
...Haiii Guysss๐๐๐ Pada bab ini dan bab selanjutnya Author bakal sedikit bahas kisah percintaan sahabat-sahabat Fio. Tapi, tetep cerita Fio dan Prince akan berkecimpung di dalamnya hehehehe ๐๐๐...
To be continue
โโโโโ
Setelah berhasil keluar dari kelas, Fio langsung menuju ke kantin. Karna tadi sempat dia memberitahu Rena kalau dia akan menunggu mereka disana.
Fio langsung menempati salah satu meja yg ada disana. Dia duduk diam, memikirkan kejadian kemarin dan sikapnya tadi. Apa dia sudah benar untuk menghindar dulu dari gurunya. Dia benar-benar masih merasa tak nyaman saat bertemu dengan Prince untuk saat ini.
Lamunan Fio buyar ketika suara cempreng Rena mengagetkannya.
" Dorrrrr hayoo loe lagi ngelamunin apa Yo? " tanya Rena.
" Ngga ada, gue cuma lagi nunggu kalian aja " ujar Fio singkat.
" Terus tadi kenapa loe buru-buru keluar kelas ga kayak biasanya " tanya Gina penasaran.
" Gue tadi buru-buru karna udah kebelet mau buang air kecil, jadi ya gitu deh " jawab Fio sekenanya.
" Ohh gitu, gue kirain kenapa...tapi kok gue ngerasanya loe lagi ngehindarin seseorang ya " ujar Ninda yg langsung membuat Fio membulatkan mata.
" Iya, gue juga rasa gitu. Apa jangan-jangan loe lagi ngehindar dari Pak Prince ya? Soalnya gue liat loe pas pelajaran tadi nunduk terus ga mau ngeliat dia " sahut Rena.
" Gu gue ga lagi ngehindar, ngapain juga gue ngehindar dari Pak Prince " ujar Fio berusaha menutupi kegugupannya.
" Ya kali aja loe ngehindarin dia karna takut kena hukuman karna gak ngerjain tugas dari dia " jawab Rena asal dan polos.
Langsung mendapat jitakan dari Gina.
Pletakk
" Awsss sakit tau Gin, kenapa loe jitak kepala gue sih " protes Rena tak terima.
" Salah sendiri loe kalo ngomong ngasal. Lagian mana ada Fio ga ngerjain tugas, dia cerdas bin rajin gitu " jawab Gina sebal.
Tak lama, datang Redho, Nino, dan Deo.
" Hai beb... km kenapa kok pegang kepala gitu? " tanya Redho.
Sontak Fio dkk juga Nino dan Deo kaget mendengarnya.
__ADS_1
" Beb???? " ujar Nino bingung.
" Loe berdua udah jadian??? " tanya Fio.
" Wahh parah loe Ren, jadian ngga ngasih tau kita " ujar Ninda.
" Ehhh anu gini, sebenarnya gue sama Rena belom lama jadian, kita emang mau ngasih tau ke kalian cuma nunggu waktu yang pas aja " jawab Redho sambil nyengir.
" Elehh loe berdua tu alesan aja...takut dimintain PJ kan loe berdua " ucap Nino lagi. Sedangkan Deo hanya diam menyimak percakapan.
" Hehehehe ya ngga gitu juga kali No, ini kan juga kalian udah tau jadi selowwww " jawab Redho sok cool.
" Emang kapan loe berdua jadian??? " tanya Gina menyelidik.
" Baru juga 4 harian lah. Pas di alun-alun hari Minggu itu gue nyatain perasaan gue ke Rena. Dari dulu gue udah suka sama dia. Nyaman sama dia, tapi gue baru berani ungkapin sekarang " jawaban Redho sukses membuat Rena tersipu malu dan wajahnya memerah.
Fio yg mendengar ucapan Redho seakan kembali teringat pengakuan Prince kemarin.
" Saya menyukai kamu Fiona Elyaza Davina ".
" Apakah kamu tidak menyukai saya? "
" Ahh ya udah, mending sekarang loe berdua kasih kami PJ. Ga ada bantahan " ujar Ninda dan diangguki oleh teman-teman yg lain.
" Ya udah iyaa temen-temen lucknut guee " jawab Rena sambil tersenyum ceria.
" Ck, untung bebeb gue baik hati. Oke sekarang loe pada mau pesen apa biar gue sama beb Rena yang pesenin khusus hari ini " tanya Redho.
" Gue mau bakso aja sama es jeruk satu " jawab Ninda.
" Gue samain aja kayak pesenan Ninda " ujar Nino.
" Gue juga sama, ya udah mending samain aja semua biar cepet pesennya " ujar Fio dan diangguki oleh yang lainnya. Karna ucapan Fio benar agar cepat pesan dan cepat makan. Mereka semua sudah sangat kelaparan.
Setelah itu Rena dan Redho pergi untuk memesan makanan dan minuman. Tak lama kemudian mereka kembali dengan beberapa nampan berisi bakso dan es jeruk pesenan mereka. Semuanya menikmati makan siang tersebut sambil sesekali disertai percakapan dan candaan ringan.
" Kayaknya ada yang lagi lirik-lirikan nihh " celetuk Redho tatkala melihat Ninda dan Nino dari tadi saling melirik.
" Udah kalo suka bilang aja, ntar diembat orang lohh " lanjut Redho sambil menepuk bahu Nino.
" Ck apaan sih loe ga jelas bangettt " ujar Nino ketus karna merasa diledekin oleh temannya itu.
__ADS_1
Sedangkan Ninda hanya diam menunduk sambil tersipu malu.
Lalu Fio berbisik padanya, " Nin, loe suka sama Nino? " .
" Ehhh ... " Ninda terkejut mendengarnya.
" Udah loe ngaku aja, lagian ga ada yang larang juga " ujar Fio lagi. Sukses membuat pipi Ninda semakin merah merona.
Sedangkan Rena dan Gina hanya terkikik geli melihat tingkah temannya itu.
" Tuh loe liat No, si Ninda udah malu-malu gitu suka juga dia tu sama loe " ujar Redho lagi.
Deo yg sejak tadi diam pun mulai bicara.
" Kalo loe suka, perjuangin. Ungkapin jangan di pendem ntar loe malah nyesel. " ucap Deo cuek tapi mampu membuat Nino yang biasanya humoris gagap seketika.
" Ehhh nyett loe ngapa diem aja .... bener tu yg dibilang Deo " ucap Redho dan diangguki oleh semua temannya.
" Apaan sih loe berdua...bawel bangett udah kayak emak-emak komplek tau ga " ujar Nino sewot.
" Yeee ni anak dikasi tau malah ngeyel. Mending kita emak-emak komplek daripada loe badut ancoll " balas Redho tak terima. Sedangkan Deo hanya diam.
" Udah-udah jangan dilanjutin lagi kasian temen gue udah malu banget dari tadi " ujar Gina.
Lalu mereka diam dan mengganti topik pembicaraan sambil menghabiskan makan siangnya dengan tenang. Setelah itu mereka kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajaran berikutnya.
.
.
.
.
.
Haiii Guysss๐๐๐ Author kembali menyapa kalian dengan up episode baru lagi nihh๐๐๐ yukk gercep di baca๐
Jangan lupa kasih Like, Koment, Vote, and Rating sebanyakk banyakkknyaa๐๐๐
Thank You Guysssโค๐
__ADS_1