
...Assalamualaikum Semuaaaa๐ค๐...
...Yookkk Author kembali dengan up episode baru nihhh๐๐...
...Bagi kalian yg udah ga sabar gasss dong dibaca๐๐...
...Selamat Membaca๐๐ค๐ค๐ค...
To be continue
โโโโโ
Saat ini Fio bersama ketiga sahabatnya sedang berada di kelas. Mereka sibuk mengerjakan tugas tambahan yang diberikan Prince tadi pagi. Padahal ini sudah jam istirahat. Tapi keempat gadis itu masih berkutat dengan buku-bukunya.
Sedangkan teman-teman sekelas mereka yang lain ya ada beberapa yang memilih keluar kelas ada juga yang tetap di dalam kelas. Berkelompok melanjutkan tugas yang lusa harus dikumpulkan.
" Aduhhb perut gue laper nihh " ujar Rena karna perutnya sedari tadi keroncongan.
" Ya sama kali Ren, bukan loe doang kita juga " sahut Ninda dengan wajah lesu.
" Mana sih bebeb gue katanya tadi mau bawain makanan " ujar Rena merajuk karna Redho tak kunjung datang.
" Ya sabar aja kali, mungkin dia masih ada urusan gitu " ucap Fio bijak. Di dalam hati sebenarnya dia ingin seperti ketiga temannya. Tapi apa daya kekasihnya telah pergi untuk selamanya.
Tak lama nampak Redho beserta Nino dan Deo masuk dengan membawakan makan siang untuk pacar-pacar mereka.
" Ohhh halllooo " sapa Nino hebohh sehingga seisi kelas menatapnya. Yang ditatap malah memasang wajah tanpa dosa.
" Ihhh honey kamu kok lama sih aku udah laper banget tau " rajuk Ninda pada sang pacar.
" Hehehe maaf ya sayang aku tadi sama mereka masih ada rapat tim basket makanya lama " jawab Nino sambil menunjuk Redho dan Deo.
" Bebbb mana makanan buat aku..." sahut Rena yang sudah tak tahan lapar.
" Ehh iya hampir aja lupa, nih beb " jawab Redho sambil menyerahkan kantong makanan yang dia bawa.
Deo yang melihat Gina sang pacar masih asik dengan tugasnya pun menghampirinya.
" Sibuk sekali hemm?? " ujar Deo sambil mengelus rambut panjang Gina.
" Hemm ini harus udah terkumpul lusa Bee " jawab Gina seadanya.
" Makan dulu, nanti aku bantu kamu ngerjain ....nih ayo makan dulu " ajak Deo pada Gina. Akhirnya Gina menuruti sang pacar.
__ADS_1
Sedangkan Fio masih tetap diam. Dia sedikit merasa sedih dengan situasi saat ini. Para sahabatnya yang menyadari keadaan pun seketika diam. Mereka sampai lupa ada Fio disana.
" Emm Yo maafin kita ya kita gak bermak- " ucapan Ninda terhenti kala Fio menyela.
" Nggak papa Nin, udah kalian lanjut aja makan gue mau ngerjain ini. Gue ngerti kok " ujar Fio tulus sambil tersenyum.
Tak lama masuklah idola sekolah. Ketua tim basket SMA Merdeka yang populer. Siapa lagi kalau bukan Arkan. Dia masuk ke kelas Fio dengan membawa sekantung makanan dan air mineral. Wajahnya dihiasi senyuman khasnya.
" Bskkk bisskk Yo, tuh pangeran loe akhirnya dateng " bisik Rena kala melihat kedatangan Arkan.
Fio membalas ucapan Rena dengan tatapan datar. Bagi Fio tak ada yang bisa menggantikan Raka dihatinya.
" Hai Fiona...gue denger loe belum keluar kelas buat makan ya nihh gue bawain makan siang buat loe " ujar Arkan sambil menyerahkan makanan yg dia bawa.
" Makasih, tapi gue nggak laper " jawab Fio datar dan beralih kembali pada tugasnya.
" Jangan gitu Yo, loe entar bisa sakit kalo nunda makan " ujar Arkan lagi pada Fio.
" Iya bener tu yang dibilang Arkan Yo, ini aja kita lagi makan masak loe nggak sih " sahut Ninda sambil memakan makanannya.
" Udah Yo, loe terima aja loe kan belum makan apapun kan " ujar Gina menasehati.
Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada sepasang mata yg melihat seluruh kejadian di kelas tersebut. Prince sedari tadi memperhatikan Fio yang sibuk di kelas. Sampai akhirnya keempat pemuda itu datang. Hati Prince sangat kesal melihat Fio di dekati oleh Arkan. Sorot matanya menajam.
Setelah sampai di ruangannya, dia segera mengeluarkan ponselnya. Dia menelfon petugas kantin dan memintanya mengantarkan makanan ke ruangannya. Selanjutnya dia menghubungi Fio untuk datang menemuinya di ruangannya.
" Haloo assalamualaikum pak " ujar Fio di seberang telepon.
" Hem waalaikumsalam. Ke ruangan saya sekarang tidak ada bantahan. " ujar Prince lalu mematikan sambungan telepon.
Dikelasnya Fio, dia tadinya akan menerima makanan yang Arkan berikan. Tapi teleponnya berbunyi. Guru killernya menelfon.
" Hallo assalamualaikum pak " ujar Fio. Lalu dia mendengarkan jawaban Prince dan sambungan telepon terputus begitu saja.
Wajah Fio langsung berubah tambah kesal. Guru ini seenaknya terus memerintah ini dan itu.
" Kenapa Yo? siapa tadi yang telfon? " tanya Gina penasaran karna wajah Fio berubah menjadi kesal.
" Guru killer. Dia minta gue ke ruangannya sekarang. " jawab Fio ketus lalu dengan segera beranjak keluar dari kelasnya menuju ruangan guru killer.
Sesampainya di ruangan Prince dia segera masuk. Di dalam sana Prince tengah duduk santai sambil memainkan ponselnya. Sebenarnya dia mengecek email pekerjaan yg dikirim Alex.
" Ada apa bapak menyuruh saya kesini? " tanya Fio to the point karna sudah merasa sangat kesal. Bukan karna tidak menghormati guru tersebut, tapi dia berusaha keras agar menahan emosinya.
__ADS_1
" Duduk " ujar Prince singkat dan Fio langsung menurutinya. Dia duduk di depan guru tersebut. Dihadapannya juga ada makanan dan minuman yang kelihatannnya masih baru dan hangat. Perut Fio langsung keroncongan mencium bau makanan tersebut. Dia akui memang sedang lapar makanya tadi berniat menerima makanan dari Arkan.
" Temani saya makan siang " ujar Prince singkat. Fio hanya diam. Dia memutar bola matanya malas semakin kesal dirinya.
" Kenapa diam? kamu tidak lapar? cepat makan saya tau kamu belum makan siang " ujarnya sambil membuka bungkus makanan. Semakin meronta cacing di perut Fio saat ini. Dia lapar sekali sekaligus kesal dengan guru killer ini.
" Kalau kamu tidak mau makan, kamu buang saja makanan itu. Lalu saya akan langsung memberikan nilai 0 pada teman-teman sekelasmu " ancam Prince kala melihat Fio hanya diam.
Mendengar ancaman dari Prince, Fio membulatkan matanya. Bisa-bisanya guru ini mengancamnya seperti ini. Sampai harus buang-buang makanan juga. Kan sayang lebih baik dia makan. Tapi itulah gengsi Fio juga tinggi.
" Jangan Pak, baik saya akan makan " ujar Fio lalu segera makan dengan lahap. Melihat Fio makan dengan lahap membuat Prince tersenyum dan menghentikan makannya. Dia lebih tertarik menatap gadis di depannya ini. Terlihat manis saat sedang makan dengan lahap begini.
" Kenapa bapak melihat saya? " tanya Fio yg sadar sedari tadi diperhatikan oleh guru killer tersebut.
" Cihh siapa yang melihat kamu. Tidak menarik " ujar Prince cuek dan datar karna tak ingin ketahuan.
Mendengar jawaban Prince, Fio hanya diam dan bodo amat. Toh dia tidak salah. Lalu melanjutkan makannya dengan lahap.
BERSAMBUNG....
.
.
.
.
.
.
.
...Helloo Guyysss๐๐๐...
...Happy Reading yaaa๐๐๐...
...Moga kalian suka sama up episode yg Author bikin๐๐๐๐...
...Jangan lupa kasih Like, Koment, Vote, dan Rating sebanyakk banyakknya okeyy๐ค๐...
...Thank Youโค๐...
__ADS_1