Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 68


__ADS_3

...Assalamualaikum Guyyss๐Ÿค—๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹...


...Author kembali menyapa kalian semua dengan up episode baru nihhh๐Ÿ˜‰๐Ÿค—...


...Cuusss langsung dibaca guyyss jangan nunggu lama lagi gasskeunnn dibaca๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…...


...Happy Reading๐Ÿ“–๐Ÿ’™...


To be continue


โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†


Di dapur, saat ini Fio bersama Bu Amira tengah asik berkutat dengan berbagai peralatan dapur. Bu Amira tadi memiliki ide untuk masak udang asam manis kesukaan Prince, dan semur daging kesukaan Pak Renald. Beserta cah kangkung dan bakwan.


" Ini sayang, tolong kamu bersihkan dulu ya udangnya Tante akan buat bumbunya " pinta Bu Amira pada Fio sambil memberikan udang.


" Siap Tante serahkan saja pada Fiona " ujar Fio sigap dengan sedikit candaan.


Mereka asik memasak sampai tak menyadari kedatangan Prince dan Pak Renald. Sedari tadi kedua pria ini duduk di salah satu kursi sambil menatap interaksi keduanya. Karna tak dihiraukan oleh kedua wanita itu, Pak Renald akhirnya buka suara.


" Ekhem Prince, lihat kedua wanita ini serasa dunia milik berdua " celetuk Pak Renald yang membuat perhatian Fio dan Bu Amira padanya.


" Benar Pa, sampai kedatangan kita saja tidak dihiraukan " cibir Prince membuat Bu Amira gatal ingin membalas.


" Sayang, apa kamu tadi mendengar ada suara suara aneh? sepertinya rumah ini ada penunggunya iyakan? " ucap Bu Amira meminta dukungan Fio.


Fio yg mengerti pun berniat untuk membalasnya. Karna kapan lagi kan bisa membalas ucapan guru killer ini.


" Benar Tante, sepertinya tadi ada suara aneh...tapi apa ya hihihi " jawab Fio sambil menahan tawanya.


" Ck. Yg benar saja orang sebesar ini kamu tidak melihat " ucap Prince jengkel karna Fio juga ikut ikutan membela Mamanya.


" Ohh ada Mas Prince sama Om ternyata disini...sejak kapan ada disini kok kami gak melihat " ujar Fio pura pura tak menyadari.


" Iya, sejak kapan Papa dan Prince disini kami sama sekali tidak melihat " balas Bu Amira sambil menahan tawa.


" Sudah lah Prince sepertinya kehadiran kita tidak diterima oleh kedua wanita ini " ujar Pak Renald kesal.


" Benar Pa, lebih baik kita pergi saja ayo " ajak Prince pada Pak Renald.


Akhirnya kedua laki laki itulah yang pergi dan merasa kalah atas ide kejahilan mereka sendiri.


" Ditunggu yaaaaa masakan Mama sama Fiona matanggg " ucap Bu Amira sedikit berteriak lalu mereka berdua tertawa bersama.


" Ha ha ha ha Tante ini ternyata humoris juga ternyata...Om juga " ucap Fio yg masih sedikit tertawa.

__ADS_1


" Yah beginilah sayang keluarga kami, Prince pun sebenarnya dia itu orangnya ramah, hangat, humoris, suka mencibir dan jail tapi ya memang saat di luar lingkungan keluarga dia akan berubah datar dan juga dingin " jelas Bu Amira membuat Fio mengangguk anggukkan kepala.


" Dan karna kamu juga akan menjadi bagian dari keluarga ini, jangan sungkan ataupun terkejut yah dengan suasana seperti tadi " lanjut Bu Amira pada Fio.


" Iya Tante, sebenarnya tidak jauh beda dengan keluarga Fiona sendiri...sama sama hangat " ucap Fio pada Bu Amira.


" Sayang, Tante boleh bertanya? " tanya Bu Amira pada Fio.


" Boleh Tante " jawab Fio sambil tersenyum.


" Emm mungkin ini sedikit pribadi, kalau kamu keberatan Tante tidak akan bertanya " ucap Bu Amira hati hati takut menyinggung perasaan gadis di depannya ini.


" Emm tidak masalah Tante, Fiona akan jawab semua pertanyaan Tante kalau aku bisa " balas Fio lembut meyakinkan Bu Amira.


" Syukurlah...Sayang, Tante sempat mendapat kabar tentang kamu, apa benar dulu kamu sempat memiliki pacar dan sekarang dia emm sudah tiada? " tanya Bu Amira hati hati.


Deggg


Fio mencoba menahan perasaannya.


" I iya Tante, namanya Raka. Dia orangnya baik, pintar, ramah dan berjiwa besar. Emm kami saling mencintai dan menyayangi...bahkan kami sempat seperti merencanakan kehidupan kami untuk masa depan, tapi takdir berkata lain Tuhan lebih menyayangi dan mencintainya " ucap Fio sambil menahan supaya dia tidak menangis.


