Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 29


__ADS_3

...Guyss di bab ini Author masih sedikit nyeritain alur percintaan sahabat-sahabat Fio yaa....Yukkk lanjuttt guysss๐Ÿค—๐Ÿ˜‰...


To be continue


โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†


Pulang sekolah, Fio dkk langsung menuju parkiran sepeda. Mereka berjalan sembari bercanda ria. Rasanya sudah lama mereka tak melakukan hal tersebut semenjak Fio terpuruk dan sedih karna meninggalnya Raka.


Sesampainya di parkiran sepeda, mereka langsung mengambil sepeda masing-masing. Tak lama datang Deo,Redho, dan Nino menaiki sepeda masing-masing.


" Assalamualaikum bebeb Renaku sayang " ucap Redho manis mampu menerbangkan hati Rena.


" Waalaikumsalam bebebnya Rena yg paling ganteng " jawab Rena tak kalah manis. Hal yang dilakukan dua sejoli itu sontak membuat teman-teman yg lain memutar bola mata malas.


" Mulai dehh ni anak dua " ucap Gina.


" Udah biarin aja, mereka lagi kasmaran tuh " ucap Fio sambil tersenyum.


Lalu, Nino berjalan mendekati Ninda dan berkata, " Nin, loe mau pulang bareng gue gak? ".


Ninda yg tiba-tiba ditanya langsung kaget. Tapi dalam hatinya dia merasa sangat senang. Dia pun menjawab dengan menganggukkan kepala.


" Ya udah yuk, gue anter loe sampe rumah " jawab Nino tersenyum.


" Suitt suitt gercep juga loe nyett " ujar Redho menyoraki Nino.


" Berisik loe " jawab Nino kesal.


" Udah-udah biarin aja kali Nino pulang bareng Ninda. Kali aja besok kita dapet traktiran PJ lagi " ucap Fio terkekeh menggoda Ninda.


" Nahh betul tu kata Fio, udah beb biarin aja mereka pulang bareng " ucap Rena tersenyum penuh arti pada Redho.


" Tuh, cewek loe aja dukung gue. Masak loe sebagai temen lucknut gue malah ga dukung sihh " balas Nino.


" Ck iya iya...lagian gue selalu dukung loe kok temen plus sahabat paling lucknut " kekeh Redho.


" Ihh udah kenapa jadi debat coba, ini kita jadi pulang ga? " ujar Ninda yang sudah merasa malu dan kesal sedari tadi karna pedebatan teman-temannya.


" Cieee tuh udah ga sabaran pengen pulang bareng " ucap Rena yang sukses membuat Ninda semakin bulshing.


" Udah gih, loe anterin sahabat gue pulang. Inget jagain jangan sampe lecet " ucap Fio tenang tapi mampu membuat Nino bergidik.


" Iya iya loe tenang aja sahabat loe aman sama gue " ujar Nino sambil mengacungkan kedua ibu jarinya.


Akhirnya, Nino dan Ninda pergi dari sana. Disusul oleh Redho dan Rena yang juga pulang bersama. Kini tinggal lah Fio, Gina dan Deo. Sebenarnya Deo sedari tadi sudah ingin pulang lebih dulu. Tapi berhubung kedua sahabat lucknutnya melarang keras untuk dia pulang dulu, jadilah dia bersama kedua gadis itu.


" Ehh Deo, loe ga ikut pulang sama mereka? " tanya Fio.


" Gue sebenarnya udah mau pulang, tapi gegara mereka berdua larang gue " ujar Deo kesal.

__ADS_1


" Ya udah sekarang mending loe pulang aja " ujar Gina cuek.


Deo yang mendengar sedikit kecewa. Pasalnya dia tadi sedikit merasa senang karna mungkin dia akan bisa pulang bersama Gina.


Deo sebenarnya memiliki perasaan lebih dari seorang teman maupun sahabat pada Gina. Tetapi dia menutupi hal itu. Agar Gina tak merasa risih dan tak menjauhinya. Sebab Deo melihat Gina yang cuek, mungkin gadis itu tak akan sembarangan suka pada seseorang.


Deo menatap Gina intens. Memikirkan perkataan Gina barusan yang menyuruhnya pulang. Dia ingin pulang bersama gadis itu , tapi merasa tak enak juga pada Fio.


" Heyyy halloo Deo...kenapa loe bengong? " ucap Fio.


" Ehh ehm gue gak papa " jawab Deo.


Lalu Deo sedikit berbisik pada Fio, " Yo, boleh ga kalo gue ajak Gina pulang bareng gue? ".


Fio yang mendengar langsung paham dengan sikon yang ada. Lalu dia berkata, " Gin, gue pulang duluan ya soalnya ada urusan " .


" Lah Yo, bareng aja kali gue juga mau pulang " jawab Gina.


" Loe bareng Deo aja, lagian rumah loe sama gue juga beda arah byee " ujar Fio sambil tersenyum dan berlalu begitu saja meninggalkan Gina dan Deo.


" Lah kok gitu. Lagian Deo mana mau pul- " ucap Gina sedikit berteriak, terhenti kala Deo menyahut.


