
...Assalamuaikum Guyss๐ค๐...
...Nihh nihh Author tambahin yaa cerita lanjutannya๐๐๐ Moga kalian suka yaa guysss...
...Gass lah yukk langsung aja dibaca hehehehe๐๐๐...
...Happy Reading๐โค...
To be continue
โโโโโ
Kini, Fio bersama para sahabatnya dan juga Raya dkk sudah berada di ruangan Prince. Saat pertengkaran mereka di kantin tadi, ada salah satu siswi yang hendak melapor pada guru BK tapi berpapasan dengan Prince.
Akhirnya Prince diberitahu oleh siswi itu jika Fio dkk sedang terlibat adu mulut dan pertengkaran dengan Raya dkk. Mendengar jika gadisnya ikut terlibat Prince langsung saja bergegas menuju kantin. Dia khawatir kalau Fio akan terluka.
Tapi, nyatanya berbalik dari angannya. Saat dia sampai, Fio gadis kecilnya sedang marah dan menampar Raya dkk karna sudah mencari masalah dengannya.
Melihat itu Prince senang dan tanpa sadar tersenyum tipis. Ternyata gadis kecilnya tidak selemah yang dia kira. Prince merasa cukup senang. Itu artinya dia tidak terlalu takut kalau Roselia akan datang dan menindas gadis itu.
Lalu dia segera masuk kantin dan menghentikan mereka. Kemudian membawa mereka ke ruangannya.
Dan disinilah mereka semua. Berdiri jejer di hadapan Prince yang memasang wajah datar tapi sorot matanya tajam.
" Bisa kalian jelaskan apa sebenarnya yang terjadi? " ucap Prince dengan suara datarnya.
" Itu karna dia Pak, kuman ini berani memukul kami semua!!! " ucap Raya dengan seringai licik menunjuk Fio.
Sedang Fio, hanya diam tanpa membalas ucapan Raya. Rasa marahnya masih belum hilang dan emosinya sedang tidak stabil.
" Iya Pak, lihat ini wajah mulus kami jadi memar karna dia menampar kami dengan kerasnya....padahal kami hanya ingin duduk bersama mereka huhuhuhu tapi mereka malah memaki kami " ucap Della dengan akting menangis bombaynya.
Mendengar ucapan Della, Ninda menyelonong balas ucapannya.
" Bohong Pak, mereka bohong. Mereka dulu yang mencari gara gara sama kami Pak " protes Ninda.
" Hikss kenapa sih kalian nggak mau ngaku aja hikss gue sama temen temen gue pasti maafin kalian kok hiks hiks " ucap Farah akting menangis.
" Loe itu ternyata selain suka bikin onar ternyata jago juga akting ya dasar muka dua loe " ucap Rena geram.
" Iya, jelas jelas tadi kita lagi duduk dan makan dengan tenang. Tiba tiba loe semua dateng gebrak gebrak meja kita terus malah bikin keributan " imbuh Gina tak terima dengan fitnah dari Raya dkk.
" Mereka bohong Pak hikkss yang korban disini adalah kami Pak...Fiona bahkan memukul kami Pak hikss hikss " ucap Raya berakting dengan seringai liciknya.
" Benar Pak kata Raya hikss huhuhu kami lah yang ditindas disini Pak hikss beri kami keadilan Pak " imbuh Zena sambil tertunduk pura pura menangis padahal sebenarnya bibirnya menyeringai senang kalau Prince akan percaya.
" Nggak mereka bohong Pak mereka duluan yang cari masalah sama kita " ucap Rena tak terima.
__ADS_1
" Diammm!!!! " bentak Prince yang langsung membuat mereka diam sekaligus kaget. Kecuali Fio tentunya.
" Karna dari kalian tidak ada yg ingin mengaku bersalah, maka jalan satu satunya melihat rekaman CCTV yang berada di kantin " ucap Prince lalu dia membuka laptopnya dan mencari rekaman CCTV di kantin.
Mendengar ucapan Prince, wajah Raya dkk langsung pucat pasi. Kebohongan yang mereka lakukan pasti akan ketahuan.
Untung saja sekolah milik keluarganya adalah sekolah dengan fasilitas paling unggul. Jadi hal hal seperti ini pasti akan selalu diketahui.
Setelah itu Prince memutar rekaman CCTV di kantin.
Disana terlihat Fio dkk yang sedang duduk sambil makan di kantin. Lalu tiba tiba datanglah Raya dkk langsung menggebrak meja mereka.
Awalnya tak di gubris oleh Fio dkk. Lalu Entah apa yang diucapkan Raya dkk sampai akhirnya terjadilah adu mulut hingga kejadian Fio yang menampar wajah Raya dkk.
