Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 71


__ADS_3

...Assalamualaikum Guysss🤗👋...


...Author kembali nih ya hehehe....Buat nepatin janji ke kalian semua pembaca setianya Author kalau bakal tetep up yaa episode selanjutnya untuk hari ini😙😉...


...Kuyyy silahkan dibaca guyss jangan sungkan sungkan😁😁😁...


...Happy Reading📖❤...


To be continue


☆☆☆☆☆


Pagi pagi sekali, seperti biasa Fio selalu datang lebih awal selama dia dihukum menjadi asisten Prince. Walau status mereka sekarang bertambah yaitu calon tunangan tapi tetap saja Prince tidak memberhentikan hukuman yang dia berikan.


Katanya, " Urusan sekolah dan keluarga berbeda. Di sekolah saya tetap guru dan kamu murid saya " ucap Prince waktu dia bertamu ke rumah Fio.


Benar benar menyebalkan. Ya ya memang dua hal itu berbeda. Ya sudah dia terima saja menolak pun akan percuma. Guru killer itu pandai mengancam.


Saat Fio sedang sibuk membereskan meja Prince, ternyata si pemilik ruangan telah tiba. Fio tidak menyadari kehadirannya karna terlalu fokus pada apa yang dia kerjakan.


" Yang bersih, jangan sampai ada debu yang tertinggal " ucap Prince dengan nada cuek, Fio yang tiba tiba mendengar suaranya menjadi kaget.


" Astagaaaaaa!!!! " pekik Fio kaget.


Lalu Fio menoleh dan langsung saja wajahnya menjadi kesal.


" Ma- emm maksudnya Pak Prince ngagetin orang aja. Harusnya dateng itu ucapin salam Pak ketuk pintu minimal. Untung saya gak punya penyakit jantung, kalo iya bisa syok saya kan " ujar Fio panjang lebar.


Sementara Prince hanya memasang tampang cuek dan datarnya. Tak memedulikan ocehan gadis di depannya.


Prince bersikap demikian bukan tanpa alasan. Dia hanya mengikuti saja keinginan gadis itu untuk menjaga dan merahasiakan perjodohan antara keduanya, utamanya di lingkungan sekolah.


Prince berjalan menuju sofa dan duduk disana. Dia tetap diam dan mengacuhkan ocehan ocehan dari Fio. Membuat gadis itu semakin kesal.


" Ishh Pak Prince, saya itu dari tadi ngomong sama Bapak lohh " ucap Fio yang sudah kesal.


" Berisik " balas Prince singkat yang mana membuat Fio makin kesal.


Lalu Fio kembali melanjutkan pekerjaannya dengan kesal dan cepat. Dia ingin segera kembali ke kelas sebelum dia benar benar darah tinggi.


Plukkk


Fio menggeplak kan lap yang dia pegang di wastafel. Lalu mencuci tangannya dan segera ambil tas dan beranjak keluar.


" Saya sudah selesai Pak, permisi mau kembali ke kelas " ucap Fio kesal dan datar. Tanpa memedulikan jawaban Prince dia segera membuka handle pintu dan keluar.

__ADS_1


Setelah Fio keluar, Prince yang sudah tidak tahan ingin tertawa akhirnya pecah. Dia tertawa karna melihat ekspresi wajah gadis itu yang sangat kesal. Begitu lucu dan menggemaskan menurutnya.


" Ck dasar gadis kecil pemarah..." gumam Prince lalu kembali ke mejanya dan mengecek beberapa berkas.


*****


Fio kini sudah sampai di kelasnya. Dia langsung menuju tempat duduknya dimana sudah ada Rena, Ninda, dan Gina disana. Ketiganya sedang berbincang sambil memainkan ponsel mereka.


" Huhhh " Fio duduk sambil menghembuskan nafasnya kasar.


Lalu ketiga sahabatnya menoleh menatap Fio yang kembali dengan wajah kesal.


" Kenapa lagi Yo? " tanya Gina langsung saat Fio melepas tasnya.


" Biar gue tebak, ini pasti karna Pak Prince kan? " ujar Rena sembari menggoda Fio.


" Ya udah jelass lahh siapa lagi coba orang yang bisa bikin Fio kesel setengah mati kayak gini kalo bukan Pak Prince " sahut Ninda ikut menggoda Fio.


" Loe semua tuh ya tau ga itu guru bener bener nyebelin tau gak " ucap Fio kesal mulai bercerita.


" Apa lagi nih sekarang kenapa hayoo???? " tanya Rena menggoda Fio. Membuat Fio berdecak semakin kesal.


" Ihhhhhh pokoknya itu guru bikin kesel tau gak gue " ucap Fio kesal.


