
...Hallooo Guysss👋👋👋👋...
...Assalamualaikum🤗 Ketemu lagi nihh kita yaa hehehe alhamdulillah😊😙...
...Nihh silahkan langsung ajaa di gasss baca guysss kelanjutan episodenya heheheh😄😄😄...
...Author hari ini bakal ngasih kalian up episode agak panjanh lohhh dari sebelumnyaa cusss yg penasaran langsung baca 😄😁...
...Moga kalian suka🤗😊...
...Happy Reading📖❤...
To be continue
☆☆☆☆☆
" Hossshh hossshhh hosshhh " Fio dkk berhenti sejenak setelah lari terbirit birit dari ruangan Prince.
" Hossshh gue capek guyss " ucap Redho.
" Elahh emang loe aja yang capek kita juga kali hosshh hossshh lagian nih ya Pak Prince ternyata tetep aja gitu serem " ujar Nino.
" Ihh iya ya harusnya kan ke kita mahh agak lunak gitulah yaa secara kan kita temennya Fio " ucap Rena sambil tersenyum menggoda Fio.
Membuat Fio sedikit salting.Lalu kepalanya sedikit dijitak oleh Gina.
Tukkkk
" Aduhhh.... loe tuh hobi bangettt ya Markonahh nyiksa gue " protes Rena tak terima.
" Lagian loe siii ngomong ngasal aja. Ntar kalo ada sampe yang denger gimana Inemmm...lagian nih ya Pak Prince itu orangnya adil jadi walau gimanapun gak ngeistimewain siapa siapa " cerocos Gina membuat Rena mengangguk angguk.
" Udah, mending kita balik ke kelas sekarang, kelas gue waktunya pelajaran Pak Prince " ucap Deo santai.
Membuat Redho dan Nino kaget. Menepuk jidat mereka bersamaan.
Plokkkk
" Mamp*us kita bisa dihukum klo sampe telattt. Loe kenapa baru bilang sekarang oneng " ujar Nino gawat.
" Iya nihh kenapa loe baru bilang sih " sahut Redho.
" Loe berdua kan punya jadwal makanya dibaca. Udah ayok cepetan balik sebelum Pak Prince duluan yang sampe " ajak Deo pada kedua sahabatnya.
" Bee aku balik duluan ke kelas ya kamu juga masuk gih " ucap Deo pada Gina.
" Iya aku juga udah mau balik kelas udah kamu duluan aja Bee " jawab Gina sambil tersenyum.
" Ekhemm ekhemmm uhukkk uhukk " mereka pura pura batuk dan berdehem.
" Udah kali romantis romantisannya. Masih ada kita disini ck udah ayookk cepetan " ucap Redho lalu langsung menarik Deo.
" Yang aku balik ke kelas dulu yaa byee " ucap Redho sambil berlalu.
" Iya Beb cepetan sana aku juga mau balik " sahut Rena.
" Aku juga Honey mau balik dulu ya kamu hati hati ke kelasnya see you " ucap Nino.
" See you too Honeyy " ucap Ninda.
Lalu mereka semua kembali ke kelas masing masing. Dan sesi pelajaran pun dimulai.
*****
" Hallo, gimana hasilnya? " tanya Roselia.
" Maaf Nona kami masih belum mendapatkan informasi apa apa mengenai Tuan Prince. Tapi.... " ucapan anak buah Roselia terputus.
" B*d*h kalian mencari informasi saja tidak bec*s sia sia aku saya bayar kalian mahal mahal " ucap Roselia marah.
" Ma maaf Nona, kami akan berusaha lagi mendapatkan informasi yang Nona inginkan " jawab anak buah Roselia di seberang telfon.
" Sudah, cepat beri tau saya tapi apa yang kamu maksud tadi " titahnya dengan membentak.
" Kami mendapat info, kalau Tuan dan Nyonya Hadijaya saat ini sedang tidak berada di kota ini Nona. Menurut informasi, mereka sudah sekitar 4 harian tidak berada di sini. Dan sebelum itu, Tuan Prince datang mengunjungi mereka tapi setelah itu pergi kembali ntah kemana setelah orang tuanya pergi ke luar kota " jelas anak buah Roselia.
Membuat sudut bibir Roselia terangkat. Dia tersenyum menyeringai. Ini pasti ada hubungannya dengan keberadaan Prince.
" Kamu hanya akan jadi milikku Prince...." ucap Roselia dalam hati sambil menyeringai.
" Hallloo Nona ....Nona masih disana " suara anak buahnya menyadarkan Roselia.
__ADS_1
" Ya. Cepat kembali selidiki dapatkan semua informasi yang saya inginkan. Kalau tidak, nyawa mu bahkan keluargamu akan jadi taruhannya. Paham!!! " ucap Roselia mengancam.
