Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 22


__ADS_3

Keesokan harinya, saat jam istirahat Fio memutuskan untuk menemui Prince guna mengucapkan terimakasih. Karna kemarin telah menolongnya. Dia berjalan menuju ruang guru, tapi langkahnya terhenti saat 4 orang siswi mencegatnya.


Keempat siswi itu tak lain adalah Raya dkk.


" Berhenti loe " ujar Raya sarkas.


Fio hanya diam memasang wajah datar dan raut bertanya 'apa?'.


Hal itu malah membuat Raya dkk semakin kesal dengan sikap tenang Fio.


" Loe gausah sok polos deh jadi cewek. Pake segala pura-pura pingsan lagi, loe sengaja kan biar Pak Prince tertarik sama loe " tuduh Raya.


" Maksud loe apa? " ujar Fio cuek.


" Hallaaa sok polos banget loe, dasar kuman " ejek Zena.


" Udahlah loe ngaku aja, loe sengaja kan pura-pura pingsan kemaren? " ujar Farah kasar sambil mendorong bahu Fio.


" Dasar ga tau diri loe " sahut Della.


Sedangkan Fio hanya diam, ia malas meladeni ucapan mereka berempat. Karna bagi Fio tak ada faedahnya.


" Udah selesai ngomongnya? " ujar Fio datar.


Raya dkk hanya diam menahan amarah karna merasa tak dihiraukan.


" Kalo udah selesai, kalian minggir gue mau lewat " lanjut Fio acuh tak acuh. Sedangkan Raya dkk semakin geram, lalu Raya berkata dan ingin menampar Fio,


" Loe- .." ucapan serta tangan Raya berhenti kala mendengar suara yg familiar bagi mereka.

__ADS_1


" Sedikit saja tanganmu menyentuhnya, kamu akan dapat balasan berlipat " ujar seseorang tegas.


Sontak mereka berempat kaget dan menoleh ke asal suara. Sedangkan Fio hanya diam dengan cuek. Ternyata suara itu adalah suara guru baru yang populer di sekolah ini.


" E e ehhh Pak Prince " ujar Raya gugup, sedangkan teman-temannya hanya diam tak berani berucap apapun.


" Ini sekolah, tempat untuk belajar bukan tempat untuk berkelahi " ujar Prince dingin dan tegas. Sorot matanya tajam kala melihat Raya dkk.


" Sebaiknya kalian pergi dari sini, bell masuk sudah berbunyi. Ingat ini peringatan untuk kalian agar tidak diulang " ujar Prince tegas sambil melihat ke Raya dkk.


" I i iya pak, kami tidak akan mengulanginya, kami pergi dulu " ujar Raya dengan ketakutan karna aura intimidasi Prince. Akhirnya Raya dkk pergi dari sana.


Saat itu juga, Fio ingin melangkah pergi dari sana. Ia sudah malas menemui guru itu karna kejadian tadi. Lagi pula ini sudah bell masuk.


" Mau kemana kamu? " cegah Prince yg membuat Fio berhenti.


" Lalu kenapa kamu bisa berada di depan ruang guru? " tanya Prince sedikit melunak.


" Ya, tadi saya ingin menemui bapak tapi dicegah oleh mereka " jawab Fio cuek.


" Ada apa kamu ingin menemui saya? " tanya Prince.


" Saya ingin mengucapkan terimakasih karna bapak sudah menolong saya kemarin " ucap Fio dengan senyum tipis tapi tulus.


Prince yang mendengar hatinya menjadi senang. Ingin rasanya dia memeluk gadis yang selama ini ia rindukan. Walau pasti dia tak mengetahui apapun.


" Ekhem,iya tidak masalah. Kami murid saya jadi saya ada kewajiban membantu kamu " ujar Prince lembut disertai senyum.


Hal itu membuat Fio mengernyitkan dahi, ia bingung dan merasa aneh dengan sikap gurunya itu. " Pak Prince senyum? tumben, kenapa ya " batin Fio.

__ADS_1


Prince yang melihat raut wajah Fio pun langsung mengubah wajahnya ke mode datar.


" Ekhemm ya sudah, sekarang kembali ke kelas " ujar Prince datar mengembalikan keadaan seperti semula.


" Baik pak, permisi " jawab Fio datar.


Lalu ia berjalan melewati Prince untuk menuju ke kelasnya. Dia tak lagi mempedulikan perubahan sikap gurunya itu. Aneh.


Sedangkan Prince, ia tak henti-hentinya menatap punggung Fio yg perlahan berjalan jauh darinya. Hingga Fio menaiki anak tangga menuju kelasnya. Prince senang karna gadis itu pergi menemuinya. Walau hanya sekedar untuk mengucapkan terimakasih.


.


.


.


.


.


.


.


Hallooooo Guyssss👋👋👋🤗


Author up lagi nihh😚Yukkk terus dukung author dengan cara Like, Koment, Vote, and Rating sebanyakk banyakk yaaa🤗🤗😉


Thank You🤗

__ADS_1


__ADS_2