
...Haiii para Reader tercintaaa๐๐๐๐...
...Author come back nihh dengan kelanjutan kisah Prince dan Fio yg makim hari makin seruuuu aja hehehe๐๐๐...
...Maaf bangett ya lama update episode baru yg bikin kalian nunggu lama๐๐ค...
...Skuyyy jangan sampai ketinggalan ya, yuk langsung gass aja dibaca guyss๐๐...
...Happy Readingโค๐...
To be continue
โโโโโ
Fio dan Prince kini sudah berada di dalam mobil menuju ke sekolah.
Prince kemudian membuka dashboard mobil dan mengeluarkan sekotak kecil. Lalu memberikannya pada Fio.
" Untukmu gadis kecil " ujarnya sambil tersenyum.
Fio menoleh, " Aku gak lagi ulang taun Mas,kenapa dikasih kado coba? " tanya Fio dengan polosnya.
Mendengar ucapan Fio, Prince tertawa kecil dan merasa gemas dengan gadis cantik disebelahnya ini.
" Memangnya memberi hadiah pada seseorang hanya saat ulang tahun saja hemm " tanya Prince balik.
" Ya...ya nggak juga sih tapi kann biasanya gitu hehehe " jawab Fio sambil cengengesan.
" Dasar gadis kecil...sudah ini ambillah untukmu dari Mama " ujar Prince sembari kembali menyodorkan kotak kecil yang sempat ia letakkan saat meladeni ocehan polos Fio.
" Dari Mama? kenapa Mama kasih aku hadiah? " tanya Fio.
Prince hanya mengangkat bahu. Lalu fokus menyetir.
Sedangkan Fio membuka kotak tersebut. Ternyata di dalamnya kotak itu berisi sebuah cincin yang sangat indah.
" Waahh cantik banget cincinnya Mas " ujar Fio takjub.
Kemudian Prince menoleh, " Jagalah dengan baik...itu cincin turun temurun dari keluarga Mas,Mama memberikannya sekarang padamu " jelas Prince.
" Berarti ini berharga banget Mas....aku takut ngga bisa jaga amanah yang Mama kasih " ujar Fio.
" Heyy bukankah kamu bilang kamu sudah dewasa hemm.... berarti sudah mengerti bagaimana bertanggung jawab bukan...Mama memberikan itu karena Mama percaya sama kamu " jelas Prince lagi sambil mengacak rambut Fio.
" Ck. iya iyaa aku udah dewasa kok...gausah ngacak rambut aku Mas ohh kan jadi berantakan nihh " ujar Fio kesal.
__ADS_1
" Mas suka hahahaha kamu menggemaskan " jawab Prince.
" Apaan coba emang aku boneka apa huh " balas Fio.
Sedang Prince hanya diam sambil terus fokus menyetir.
*****
Di rumah Fio, Pak Gandi yang baru pulang dari bengkel langsung masuk ke dalam kamar. Bahkan sapaan dari Bu Arsih pun hanya di jawabnya dengan senyum dan anggukan saja.
Bu Arsih merasa sedih dengan sikap Pak Gandi. Dia merasa suaminya sedang memiliki masalah yang besar. Lalu memutuskan untuk menyusul Pak Gandi ke kamar.
Dilihatnya Pak Gandi berdiri di depan jendela kamar menatap ke arah luar. Bahkan tak menyadari kehadiran Bu Arsih.
Pukkk
Bu Amira menepuk pelan pundak Pak Gandi.
" Ayah sedang melamun kenapa? " tanya Bu Arsih lembut.
Pak Gandi tersadar dari lamunannya.
" Tidak ada apa apa Bund, Ayah hanya sedang lelah " alibi Pak Gandi.
Bu Arsih tersenyum, kemudian berkata
" Ayah ingat tidak, dulu saat ayah melamar Bunda...Ayah bilang di depan orang tua Bunda,orang tua Ayah dan keluarga kalau kita akan menjalani semua kehidupan baik senang atau susah bersama. Saling terbuka dan berbagi segala hal..." ujar Bu Arsih lembut.
Pak Gandi tertegun mendengar ucapan istrinya.
" Tapi, mungkin sekarang Ayah sudah tidak ingat " ujar Bu Arsih.
Pak Gandi lagi lagi diam sambil berfikir. Kemudian dia menoleh, dan mengajak Bu Arsih untuk duduk.
" Maafkan Ayah Bund.... Ayah tidak pernah melupakan apapun segala hal tentang kita...Ayah hanya tidak ingin membebani Bunda dan anak anak " jelas Pak Gandi.
Bu Arsih tersenyum. Lalu berkata,
" Apapun masalah yang terjadi, kita harus hadapi bersama Yah, Ayah tidak sendiri ada Bunda,Fiona,Iqbal, dan Bilal...kita keluarga bukan " ujar Bu Arsih sambil tersenyum.
" Tentu saja Bund, kalian harta paling berharga di hidup Ayah...." ujar Pak Gandi.
" Ceritakanlah apa yang sedang menjadi beban fikiran Ayah..." ujar Bu Arsih.
" Di bengkel terjadi kekacauan besar Bund, banyak barang barang dengan harga mahal hilang,uang di kasir pun hilang, barang barang banyak yang rusak...dan saat Ayah datang semuanya kacau balau...menurut anak buah Ayah, saat mereka datang pintu bengkel sudah terbuka dan rusak " jelas Pak Gandi.
__ADS_1
" Bengkel mengalami kerugian yang sangat besar. Untuk mengganti semua barang tabungan yang Ayah miliki kurang banyak daripada yang dibutuhkan...jadi untuk sementara Ayah memutuskan untuk menutup bengkel " lanjut Pak Gandi.
Bu Arsih yang mendengar cerita suaminya merasa prihatin dengan musibah yang menimpa suaminya. Dia mengusap pelan punggung Pak Gandi.
" Ayah yang sabar ya...Semua pasti ada jalan keluarnya. Kita berdoa aja semoga bisa cepat terselesaikan. Dan apa Ayah sudah melaporkan hal ini pada pihak berwajib? karena Bunda merasa ini kasus pencurian dan merugikan " ujar Bu Arsih.
" Sudah Bund, tadi Ayah beserta tiga anak bengkel bersama ke kantor polisi untuk melaporkan hal ini. Ayah berharap semoga cepat mendapat titik terang " jawab Pak Gandi.
" Amiin semoga Yah...nah sekarang lebih baik Ayah makan dulu. Pagi ini belum makan apapun " ajak Bu Arsih.
" Baiklah Bund, mari " jawab Pak Gandi.
Mereka berdua pun bangkit dan keluar kamar menuju meja makan.
BERSAMBUNG.....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...Hayooooo gimana gimana pada penasarankan gimana kelanjutannya???? Simak terusss guyss kelanjutan ceritanya๐๐๐...
...Jangan lupa Like Koment Vote and Kasih Rating sebanykk banyakknyaaaa๐๐๐๐๐๐...
...Yukk guyss terus kasih dukungan kalian๐ค...
...Thank Youโค...
__ADS_1