" Tenanglah sayang...mungkin itu memang sudah takdirnya " ucap Bu Amira mencoba menghibur Fio.


Setelah Fio merasa tenang, Bu Amira kembali bertanya.


" Perasaan itu masih ada dan tetap sama Tante, tapi walau demikian Fiona sadar mencintai tidak harus memiliki bukan. Dan juga Raka sudah tenang disana, Fio harus bisa mengikhlaskannya " ucap Fio tegar dan bijaksana.


" Benar sayang....mencintai dengan tulus itu saat kita bisa mengikhlaskan orang itu untuk berbahagia walau bukan bersama kita. Terlebih lagi jika seperti hubungan kamu dengannya. Kamu tidak bisa hanya berpaku pada satu orang. Masa depanmu masih panjang sayang, di atas sana pasti dia melihat kamu bukan. Jika kamu sedih dan murung dia tidak akan bisa tenang. Tapi sebaliknya jika kamu meneruskan hidupmu dan berbahagia disana dia pasti juga akan bahagia dan tenang " ucap Bu Amira menasehati Fio dengan lembut.


Membuat Fio merasa plong dan tenang mendengar nasihat tersebut. Benar, dia tidak boleh sedih terus menerus.


" Terimakasih Tante " ucap Fio tulus sambil tersenyum.


" Tentu sayang, apapun yang menjadi beban kamu bisa kamu ceritakan dan bagi kepada Tante mulai sekarang kamu anak Tante. Dan jangan panggil Tante lagi, panggil Mama seperti Prince dan panggil Om Papa okey " ujar Bu Amir menghibur Fio. Gadis itu hanya mengangguk sambil tersenyum manis.


" Oh ya sayang, apa kamu benar benar yakin menerima untuk perjodohan ini? Memang benar kami semua mengharapkan kamu menerimanya. Terlebih lagi Prince. Dia sedari dulu sangat menantikan hal ini " ucap Bu Amira tersenyum lembut.


" Iya Tan- eh Ma, aku menerima perjodohan ini dan tanpa ada paksaan apapun lagipula dengan keputusan ini kalian semua bahagia bukan. Jadi kenapa aku tidak menerimanya " jelas Fio jujur sambil terus memotong sayuran.


" Dan, emm aku penasaran apa maksud perkataan Mama kalau Mas Prince sudah menantikan hal ini sedari dulu? " beo Fio tak faham.


Bu Amira tersenyum. Kemudian menjawab, " Suatu saat kamu akan tau sayang. Biar Prince sendiri yang akan menjelaskan semuanya padamu. Kamu percayakan? " tanya Bu Amira.


" Iya Ma, aku akan menunggu hari itu tiba " ujar Fio. Lalu mereka fokus pada acara memasak lagi.

__ADS_1


" Ma, selanjutnya kita akan buat apa? " tanya Fio yang sedang mengupas mangga.


" Kita akan buat dessert puding mangga sayang. Itu kesukaan calon suamimu Prince " ucap Bu Amira sambil terus memotong mangga yang sudah dikupas.


" Ehmm begitu, " ucap Fio singkat sambil mengangguk.


" Oh ya sayang, apa kamu benar benar mau menerima Prince? " tanya Bu Amira lagi sambil dengan pekerjaannya.


Tangan Fio berhenti. Dia memikirkan pertanyaan Bu Amira padanya.


" Entahlah Ma, perasaan Fiona masih belum jelas...tapi Fio akan berusaha menerimanya. Tapi kalau untuk cinta, itu butuh waktu Ma. Tapi aku akan selalu berusaha membuka hati untuk Mas Prince. Terlebih dia guru Fiona di sekolah Ma. Jadi mungkin akan sedikit canggung heheheh " ujar Fio bingung lalu kembali mengupas mangga.


Tanpa mereka sadari, di balik tembok dapur ada Prince yang sedari tadi berdiri disana mendengar percakapan mereka.


Mendengar ucapan terakhir dari gadisnya membuat hatinya bahagia. Setidaknya gadis kecilnya tidak menutup hati untuknya.


" Terimakasih gadis kecil, aku akan berusaha terus untuk membuatmu mencintaiku. Pasti " gumam Prince senang dan pergi dari sana sebelum ketahuan.


Bisa mati kutu dia jika sudah ketahuan oleh kedua wanita ini. Yang jika bersatu membuatnya gelagapan dan kesal.


BERSAMBUNG.....


.


.


.


.


.


.


.


.


...Hallooo guyssss๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹ Gimana gimana kalian suka kan suka sama kelanjutannya????...


...Iya dong suka dong pasti๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„...


...Jangan lupa kasih Like, Koment, Vote, dan Rating sebanyakkk mungkin yaa buat semangatt Author hehehehe๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜...


...Thank You Allโค๐Ÿค—...

__ADS_1


...Ditunggu ya kelanjutannya๐Ÿ˜‰...


__ADS_2