Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 50


__ADS_3

...Assalamualaikum Guysss๐Ÿค—๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹...


...Kembali lagi dengan Authorrr yg pastinya kalian tunggu-tunggu kannn hehehehe๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„...


...Skuyyy guyss langsung kalian baca ya nih kelanjutan episodenya๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜š...


...Moga suka yaa...Happy Reading๐Ÿ“–โค...


To be continue


โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†


Setelah selesai melaksanakan makan malam bersama, Fio dan keluarganya beserta Pak Renald juga Bu Amira kembali berkumpul di ruang tamu. Kali ini suasana terlihat begitu serius. Fio yang merasa akan ada sesuatu hal yang begitu serius hanya diam sembari memperhatikan para orang tua disana.


" Ekhemm...begini sayang, ada hal penting yang ingin kami sampaikan pada kamu " ujar Pak Gandi pada Fio memulai percakapan. Sedangkan Iqbal dan Bilal diam menunggu percakapan selanjutnya.


" Iya sayang, kami sebenarnya sudah lama ingin memberitahukan hal ini, tapi belum dapat waktu yang pas " ujar Bu Amira lembut.


" Kamu tau kan sayang, Om Renald ini adalah sahabat baik Ayah. Beliau ini sudah berjasa banyak bagi keluarga kita. Dan dulu kami sempat membuat perjanjian untuk mempererat hubungan kekeluargaan kami " jelas Pak Gandi. Berhenti sejenak menghela nafas.


" Coba nak, kamu perlihatkan bandulan kalung yang kamu pakai " pinta Bu Arsih.


Fio pun melakukan seperti yang Bundanya minta.


" Ini Bunda " tunjuk Fio pada semuanya.


" Iya nak, dan apa kamu tau cincin yang kamu pakai sebagai bandul kalung itu cincin apa? " tanya Bu Arsih lembut.


Fio menjawab, " Ini....ini kan hadiah pemberian Bunda dan Ayah saat Fiona ulang tahun ke 15 tahun kan " ucap Fio.


Bu Arsih menggeleng. " Bukan sayang, itu bukan hanya sekedar hadiah pemberian kami. Itu adalah cincin penanda kalau kamu sudah dijodohkan sejak dulu " jelas Bu Arsih.


Mendengar hal itu, Fio kaget bukan main. Perasaannya sekarang campur aduk. Antara kaget, bingung, sedih tak karuan. Tak tahu harus berekspresi seperti apa.


" Bun bun bunda bercanda kan? ini ga serius kan bunda " ujar Fio terbata-bata. Sorot mata Fio menatap semua orang yang ada disana. Meminta penjelasan bahwa ini hanya omongan saja.


Tapi nihil. Para orang tua menggelengkan kepala. Yang artinya ucapan Bundanya tadi benar adanya. Sedangkan Bilal dan Iqbal juga bingung.


" Begini sayang, sedari kamu bayi kami sudah berencana menjodohkan kamu dengan putra kami satu-satunya. Seperti yang tadi kami bilang, putra kami sudah menyukai kamu sedari kamu lahir " jelas Bu Amira lembut mencoba menjelaskan pada Fio.


" Ta tapi Fiona ngga mengenal putra tante " ujar Fio gugup.


Mendengar ucapan Fio, membuat Pak Renald dan Bu Amira tersenyum.

__ADS_1


" Nanti kamu juga akan kenal sayang. Kami berharap kamu bisa menerima perjodohan yang sedari dulu sudah kami atur nak " ucap Pak Renald.


Fio menundukkan kepalanya. Dia bingung harus menjawab bagaimana.


" Nak, Ayah sangat berharap kamu memikirkan tentang hal ini baik-baik...Ayah dan Bunda hanya ingin yang terbaik untuk kamu nak. Agar kamu bahagia, bisa melupakan kesedihan kamu tentang almarhum Raka..." ucap Pak Gandi dengan wajah sendu.


Mendengar ucapan ayahnya, membuat Fio menitikkan air matanya. Hatinya terasa sesak jika mengingat kepergian kekasih yang dicintainya. Walau tidak lama bersama Raka, tapi banyak sekali kenangan indah yang mereka ukir. Merencanakan masa depan bersama.


Mengingat perubahan yang terjadi pada dirinya. Yang membuat keluarganya bersedih. Dia selama ini sudah menyusahkan ayah dan bundanya. Juga adik-adiknya yg tak mengerti permasalahannya.


" Sayang, Bunda dan Ayah tidak pernah mau memaksakan kehendak kami. Tapi perlu kamu tahu, alasan kami menerima perjodohan ini adalah karna kami tau putra mereka itu adalah orang yang baik, ramah juga santun. Sedari kecil dia selalu menjaga kamu, bahkan dia yang masih kecil berani memberikan kami janji jika dewasa nanti dia akan meminang kamu juga membahagiakan kamu " jelas Bu Arsih.


