
Hari Minggu pagi,terlihat Fio sedang bersiap-siap untuk pergi ke alun-alun kota bersama ketiga sahabatnya juga ketiga sahabat almarhum Raka. Ya karna mereka sudah akrab walau tak seakrab saat masih ada Raka.
Pagi itu Fio keluar kamar dan menuju dapur menemui bundanya.
"Pagi bund,Fio pamit mau olahraga ke alun-alun sama temen-temen " ucap Fio dengan senyum tipis.
Bunda yg sedang memasak pun berhenti sejenak dan memperhatikan anak gadisnya itu dengan senyum penuh arti. Bunda mengingat kembali rencananya bersama sang suami juga Prince calon menantunya.
_Flashback On_
Semalam, setelah Prince berpikir cara mudah untuk mendekati gadis kecilnya, ia memutuskan untuk langsung menelfon ayah Fio.
" Hallo assalamualaikum om Gandi ".
"Waalaikumsalam Prince,ada apa telfon om malam-malam? " tanya Pak Gandi.
" Saya sudah mengetahui semua kejadian yg menimpa Fiona belakangan ini. Dan saya bertekad untuk menjadi obat bagi Fiona." ujar Prince mantap dan tegas.
Diseberang telepon, Pak Gandi dan Bu Arsih tersenyum senang mendengar ucapan Prince. Pasalnya mereka sempat khawatir kalau Prince tidak bisa menerima kejadian lalu dalam hidup Fiona.
" Baik kalau begitu, om akan bantu kamu nak " ucap Pak Gandi.
" Ya om, saya memang memerlukan bantuan om dan tante. Agar saya lebih mudah dekat dengan Fiona." jawab Prince.
" Kalau begitu, apa yg bisa kami bantu? Dan apa kamu sudah memiliki rencana awal? " tanya Pak Gandi.
" Sudah om,pertama om ceritakan lebih dulu kebiasaan sehari-hari Fiona walau saat hari libur sekalipun. Juga kesukaan dan apa yang dia tak sukai. " ucap Prince.
" Ya nak, Fiona itu gadis yang lebih suka menghabiskan waktu di rumah jika tak ada kegiatan di luar, dia sering menghabiskan waktu membaca buku utamanya novel,itu favoritnya. Dia lebih suka berdandan santai dan natural di luar maupun dalam rumah. Dia juga suka menonton film. Kalau hari libur, dia biasanya pergi pagi-pagi bersama teman-temannya ke alun-alun untuk olahraga. Dia menyukai cemilan dan jajanan, makanan kesukaannya ice cream dan coklat. Saat dia sedih,marah atau pun kesal beri dia ice cream dan coklat pasti dia luluh. Bla bla bla ..." ujar Bu Arsih yg memang sedari tadi mendengar percakapan telepon suaminya bersama Prince.
" Baiklah kalau begitu tante dan om,terimakasih. Berarti besok saat Fiona ke alun-alun saya akan memulai pendekatan dengannya" ucap Prince tegas dan mantap.
" Baik kalau begitu,semoga berhasil nak " ujar Pak Gandi.
" Ya om, kalau begitu saya tutup teleponnya. Selamat malam. Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam " jawab Pak Gandi dan Bu Arsih bersamaan.
Tuuttt
_Flashback Off_
" Bunda bun bundaaa " ujar Fio sedikit keras karna melihat bundanya melamun.
" Eh iya sayang, hati-hati berangkatnya ya. Pamit juga sama ayahmu, dia ada di depan itu " ujar bunda lembut.
" Iya bunda, ya udah aku berangkat. Assalamualaikum. " pamit Fio mencium tangan bunda lalu beranjak keluar.
Sesampainya di depan rumah, Fio melihat ayahnya sedang berolahraga ringan. Dia langsung menghampiri ayahnya dan berkata, " Yah, Fio pamit ya mau ke alun-alun sama temen-temen" .
" Iya sayang, hati-hati di jalan. Jangan melamun. Terakhir kali kamu jatuh dari sepeda karna melamun." nasihat ayah.
" Iya ayah, ya udah aku berangkat. Assalamualaikum. " ucap Fio lalu menaiki sepedanya dan berangkat.
" Waalaikumsalam " jawab ayah.
__ADS_1
Setelah Fio berangkat, ayah segera menelpon seseorang untuk memberitahu kalau Fiona sudah berangkat.
" Halo assalamualaikum nak Prince, Fio sudah berangkat dari rumah. Kamu bisa menjalankan rencanamu sekarang " ucap Pak Gandi.
" Waalaikumsalam, ya om terimakasih " jawab Prince.
" Sama-sama, semoga berhasil " Tuuttt jawab Pak Gandi. Setelah mengucapkan itu Pak Gandi memutus panggilan telepon.
" Semoga kehadiran Prince saat ini bisa mengobati lukamu nak dan mengembalikan keceriaan yang pernah hilang darimu " gumam Pak Gandi penuh harap.
_Jalan menuju alun-alun_
" Prince, ngapain kita berhenti disini? Tadi ngajakin olahraga ke alun-alun " tanya Alex.
" Tunggu aja, loe nanti akan tau " ucap Prince datar acuh tak acuh.
