
...Haiiiπππ Silahkan dibaca ya guyssππ...
...Moga kalian makin suka ya sama cerita yg Author upπ€π...
βββββ
Fio kembali ke ruangan Prince dengan membawa makanan yang tadi Prince minta. Dia mengetuk pintu,
Tok tok tok
" Masuk! " sahut Prince dari dalam.
Fio langsung membuka pintu dan masuk.
Di dalam sana Prince tengah menatap serius layar laptopnya. Entah apa yang ada di tampilan layar itu. Lalu Fio berjalan mendekati meja Prince dan menaruh makanan serta kembalian uang sisa beli makanan tersebut.
" Ini pak makanan yang tadi bapak minta, dan ini sekalian uang kembaliannya saya taruh sini . Saya permisi kembali ke kelas " ujar Fio lalu berbalik badan akan keluar.
" Tunggu " cegah Prince.
" Ada apa lagi pak? ini sudah bell masuk saya harus cepat kembali ke kelas " tanya Fio dengan wajah jengkel.
" Temani saya makan. Saya tidak suka makan sendiri " kata Prince sambil berdiri mengambil makanan tersebut.
" Tidak bisa pak, saya harus masuk ke kelas sekarang juga nanti bisa dihukum lagi saya nih pak " balas Fio dengan nada suara yg mulai kesal dan jengah. Ada-ada saja memang permintaan guru ini.
Melihat ekspresi Fio sebenarnya Prince ingin sekali tertawa. Bagaimana tidak, wajah gadis itu memberengut, bibirnya dimanyunkan sedikit hahahaha mirip tokoh kartu bebek sajaπππ.
Tapi untuk menutupi itu, Prince menampakkan wajah datarnya. Memberi Fio tatapan tajam. Sontak Fio langsung merubah raut wajahnya menjadi datar kembali.
" Saya yang akan memintakan ijin pada guru pengajarnya. Jadi kamu diam saja disini temani saya makan. Tidak ada penolakan. " Ucap Prince tegas. Finally, Fio tidak bisa lagi menolak perintah guru killer satu ini.
Lalu Prince berjalan ke meja kerjanya dan mengambil gagang telepon. Hendak memintakan ijin pada guru pengajar di kelas Fio saat ini.
__ADS_1
" Siapa guru pengajarnya? " tanya Prince datar.
"Pak Mamat, guru sejarah " jawab Fio ketus.
Prince lalu menekan tombol telepon, menunggu sambungan telepon tersambung.
" Hallo, assalamualaikum " ujar suara diseberang telepon.
" Waalaikumsalam, maaf Pak Mamat saya Prince guru mata pelajaran Matematika, ingin meminta ijin pada bapak. Siswi bernama Fiona Elyaza Davina saat ini tidak bisa mengikuti pelajaran bapak, ada tugas yang saya berikan untuk dia dan sangat mendesak " ujar Prince.
" Dia bilang sekarang waktunya mata pelajaran bapak. Jadi saya minta agar bapak berikan ijin dia untuk tidak mengikuti pelajaran bapak hari ini. Dan dia bisa menyusul pelajarannya nanti " Lanjut Prince.
" Ohh begitu, baik Pak Prince akan saya ijinkan. Tapi tolong sampaikan pada Fiona besok dia harus menemui saya di ruang guru. Akan saya berikan materi hari ini supaya dia tidak tertinggal pelajaran " jawab Pak Mamat.
" Baik, akan saya sampaikan. Terimakasih, saya tutup dulu teleponnya. Assalamualaikum " ujar Prince.
" Sama-sama pak, waalaikumsalam " jawab Pak Mamat, lalu sambungan telepon terputus.
Tut tut tut
" Sudah, kamu tidak perlu khawatir akan dihukum lagi. Sekarang kamu duduk saja di kursi itu dan diam temani saya makan " titah Prince sambil menunjuk sebuah kursi di dekat Fio.
Fio sudah kalah telak. Dia kehabisan kata-kata untuk membantah guru satu ini. Sungguh menyebalkan. Padahal ingin sekali Fio keluar dari ruangan ini secepatnya. Lebih baik dia masuk mata pelajaran sejarah yang membosankan daripada bersama guru nyebelin itu.
Fio langsung saja duduk. Dia melipat kedua tangannya di dada. Duduk diam sambil menatap lurus ke depan. Malas sekali harus melihat guru nyebelin itu makan.
Prince mulai duduk di kursi tamu bersebrangan dengan Fio. Dia kemudian membuka bungkus makanan tersebut dan mulai memakannya.
Fio sendiri sudah mulai bosan. Dia melirik sana sini mengalihkan pandangannya. Dan tepat. Matanya tak sengaja melihat ke arah Prince. Fio menatap Prince yg sedang menyuap makanan ke dalam mulutnya.
" Ternyata guru nyebelin ini lumayan ganteng juga. Tapi sayang nyebelinnya minta ampun. Ehhhh apaan sih gue ngapain coba bilang ni guru ganteng " batin Fio sambil matanya mentap Prince.
" Saya memang tampan, sudah puas merhatikan saya? " tanya Prince tiba-tiba.
__ADS_1
Membuat Fio gelagapan dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.
" Duhh beg* banget sih gue...ngapain juga pake segala ngeliatin Pak Prince " ucap Fio dalam hati sambil merutuki dirinya sendiri.
Fio merasakan wajahnya memanas. Dia sungguh malu, pasti sekarang guru itu sedang berfikiran yg tidak-tidak.
" Kenapa mengalihkan pandangan? Bukannya sedari tadi kamu memperhatikan saya? " tanya Prince dengan nada melunak dan sedikit menggoda Fio. Di bibir Prince mulai tersungging senyum tipis.
Mendengar ucapan Prince membuat Fio langsung menolehkan kepala melihat ke arah Prince.
Satu detik, dua detik, tiga detik. Pandangan mereka saling bertemu. Prince tersenyum. " Manis " batin Fio.
BERSAMBUNG....
.
.
.
.
.
.
...Helloo Guyysssπππ...
...Happy Reading yaaaπππ...
...Moga kalian suka sama up episode yg Author bikinππππ...
...Jangan lupa kasih Like, Koment, Vote, dan Rating sebanyakk banyakknya okeyyπ€π...
__ADS_1
...Thank Youβ€π...