
...Haiii Assalamualaikum guyssss๐ค๐...
...Kembali lagi nihh dengan Author yg makin hari makin kecheeee hehee๐๐๐๐๐...
...Nihh Author datang dengan membawa up episode baru lohhh skuyyy lahh guyss langsung aja dibaca ya๐๐...
...Happy Reading๐โค...
To be continue
โโโโโ
" Pak Princeee?? "
" Fionaaa?? " Prince pura pura terkejut sebenarnya.
" Lohhh kalian sudah saling kenal? " ucap Bu Amira pura pura terkejut. Diikuti oleh Pak Renald, Pak Gandi dan juga Bu Arsih yang ikut ikutan memasang wajah pura pura terkejut.
" Waahh bagus itu, kalau begitu perjodohan ini akan berjalan lancar bukan " ujar Pak Renald dengan senyum penuh arti.
" Ha ha ha iya Ren, alhamdulillah kalau mereka sudah saling kenal jadi tidak terlalu sulit untuk mengenal satu sama lain lebih dekat " jawab Pak Gandi yang mendukung drama tersebut.
" Lohh kakak ini kan yang waktu itu ke rumah kan ya Bang yang anter Kak Fiona karna kakinya luka " ceplos Bilal membuat Fio menoleh cepat padanya memberikan tatapan ' Diem dek'.
" Iya Lal, ini kan gurunya Kak Fiona yang masih muda dan ganteng itu " celetuk Iqbal spontan.
" Benar itu Prince? " tanya Bu Amira pada putranya.
" Iya Ma, Prince waktu itu sempat bantu Fiona karna dia jatuh di jalan " jelas Prince.
" Ohh jadi kamu gurunya Fiona, Prince. Jadi kamu mengajar di sekolah milik keluarga kita ya " ujar Bu Amira menggoda anaknya.
" Prince gurumu nak? dia guru yang baik bukan?" tanya Bu Amira menggoda Fiona.
" Eh i iya Tante Pak Prince guru Fiona di sekolah. Dia guru yang baik " jawab Fio dengan senyum dipaksakan.
Prince dan Fio sama sama terkejut. Bedanya Prince terkejut, tapi dihatinya terbersit kebagiaan yang selama ini dia nantikan. Kalau Fio, terkejut sekaligus kesal di dalam hati.
" Astagaa!!! Ternyata guru killer yang tiap hari bikin gue kesel di sekolah yang bakal jadi calon suami gue " ucap Fio dalam hati merasa dongkol.
" Gadis kecil, akhirnya kamu akan segera jadi milikku " ucap Prince dalam hati sambil tersenyum penuh arti.
Para orang tua yang melihat ekspresi Prince dan Fio hanya bisa menahan tawa. Rencana mereka berhasil untuk mempertemukan mereka. Sedangkan Iqbal dan Bilal bingung, bahagia, dan juga terkejut.
Ternyata orang yang akan jadi calon kakak ipar mereka gurunya sendiri. Dan orang itu adalah orang yang pernah mereka jodoh jodohkan dengan Fio sendiri.
__ADS_1
" Ekhemm Prince cepat duduk. Mau sampai kapan kamu berdiri disana " ucapan Pak Renald sukses membuat Prince tersadar dan gelagapan.
Tapi setelah itu dia kembali mengubah ekspresinya menjadi datar kembali.
" Baik Pa " ujar Prince segera duduk ditempatnya.
" Baiklah, karna semuanya sudah berkumpul bagaimana kalau kita langsung mulai saja makan malam kemudian baru membahas tentang perjodohan Prince dan Fiona " ujar Pak Renald meminta persetujuan.
" Baik aku setuju kalau begitu " sahut Pak Gandi sementara yang lain hanya mengangguk saja sebagai tanda setuju.
Tak lama makanan yang telah mereka pesan pun datang. Lalu mereka makan malam bersama dengan tenang. Hanya suara dentingan sendok dan garpu yang terdengar.
Selama makan, Prince sesekali melirik ke arah Fio yang sedang makan. Fio sendiri yang merasa ada diperhatikan tak sengaja melihat ke arah Prince yang langsung mengalihkan pandangan.
" Haishh kenapa bisa sih anaknya Om Renald sama Tante Amira itu Pak Prince. Guru killer dan nyebelinnya minta ampun " gerutu Fio dalam hati.
" Dengan rencana perjodohan ini aja udah bikin gue uring uringan apalagi sekarang๐ฃ Rena Ninda Gina tolongg gueee" lanjutnya.
Beberapa saat kemudian makan malam pun selesai. Saat ini mereka semua sedang bercengkrama ringan sebelum membuka pembicaraan inti.
Fio merasa canggung sekali berada di satu lingkup yang bukan sekolah bersama Prince. Mau bagaimanapun Prince tetap gurunya.
