Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 83


__ADS_3

...Haiii Assalamualaikum guyssss๐Ÿค—๐Ÿ˜™...


...Kembali lagi nihh dengan Author yg makin hari makin kecheeee hehee๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†...


...Nihh Author datang dengan membawa up episode baru lohhh skuyyy lahh guyss langsung aja dibaca ya๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜‰...


...Happy Reading๐Ÿ“–โค...


To be continue


โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†


Saat ini, Fio sedang bersiap diri di kamarnya. Malam ini dia akan pergi makan malam bersama Prince dan kedua orang tuanya. Tadi saat di butik Bu Amira menelfon Prince agar malam ini mengajak Fio ke rumah mereka.


Fio sudah siap dengan gaun indah selutut. Dengan make up tipis membuat penampilannya tambah menawan.



(Visual penampilan Fio malam ini)


Awalnya Prince menolak untuk Fio mengenakan gaun tersebut. Karna gaun tersebut hanya selutut. Prince inginnya gaun panjang yang dia kenakan.


Tapi, karna itu gaun khusus yang sudah dipilih langsung oleh Bu Amira, jadi apa boleh buat Prince hanya bisa mengiyakan walau hatinya dongkol.


" Cantik " puji Fio pada dirinya sendiri.


Setelah itu dia mengambil tas slempangnya dan keluar kamar. Lalu menuju ruang tamu.


Ternyata disana sudah ada Prince yang duduk bersama kedua orang tua Fio dan kedua adiknya.


Prince melihat kadatangan Fio.


" Gadis kecilku memang cantik " puji Prince dalam hati.


" Sayang sudah siap? " tanya Bu Arsih.


" Udah Bunda...gimana Fiona cantik gak pakai gaun gini? " tanyanya sambil memutar mutarkan badannya.


Mereka yang ada disana hanya bisa tertawa kecil dan geleng geleng kepala melihat tingkah Fio yang seperti anak kecil ingin dipuji.


" Kak Fio kayak anak TK yang lagi mau ikut lomba fashion show aja hi hi hi " ujar Iqbal sambil tertawa kecil.

__ADS_1


Membuat Fio berhenti memutar badan dan mengerucutkan bibirnya.


" Kok anak TK sihh kakak udah kayak princess princess gitu lohh ini cantik kan " ujar Fio membela dirinya.


" Ha ha ha " tawa mereka pecah mendengar ucapan Fio yang percaya diri sekali.


" Ahhh Ayahhh " ujar Fio merajuk lalu berjalan dan duduk di sebelah Pak Gandi.


" Iya iya anak Ayah memang yang paling cantik dan manis iya kan Bund " ujar Pak Gandi sambil mengelus sayang kepala Fio.


" He he he iya dong " sahut Fio PD.


" Iya iya anak Bunda memang cantik. Sudah gih berangkat nak Prince sudah menunggu kamu dari tadi iya kan nak " ucap Bu Arsih.


" Nggak papa Bund. Iya sudah kami berangkat dulu Bund Yah " ujar Prince sambil pamit menyalami Bu Arsih dan Pak Gandi secara bergantian.


" Yah Bund Fiona berangkat dulu ya " pamit Fio.


" Iya Nak hati hati ya Prince " ujar Pak Gandi.


" Pasti Yah.... " jawab Prince.


Setelah itu mereka berdua segera masuk ke dalam mobil milik Prince dan perjalanan menuju kediaman Prince.


Di sebuah club malam di Kota A, Al dan Devan sedang duduk berdua di ruangan privat yang mereka pesan.


Mereka kesana karna untuk menemui klien dan teman saat mereka kuliah dulu. Namun klien tersebut sampai saat ini belum datang.


" Al coba loe hubungin tuh Theo katanya dateng jam 8. Ini udah lewat 30 menit males gue lama lama disini " ujar Devan yang sudah merasa gusar sedari tadi.


" Ya ya loe bawel banget sih kayak cewek. Dari tadi ngomong mulu gak capek loe. Ini juga gue dari tadi coba ngehubungin Theo " jawab Al yang merasa kesal karna Devan terus saja berisik.


" Ya ya gue diem. Cepetan loe telpon " jawab Devan nyinyir.


Al tak menjawab dan fokus pada ponselnya menghubungi Theo teman mereka.


Tak lama, seorang lelaki yang seumuran dengan Al dan Devan masuk ke dalam ruangan privat tersebut.


" Sorry sorry gue telat " ujar laki laki tersebut.


" Nahh ini nihh orang yang ditunggu. Udah berabad abad kita nungguin loe " ujar Devan dengan nada sindiran pada Theo.

__ADS_1


" He he he sorry broo tadi sempet ada kendala " jawabnya sambil terkekeh.


" Kenapa loe bisa telat lama gini? biasanya loe on time kayak Prince " ujar Al.


" Gue tadi di jalan sempet nyerempet mobil orang. Ternyata itu mobil Roselia yang gue serempet. Awalnya dia marah marah sama gue tapi pas tau orang itu gue ehh dia malah berubah manis. Aneh kan " jelas Theo menceritakan kronologisnya.


" Ck emang dasar cewek rubah sukanya cari muka " cibir Devan.


" Maksud loe apaan Dev? " tanya Theo tak mengerti.


" Ya iya dia itu suka cari muka sama orang. Baik baik di depan di belakang mah beda " sahut Al. Theo hanya angguk angguk saja.


" BTW mana Tuan Muda Es sama algojonya kok gak ada? " tanya Theo asal ceplos.


" Tauklahh mereka lagi ada misi katanya..dahh biarin aja ntar klo udah kelar juga balik sendiri " ujar Al.


Lalu mereka larut pada perbincangan lain. Tentang bisnis, hingga soal kehidupan pribadi. Yahh itung itung reuni kecil kecilan karna mereka lama tak bertemu.


BERSAMBUNG....


.


.


.


.


.


.


.


.


.


...Hallloooo Guysssss๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜† Gimana seru kannn kelanjutan ceritanyaa....Makin greget dan bikin penasaran kan pastinyaaa๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„ Hehehehe ya dong pastiiiii๐Ÿ˜๐Ÿ˜ƒ...


...Yukkk terus kasih dukungan kalian buat Author biar makin semangatt kasih dong Likenya yg buanyakkk jan lupa Koment hehehee ๐Ÿ˜„...

__ADS_1


...Kasih juga Vote dan Rating terbaikk kalian guysss๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜‰...


...Thank You๐Ÿ˜™โค...


__ADS_2