Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 47


__ADS_3

...Hallooo Assalamualaikum GuyysssπŸ€—πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹...


...Ketemu lagi nihh kita hehehehe...Sebelumnya Author mau bilang maaf banget ya guyss kemarin ngga bisa up episode baruπŸ˜’πŸ€— Karna kemarin Author ada kesibukan yg ga memungkinkan untuk ditinggal hehehe...


...Gassslahh yukk langsung aja dibaca ya kelanjutan ceritanya moga suka ya😚😚😚...


...Happy ReadingπŸ“–β€...


To be continue


β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†


Habis olahraga di taman, Fio dan kedua adiknya langsung pulang ke rumah. Sesampainya di rumah mereka langsung duduk berselonjor di teras depan rumah.


" Hufttt capek banget " ujar Bilal.


" Iya nih dek, abang juga capek nih baju udah penuh keringat " sahut Iqbal.


" Kakak ga capek kak? keliatannya kakak biasa aja. Padahal tadi abis olahraga tambahan sama preman-preman tadi " ucap Iqbal pada Fio yang tengah meregangkan badan.


" Capeklah dek, apalagi ya kakak udah lama ga latihan jadi tadi agak kaget gitu " jawab Fio.


" Ya udah yuk masuk, bersih-bersih terus kakak juga mau ikut bunda lagi ke rumah makan " ajak Fio sembari membuka pintu.


" Assalamualaikum " ucap Fio, Bilal, dan Iqbal kompak.


" Waalaikumsalam " jawab Pak Gandi yg tengah duduk di ruang tamu sambil membaca koran.


" Kalian sudah pulang " sapa Pak Gandi.


" Iya Yah " jawab Fio.


" Yah tadi kak Fio keren banget pas berantem lawan preman di taman " ceplos Bilal yg langsung mendapat tatapan tajam dari Fio.


" Berantem? Benar itu sayang? " tanya Pak Gandi pada Fio.


Sedangkan Fio gelagapan ingin menjawab.


" E e iya Yah, tapi Fio lakuin itu karna terdesak. Soalnya preman-preman tadi gangguin para pedagang kecil yang berjualan di taman. Sampai ngancem mau merusak dagangan mereka Yah. Fio kasian jadi Fio berusaha nolong mereka. Awalnya mau pakai cara baik-baik, tapi merekanya ga bisa diajak kompromi dan langsung nyerang Fio " Jelas Fio pada ayahnya.


Pak Gandi tersenyum. Dia merasa bangga pada anak gadisnya ini. Dia pemberani dan memiliki hati yang baik untuk menolong sesama. Tadinya dia memang khawatir, namun setelah mendengar penjelasan putrinya, Pak Gandi merasa tenang apalagi Fio dalam keadaan baik.


" Ohhh seperti itu kronologinya. Baiklah nak yang terpenting kamu baik-baik saja tidak terluka itu yang paling penting bagi ayah dan ingat kamu harus selalu berhati-hati " ujar Pak Gandi sambil tersenyum pada Fio.


" Iya Yah, Fio akan selalu hati-hati biar ga bikin Ayah dan Bunda khawatir " ujar Fio sambil mengangguk.


" Ya sudah kalian masuk terus mandi dan sarapan bersama setelah ini " titah Pak Gandi pada anak-anaknya. Fio, Iqbal,dan Bilal mengangguk lalu beranjak dari sana menuju kamar masing-masing.


*****

__ADS_1


Saat Fio selesai mandi, ponselnya berdering. Ada panggilan masuk dari Rena. Lalu dia mengambil ponselnya dan menggeser tombol hijau.


" Assalamualaikum " salam Rena.


" Waalaikumsalam, ada apa Ren? " tanya Fio.


" Loe hari ini free gak Yo? Gue mau ajak loe keluar nih. Bantuin gue nyari kado buat Mama gue " jawab Rena.


" Emm gue sih tadinya mau ikut Bunda lagi ke rumah makan, tapi karna loe ngajak ya udah gue entar bilang Bunda kalo mau ikut loe " balas Fio.


" Ohh begitu, yeayyy makasih ya Yo loe mau ikut gue. Soalnya gue mau ajak Redho dia ada acara sama keluarganya, mau ajak Ninda dia ikut nyokapnya arisan, mau ajak Gina dia ada ikut kursus tambahan padahal kan ini weekend " jelas Rena.


" Ya ya udah tenang aja gue bisa kok ikut loe " jawab Fio.


" Okey, ya udah tungguin ya 20 menit lagi gue sampe rumah loe, gue jemput. Assalamualaikum " ujar Rena.


