
...Haiii haiiii Author kembali menyapa kalian semua dengan episode baru nihh๐๐๐...
...Cuss guyss lngsungg aja di gasss bacaaa yaaaa heheheh๐๐...
...Happy Reading Guyss๐โค...
To be continue
โโโโโ
Kini Prince, Fio, bersama Pak Renald, Bu Amira dan Alex sedang sarapan bersama. Tapi, dilihat dari wajah Fio, gadis itu sedang gugup dan juga malu atas kejadian tadi saat di kamar Prince.
" Wahh ini enak banget Ma nasi gorengnya. Tapi kok rasanya beda ya gak kayak buatan Bi Inah biasanya " ujar Alex setelah melahap nasi goreng di piringnya.
Mendengar ucapan Alex ,Fio hanya diam sambil tersenyum tipis. Dalam hati dia berkata " Syukurlah kalo masakan gue enak. Jadi ngga tambah malu gue abis kejadian tadi arghhh ".
" Iya betul, ini enak sekali dan roti lapis ini juga isiannya pas, apa ini bikinan Mama? " tanya Pak Renald membuat Bu Amira menggeleng.
" Bukan Pa, Mama kan baru keluar kamar bareng Papa " jawab Bu Amira jujur.
" Terus siapa nih yang masak nasi goreng seenak ini. Ahh Alex jadi pengen nambah Ma " ujar Alex sambil menyengir.
Bu Amira dengan tanggap segera mengambilkan nasi goreng untuk Alex.
Sedangkan Prince sedari tadi dia hanya diam sambil sesekali tersenyum tipis. Melirik Fio yang sekarang diam memakan nasi gorengnya dengan wajah malu.
" Pasti ini buatan gadis kecil nakal ini " batin Prince sambil tersenyum tipis.
Tak lama Bi Inah datang membawakan buah buahan siap makan yang sudah dipotong potong. Menaruhnya dia atas meja dan hendak pergi ke dapur.
Tapi di hentikan oleh Bu Amira.
" Bi tunggu " ujar Bu Amira.
" Iya Nyonya ada apa? " tanya Bi Inah sopan.
" Saya mau nanya, ini nasi goreng sama roti isinya Bibi yang bikin? Apa Bibi lagi nyoba resep baru ya ini enak banget Bi " tanya Bu Amira sambil memuji makanan tersebut.
Bi Inah tersenyum mendengar ucapan Nyonya.
" Neng Fio emang hebat, udah cantik, baik, pinter masak juga " batin Bi Inah.
" Bi bibi " panggil Bu Amira saat Bi Inah hanya diam sambil senyam senyum.
" Ehh iya Nyonya maaf, Bibi teh tadi melamun " ujar Bi Inah.
" Anu Nyonya, ini teh tadi yang masak nasi gorengnya Neng Fiona, terus yang bikin roti lapisnya Bibi tapi resep dari Neng Fiona gitu " jawab Bi Inah terus terang.
Seketika mereka semua menoleh kepada Fio. Kecuali Prince tentunya. Karna dia sedari tadi memang sudah yakin ini buatan gadis itu.
Sedangkan Fio hanya tersenyum tanpa berucap apapun.
" Wahh Pa ternyata calon menantu kita yang bikin masakan seenak ini " puji Bu Amira.
" Iya Ma, beruntung sekali keluarga kita memiliki menantu seperti Fiona ini. Terimakasih ya Fiona makanannya enak sekali " ujar Pak Renald.
" Hehehe iya Pa sama sama. Syukurlah kalo kalian semua suka makanan buatan aku " jawab Fio sambil tersenyum.
__ADS_1
" Ini bener bener enak banget Fiona. Jago juga kamu ya masak ternyata. Beruntung Prince bisa dapetin kamu " ujar Alex heboh.
" Hemm makasih Kak Alex " jawab Fio sambil tersenyum tipis.
" Iya sayang masakan kamu enak sekali. Wahh Mama tambah semangat dehh kalo mau masak bareng kamu " ujar Bu Amira senang.
" Makasih Ma. Iya lain waktu kita masak bareng ya Ma " ujar Fio dan diangguki oleh Bu Amira dengan senang hati.
Prince, saat ini hanya diam menikmati makanannya.
" Ck calon istrinya bikin masakan enak bukannya dipuji malah diem aja loe Prince " celetuk Alex pada Prince.
" Berisik banget loe. Lagian gue udah tau dari awal kalo ini masakan Fiona. Karna tad- " ucapan Prince terputus oleh Fio.