" Emang kenapa sih Yo apalagi sekarang hem? " tanya Gina yg mulai penasaran.


" Kem kem apa Yo? " tanya Rena penasaran.


" Eng enggak bukan apa apa. Intinya gue kesel banget " ucap Fio gugup.


Rena dan Gina hanya ber oh saja. Sedangkan Ninda dia kembali mengingat kejadian kemarin di taman. Mungkin ini ada hubungannya dengan kata kata Fio yang terputus barusan.


" Bentar deh Yo. Gue baru inget, kemarin loe sama Pak Prince duduk berdua kan di taman. Dan loe bilang cuma kebetulan doang. Padahal nih ya gue sama Nino kemarin liat jelas dari jauh loe sama Pak Prince kayak akrab gitu " ucap Ninda curiga membuat Fio gelagapan, sedangkan Gina dan Rena malah mengernyit bingung.


" Beneran Yo kata Ninda? " tanya Gina.


" Kok bisa Yo loe sama Pak Prince duduk berdua di taman? " tanya Rena kepo akutt.


" Gu gue emm cuma gak sengaja aja ketemu dia. Kemarin gue abis dari makam Raka, terus mampir ke taman. Gak taunya ada Pak Prince ya udah sekalian aja ngobrol bareng. Terus ada Ninda sama Nino dateng yahh gitu dehh " jelas Fio sembari menutupi kegugupannya.


" Loe sama Nino kemarin cuma salah ngira aja mana mungkin gue sama Pak Prince akrab dia aja killer dan datar gitu " ucap Fio pada Ninda lalu ketiganya hanya mengangguk angguk saja.


Sebenarnya mereka masih belum yakin seratus persen dengan ucapan Fio. Melihat gelagat Fio membuat mereka curiga. Tapi mereka paham kalau Fio belum ingin menceritakan apa yang dia simpan. Jadi ya mereka memutuskan untuk mengiyakan saja apa yang Fio bilang selagi itu tidak membahayakannya.


" Ohh gitu yah gue kira kalian berdua beneran akur, akrab gituu ya gue sihh seneng juga kali Yo " ucap Ninda menggoda Fio.

__ADS_1


" Nahh bener tuhh kata Ninda, kita selalu dukung loe kok Yo apapun yang bikin loe bahagia. Yang penting loe gak kenapa kenapa itu lebih dari cukup buat kita " ucap Rena mendadak suasana menjadi haru.


" Iya Yo, kita bertiga sayang banget dan peduli sama loe. Jadi kita akan selalu dukung kebahagiaan loe. Kita Best Friend Forever🤗 " ucap Gina membuat mata mereka berkaca kaca lalu berpelukan.


Mendengar ucapan ketiga sahabatnya membuat hati Fio terenyuh. Dia juga merasa bersalah karna menutupi hal ini dari mereka bertiga. Tapi Fio masih belum siap untuk menceritakan segalanya mengenai dia dan Prince.


Fio butuh waktu yang tepat untuk menceritakan hal ini pada ketiga sahabatnya. Perasaannya sesak saat dia tidak bisa bicara jujur tentang kejadian yang terjadi dalam hidupnya. Dia merasa bersalah. Sangat.


" Makasihh bangettt guyss makasihh kalian semua selalu ada buat gue dah dukung apa yang bikin gue bahagia. Gue juga sayang dan peduli sama kalian. Apapun yang kalian bikin bahagia gue juga pasti dukung. " ucap Fio tulus sembari berpelukan kembali.


" Maafin gue belum bisa cerita semuanya sekarang guyss " ucap Fio dalam hati.


Lalu mereka melepas pelukannya dan kembali duduk di tempat masing masing. Bell masuk sudah berbunyi dan sebentar lagi pelajaran akan dimulai.


Malah tepatt sekali hari ini pelajaran Matematika yang diajar oleh Prince. Fio membayangkannya saja sudah kesal apalagi nanti saat pelajaran.


BERSAMBUNG....


.


.


.


.


.


.


.


.


.


...Haiii haii guyysss👋👋👋👋...


...Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1442 Hijriyah🤗Minal Aidzin Walfaidzin😊...


...Suasananya masih hangat hangatnya yaa suasana Hari Raya🤗 emang paling enaknya klo baca karya karya terbaik yg ada hehehehe🤗😄😄😄...


...Gimana makin seruu kan yaa heheheh pasti dongg😄😄😄...


...Yukkk terus kasih dukungan kalian dengan cara Like, Koment, Vote, and kasih Ratinggnyaa😄😄😄😊...

__ADS_1


...Thank You Guysss❤🤗...


__ADS_2