" Fiona sayang, percayalah putra kami adalah orang yang baik dan dia juga menyayangimu nak. Sedari dulu, saat dia kehilangan kamu. Dia selalu menunggumu dan mencarimu " ujar Bu Amira lembut sambil mengelus pundak Fio.


Setelah mendengar penjelasan dari para orang tua. Akhirnya Fio mulai untuk berbicara. Dia berusaha menahan perasaannya. Menghapus sisa air mata yang menggenang di pelupuk matanya. Dan tersenyum.


" Bunda, Ayah, Om dan Tante. Terimakasih atas penjelasan kalian sama Fiona. Fiona tau kalian semua memikirkan hal ini demi kebaikan Fiona. Fiona tau kalian sangat sayang sama Fiona. " ujar Fio.


" Tentang perjodohan ini, kalau memang ini sudah menjadi keputusan kalian dan janji kalian sedari dulu untuk mempererat kekeluargaan kita. Hemmm...setelah Fio berfikir tadi, Fio menerima perjodohan ini " jelas Fio mantap.


Membuat para orang tua yang mendengar tersenyum bahagia. Iqbal dan Bilal juga senang mendengar jawaban kakaknya.


" Kamu serius sayang? " tanya Bu Amira antusias.


" Alhamdulillahh " ujar mereka semua serempak.


" Nak, terimakasih atas keputusanmu ini...Ayah senang karna kamu menerima perjodohan ini. " ujar Pak Gandi.


" Iya Ayah, Fio hanya ingin membuat kalian semua bahagia. Dan Fio juga yakin kalo keputusan kalian ini juga demi kebahagiaan Fio " ujar Fio tersenyum manis.


" Iya Nak tentu...kebahagiaan kamu adalah yang terpenting bagi kami " ujar Bu Arsih.


" Nahh kalau begitu, selamat Gan kita akan segera menjadi besan " ujar Pak Renald bahagia sembari berdiri dan memeluk Pak Gandi.


" Selamat Ar, akhirnya kita akan segera jadi keluarga " ujar Bu Amira memeluk Bu Arsih.


" Iya mbak, sama akhirnya hari yang kita tunggu tiba..." jawab Bu Arsih.


" Fiona sayang, tante senang sekali kamu akan segera menjadi putri tante " ujar Bu Amira sambil memeluk Fio. Dan dibalas pelukan oleh Fio.


" Baiklah...karna Fiona sudah setuju, segera saja kita akan atur kembali pertemuan selanjutnya untuk mempertemukan Fiona dengan anak kami " ujar Pak Renald.


" Yah..lebih cepat lebih baik...niat baik harus segera dilaksanakan " ujar Pak Gandi semangat.

__ADS_1


Percakapanpun berlanjut sampai Pak Renald dan Bu Amira pamit pulang karna waktu sudah mulai larut.


*****


Keesokan harinya, kini dikediaman utama Hadijaya Prince sudah siap dengan setelan formalnya. Dia hari ini akan menghadiri rapat penting bersama Alex.


Prince berjalan menuju ruang makan. Disana sudah ada Alex yg sedang memperhatikan ponselnya. Saat menyadari kehadiran Prince membuat Alex menghentikan aktivitasnya.


" Pagi Tuan Muda " sapa Alex.


" Hemm... " jawab Prince singkat lalu duduk.


" Tuan Muda, hari ini jadwal Anda menghadiri rapat di Hadijaya Company. Setelah itu, makan siang bersama klien dari Lion Corps. Lalu malam harinya ada undangan dari Wijaya Company dan Anggara Corps menyambut kepulangan kedua pewaris mereka " jelas Alex pada Prince. Undangan tersebut sebenarnya Prince sudah tau, karna itu adalah undangan dari kedua sahabatnya.


" Hemm baiklah, kamu atur saja " ujar Prince.


" Hidangkan makanannya " titah Prince pada para pelayan. Dengan sigap para pelayan itu menghidangkan sarapan pagi untuk Prince dan Alex. Lalu mereka menghabiskan sarapan dengan tenang.


BERSAMBUNG...


.


.


.


.


.


.


.


...Haiii haiiii haiii....๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹...


...Gimana gimana serukan yaaa kelanjutan ceritanya hehehehe๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„...


...Wahhh tambah bikin penasaran dan greget kan...ya dong pasti๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Makanya pantengin terusss ya up episodenya jan sampai kelewatan๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜„...


...Jan lupa kasih Like, Koment, Vote, dan Rating sebanyakkk dan terbaikk kalian Guysss๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—...


...Thank Youโค๐Ÿ˜š...

__ADS_1


__ADS_2