Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 103


__ADS_3

Episode 103


...Happy Reading Guuyyss ❤️📖...


To be continue


☆☆☆☆☆


Seorang pria tampan kini sedang duduk dengan tenang di dalam mobilnya. Pria itu sedang menunggu gadis pujaannya keluar dari gerbang sekolah yang sedari tadi ia amati.


Namun sedari tadi belum nampak gadis yang ditunggunya. Ya, pria itu adalah Prince.


Dengan pakaian formalnya menambah kesan gagah dan berwibawa pada dirinya.


Prince menunggu kedatangan Fio dengan cemas. Kenapa gadisnya belum keluar juga pikir Prince.


Akhirnya dia mencoba menghubungi ponsel Fio.


" Hallo assalamualaikum " ucap Fio diseberang telepon.


" Waalaikumsalam, kamu dimana? Mas sudah menunggu di depan gerbang " jawab Prince dengan tenang.


" Maaf Mas, aku lagi piket kelas. Bentar lagi selesai kok " balas Fio.


" Hemm baiklah Mas tunggu. Assalamualaikum " jawab Prince setelah itu mematikan sambungan telepon.


Setelah itu sambungan telepon terputus.


Diposisi Fio, kini gadis itu sedang menyapu kelasnya. Memang benar hari ini jadwal gadis itu melaksanakan piket bersama teman kelasnya yg lain.


Sedangkan Gina dan Ninda menunggu di depan kelas.


Tak lama datanglah Redho,Nino,dan Deo diikuti oleh Arkan dkk dibelakangnya.


" Hai honey, " sapa Nino sambil berjalan mendekati Ninda


" Hai juga kesayangan Ninda " balas Ninda sambil tersenyum manis.


" Enak ya Dit yang punya cewek " celetuk Rega setelah mendengar sapaan Nino pada Ninda


" Ya iyalah, loe jomblo mana ngerti " cibir Adit.


Rega hanya cemberut menanggapi omongan Adi. Padahal dirinya sendiri juga jomblo, astaga pikir Rega.


" Hallah berisik loe berdua makanya cepet cari pacar " sahut Redho dengan nada sombong.


" Yeee sombong amat loe mentang mentang punya pacar " sahut Rega tak terima dirinya dipojokkan.


" Lagian juga gue yakin si Rena mau sama loe pasti karna lagi khilaf aja. Gantengan juga gue daripada loe " balas Rega dengan gamblang.


Redho semakin kesal dibuatnya.


Sedangkan teman temannya yang lain hanya geleng geleng saja mendengar perdebatan keduanya.


" Loe berdua kalo bareng debat terus heran gue " sahut Arkan.


Deo berjalan mendekati Gina.


Sedari tadi Deo ingin menyapa pacarnya itu, tapi karna perdebatan Redho dan Rega jadi tertunda.


" Hai, Kenapa masih disini Bee? " tanya Deo pada Gina.


" Iya Bee, kita lagi nungguin Fiona yang masih piket " jawab Gina, lalu tatapannya beralih pada Arkan dkk.


Deo mengerti tatapan sang kekasih pun langsung berucap,


" Tadi sewaktu rapat Arkan nanyain Fiona, mau ngajak pulang bareng katanya " .


" Fiona gak bisa pulang sama loe Ar " Gina memberitahu Arkan.


" Emangnya kenapa Gin? " tanya Arkan balik.


" Fiona bakal pulang bareng kita " jawab Gina.


" Iya bener kata Gina, lagian kita bentar lagi mau ke rumah sakit upss" sahut Ninda yang masih menggandeng lengan Nino.


Langsung mendapat tatapan tajam dari Gina.


Arkan dkk jadi bertanya tanya mendengar ucapan Ninda

__ADS_1


" Ngapain ke rumah sakit? siapa yang sakit? " tanya Adit.


" Emmm ituuu emmm " Ninda bingung mau menjawab apa


" Ayo guys kita ke rumah sakit jenguk Tan- " ajak Fio tiba tiba keluar dari kelas.


Ucapan gadis itu terhenti kala melihat banyak orang disana.


" Ada apaan nih " tanya Fio bingung.


" Fiona, loe sakit? " tanya Arkan khawatir.


Fio menaikkan satu alisnya.


" Maksud loe apaan Ar? gue sehat walafiat gini " jawab Fio heran.


" Terus kenapa loe pada mau ke rumah sakit? " tanya Rega penasaran.


Gina dan Ninda memberi kode pada Fio agar tak menjawab. Tapi sepertinya gadis itu tak mengerti.


" Kita mau jenguk Tante Dina, Mamanya Rena " jawab Fio.


Membuat Ninda dan Gina menghela nafas kasar.


Bukannya kedua gadis itu tak menyukai Arkan dkk. Cuma mereka tau maksud Arkan selama ini.


Cowok itu menyukai sahabat mereka satu ini dan ingin mendekati nya.


Sedangkan Fio sekarang bahkan sudah bertunangan dengan Prince. Mereka hanya tidak mau ada salah paham kedepannya.


" Emang Mamanya Rena sakit apaan? " tanya Arkan sambil menatap Redho.


