
...Haiii haiiii Author kembali menyapa kalian semua dengan episode baru nihh๐๐๐...
...Cuss guyss lngsungg aja di gasss bacaaa yaaaa heheheh๐๐...
...Happy Reading Guyss๐โค...
To be continue
โโโโโ
Deggg deggg degg
Jantung Fio berdegub kencang.
" Astagaaa gue kenapa ini... jantung guee apa gue kena penyakit jantung yaa. Mas Prince guru killer ini keliatan ganteng juga ya dari deket gini " ucap Fio dalam hati tanpa sadar memuji Prince.
Tapi tiba tiba Prince tersadar kalo posisinya sekarang sedang menyetir mobil. Dia lalu menoleh ke depan setir dan melepas pegangan tangannya pada Fio. Hampir saja menabrak kucing sehingga membuat dia mengerem mendadak.
Ckiitttttt
Dughhhh
" Aduhhh kepala gueee " rintih Fio kesakitan saat kepalanya terbentur dashboard mobil. Lebih tepatnya dahinya.
" Huffftt untung saja " ucap Prince lega setelah mobil berhenti.
Dia lalu menoleh kesamping. Melihat Fio memegangi dahinya.
" Maaf kamu gak papa? apa kamu terluka? " tanya Prince khawatir merasa bersalah.
Mendengar pertanyaan Prince membuat Fio menoleh padanya. Menampilkan raut wajah kesal.
" Gak papa gimana liat ini Mas jidat aku jadi memar merah gini " sungut Fio kesal.
" Mas makanya kalo nyetir yang fokus dong kan bahaya " lanjut Fio dengan kesal.
" Iya maafkan Mas ya...sini coba ku lihat " ucap Prince tulus lalu memajukan badannya untuk melihat dahi Fio yg memar.
" Awssshh jangan dipegang Mas sakit tauu " protes Fio. Padahal Prince tadi hanya mengusapnya saja pelan.
Tanpa membalas ucapan Fio, Prince mengeluarkan kotak P3K dari dashboard mobilnya.
Lalu dia mengambil obat berupa gel untuk mengurangi rasa nyeri dan memar tersebut.
" Sini Mas obati " pinta Prince lembut.
Tanpa protes apapun Fio langsung menuruti ucapan Prince. Dia langsung memajukan dahinya agar mempermudah Prince mengoleskan gel tersebut.
" Awsshh pelan pelan Mas " rintih Fio.
" Iya tahan sebentar lagi selesai " ucap Prince sambil meniup dahi Fio yang memar. Setelah itu dia memasang plester di dahi Fio.
" Sudah " ucap Prince lalu kembali duduk di tempatnya dan kembali melajukan mobil menuju sekolah.
*****
Di sekolah, Gina, Ninda, Rena, Redho, Nino, dan Deo sudah sampai terlebih dahulu. Mereka datang pagi pagi sekali bukan tanpa alasan.
Rena, dia datang lebih pagi karna memang jadwal dia piket di kelas. Ninda, datang lebih pagi karna Nino menjemputnya lebih awal karna Nino harus menyelesaikan tugasnya di sekolah. Dan Gina, dia datang lebih pagi karna mendapat tugas dari salah satu guru mapel untuk membantunya menyusun nilai nilai teman sekelasnya.
Tak lama, mereka melihat mobil Prince memasuki halaman sekolah. Hal itu menarik perhatian mereka entah kenapa.
" Ehh itu bukannya mobil Pak Prince ya? " ucap Ninda pada teman temannya.
" Hem iya tuh bener mobil Pak Prince. Tapi tumben ya dia dateng lebih pagi, biasanya juga ya standart standart aja gitu datengnya " ucap Gina menimpali.
" Apa karna ada Fio ya di ruangannya. Kan Fio selalu dateng pagi tuh selama jadi asisten dia " ucap Rena.
