Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 99


__ADS_3

Episode 99


...Happy Reading Guuyyss β€οΈπŸ“–...


To be continue


β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†


" Hikkss semoga Mama baik baik aja " ucap Rena dalam rangkulan Redho.


" Rena gimana keadaan Mama nak? " tanya Papa Rena yang baru datang. Terlihat raut wajah khawatir setelah mendapatkan kabar jika istrinya mengalami kecelakaan.


" Papaaa hikks Mama Pa..." Rena langsung memeluk Papanya ketika datang.


" Bagaimana Mama sekarang? " tanya Papa Rena.


" Belum tau Pa, dokter belum keluar dari tadi hikkss " jawab Rena sambil menangis.


" Tenang sayang, kita berdoa sama Allah semoga Mama diberi kesembuhan dan baik baik aja " ujar Papa Rena sambil mengelus kepala putrinya.


" Assalamualaikum " ucap Gina,Ninda, Nino, dan Deo.


" Waalaikumsalam " jawab Redho, Papa Rena, sedangkan Rena masih menangis dalam pelukan Papanya.


" Dho, gimana keadaan Tante Dina? " tanya Gina.


" Gue juga belum tau Gin, dokternya belum keluar dari dalam " jawab Redho dengan wajah lesu.


Mereka semua tertunduk lesu.


" Ren, loe yang sabar ya loe harus kuat buat Mama loe " ujar Gina pada Rena setelah dia merasa lebih tenang.


" Iya Ren, ada kita semua disini yang bakal nemenin dan support loe " lanjut Ninda.


" Iya guyss, makasih kalian datang dan nemenin gue hikss...oh iya Fio mana ya dia ga ikut bareng kalian? " tanya Rena yg tak melihat kehadiran Fio.


" Fio lagi perjalanan kesini Ren, mungkin bentar lagi dia sampe " jawab Gina dan diangguki oleh Rena.


Tak lama, orang yang di tunggu dan dibicarakan datang. Fio berjalan tergesa gesa diikuti Prince di belakangnya.


" Rena " panggil Fio.


Rena menoleh ke asal suara. Lalu berdiri dari duduknya dan memeluk Fio.


" Ren...." Fio serasa tak sanggup melanjutkan kata katanya.


" Mama gue Yo hikkss dia kecelakaan dan dan hikss " Rena kembali menangis di pelukan Fio.


Mereka yang ada disana mengerti bagaimana Rena dan Fio. Dari yang lainnya, yang memang sangat akrab dengan Fio adalah Rena karna awal pertemanan mereka dimulai dari Fio dan Rena.


" Loe harus kuat Ren, demi Tante Dina demi Om Ardi Papa loe... " ucap Fio sambil mengelus punggung Rena.

__ADS_1


" Ayo kita duduk biar loe lebih tenang " ajak Fio.


Prince hanya diam di belakang Fio. Dia mengerti situasi saat itu.


Dia berfikir, seperti nya kejadian ini bukan kebetulan. Bagaimana mungkin Ayah Fio dan Mama Rena mengalami musibah di hari yang sama. Prince merasa ini sudah di rencanakan, dan target nya adalah orang yang berhubungan dengan Fio dkk.


" Ehh Pak Prince datang juga Pak " sapa Nino melihat Prince berjalan di samping Fio.


" Hemm, saya mengantar Fiona " jawabnya singkat.


Mereka mengangguk mengerti. Papa Rena pun berjalan mendekati Prince.


" Anda ini gurunya anak saya yang juga calon suami Fiona bukan " ujar Papa Rena pada Prince.


" Benar " jawab Prince singkat.


" Ohh perkenalkan saya Ardi Papanya Rena " ujar Papa Rena sambil mengulurkan tangannya dan disambut oleh Prince.


" Terimakasih Bapak sudah datang kemari " ujar Papa Rena.


" Tidak apa Pak, jangan sungkan panggil Prince saja. Jika di sekolah saya memang guru mereka tapi di luar sekolah anggap saja saya sebaya dengan mereka " ujar Prince dengan wajah tegas.