" Baik, bagaimana jika sekarang kita mulai saja percakapan inti dari pertemuan malam ini " ujar Pak Renald membuka percakapan.
" Pertemuan kali ini, yang kita akan bahas adalah mengenai perjodohan Prince dan Fiona. Perjodohan antara kalian berdua, sudah lama kami rencanakan lebih tepatnya saat Fiona masih kecil. Kami setuju untuk melakukan perjodohan ini adalah untuk semakin mempererat hubungan persahabatan antara Om dan Ayah Fiona " ujar Pak Renald sambil melihat ke arah Fio sambil tersenyum ramah.
" Fiona, Om sangat bersyukur Fiona mau menerima perjodohan yang telah kami rencanakan ini " sahut Pak Renald.
" Iya sayang, kami sangat bersyukur jika Prince bisa mendapatkan pasangan seperti kamu nak... " ujar Bu Amira lembut sambil mengelus punggung Fio.
" Ehh emm iya Tante Om " jawab Fio gugup sambil menunduk.
" Kami juga bersyukur Ren, karna putri kesayangan kami ini mendapatkan pendamping seperti Prince. Kami berharap Prince bisa menjaga Fiona kami layaknya sebuah berlian berharga yang tidak boleh lecet " ujar Pak Gandi tegas tapi penuh harapan.
" Benar itu, kami senang Fiona kami akan ada yang menjaga " sahut Bu Arsih.
" Dengar Prince, kedua orang tua Fiona menaruh harapan sama kamu lohh " ucap Bu Amira menggoda Prince. Sedangkan yang di goda hanya mengangguk mantap dengan senyum tipis.
" Pasti Om, Tante, Pa, Ma saya akan menjaga Fiona lebih dari saya menjaga diri saya sendiri " jawab Prince tegas.
" Berarti intinya kamu menerima perjodohan ini Prince? " tanya Pak Renald dengan maksud menggoda putranya itu. Prince hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.
Fio saat ini hanya mampu menunduk. Perasaannya saat bercampur aduk. Tidak tau harus berucap apa.
" Waahh kita bakal punya kakak baru nihh " celetuk Bilal tiba tiba yang mengundang gelak tawa yg lainnya.
__ADS_1
" Iya, Kakak ganteng yang waktu itu ke rumah anter Kak Fiona ternyata yang akan jadi kakak ipar kita Lal " sahut Iqbal.
" Bener Bang, padahal waktu itu kata Kak Fiona kakak ini cuma gurunya. Galak,killler nyebelin gitu juga katanya " ceplos Bilal dengan wajah tanpa dosanya membuat semua orang kembali tertawa kecuali Fio dan Prince.
Saat ini pipi Fio terasa panas dan memerah mendengar ucapan adik adiknya yang tidak ada remnya. Dia malu dan juga takut guru satu ini akan memberinya hukuman.
Sedangkan Prince saat ini sedang berusaha menahan tawanya. Dia merasa lucu melihat wajah Fio saat ini. Yang sudah pasti malu dan memerah walau dia menunduk.
" Duhhh dasar adek adek lucknut mulutnya kenapa pada gak di rem sihhh .Awas aja ntar sampe rumah kakak bales kalian yaaa arghhh iseng banget siii" gerutu Fio dalam hati. Sedangkan Iqbal dan Bilal malah saat ini asik menyantap camilan setelah ceplas ceplos demikian.
" Jadi selama ini kamu membicarakanku ya hemm. Gadis kecil yang sangat imut lihatlah sekarang kamu terjebak karna ucapanmu sendiri ha ha ha " ucap Prince dalam hati menertawai Fio.
" Jadi bagaimana Fiona, kamu tetap mau kan menerima perjodohan ini? " tanya Bu Amira lembut.
Sebelum menjawab Fio melihat wajah Ayah dan Bundanya terlebih dahulu. Terlihat jelas di wajah mereka penuh harap agar Fio mau menerima perjodohan ini. Lalu dia menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya. Dia mencoba memantapkan hatinya.
" Iya Tante,Om, Yah, Bund Fio mau terima perjodohan ini " jawab Fio mantap.
Mendengar jawab Fio membuat semua orang yang ada disana senang. Terutama Prince dia merasa senang dan bahagia gadis kecilnya mau menerimanya.
BERSAMBUNG....
.
.
.
.
.
.
.
.
...Hallloooo Guysssss๐๐๐๐๐๐ Gimana seru kannn kelanjutan ceritanyaa....Makin greget dan bikin penasaran kan pastinyaaa๐๐๐ Hehehehe ya dong pastiiiii๐๐...
...Yukkk terus kasih dukungan kalian buat Author biar makin semangatt kasih dong Likenya yg buanyakkk jan lupa Koment hehehee ๐...
...Kasih juga Vote dan Rating terbaikk kalian guysss๐๐...
...Thank You๐โค...
__ADS_1