" Ba ba baik Nona , akan segera saya laksanakan " ucapnya terbata.
Tutttt tuttt
Setelah itu panggilan telepon langsung diputus oleh Roselia.
*****
Kembali ke sekolah Fio dkk. Kini mereka sedang beristirahat di kantin sambil menikmati makan siang mereka.
Makan sambil berbincang dan berbicara santai.
" Ehh Yo, loe beneran itu mau nerima perjodohan samaaaa....ehmm itu Pak Prince " ucap Rena dengan sedikit berbisik.
" Iya beneran, emang kenapa loe nanya itu? " tanya Fio balik.
" Ya gak ada sih cuma penasaran aja. Siapa tau gitu loe kepaksa ya kan hehehehe...secara loe kan paling sebel sama dia " jawab Rena sambil cengengesan.
" Nahh iya bener juga tuh kata Rena. Apa loe jangan jangan udah jatuh cintaaa yaa sama dia hemm ya kan ya kann " goda Ninda membuat Fio gelagapan.
Dia bingung harus menjawab apa. Ada perasaan tersendiri yang muncul mendengar ucapan Ninda. Mulutnya ingin menolak tapi hati dan fikirannya tak ingin bekerja sama.
" Ck udahlah gue gak mau bahas itu. Lagian ini masih di sekolah ntar ada yang denger gawat " ucap Fio mengingatkan.
" Ohh iya oke oke maaf gue lupa hehehe biasa gue terlalu bersemangat " jawab Rena sambil mengacungkan kedua jarinya membentuk huruf V. Begitu juga dengan Ninda.
" Iyaa udahlahh yuk makan " ucap Fio lalu mereka makan kembali.
Tak lama datanglah geng pengacau.
Brakkkkk
Meja yang ditempati Fio dkk digebrak oleh Raya dkk. Sepertinya mereka masih belum kapok setelah mendapat peringatan waktu itu dari Fio.
Seketika semua murid yang berada di kantin menoleh ke arah meja Fio dkk. Memperhatikan apa yang akan diperbuat oleh Raya dkk. Sebab mereka tidak ada yang berani melawan mereka karna Raya anak salah satu donatur sekolah ini.
" Woyyy loe kuman kuman sekolah " ucap Zena merendahkan.
Fio dkk hanya diam tak menanggapi mereka. Tetap melanjutkan makan siangnya.
" Loe semua budeg dan bisu ya!!! Kalo orang ngomong tuh di jawab " ujar Raya tak terima karna diacuhkan.
" Loeee!!! Kur*ng aj*r loe " ucap Della geram.
" Yang kur*ng aj*r disini loe pada apa kita hah...loe loe semua dateng kesini bikin ribut ngomong gak ada aturan ngerti gak loe " jawab Gina yang sudah jengah.
" Berani loe yaaa hah ngomong kayak gitu sama kita!!! Loe semua tuh cuma kuman,anak kampung yang gak pantes buat ada di sekolah elit kayak gini " ucap Zena dengan angkuhnya. Karna dia memang sangat membenci Gina. Menurutnya Gina sudah merebut Deo darinya.
" Kayaknya loe harus ngaca deh. Yang gak pantes ada di sekolah elit ini kalian semua. Karna apa, kelakuan kalian lebih mirip preman pasar dari pada murid sekolah elit " cibir Rena.
Adu mulut antara mereka membuat seisi kantin fokus pada mereka. Menonton tanpa ada yg berani melerai.
Mereka berbisik bisik ada yang merasa kasihan pada Fio dkk, ada yang mencemooh Raya dkk.
" Hehh loee....loe bisu ya!!! " ucap Farah sambil mendorong bahu Fio.
" Woy loe gak usah main fisik kali Fiona dari tadi diem karna males ngeladenin mulut cabe loe sama temen temen loe " ucap Gina tak terima ada yang menyakiti Fio.
" Uhhh so sweett antar kuman saling membela guyss " cibir Raya.
" Iya tuhh sekelompok kuman dan orang misk*n bersatu ha ha ha ha " sahut Della dengan tawanya.
" Iyuhh palingan juga dia bisa sekolah disini dari duit gak bener dari orang tuanya " ucap Zena menghina.
Fio sedari tadi diam mendengar ucapan mereka. Dia tadi masih bodo amat dengan keberadaan mereka.
Tapi, saat mendengar ucapan mereka menyangkut pautkan kedua orang tuanya membuat darahnya mendidih. Tapi Fio masih menahannya. Ingin tau sejauh apa mulut k*tor mereka menghinanya.
