
...Assalamuaikum Guyss๐ค๐...
...Nihh nihh Author tambahin yaa cerita lanjutannya๐๐๐ Moga kalian suka yaa guysss...
...Gass lah yukk langsung aja dibaca hehehehe๐๐๐...
...Happy Reading๐โค...
To be continue
โโโโโ
Setelah makan malam, Prince saat ini tengah sibuk menyiapkan berkas-berkas untuk rapat besok. Dia tak ingin ada kesalahan sedikitpun dalam proyek baru yang akan dikerjakan. Di lingkup kerjanya, Prince terkenal sebagai CEO dari Hadijaya Company yang dingin, tegas, tidak suka adanya kesalahan sekecil apapun, apalagi penghianatan.
Saat tengah sibuk dengan berkas-berkas tersebut suara ketukan pintu membuatnya menghentikan pekerjaannya.
Tok tokk tokk
" Masuk! " sahut Prince. Lalu pintu terbuka nampaklah seorang pelayan dengan menundukkan kepalanya sopan.
" Permisi Tuan Muda, di bawah ada tamu yang ingin bertemu. Mereka bilang sahabat Tuan Muda Prince " ujar pelayan itu sopan.
" Hem, kemana Alex? " tanya Prince datar.
" Asisten Alex sedang ada urusan di luar Tuan Muda dia tadi meminta saya menyampaikan pada Anda jika bertanya " jawab pelayan tersebut.
" Bilang pada mereka, untuk menemui saya kemari " perintah Prince .
" Baik, saya permisi " ujar pelayan itu lalu diangguki oleh Prince.
Beberapa saat kemudian, setelah kepergian pelayan tadi. Pintu ruang kerja Prince kembali dibuka. Nampaklah dua orang laki-laki tampan dengan pakaian casualnya. Mereka berjalan santai memasuki ruang kerja Prince.
" Bisa ketuk pintu dulu gak sebelum masuk! " ujar Prince ketus dan datar.
" Ya ampun Prince sama kita aja loe masih gitu " ujar Devan.
" Ck. Lama ga ketemu loe ga kangen sama kita berdua? " tanya Al.
" Apa jangan-jangan loe kangennya sama Ros- " ucapan Al terhenti kala Devan membekap mulutnya.
" Emmmppp emmpp huhhh loe apaan sih Dev maen bekep mulut orang aja " ujar Al kesal.
" Lagian loe punya mulut di rem kek. Ntar Prince ngamuk baru tau rasa loe nyebut-nyebut nama tu cewek lagi " ujar Devan berbisik.
Sedangkan Prince menatap mereka berdua tajam. Membuat Al dan Devan bergidik dan menampakkan wajah watadosnya.
" Hehehe canda Prince si Al emang kadang-kadang suka loss mulutnya " ujar Devan sambil nyengir.
" Sorry bro gue tadi hampir kelepasan piss " ujar Al sambil mengacungkan dua jarinya.
" Hemm " dehem Prince lalu melanjutkan pekerjaannya.
" Oh iya, Om sama Tante pada kemana terus si Alex juga kemana tu balok es gak keliatan batang hidungnya " cerocos Devan.
" Mama sama Papa ada urusan di luar kota, si Alex katanya ada urusan keluar " jawab Prince sambil tetap fokus pada pekerjaannya.
" Terus loe ngapain masih sibuk aja coba asisten loe aja lagi ngeluyur " ceplos Devan.
" Ck. Bukan urusan loe " jawab Prince cuek dan datar.
__ADS_1
" Cih punya temen ganteng, muda, kaya tapi beuhhh datar, dinginnya ngalahin gunung es " ujar Al tanpa memedulikan tatapan tajam dari Prince.
Tak lama Alex datang, dia membawa beberapa bungkus makanan. Karna memang tadi dia keluar sebenarnya ingin membeli cemilan karna persediaan di kulkas sedang habis. Sedangkan malam ini dia harus lembur untuk mengerjakan berkas proyek.
" Yoooo temen gue si balok es kedua akhirnyaa dateng juga " sahut Devan kala melihat Alex datang.
" Apaan loe, ngapain loe berdua ada disini? " tanya Alex sinis.
" Ya ampun Dev, kayaknya kedatangan kita berdua gak diharapin deh " ujar Al pada Devan.
" Iya nih punya temen kayak es balok berjalan kek loe berdua emang bikin sensi. Harusnya loe berdua seneng kita berdua datang kesini. Kapan lagi coba kedatengan cowok-cowok tampan " ujar Devan dengan PDnya. Sedangkan Prince dan Alex hanya menampakkan wajah datarnya.
" Berisik loe berdua, udah nih makan gue tadi abis beli ini " ujar Alex sambil duduk dan membuka makanan tersebut.
" Nahh gini kek dari tadi " ujar Devan.
" Nih Prince " tawar Alex.
" Taruh situ aja Lex gue masih sibuk " ujar Prince tetap fokus pada kerjaannya.
*****
Sedangkan di Kota D, saat ini Pak Renald dan Bu Amira tengah dalam perjalanan menuju kediaman Pak Gandi. Mereka ingin membicarakan perihal keinginan Prince waktu itu.
" Pah, apa Fiona akan menerima perjodohan dan lamaran putra kita? " tanya Bu Amira dengan wajah sedikit cemas karna Fio saat ini masih kelas 3 SMA dan umurnya pun masih 18 tahun. Dia juga baru bisa lepas kesedihannya tempo lalu.
" Entahlah Ma, menurut Papa sebaiknya malam ini kita bicara saja dulu pada Gandi dan istrinya sekalian kita berkenalan pada Fiona " ujar Pak Renald.
