
...Haiii haiiii Author kembali menyapa kalian semua dengan episode baru nihh๐๐๐...
...Cuss guyss lngsungg aja di gasss bacaaa yaaaa heheheh๐๐...
...Happy Reading Guyss๐โค...
To be continue
โโโโโ
Saat jam istirahat, seperti biasa Fio dkk selalu berkumpul di kantin untuk menikmati makan siang. Seperti saat ini, setelah pelajaran Matematika yang sungguh membuat lelah, mereka langsung cusss ke kantin buat mengisi tenaga. Lalu datanglah Redho, Nino dan Deo yang langsung duduk dan memesan makan.
Tak lama datang Arkan beserta kedua temannya Rega dan Adit mendatangi meja yang ditempati Fio dkk.
" Boleh gabung? " tanya Arkan langsung saat sampai disana.
Mereka yang menempati meja tersebut menoleh, menatap Arkan, kecuali Fio yang hanya melirik saja.
" Meja kita udah penuh Ar, loe cari meja lain aja " ucap Ninda mewakili yang lain.
" Gue bisa bawa kursi dari meja lain kesini, kan dari pada duduk sendiri sendiri mending gabung " balas Arkan kekeh ingin duduk bersama mereka.
" Terserah loe deh " jawab Ninda membiarkan Arkan.
Lalu mereka bertiga pergi mengambil kursi dari meja lain yang masih kosong.
" Ar, loe beneran mau duduk bareng disana? keliatannya mereka kurang suka kalo kita gabung " bisik Rega pada Arkan.
" Beneranlah, udah cuekin aja lagian kita kan juga murid sini ya wajar dong " balas Arkan santai lalu kembali ke meja tempat Fio dkk.
Arkan mengambil tempat sebelah Fio. Yang mana membuat Fio memberikan tatapan datarnya.
" Ar, loe ngapain duduk sana sih sini samping gue masih kosong " ucap Deo saat Gina memberikan kode padanya.
" Sama aja kali, di samping Fiona juga kosong. Loe gak masalah kan gue duduk sini? " ucap Arkan pada Fio.
" Hemmm " jawab Fio singkat hanya dengan deheman saja.
" Nahh ya udqh gue anggap itu sebagai iya, oke " balas Arkan santai lalu memesan makanan.
Dari kejauhan, ada Prince yang melihat kejadian tersebut.
Prince tadi tidak sengaja lewat depan kantin dan melihat Fio duduk disana bersama teman temannya.
Lalu datang tiga orang laki laki yang ikut bergabung disana. Terlebih lagi salah satu dari mereka malah mendekati Fio.
Membuat raut wajah dan mood Prince buruk seketika.
" Ck bocah itu masih berusaha mendekati Fiona. Tapi lihatlah gadis kecil itu sama skali tidak menolaknya " ucap Prince yang mulai kesal dan cemburu.
Lalu dia beranjak dari sana menuju ruangannya. Dia ada sebuah ide agar gadis kecil itu tidak berlama lama bersama bocah itu.
Tak lama setelah itu, ponsel Fio berdering. Telepon masuk dari Prince.
" Halo pak, assalamualaikum " ucap Fio.
" Waalaikumsalam. Kamu ke ruangan saya sekarang juga. Ada tugas untuk kamu " balas Prince dengan nada suara yang terdengar datar.
" Apa tidak bisa setelah jam istirahat Pak? setelah itu saya akan kesana " tanya Fio sambil meminum jus jeruknya.
__ADS_1
" Tidak bisa. Ini harus selesai hari ini sebelum pulang sekolah. Jadi sekarang kamu harus kesini. Tidak ada bantahan. " ucap Prince final tak ingin dibantah.
" Baik pak, saya segera kesana " ucap Fio.
" Hemmm " jawab Prince lalu sambungan telepon ditutup oleh Prince.
" Ck menyebalkan " gumam Fio lalu beranjak dari duduknya.
" Gue pamit duluan guys " ucap Fio sambil berdiri.
" Loe mau kemana Yo? makan sama minum loe aja belom abis tu " tanya Rena pada sahabatnya itu.
" Gue ada tugas dadakan dari Pak Prince, ya udah gue duluan ntar kalo gue belom masuk pas guru dateng bilangin gue masih ada tugas di ruangan Pak Prince " ucap Fio lalu pergi dari sana tergesa gesa.
" Ehh tungguuu " ucap Arkan buru buru saat Fio pergi dari sana.
" Udahlah Ar, loe jangan gangguin Fio terus dia ntar malah gak mau deket deket loe. Biarin aja dia pergi " ucap Nino menahan Arkan yang akan beranjak mengejar Fio.
" Gue gak gangguin dia. Gue cuma berusaha deketin dia doang emang salah? " ucap Arkan santai.
" Ya gak salah Ar, cuma kalo loe gitu ntar yang ada bukan suka malah Fio ilfil sama loe " sahut Rena ketus.
" Udah udah, mending sekarang abisin dulu makanannya. Makan gak boleh sambil ngomong tau " lerai Gina agar tak berlanjut.
