah jangan panggil saya pak atau bapak. Saya ini bukan bapak kamu, terlebih lagi saya masih muda " balas Prince gantian kesal.
Mendengar ucapan Prince, Fio merasa lucu sendiri.
" Pfttt ha ha ha " tawa Fio pecah setelah mendengar ucapan Prince.
" Kenapa tertawa, apa yang lucu hem? " tanya Prince dengan wajah serius.
" Pfttt ya bapak yang lucu...ucapan Pak Prince tadi itu kayak anak kecil lagi merengek minta permen. Tidak cocok pak dengan badan Pak Prince yang sebesar ini ha ha ha " balas Fio kembali tertawa.
" Cihh kamu ternyata lebih menyebalkan. Sudah berhenti tertawa atau saya sumpal mulut kamu, saya sudah bilang jangan panggil saya pak saat di luar sekolah terlihat sangat tua " ujar Prince jengkel.
" Em baik baik saya berhenti tertawa. Lalu saya harus panggil apa pak, kan bapak guru saya di sekolah? " tanya Fio sambil menahan tawanya.
" Di sekolah memang saya guru kamu, tapi di luar lingkungan sekolah saya ini calon suami kamu mengerti!? " jawab Prince sambil menunjukkan wajah seriusnya.
" Ya ya saya mengerti pak, jangan gitu jugalah mukanya serem tau " balas Fio dengan santainya membuat Prince melotot.
" Ok oke oke jadi saya harus panggil apa dong " tanya Fio kembali.
__ADS_1
" Terserah kamu, selagi itu sopan dan enak di dengar " jawab Prince cuek dan acuh karna masih kesal.
" Emm gimana kalau saya panggil Kakak? kan umur pak Prince gak terlalu tua juga kan dari saya " ujar Fio.
" Sejak kapan saya jadi kakak kamu, ganti. " jawab Prince cuek.
" Gimana kalo saya panggil bang? kayak saya manggil abang abang tukang bakso depan rumah gitu hi hi hi " tanya Fio lagi.
" Saya bukan tukang bakso Fiona " jawab Prince sambil menekan suaranya.
" Kalo Kang? atau Kanda aja gimana hahahaha " tanya Fio iseng semakin membuat Prince kesal.
" Ck kamu ini benar benar menyebalkan bisa tidak serius dulu " ujar Prince datar. Membuat tawa Fio berhenti.
" Gimana sih dari tadi panggilan yang saya ajuin gak ada yang pas dehh buat bapak " ujar Fio ikut kesal.
" Itu salah kamu sendiri semua yang kamu ucap nyeleneh " balas Prince cuek.
" Ya udah, ini yang terakhir. Saya panggil Mas aja gimana kalo bapak tetep gak mau ya udah saya manggil Bapak aja atau Kakek sekalian hehh " balas Fio ngegas.
" Mas? " beo Prince. Fio mengangguk, membuat Prince berpikir.
" Baik, itu lebih mending daripada dipanggil Pak, Kakek, Kakak,Abang seperti yang kamu bilang tadi " ucap Prince menyetujui.
" Gitu dari tadi kan enak Pak, ehh maksudnya Ma mass.. " ucap Fio masih kelu lidahnya saat mengucapkan kata 'Mas' untuk Prince.
" Gadis pintar " puji Prince sambil mengacak rambut Fio gemas. Membuat yang punya rambut kembali kesal dan mencebikkan bibirnya.
*****
Wanita itu adalah Roselia. Tadi hendak memesan makanan, anak buahnya menelfon.
_Flashback On_
Cringg cringg cringg
Roselia segera mengangkat panggilan tersebut saat tau siapa yang menelepon. Wajahnya terlihat senang, tapi tak lama kemudian....
" Hallo, bagaimana? " tanya Roselia to the point.
" Maaf Nona, kami sudah berusaha menyelidiki semua hal yg berhubungan dengan Tuan Prince, tapi kami tidak mendapat informasi apapun. Bahkan keberadaannya saja masih tidak kami ketahui " jelas anak buah Roselia di seberang telepon.
Seketika raut wajah Roselia berubah menjadi suram.
" Dasar tidak berguna!!! Percuma aku membayar kalian mahal kalau tidak mendapat apa apa. Cepat cari lagi sampai dapat atau nyawa kalian jadi taruhannya!!! " ujar Roselia marah dan mengancam anak buahnya.
" Baik Nona " jawab anak buahnya.
Dan sambungan telepon langsung diputuskan sepihak oleh Roselia.
" Kurang ajarr aku harus segera tau dimana keberadaan Prince saat ini. Aku yakin dia saat ini menemui gadis si*l*n itu. Tunggu saja Prince saat aku menemukan gadis itu jangan harap dia akan bernafas lebih lama lagi! " ujar Roselia marah.
_Flasback Off_
Setelah itu Roselia pergi meninggalkan cafe tersebut dengan wajah merah padam.
__ADS_1
*****
" Lohh Mas bawa saya kemana? " tanya Fio bingung saat mobil yg dikendarai Prince berhenti tepat di depan gerbang rumah mewah yang sebenarnya adalah tempat tinggal Prince.
Untuk sesaat Fio kagum melihat bangunan rumah yang besar dan megah. Ditambah dengan gerbang yang sebesar ini pasti dalamnya akan lebih indah dan megah lagi.
" Ini rumah saya, di dalam ada kedua orang tua saya. Mama saya ingin bertemu kamu " jawab Prince sambil memberi kode pada satpam agar dibukakan gerbang.
" Ohh gitu, rumah Mas besar juga ya " balas Fio disertai anggukan.
Mendengar ucapan gadis itu, Prince hanya tersenyum tipis.
"Bukankah kamu sudah pernah datang kemari? " gadis itu hanya mengangguk saja.
Setelah gerbang dibuka, Prince kembali melajukan mobilnya sampai berhenti tepat di depan pintu utama.
" Ayo turun " ajak Prince membuka sabuk pengaman dan membuka pintu mobil.
Fio hanya mengangguk dan menuruti apa yang Prince ucapkan.
" Dan, satu lagi karna panggilan kamu untuk saya sudah berubah jadi gunakan saja bahasa non formal jika sedang di luar sekolah. Seperti saya - kamu diganti menjadi aku - kamu mengerti? " ucap Prince kala mereka sudah turun dari mobil.
" Kenapa harus diganti Mas? " tanya Fio sedikit keberatan.
" Agar lebih santai dan akrab saja. Aku juga mengubah cara berbicara sama kamu " ucap Prince sambil tersenyum pada Fio.
" Emm oke " ucap Fio singkat dengan senyum manis.
" Ya sudah ayo kita masuk. Mereka mungkin saat ini sedang ada di taman samping " ajak Prince dan Fio hanya mengangguk sambil mengikuti langkah Prince.
BERSAMBUNG.....
.
.
.
.
.
.
.
...Helloo Guyysss๐๐๐...
...Moga kalian suka sama up episode yg Author bikin๐๐๐๐...
...Gimana makin penasaran kann??? Terus pantengin yaaa jan sampai ketinggalan kelanjutan episodenya๐๐...
...Jangan lupa kasih Like, Koment, Vote, dan Rating sebanyakk banyakknya okeyy๐ค๐...
...Thank Youโค๐...
__ADS_1