" Yahh pastilahh orang misk*n dapet duit darimana cobak kalo gak dari cara gak bener bisa biayain anaknya di sekolah elit ini " imbuh Farah sambil menatap Fio.
" Ehh loe kalo ngomong jangan keterlaluan yaa...kita dari tadi masih sabar ngadepin loe semua " sahut Ninda emosi.
" Ha ha ha si kuman bela orang misk*n guyss " tawa Zena.
" Loe kalo punya mulut dijaga yaa...loe semua emang kaya. Tapi yang kaya itu orang tua loe, sedangkan loe? loe semua cuma anak manja yang kerjanya ngabisin duit mereka " balas Gina geram.
" Loee!!!! " tunjuk Zena marah ke arah wajah Gina. Sedangkan Gina membalas dengan wajah marahnya.
" Ehh loee bener kan orang tua loe kerja dapet duit gak bener ya kan " cibir Raya sambil mendorong dorong bahu Fio.
__ADS_1
" Pasti itu Ray, mungkin bapaknya mal*ng kali bisa dapet duit banyak " imbuh Della dengan angkuh.
" Ha ha ha ha pasti ibu loe jual diri ya biar dapet duit banyakk " hina Raya.
Seketika semua orang disana berbisik bisik mencibir Fio. Ada juga yang tak percaya dan membela Fio. Membuat Raya dkk yang mendengar antara senang dan tidak.
Deggghhh . Bagai dihantam batu besar. Dada Fio sangat sakit mendengar kedua orang tuanya dihina.
Sudah cukup dia diam. Mereka keterlaluan. Fio bangkit dari duduknya. Menampakkan wajahnya yang merah menahan amarah.
Gina, Ninda, dan Rena melihat Fio menjadi khawatir. Takut Fio kalap dan malah menimbulkan masalah bagi dirinya sendiri.
Brakkkk
Fio menggebrak meja dengan keras. Membuat mereka semua yg ada disana terlonjak kaget.
Bahkan meja tersebut terlihat retak akibat gebrakan yang Fio lakukan.
" Apa loe bilang coba ulangin sekali lagi " ucap Fio dingin dengan sorot mata tajam.
Membuat Raya dkk takut dan gugup. Tapi tetap saja masih angkuh.
" Ibu loe jual diri dan bapak loe pasti seorang mal*ng " ujar Raya menghina.
Plakkkkk
Fio menampar pipi Raya dengan sangat keras. Hampir saja Raya terjatuh, tapi ditahan oleh teman temannya. Mereka yang ada dikantin sontak kaget.
" Itu balasan buat hinaan loe buat Ayah gue gue " ujar Fio dengan sorot mata tajam.
Plakkkk
Fio menampar pipi Della dengan keras dan hampir tersungkur.
" Itu balasan buat loe yang udah ngehina Bunda gue " ucap Fio dingin.
Mereka kembali terkejut melihat apa yang Fio lalukan. Terlebih sahabat sahabatnya.
Plakkkkk
" Itu balasan buat loe karna udah ngehina sahabat sahabat gue " ucap Fio setelah menampar pipi Farah dengan keras.
Plakkkk
" Itu balasan karna loe sering cari masalah sama gue dan sahabat sahabat gue. Sebenarnya apa mau loe semua haahhh " ucap Fio marah setelah menampar pipi Zena.
" Jangan mentang mentang loe semua anak orang kaya jadi loe bisa seenaknya ngerendahin dan ngehina orang lain. " lanjut Fio dengan marah.
Mereka yang ada disana hanya diam. Tak ada yang bergeming. Termasuk Raya dkk mereka masih merasakan sakit teramat di pipinya.
" Yo udah Yo tenangin diri loe jangan terpancing emosi gini " ucap Gina sambil memegang bahu Fio.
" Iya Yo, loe bisa kena masalah karna ini " ucap Ninda ikut menenangkan.
" Udahh Yo, loe harua bisa tenang " imbuh Rena.
Mereka bertiga khawatir akan Fio yang sedang marah.
" Ada apa ini ribut ribut " ucap seseorang dengan suara dingin dan sorot mata tajam. Yang tak lain dan tak bukan adalah Prince.
BERSAMBUNG.....
.
.
.
.
.
.
.
.
...Hayooooo gimana gimana pada penasarankan gimana kelanjutannya???? Gimana ya nasib Fiona selanjutnya??? Simak terusss guyss kelanjutan ceritanya😁😁😁...
...Jangan lupa Like Koment Vote and Kasih Rating sebanykk banyakknyaaaa😄😄😄😙😙😙...
__ADS_1
...Yukk guyss terus kasih dukungan kalian🤗...
...Thank You❤...