Alex hanya diam sambil menghembuskan nafas. Tak habis pikir dengan kelakuan aneh Prince semenjak datang kemari. Pria dingin, datar dan cuek bisa melakukan hal seperti ini untuk seorang gadis kecil.
Tak lama , akhirnya yang mereka tunggu tiba. Dari kejauhan, Prince dan Alexmelihat Fio sedang mengayuh sepedanya. Prince pun terseyum penuh arti melihat kedatangan Fiona.
" Rencana pertama akan segera dimulai " ucap Prince disertai seringai manis dibibirnya.
Alex yang melihat hanya bergidik geli. Karna tingkah aneh Prince.
" Satu, dua , dannnn tiii..ga tepat sasaran " gumam Prince.
Tepat setelah hitungan Prince selesai, Fio memberhentikan sepedanya. Dia merasa aneh pada sepedanya tersebut. Tiba-tiba ban sepedanya kempes.
" Kempes huhhhh. Kena paku lumayan banyak juga. " ucap Fiona.
" Mana bengkel belom ada yang buka pagi-pagi begini ".
" Gue telpon Rena dulu deh ngasih tau klo gue bakal telat " ucap Fio lalu menelpon Rena.
Tutt tutt
" Halo Yo, loe dimana kita bertiga udh di alun-alun nih " suara Rena di seberang telepon.
" Gue lagi dijalan Ren, ini ban gue kena paku. Gue bakal telat dateng. Kalian mulai aja dulu olahraga entar gue nyusul " ucap Fio.
" Hah loe sekarang di jalan mana, biar kita-kita kesana jemput loe " jawab Rena.
" Gausah jemput gue, kalian mulai aja olahraga. Ntar gue nyusul " ujar Fio tegas.
" O ohh ya udah deh iya, kita mulai olahraga duluan " final Rena.
" Oke ya udah gue tutup telponnya " ujar Fio datar dan langsung memutus sambungan telepon. Tuuttt .
Sedangkan Prince di dalam mobil tersenyum senang. Lalu dia minta Alex mejalankan mobil untuk melakukan aksi selanjutnya.
" Jalan Lex ! " ujar Prince.
Mobil pun melaju dan berhenti tepat berada di dekat Fio.
Tinnn
__ADS_1
Bunyi klakson mobil sontak membuat Fio kaget.
" Astaughfirullah, siapa sih ni orang maen klakson sembarangan " gumam Fio kesal.
Lalu kaca jendela mobil diturunkan, nampak sosok yang ia kenali berada di dalam mobil tersebut.
" Pak Prince ? " ujar Fio .
" Ada apa dengan sepeda kamu? " tanya Prince. Sedangkan Alex diam berusaha menahan tawa. Bagaimana tidak, padahal penyebabnya adalah Prince sendiri tapi malah balik bertanya seperti orang bodoh.
" Ga kenapa-kenapa pak " jawab Fio datar.
" Kalau tidak kenapa-kenapa, seharusnya dinaikin kenapa malah dituntun " ucap Prince sok cuek.
Fio yang mendengar ucapan Prince menjadi tambah kesal. Sudah ban bocor, lalu ketemu guru menyebalkan yang suka merecokinya. Fio heran dengan guru barunya itu. Terkadang datar,dingin dan acuh tak acuh terkadang juga bersikap lunak dan peduli padanya. Ada apa dengan gurunya ini ???
" Maaf pak, ini kan sepeda saya. Jadi terserah saya mau menaiki atau menuntunya. Tidak ada urusannya dengan bapak. " ucap Fio kesal tapi masih ditahan dan menjawab sopan.
" Ck, tentu ada urusannya dengan saya. Kamu menghalangi jalan mobil saya. " ucap Prince acuh tak acuh.
Fio melihat keadaan. Jalan masih lebar pak!!!
Sungguhh ia benar-benar kesal dengan guru satu ini.
Sedangkan Alex yang ada dibalik kemudi berusaha menahan tawanya dengan kelakuan sahabat serta bosnya itu.
" Ya sudah, daripada kamu jalan kaki dan menghalangi mobil saya. Lebih baik kamu saya antar saja,kamu mau ke mana? " tanya Prince dengan wajah datar sok cuek.
" Tidak usah pak terimakasih, dan saya mau ke alun-alun bersama teman-teman saya " jawab Fio.
" Berarti tujuan kita sama. Cepat masuk saya tidak terima penolakan!! " ujar Prince tegas dengan wajah datar dan dingin.
Fio yang melihat wajah gurunya, merasa sedikit menciut nyalinya. Walau Fio juga datar dan cuek sekarang, tetapi tetap saja kalah dengan gurunya itu.
Akhirnya Fio masuk ke dalam mobil Prince dengan wajah semakin datar. Dan itu menunjukkan dia sedang sangat kesal.
Prince yg melihat hanya tersenyum senang. Rencana pertamanya telah berhasil. Yessss, gumam Prince.
.
.
.
.
.
.
Hallooo halloooo Guyyysssss👋👋😄😄
Gimana gimana ???? Moga kalian suka ya dengan episode-episode yg author up tiap hari uhuyyy😅😅😅
Yukkk biar author tambah semangatttt up.nya kasih dong terus dukungan kalian😊🤗
__ADS_1
Dengan cara kasih Like, Koment, Vote, dan Rating sebanyakkk banyakkkknyaa😃😃😃
Thank You All😙🤗