*****
Di Kota A, Alex kini sedang berkutat dengan pekerjaannya di kantor. Pekerjaannya sangat banyak dan menumpuk semenjak Prince jarang datang ke kantor.
Alhasil Alex lah yang menjadi korban.
" Akhhhh si*l tangan gue rasanya mau copot semua ini, kepala rasanya mau pecah kerjaan numpuk banget. Ini gara gara Prince nih gak ada jadinya semuanya gue yang urus " ucap Alex kesal dan frustasi.
Tak lama pintu ruangannya di ketuk.
Tokkk tokk tokk
" Masuk " ucap Alex singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas berkas tersebut.
Masuklah Nando dengan membawa sebuah map lagi.
" Lex, nih ada berkas kontrak kerja sama lagi dari perusahaan Indrajaya Company " ucap Nando sambil memberikan map tersebut.
Mendengar ucapan Nando membuat Alex mengalihkan pandangannya.
" Indrajaya Company? " ucap Alex meyakinkan.
" Iya, tuh loe baca ya ini baru dikirim tadi sama sekretarisnya " ucap Nando lalu pergi dari ruangan tersebut.
" Ada angin apa Indrajaya Company ngajuin kontrak kerja sama ini. Bukannya Tuan Indrajaya ayahnya cewek gila itu rival Hadijaya Company kan " gumam Alex sambil berfikir.
" Mending gue simpen dulu aja ntar gue omongin sama Prince. Gue yakin ini bukan cuma kontrak kerja sama biasa " ucap Alex lalu kembali fokus pada pekerjaannya.
*****
Di tempat Bu Arsih, kini sedang ramai pengunjung di rumah makan tersebut. Bu Arsih yang sedang membantu di kasir, terhenti kegiatannya saat kedatangan Bu Amira.
" Assalamualaikum " salam Bu Amira saat mendatangi Bu Arsih.
" Waalaikumsalam. Ehh mbak Amira kapan datang? kok nggak ngabarin kalo mau kesini " balas Bu Arsih ramah.
__ADS_1
" Baru aja kok...ya ngga papa aku emang sengaja gak ngabarin dulu biar kejutan gitu " jawab Bu Amira dengan tawa kecilnya.
" Mbak ini bisa saja. Ya sudah ayo mbak duduk dulu mari " ajak Bu Arsih mempersilahkan Bu Amira untuk duduk.
" Maaf ya mbak kalo sesak ini alhamdulillah hari ini sedang ramai pengunjung yang dateng " ucap Bu Arsih merasa tak enak.
" Nggak lahh ini ya alhamdulillah kalau rumah makan nya ramai kan " balas Bu Amira dengan tenang.
" Ha ha ha iya mbak....oh iya mbak mau minum apa biar saya buatkan??? " tawar Bu Arsih.
" Udah gak usah repot repot, mbak kesini cuma sebentar mau nyampai in beberapa hal aja soal acara pertunangan Prince dan Fiona " ucap Bu Amira.
" Ohh begitu, kenapa mbak? " tanya Bu Arsih.
" Begini lohh Arsih, pertunangan Prince dan Fiona kan akan diadakan hari Minggu ini, mbak sudah ada rekomendasi butik di Kota D ini milik teman mbak. Kalau untuk cincin pertunangannya biar Prince dan Fiona saja yang memilih...bagaimana? " tanya Bu Amira bersemangat.
" Ohh begitu, kalau saya ya bagaimana baiknya saja mbak. Demi kelancaran acaranya, ayahnya Fiona juga pasti setuju asalkan Fiona bahagia " jawab Bu Amira sambil tersenyum tulus.
" Alhamdulillah... ya sudah kalau begitu, besok jam 3 sore Prince dan Fiona bisa langsung datang ke butik itu untuk fitting baju pertunangan mereka. Tolong sampaikan sama Fiona ya " ucap Bu Amira semangat.
" Iya mbak, pasti saya bilangin " jawab Bu Amira yg juga ikut senang.
" Ya sudah kalau gitu mbak mau pamit dulu ya. Kamu lanjut aja ini lagi ramai mbak jadi ganggu he he he " pamit Bu Amira.
" Assalamualaikum " lanjutnya.
" Iya mbak terimakasih ya, waalaikumsalam. Hati hati di jalan mbak " jawab Bu Arsih. Lalu Bu Amira bergegas masuk ke dalam mobil dan pulang.
Setelah itu Bu Amira kembali sibuk dengan pekerjaannya.
BERSAMBUNG....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...Hayooooo gimana gimana pada penasarankan gimana kelanjutannya???? Gimana ya rekasi Fiona selanjutnya??? Simak terusss guyss kelanjutan ceritanya๐๐๐...
...Jangan lupa Like Koment Vote and Kasih Rating sebanykk banyakknyaaaa๐๐๐๐๐๐...
...Yukk guyss terus kasih dukungan kalian๐ค...
...Thank Youโค...
__ADS_1