__ADS_1
" Ahhhh bisa jadi, kayaknya perkiraan kita bener dehh Pak Prince tuhh ada perasaan lebih gitu buat Fio ya gakk " ucap Ninda disertai tawanya.
Tak lama, mereka kembali memperhatikan ke arah mobil Prince.
Mata ketiganya membulat tak percaya. Sahabat mereka, Fio turun dari mobil guru killer yg selama ini membuatnya kesal?
" I i itu beneran Fio? " tanya Ninda tak percaya.
" Hoohh itu beneran kan? apa mata gue salah liat? " sahut Gina merasa tak percaya.
" Itu Fiona guyss sama Pak Prince guru killer di sekolah ini kan? " ucap Redho tak percaya.
" Mimpi ini pasti mimpi iyakan cubit gue cubitt " ucap Rena tak jelas.
Gina sadar dari keterkejutannya. Lalu dia mencubit Rena.
" Awwwwww ....kenapa loe nyubit gue sihh " protes Rena.
" Lahh loe tadi yang minta di cubit Lastrii " balas Gina lalu kembali menatap ke arah Prince dan Fio.
" Wahhh ternyata bener Honey yang kita liat di taman itu gak salah. Mereka bener bener udah deket tuhh gercep juga Pak Prince ternyata " ceploa Nino. Sedangkan Deo hanya diam saja tak mengeluarkan pendapatnya. Walau dia juga merasa terkejut.
Prince mengusap kepala Fio dan tersenyum lembut padanya. Membuat ketiga sahabat Fio melongo.
" Ya ampunnn Pak Prince so sweet juga ternyataaaa " ucap Rena lebay.
" Aku lebih so sweet kali Yang " cibir Redho tak rela Rena memuji guru killer itu.
" Iyaaaa senyumnya tadi duhh maniss banget bikin gue melelelhh " sahut Ninda.
" Suttt loe berdua jangan pada berisik. Ntar Pak Prince sama Fio tau lagi kita disini ngintipin mereka " ujar Gina memperingati.
Mereka langsung mengatupkan kedua bibirnya rapat rapat.
Sedangkan di posisi Prince dan Fio, saat ini mereka sedang bicara tanpa mereka sadar kalau ada yang memperhatikan.
" Maaf ya, Mas tidak sengaja. Nanti sepulang sekolah kita ke dokter untuk memeriksa dahimu " ucap Prince lembut merasa bersalah.
Fio yang tadi menampakkan wajah kesalnya menjadi luluh mendengar ucapan Prince.
" Ehmm iya Mas, nggak papa lain kali hati hati lagi. Ya ini juga salah aku bikin Mas kurang fokus, maaf. Dan ini udah gak papa kok gausah ke dokter besok juga sembuh " jawab Fio dengan tersenyum manis.
Membuat Prince menampakkan senyum mempesonanya.
" Ya sudah, kalau begitu kamu langsung ke kelas saja gak perlu ke ruangan Mas. Biar nanti petugas kebersihan aja yang bersihin ruangan Mas " ucap Prince menyuruh Fio ke kelasnya.
Gadis itu tersenyum senang dan mengangguk.
Gak papa lahh dahinya benjol memar gitu, tapi ada untungnya juga.
" Ehh ehh tu mereka udah pergi tuhh yuk kita susulin " ajak Ninda dengan semangat membara jiwa ke kepoannya.
" Yukk gue juga udah gak sabar pengen langsung introgasi si Fio. Bisa bisanya dia sembunyi sembunyi gini dari kita " sahut Rena lebih semangat.
" Ayokklahh gue juga penasarann banget bisa bisanya Pak Prince gitu " ucap Nino semangat dan heran.
" Udah ayok gue juga penasaran " sahut Gina lalu mereka ke kelas menyusul Fio. Untuk menanyakan hal yg mereka lihat tadi.
Gak mungkin kan mereka bertanya pada Prince. Bisa bisa bukan dapat jawaban malah balik dapat ancaman.