Tak lama mobil yg ditumpangi mereka berdua telah sampai di kediaman Pak Gandi.
Di dalam rumah, Fio saat ini sedang membantu Bundanya menata makanan dia atas meja.
" Iya sayang, kita akan kedatangan sahabat lama Ayah kamu dulu dari Kota A. Dia akan datang bersama istrinya " jawab Bu Arsih dengan senyum lembut.
" Ohh gitu ya Bunda, memang dulu Ayah sempet tinggal di Kota A Bund? " tanya Fio.
" Bukan hanya Ayah sayang, tapi kamu dan Bunda juga pernah tinggal disana.Bahkan kamu juga lahir di Kota A. Dulu sebelum Ayah kamu menikah sama Bunda dia merantau ke Kota A, lalu kami bertemu dan menikah lalu lahirlah kamu. Setelah beberapa bulan kamu lahir kami memutuskan untuk pindah ke kota ini. Sedangkan sahabat Ayahmu tetap disana " jelas Bu Arsih. Fio hanya menganggukkan kepalanya mengerti.
Tokkk tokk tokk
Terdengar suara ketukan pintu dari luar.
" Itu sepertinya mereka sudah datang sayang. Tolong kamu bukakan pintunya dan persilahkan mereka masuk dulu ya Bunda mau manggil Ayah dan adik-adik kamu " titah Bu Arsih.
" Iya Bunda " ujar Fio lalu beralih membuka pintu.
Ceklekkk
Pintu terbuka, menampakkan dua orang paruh baya. Yang satu laki-laki masih gagah walau sudah berumur, yang satu lagi perempuan tetap cantik menurut Fio walau ada kerutan keriput halus di wajahnya.
" Assalamualaikum " ujar mereka membuat Fio terkaget.
" Ehh waalaikumsalam... Om dan Tante ini pasti sahabat Ayah yah? " tanya Fio ramah.
" Benar nak, Ayah kamu ada? " tanya Pak Renald.
" Ada Om, mari silahkan masuk Om Tante " ujar Fio sambil mempersilahkan mereka masuk.
" Makasih nak " ujar Bu Amira lembut.
__ADS_1
" Iya Tante " ujar Fio tersenyum manis.
" Kamu pasti Fiona ya...wahh kamu sudah besar sekarang ya, tambah cantik " puji Bu Amira.
" Iya Tante makasih...Tante kenal sama aku? " tanya Fio bingung.
" Kenal dong sayang, dulu saat kamu lahir Tante dan Om dateng ke rumah sakit buat jenguk kamu " jawab Bu Amira.
" Saat kamu baru lahir, wajah mungil kamu lucu sekali. Pipi chubby bibir mungil tersenyum " lanjut Bu Amira.
" Betul itu nak, bahkan putra kami yg saat itu berumur 6 tahun saja sampai tak berkedip melihat kamu. Setiap hari sepulang sekolah dia selalu minta untuk diantar ke rumah kamu hanya untuk sekedar bermain, menemani kamu atau hanya melihat kamu saja. Putra kami sungguh menyayangi kamu " sahut Pak Renald sambil tersenyum membuat Fio bingung.
" Eeee maaf Om Tante...Fio jadi bingung, soalnya kan emang Fio juga saat itu masih kecil sekali " ujar Fio sambil tersenyum kikuk.
" Ha ha ha nak nak kamu ini jelas kamu bingung dan tidak tau bahkan saat itu kamu saja masih bayi dan belum mengerti apapun " ujar Pak Renald.
Tak lama datanglah Pak Gandi , Bu Arsih serta Iqbal dan Bilal.
" Apa kabar Ren, maaf kamu menunggu lama " sapa Pak Gandi saat datang lalu memeluk sahabatnya itu. Begitu juga dengan Bu Amira dan Bu Arsih.
" Baik, kamu sendiri bagaimana...lama kita tidak berkumpul seperti ini " ujar Pak Renald.
" Alhamdulillah...ya beginilah jika terpisah jarak betul tidak mbak " ujar Pak Gandi pada Bu Amira.
" Kamu bisa saja Gan, mbak ini ya juga kangen sekali dengan istrimu ini ...kangen mencicipi masakannya " ujar Bu Amira.
" Ha ha ha mbak ini bisa aja. Aku juga kangen mbak " jawab Bu Arsih.
" Dua laki-laki tampan ini putramu Gan? " tanya Pak Renald.
" Ya iya Ren mereka putra-putra ku...lihatlah wajah tampannya sama sepertiku saat muda " ujar Pak Gandi mengundang gelak tawa semua orang disana.
" Ini namanya Iqbal anak keduaku, yang satunya Bilal anak ketigaku " terang Pak Gandi lalu Iqbal dan Bilal menyalami Pak Renald dan Bu Amira.
Percakapan pun berlangsung cukup lama. Dengan suasana hangat kekeluargaan dan gelak tawa dari mereka. Saling menceritakan kisah mereka saat muda dulu.
BERSAMBUNG...
.
.
.
.
.
.
.
...Halllloooo Guysssss๐๐๐๐...
...Gimana gimana kalian makin penasaran kannn dengan kelanjutan ceritanya???? Hehehehe kalo penasaran pantengin teruss cuusss kelanjutannya jangan sampai ketinggalan๐๐๐...
...Jangan lupa terus dukung Author dengan cara Like, Koment, Vote, dan kasih Ratingg terrrbaik kalian juga sebanyakkkk banyakknya okeyy๐๐๐...
...Thank You All๐โค...
__ADS_1