" Baiklah Nak Prince, terimakasih sudah datang dan mengantar Fiona kemari. Rena memang sedari tadi menunggu Fiona untuk datang " ucap Papa Rena


" Tidak masalah Pak mereka semua sudah saya anggap sebagai adik saya " jawab Prince.


Tak lama, pintu ruangan UGD terbuka. Dokter yang menangani Mama Rena keluar dengan peluh memenuhi wajahnya.


" Dok, gimana keadaan Mama saya ? " tanya Rena setelah dokter keluar.


" Tenang dulu Tuan dan Nona, kondisi istri dan ibu kalian tidak parah. Memang tadi sempat kehabisan darah karna kecelakaan tersebut tapi alhamdulilah stok darah yang cocok untuk ibu Anda tersedia jadi kami bisa langsung mengambil tindakan " jawab Dokter tersebut.


Dokter tersebut mengalihkan pandangannya menatap Prince.


" Selamat malam Tuan Muda, maaf saya tidak tau Anda datang jadi tidak mempersiapkan apapun Tuan Muda " ucap Dokter tersebut sambil menunduk sopan.


" Tidak apa, kerja bagus dokter. Sekarang bagaimana keadaan pasien di dalam? " tanya Prince lagi.


" Keadaan pasien sudah stabil,dan akan dipindahkan ke ruang rawat inap setelah ini " jawab Dokter pada Prince dan yg lainnya.


Penjelasan Dokter tersebut membuat mereka semua lega. Terutama Papa Rena dan Rena.


" Baiklah kalau begitu saya permisi dulu, dan untuk pihak keluarga bisa mengurus ke bagian administrasi nya " ujar Dokter pada Papa Rena.


" Baik Dok terimakasih, akan segera saya urus " jawab Papa Rena.


Dokter tersebut memberi hormat pada Prince lalu permisi pergi dari sana.


Fio dkk dan Papa Rena masih bingung dengan sikap Dokter tadi. Kenapa memanggil Prince Tuan Muda?


" Eee Pak, tadi kok Dokternya kayak hormat banget ya sama Pak Prince " tanya Ninda penasaran.

__ADS_1


" Iya Pak, kok Dokternya manggil Pak Prince Tuan Muda sihh " sahut Nino yg kepo tingkat tinggi.


Sedangkan yang lain hanya diam dan menunggu jawaban Prince, termasuk Fio.


" Nanti kalian akan tau, sudahlah sekarang lebih baik fokus dulu pada keadaan Mama Rena " ujar Prince dengan wajah datar.


Setelah itu mereka semua tidak ada yang bertanya lagi. Sedangkan Fio, dia berniat menanyakannya lagi saat nanti pulang.


*****


Di sebuah kafe di pusat Kota D, empat orang gadis tengah berkumpul sambil tertawa puas.


" Yesss guyss rencana kita berhasil " ujar Raya.


" Hah serius Ray...wahhh harus kita rayain nihh " ujar Farah.


" Hah akhirnya kita bisa bales kuman kuman satu persatu. Ehh tapi apa ini gak bahaya Ray? " tanya Della sedikit tak nyaman.


" Maksud loe apa Dell ? " tanya Zena dengan wajah tak suka, begitu juga dengan Raya dan Farah.


" Santai dong mukanya, maksud gue apa kita gak bakal ketauan? Pagi tadi kita udah buat usaha bokapnya Fiona itu rusak, tadi sore udah bikin nyokapnya Rena itu celaka " ujar Della.


" Santai aja kalo itu Dell, gak akan ada yang tau kalo itu semua kita yang rencanain. Lagian siapa suruh tuh kuman kuman berani ngelawan sama kita " ujar Zena dengan angkuhnya.


Della hanya mengangguk saja.


" Selanjutnya ada Ninda, gue bakal bikin dia nangis sejadi jadinya setelah ini " ujar Farah dengan seringai liciknya.


" Yups, mereka harus dapat balasan karna udah sok sok'an ngelawan kita " ujar Raya .


BERSAMBUNG....


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


haiii jangan lupa Like, Koment, Vote dan kasih Rating terrrrbaiknya ya guyssπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Thanks allπŸ’™πŸ€­πŸ€—


__ADS_2