" Kena musibah kemarin, kecelakaan " jawab Redho sendu. Pasalnya dia sangat ingat bagaimana Rena yang menangis kemarin.


" Hemm semoga cepet sembuh " ujar Arkan dkk.


" Kalau gitu, gue boleh ikut gak? " tanya Arkan menatap Fio dkk dan Redho dkk.


Mereka tak ada yang menjawab. Ninda dan Gina menatap Fio minta jawaban.


Fio mengangguk.


" Boleh, " jawab Fio.


" Ya udah kalo gitu mending kita berangkat sekarang " ajak Deo.


" Eh tunggu, Fiona loe bareng gue ya " ajak Arkan.


Fio diam, gadis itu merasa melupakan sesuatu.


"Astagaaa gue lupa kan mau bareng Mas Prince " batin Fio.


" Emm sorry Ar, gak bisa " balas Fio.


" Gue gue emm udah ada yang jemput " jawab Fio.


" Yahh sayang banget...ya udah lain kali. Tapi loe dijemput sama siapa? " tanya Arkan penasaran.


" Gu gue dijemput samaaaa emm " Fio bingung.


" Sepupunya Fio " sahut Gina cepat.


" Ahh iya sepupu gue, dan juga kalian berangkat duluan aja ntar gue susul ke rumah sakit " jawab Fio gugup.


" Iya iya yuk buruan berangkat sebelum kesorean " ajak Ninda ikut membantu Fio yang bingung.


" Kalian duluan aja, gue nemenin loe sampe sepupu loe dateng boleh kan? " tanya Arkan pada Fio.


" Jangan...." ujar Fio dkk berbarengan.


Redho dkk dan Arkan dkk terkejut. Bahkan beberapa murid yang masih disana menoleh ke tempat mereka.


" Ya ampun suara kalian cewek cewek kenceng banget " ujar Redho menutup kupingnya.


" Kuping gue bisa sakit nih " ujar Rega


" Loe bertiga makan toa ya suara nyaring bener " ujar Adit.


Sedangkan Deo dan Nino hanya diam sambil mengelus kupingnya. Tak berani bicara takut ceweknya ngambek.

__ADS_1


" Udahlah kalian duluan aja byeee " ujar Fio langsung lari dengan cepat dari sana.


Arkan ingin mengejar tapi ditangan oleh Ninda.


" Udah yukk berangkat, Fio pasti baik baik aja " ajak Ninda pada semuanya.


******


" Hoshhh hossshh "


" Hoshh huh capek gue lari larian padahal gak dikerjar kejar " gumam Fio.


Lalu memasuki mobil milik Prince.


" Kamu kenapa sampai ngos-ngosan begitu? " tanya Prince.


" Nihh " Prince menyerahkan sebotol air mineral pada gadis disebelahnya.


Fio menerima nya dan langsung meneguk air tersebut.


" Makasih " Fio lalu memberikan kembali air itu pada Prince.


" Aku tadi buru buru makanya lari, takut Mas nunggu lama " jelasnya.


Prince hanya menggeleng mendengar ucapan gadisnya.


" Lain kali tidak perlu lari lari seperti ini, tidak masalah saya nunggu lama, asalkan yang saya tunggu itu kamu berapa lama pun akan saya tunggu " ucap Prince sambil tersenyum.


Blusshhh


Mendengar ucapan Prince Fio seakan melayang.


" Aaaa ya ampun Mas Prince ini bikin gue gak aman, jantung gue yang gak aman. Bunda tolonggg " jerit Fio dalam hati.


" Apa gue udah suka ya sama Mas Prince? " tanya Fio pada dirinya sendiri.


" Kita langsung pulang atau mau ke suatu tempat? " tanya Prince.


" Emm sebenarnya aku mau ke rumah sakit lagi jenguk Tante Dina, Rena juga disana tadi dia gak masuk sekolah " ujar Fio


" Baiklah Tuan Putri kita ke rumah sakit sekarang " jawab Prince sambil mengusap halus rambut Fio.


" Emm tapiiii disana ada Arkan dkk " Fio berucap dengan hati hati.


Prince diam, wajahnya berubah datar dan dingin. Arkan, yah dia ingat lelaki itu. Siswa yang berusaha mendekati gadisnya saat dulu dia sedang ke luar kota.


" Kenapa dia disana juga? " tanya Prince datar.


" Dia mau ikut jenguk Tante Dina Mas" jawab Fio.


" Mas kenapa mukanya kayak gak suka gitu? " .


" Tidak, " jawab Prince singkat.


" Nanti Mas jangan ikut masuk ya soalnya Arkan dkk kan belum tau tentang kita " ucap Fio dengan hati hati sekali.


" Hemm " jawab Prince.


Padahal dalam hati Prince sudah sangat kesal. Bocah itu selalu bisa menjauhkannya dari Fiona pikir Prince.


BERSAMBUNG....


.


.


.


.


.


.


.


.


haii guyss 🤗 maaf banget ya Author baru bisa update episode baru hari ini🥺😁 soalnya kemarin jaringannya gak bagus dan lama loadingnya😅

__ADS_1


Jangan lupa Like, Koment, Vote dan kasih Rating terrrbaik kalian🤗🥰


Thanks All 📖❤️


__ADS_2