" Okey gue tunggu, bye .Waalaikumsalam " ujar Fio.


Tutt tuttt . Sambungan telepon terputus. Setelahnya Fio langsung bergegas siap-siap . Dia memilih pakaian santai. Pikirnya agar tidak ribet, lagi pula ini hanya kluar belanja bukan acara resmi.


Setelah itu dia memakai sedikit polesan bedak dan liptint untuk menambah kesan manis. Lalu dia menguncir rambutnya menjadi satu agar rapih. Dia mematut dirinya di cermin.


' Manis ' gumamnya.


Lalu dia menyambar tas slempangnya dan berjalan keluar kamar. Fio mencari keberadaan Bunda dan Ayahnya.


" Bunda, Fio hari ini ngga jadi ikut ke rumah makan. Soalnya tadi Rena nelpon ngajakin Fio untuk nemenin dia nyari kado buat mamanya " ujar Fio pada Bu Arsih.


" Ohh begitu, iya sudah sayang ngga papa. Kamu temenin Rena ya, lagian Bunda kan ada karyawan disana " ujar Bu Arsih sambil tersenyum.


" Makasih Bunda... " balas Fio sambil memeluk Bu Arsih.


" Iya sama-sama nak, ayo makan dulu sebelum berangkat " ajak Bu Arsih.


Fio menggeleng. " Nantian aja Bunda, Fio tadi pagi di taman habis makan bubur ayam sama adek-adek. Masih kenyang Bunda, juga bentar lagi Rena dateng jemput Fio " ucap Fio halus agar tak menyinggung Bundanya.


" Baiklah kalau begitu kamu hati-hati ya berangkatnya " ucap Bu Arsih sambil tersenyum.


Tak lama terdengar suara ketukan pintu.


Tokkk tokk tokk


" Bunda, mungkin itu Rena. Fio bukain pintu dulu ya " ujar Fio lalu beranjak membuka pintu.


" Assalamualaikum Yo " ujar Rena.


" Waalaikumsalam, masuk dulu Ren. Ayah sama Bunda di dalam gue panggil dulu ya " ajak Fio lalu mempersilahkan Rena duduk.


" Okey Yo " balas Rena.

__ADS_1


Fio pun berlalu memanggil Ayah dan Bundanya untuk pamitan.


" Ayah Bunda " sapa Rena pada Pak Gandi dan Bu Arsih saat mereka datang.


(Sedikit Info : Sahabat-sahabat Fio udah akrab banget sama ortu dan keluarganya Fio. Jadi manggil Ayah dan Bunda ke ortunya Fio).


" Rena, gimana kabarnya nak? " tanya Bu Arsih tersenyum lembut.


" Alhamdulillah sehat Bunda. Oh iya Yah Bund, Rena mau ajak Fio keluar boleh kan? Ngga lama kok Yah Bund, cuma mau nyari kado buat Mama Rena terus pulang " ujar Rena.


" Iya boleh, tapi jangan lama-lama ya dan hati-hati di jalan " ujar Pak Gandi.


" Siap Yah " ujar Rena.


" Ya udah Yah, Bund kami pamit berangkat ya " ujar Fio lalu mereka berdua menyalami Pak Gandi dan Bu Arsih bergantian.


" Assalamualaikum " ujar Rena dan Fio.


" Waalaikumsalam " jawab Pak Gandi.


" Waalaikumsalam, hati-hati nak " ujar Bu Arsih.


Lalu, Fio dan Rena berangkat menuju pusat perbelanjaan yang ada di Kota D dengan menaiki motor matic milik Rena. Terlihat jalanan kota yang agak ramai lenggang.


" Ren, kita mau cari hadiah apa buat nyokap loe? " tanya Fio yg saat ini sedang dibonceng oleh Rena.


" Gue rencananya mau beliin mukena Yo buat Mama, waktu itu Mama sempet cerita ada mukena yang bagus dan dia suka di salah satu toko disini " jelas Rena dan Fio hanya mengangguk.


" Ya udah sekarang kita langsung aja kesana moga aja mukenanya ada dan Mama loe suka " ujar Fio.


BERSAMBUNG......


.


.


.


.


.


.


.


...Hallooo GuysssπŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹...


...Kembali lagi dengan Author yg kecheee badaiiiπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… Nihh nihh moga kalian suka ya sama kelanjutan ceritanya πŸ€—πŸ˜Š...

__ADS_1


...Jangan lupa Like, Koment, Vote, dan kasih Rating terrrrbaik kalian biar Author makin semangattt buat upπŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™...


...Thank You All❀...


__ADS_2