" Gue anter loe pulang " ucap Deo cepat.


" Ehh lo loe beneran? " tanya Gina memastikan. Pasalnya sekarang jantungnya bedegub kencang. Sebenarnya Ginapun memiliki perasaan pada Deo. Cuma dia pendam, karna merasa dirinya tak pantas untuk Deo yg perfect dan jago dalam segala hal.


*****


Sedangkan Fio, dia sedang mengayuh sepedanya di jalanan menuju pulang ke rumah. Dia sedikit termenung mengingat kejadian tadi. Para sahabatnya telah menemukan pasangan bagi mereka. Dan orangnya adalah sahabat-sahabat dari kekasihnya yang telah meninggal.


Andai Raka masih hidup, dia pasti senang melihat sahabat-sahabat lucknutnya memiliki pacar sekarang. Fio juga senang, akhirnya para sahabatnya mendapatkan orang yang tepat untuk menjaganya. Tapi, Fio juga sedih. Dia tak bisa menikmati hari-hari bersama pasangannya seperti para sahabatnya.


Saat bergulat dengan pemikirannya, Fio yg melamun dan tak memperhatikan jalan. Tiba-tiba seekor kucing melintas dan membuatnya terkejut.


" Akhhhhh " jerit Fio kaget.


Gubrakkkkk. Fio kaget dan jatuh bersama sepedanya.


" Akhh aduhh " rintih Fio. Dia memegangi lututnya yg terluka dan sakit. Lengan kanannya juga terluka akibat bergesekan dengan aspal.


" Duhh bisa-bisanya gue ngelamun " gumam Fio.


Dia lalu mencoba untuk berdiri dan membetulkan posisi sepedanya. Tapi lutut kaki kirinya sangat sakit sehingga membuat dia susah untuk berdiri.


Dari jarak beberapa meter, terlihat sebuah mobil hitam yang dikendarai Prince. Dari dalam mobil Prince memicingkan mata. Memastikan apa benar yang dilihatnya.


Gadis kecilnya berada disana. Duduk dipinggir jalan dengan sepedanya. Sambil melihat lengan dan lututnya yg terluka.


Gadis kecilnya itu terluka. Apa yg terjadi padanya. Prince sedikit panik dan melajukan mobilnya menuju kesana. Dia berhenti tepat di depan gadis tersebut duduk.

__ADS_1


Sedangkan Fio yang sedang mengecek luka di lutut dan lengannya tak mengetahui bahwa seseorang menghampirinya.


" Kenapa dengan lutut dan lenganmu? " tanya Prince.


Sontak membuat Fio mendongakkan kepala dan kaget. Gurunya itu berdiri tepat di depannya dan menanyakan keadaannya. Padahal di sekolah dia sangat menghindari guru itu.


" Emm tidak papa pak, hanya luka kecil " jawab Fio sambil menunduk memeriksa lututnya.


Tanpa banyak bicara, Prince mengambil kotak P3K di mobilnya lalu mendekati Fio. Dia berjongkok agar sejajar dengan gadis itu.


" Coba saya lihat " ucap Prince yang mampu membuat Fio diam seketika.


Melihat tak ada respon dari Fio, Prince langsung membuka kotak tersebut dan mengambil beberapa lembar perban dan cairan antiseptik. Lalu membersihkan luka Fio. Setelah itu memberi obat pada lukanya dan menutupnya dengan perban.


Selama itu pula, Fio hanya diam. Tak berani berkata apapun tak bisa menolak perlakuan Prince tapi bukan berarti dia ingin diperlakukan demikian.


" Sudah selesai. Ayo saya antar kamu pulang " ucap Prince membuat Fio menggeleng.


" Tidak perlu pak, saya bisa pulang sendiri. Dan terimakasih sudah menolong mengobati luka saya " ucap Fio cepat karna tak ingin gurunya itu mengantar pulang.


" Ck. Kaki dan lenganmu terluka apa bisa kamu mengendarai sepeda ini sekarang " jawab Prince tegas.


" Sa saya bisa pak, ini sudah lebih baik lukanya dan tidak sakit lagi " jawab Fio cepat-cepat.


" Cepat masuk mobil, saya akan antar kamu pulang. Tidak ada penolakan. " ucap Prince tegas dengan sorot mata tajam. Mampu membuat nyali Fio menciut dan langsung menuruti perintah Prince.


Setelah Fio masuk ke dalam mobil, Prince membereskan sepeda Fio dan menaruhnya di bagasi belakang. Lalu dia ikut masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah Fio.


BERSAMBUNG.....


.


.


.


.


.


.


Yoooo yoooo Guyssss๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Happy Reading yeahhhh๐Ÿ“–๐Ÿ˜Ž Semoga kalian selalu suka setiap episode yg Author up hehehehe Amiinn....


Yukkk terus kasih dukungan kalian dengan cara Like, Koment, Vote, dan kasih Rating terbaik kalian buat karya Author ini๐Ÿ˜Š๐Ÿค—๐Ÿ˜™


Thank You Guyssโค๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2