" Emm Ma Pa Kak Alex maaf ya aku permisi ke kamar dulu ya aku udah selesai sarapannya " ujar Fio buru buru dengan wajah memerah.
" Ehh iya udah sayang ngga papa sebentar lagi kami juga selesai " ujar Bu Amira dan diangguki yg lain.
Prince tersenyum senang saat melihat reaksi Fio. Dia seakan tau apa yang akan Prince ucapkan.
" Aneh kenapa Fiona ya Ma tadi muka dia merah gitu " ujar Alex.
" Nggak tau Mama Lex, mungkin aja dia mau cepet cepet aja kembali ke kamar " sahut Bu Amira.
Lalu Alex melihat ke arah Prince yang sedang tersenyum.
" Loe kenapa Prince kesambet atau kenapa? senyum senyum sendiri gitu " ceplos Alex membuat Prince mendengus.
" Nggak " jawab Prince singkat lalu mengubah wajahnya jadi datar.
" Dasar es balok berjalan " cibir Alex. Prince hanya diam tanpa menanggapi.
*****
Di dalam kamar, Fio sedang merutuki dirinya sendiri.
" Duhhh beg* bangett sii gueeee kenapa coba tadi pake masuk segala ke kamar Mas Prince " ujar Fio.
Kemudian bayangan mengenai kejadian pagi tadi di kamar Prince terlintas di kepalanya.
Membuatnya tersenyum malu dan wajahnya merona.
" Apaan sihh gue, kenapa juga mikirin kayak gitu huh " ujarnya.
Kringggg krinnnggg
Ponsel Fio berbunyi. Ada telepon masuk.
Fio segera mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelepon.
Fio melotot saat tau siapa yg menelfon. Prince menelfonnya, padahal kan mereka berada di tempat yang sama.
Fio jadi bimbang untuk mengangkatnya atau tidak. Lalu dia menetralkan perasaannya dan mengangkat panggilan tersebut.
" Hallo " ujar Fio.
" Heyy gadis kecil keluar kamu kenapa menghindar hemm " ujar Prince diseberang telepon.
__ADS_1
Fio gugup, dia bingung harus menjawab apa. Pasalnya ucapan Prince memang benar.
" Ak aku aku nggak menghindar. Aku agak gak enak badan iya makanya balik duluan tadi "ujar Fio terbata.
Prince yang sedari tadi berada di ruang kerjanya bersama Alex, senyam senyum sendiri.
Membuat Alex yang ada disana merasa heran dan aneh. Tapi sedetik kemudian dia paham kenapa Prince menjadi mirip orang stres.
" Cih mentang mentang punya calon istri. Mesra mesraan di depan jomblo keren kek gue " cibir Alex lalu kembali fokus pada laptopnya.
Prince tak memedulikan cibiran Alex. Dia tetap fokus berbicara di telepon dengan Fio.
" Benarkah begitu? Apa perlu Mas antar ke dokter? " tanya Prince menggoda.
" Ng nggak nggak perlu. Sekarang udah enakan kok. Aku mau pulang ke rumah aja Mas " ujar Fio.
" Kenapa hemm? apa kamu tidak betah disini? " tanya Prince lagi.
" Bukan begitu, cuma aku mikir aja kan lagi di skors malah nggak di rumah ngerjain tugas gitu " ujar Fio yg sebenarnya menyindir Prince.
" Apa kamu sedang menyindir Mas hemm " ucap Prince.
" Nggaklah Mas aja yang perasa " ujar Fio cepat.
" Ya udahlah aku matiin ya. Aku mau pamit pulang sama Mama Papa " Fio.
Tuttttttt
Panggilan telepon diputus oleh Fio.
Setelah itu Prince bergegas keluar dari ruang kerjanya meninggalkan Alex yang bingung dengan sikap Prince.
BERSAMBUNG....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...Hallloooo Guysssss๐๐๐๐๐๐ Gimana seru kannn kelanjutan ceritanyaa....Makin greget dan bikin penasaran kan pastinyaaa๐๐๐ Hehehehe ya dong pastiiiii๐๐...
...Yukkk terus kasih dukungan kalian buat Author biar makin semangatt kasih dong Likenya yg buanyakkk jan lupa Koment hehehee ๐...
__ADS_1
...Kasih juga Vote dan Rating terbaikk kalian guysss๐๐...
...Thank You๐โค...