*****
Saat ini, Fio sudah duduk di tempatnya sembari menaruh tas ranselnya. Suasana kelas masih sepi. Hanya dia yang saja disana.
Tak lama sahabat sahabatnya datang dengan tergesa gesa. Membuat Fio mengernyit. Tumben sekali mereka datang pagi pagi begini.
Mereka bertiga langsung menghampiri Fio. Menatap Fio dengan wajah dibuat seserius mungkin.
__ADS_1
Fio bingung dengan mereka, lalu bertanya
" Kenapa loe pada? Kok kayak orang mau nagih utang gitu perasaan gue gak ada utang dehh ke kalian " ucap Fio bercanda.
" Yo, loe harus jujur sama kita " ucap Ninda membuka suara.
" Jujur? emang gue boong apaan? " tanya Fio masih tak mengerti.
" Yo, loe itu bener bener yaaa. Loe masih nganggep kita sahabat apa nggak sih. Hal penting kayak gini loe gak ngasih tau kita " cerocos Rena.
" Iya Yo, loe haru jelasin sama kita " sahut Gina.
" Bener tuhh sekarang loe udah gak bisa ngelak lagi Fiona " ucap Nino.
Ucapan mereka membuat kepala Fio yang memar berdenyut. Dia tak mengerti apa maksud dari mereka semua.
" Bentar bentar. Maksud loe semua apa sihh gue gak paham dehh. Udah kayak ayam mau bertelor rame bangett " ceplos Fio.
" Aduhh Yoo loe emang beneran yaa nyebelin bangett. Yang kita maksud itu soal Pak Princeeee Pak Prince guru killer kita ituu " ujar Rena kesal karna Fio lola.
Mendengar ucapan Rena membuat Fio membulatkan matanya sempurna. Dia gugup bingung harus menjawab bagaimana.
Apa mereka sudah tau semuanya? Apa mereka tadi melihatnya saat turun dari mobil Prince dan mendapat perlakuan manis dari Prince.
" Mak maksud kalian apa? Emang emang kenapa Pak Prince? " tanya Fio terbata bata.
" Udah loe jangan ngelak lagi Fiona Davina Elyaza. Kita semua ngeliat loe tadi turun dari mobil Pak Prince. Dan loe sama dia deket banget akrab gak kayak biasanya. Malah kita ngeliatnya kalian so sweet bangettt " cerocos Ninda dengan lebay diakhir kalimatnya.
Degggg
Dadanya berdebar. Bagaimana ini, dia belum siap untuk memberitahukan semuanya pada sahabat sahabatnya.
" Jujur sama kita, loe ada hubungan apa sama Pak Prince Yo? tolong jangan sembunyiin apapun dari kita pliss " ucap Gina dengan raut wajah memohon. Membuat Fio serba salah.
" Gu gu gue ehm- " ucapan Fio terhenti kala ada seseorang yg menyela.
" Yang kalian lihat itu benar. Yang kalian fikirkan tentang saya dan Fiona juga benar " ucap Prince dengan tegas raut wajah datar. Dia tiba tiba masuk ke kelas Fio. Membuat mereka semua yang ada disana terkejut bukan main.
Terlebih, ucapan Prince barusan. Mereka rasanya hampir tak percaya. Prince berjalan dengan gaya coolnya mendekati mereka. Membuat mereka semua gugup deg deg.an.
BERSAMBUNG.....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...Hayooooo gimana gimana pada penasarankan gimana kelanjutannya???? Gimana ya rekasi teman teman Fiona selanjutnya??? Gimana cara Prince ngasih penjelasan ke mereka???Simak terusss guyss kelanjutan ceritanya๐๐๐...
...Jangan lupa Like Koment Vote and Kasih Rating sebanykk banyakknyaaaa๐๐๐๐๐๐...
...Yukk guyss terus kasih dukungan kalian๐ค...
...Thank Youโค...
__ADS_1