Clikk
Rekaman video berhenti.
Prince menatap Raya dkk dingin dan sorot mata tajam. Membuat mereka jadi gugup dan pucat pasi.
" Pa pa pak Prince ka kami bisa jelaskan hal itu " ucap Raya terbata.
" Diam. Beraninya kalian membohongi saya!!! " sentak Prince marah.
Membuat mereka semua disana terlonjak kaget.
" Untuk kalian semua, saya akan menskors kalian semua selama 3 hari. Agar kalian merenungkan semua perbuatan kalian hari ini. " ucap Prince tegas.
" Benar Pak kata Raya, wajah kami sampai memar karna dia!!! " sahut Della tak terima sambil menunjuk wajah Fio. Yang ditunjuk malah bersikap acuh.
" Cukup!!! kalian berempat ini sebenaranya sadar tidak dengan perbuatan kalian? Saya sudah beberapa kali mendengar tentang perilaku kalian yang suka membully dan menindas murid murid lainnya. Dan untuk kamu Raya, saya tidak peduli walau orang tua kamu pejabat tinggi negara sekalipun. Bagi saya salah tetap salah. Mengerti!? " ujar Prince tegas dan sorot mata tajam.
" Dan untuk kalian berempat, " ucap Prince pada Raya dkk.
" Karna tamparan di wajah kalian dari Fiona, saya mewakili sekolah akan memberi kompensasi agar kalian diberi perawatan sampai luka kalian sembuh " ucap Prince tegas.
Setelah Prince mengatakan itu mereka semua tak ada yang berani memprotes lagi.
Fio sedari tadi hanya diam. Yah dia memang bersalah karna sudah lepas kendali karna amarahnya.
" Sudah kalian kembali ke kelas masing masing " ucap Prince kemudian mereka langsug keluar.
*****
Di luar ruangan, Fio dkk dan Raya dkk masih berhadapan satu sama lain.
" Liat aja loe kuman, masalah kita belom selesai. Beraninya loe bikin muka gue yang perawatan mahal ini jadi memar " ucap Raya menatap Fio dengan benci.
__ADS_1
" Gue bakal bikin perhitungan sama loe semua. Siap siap aja loe semua gue depak keluar dari sekolah ini " ancam Raya kemudian dia berserta teman temannya pergi.
" Hufthhhh " Fio menghembuskan nafasnya kasar.
" Sorry guys karna gue lepas kendali kalian jadi kena imbasnya " ucap Fio dengan perasaan bersalah.
Mendengar ucapan Fio, ketiganya kaget dan tersenyum. Fio mereka sudah kembali.
" Nggak Yo, ini bukan salah loe kok. Tapi mereka tu yang bikin gara gara sama kita " ucap Ninda menghibur Fio.
" Iya bener kata Ninda Yo, loe gak salah. Loe ngelakuin itu karna loe emosi mereka emang udah keterlaluan sampe bawa bawa Ayah dan Bunda loe " ucap Gina bijak sambil tersenyum tulus.
" He.em bener kata Gina. Anak mana yang gak marah kalo orang tuanya dihina kayak tadi. Kita ngerti kok posisi loe. Tadi loe juga masih nahan emosi loe kan tapi dasarnya mereka aja tuh mulut cabe " ujar Rena dengan wajah kesalnya.
" Makasih ya guyss kalian udah ngertiin gue " ucap Fio sendu sambil memeluk ketiga sahabatnya.
" Sama sama Yo, udah kita ini sahabat jadi apapun masalah loe itu juga masalah kita " ucap Gina.
" Tapi, gimana sama orang tua kalian? mereka pasti marah kalau tau kalian di skors selama 3 hari " ucap Fio lirih kembali tak tenang.
" Udah Yo, loe gak usah mikirin itu. Biar itu jadi urusan kita aja. Lagian loe tau sendiri kan nyokap bokap gue aja sibuk terus sama kerjaannya " ucap Ninda lirih.
" Udah udah sekarang mending kita balik ke kelas aja yukk. Udahan dong sedih sedihannya oekeyyy senyummm smilee nih kayak guee " ucap Rena sambil memasang wajah konyolnya.
Membuat mereka semua tertawa bersama. Kemudian mereka kembali ke kelasnya.
BERSAMBUNG....
.
.
.
.
.
.
.
.
...Hallooo guysss๐๐๐๐...
...Nih yaa Author udh upp lagi episode kelanjutannya, moga kalian suka ya๐ค...
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalin Like, Koment, Vote, dan Rating dari kalian di karya Author ini๐ค๐ค๐ค๐...
...Thank You Allโค...