Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 8


__ADS_3

_Pemakaman Kota D_


Di pemakaman umum di Kota D, terlihat Fio yang sedang duduk menangis sambil memegangi nisan Raka. Beberapa saat lalu telah selesai jenazah Raka dikuburkan. Orang-orang yang tadi ikut ke pemakaman pun telah pergi dari sana termasuk kedua orang tua dan adik Raka. Karna tadi ibu Raka sempat pingsan disana.


Sedangkan Fio masih enggan beranjak dari makam kekasih yang dicintainya. Padahal ayah dan bundanya sudah membujuknya untuk kembali, tetapi ditolaknya. Akhirnya dia tetap disana ditemani oleh teman-temannya.


" Udh yo, loe harus bisa ikhlas dan sabar gue yakin kalo Raka liat loe kayak gini dia ga bakal tenang " ujar Gina berusaha menenangkan Fio.


" Hiks gue ga bisa Gin, berat untuk gue nerima ini semua hiks hiks hiks " jawab Fio disela tangisnya.


Teman-temannya hanya bisa menangis dalam diam dengan keadaan seperti ini. Kehilangan teman terbaik seperti Raka, ditambah teman mereka Fio yang kehilangan keceriannya. Mereka hanya bisa mendoakan agar Fio cepat bangkit dari kesedihannya. Walau mereka juga sangat terpukul kehilangan Raka.


Setelah menunggu 30 menit, akhirnya Fio bisa sedikit tenang dan mau diajak untuk pulang. Tetapi, kali ini ia sama sekali tak menampakkan wajah bersahabat.


" Ayo kita pulang yo, hari udah makin siang loe belum makan apapun dari kemarin ntar loe sakit " ajak Rena dan hanya dijawab anggukan oleh Fio.


_Rumah Fio_


Sesampainya di rumah, Fio langsung menuju kamarnya dan mengunci diri di kamar. Dia menangis sejadi-jadinya mengingat kenangan bersama Raka. Walau mereka tak terlalu lama bersama, tetapi keduanya sudah cukup lama saling mengenal karna Raka memang sudah menyukai Fio semenjak pertama kali masuk SMA.


_Flashback On_


Saat itu jam istirahat bagi siswa siswi baru di SMA Merdeka. Terlihat seorang gadis yg tengah berjalan di taman sekolah. Dia sedang mencari tempat untuk duduk. Tetapi, tiba-tiba ada seseorang yg berlarian dan menabrak Fio hingga jatuh.


" Aduhhhh... ", rintih Fio saat terjatuh akibat tertabrak orang yg berlarian itu.

__ADS_1


Saat itu juga, ada seorang lelaki muda dan tampan seumuran Fio yang melihat Fio jatuh dan berniat membantunya.


" Sini gue bantuin... sakit banget ya? " tanya lelaki itu.


" Ehh iya, lumayan sih...makasih udah bantuin gue " jawab Fio.


Lelaki itu pun tersenyum mendengar ucapan Fio, dan memperkenalkan dirinya " Kenalin gue Raka Deandra, gue murid baru disini...dan loe pasti juga murid baru kan ".


Fio yg mendengar ucapan Raka pun mengangguk dan berkata, " Gue Fiona Elyaza Davina, loe bisa manggil gue Fio ".


" Oke Fio, kalo gitu gue pergi dulu loe hati- hati jangan sampe jatoh lagi " ucap Raka sambil terkekeh.


Akhirnya Raka pergi dari sana. Raka merasakan hal yg berbeda saat bertatap muka dan berbicara dengan Fio.


_Flashback Off_


Di luar kamar Fio, ayah,bunda, dan kedua adik Fio merasa sedih dengan keadaan Fio. Sejak pulang dari pemakaman Raka, Fio sama skali belum keluar dari kamar. Bahkan saat bundanya membawakan makanan dan mengetuk pintu kamarnya tak ada jawaban sama sekali.


Keesokan harinya, bunda dan ayah Fio semakin khawatir terhadap anak gadisnya itu. Fio sama sekali tak mau keluar kamar dan tak merespon saat di panggil. Akhirnya ayah memutuskan untuk mendobrak pintu kamar Fio karna sangat merasa khawatir.


Saat pintu terbuka, mereka terkejut melihat kondisi Fio yg tergeletak di lantai sambil memegang foto Raka. Bunda menghampiri Fio untuk melihat keadaanya, saat disentuh kening Fio ternyata panas, dia mengalami demam tinggi karna kelelahan dan karna belum makan dari kemarin.


Akhirnya ayah menelfon dokter dan memeriksakan keadaan Fio. Beberapa saat kemudian dokter datang dan memeriksa Fio.


" Anak bapak mengalami demam tinggi dan juga dehidrasi, dia juga butuh istirahat yg cukup serta makan yang teratur. Ini saya resepkan obat untuk menurunkan demam dan suplemen makan " ujar dokter.

__ADS_1


" Baik dok terimakasih...mari saya antar " kata ayah.


Setelah kurang lebih 3 jam Fio tertidur dia pun bangun dan melihat bundanya tertidur di sampingnya. Ada kain di dahinya ,untuk mengompres agar panas ditubuhnya lekas menurun. Fio menangis melihat bundanya, dia merasa bersalah telah menyusahkan bundanya." Hiks hiks maafin Fio bunda " ucap Fio.


Bunda yang mendengar tangis putrinya pun terbangun, dan bertanya " Sayang kamu sudah bangun, apa km merasakan sakit ? ".


Fio menggeleng dan menjawab " Maafin Fio bunda, Fio egois ga mikirin keadaan kalian semua dan larut dalam kesedihan kehilangan Raka untuk selamanya hiks...".


" Suttt udah sayang jangan nangis lagi ya, kami semua ngerti dengan yang kamu rasain pasti berat kan. Kami selalu sayang sama kamu Fio jadi kamu harus segera sembuh ya bunda khawatir sama kamu nak " ucap bunda sendu.


" Iya bunda, makasih udah ngertiin Fio dan ngerawat Fio " balas Fio.


Setelah itu Fio mau makan dengan bujukan bunda lalu minum obat dan istirahat kembali agar keadaanya cepat pulih.


.


.


.


.


Yo yo yo guysss...Happy reading๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—


Terus dukung author yaaaa dengan like,koment,vote, dan kasih rating terbaik kalian๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


Thank You All๐Ÿ’™


__ADS_2