
...Yooo lanjutt kuyyy baca kelanjutannyaaaa😄...
...Gasss kita langsung simak cerita Prince dan Fiona yg apa ya??? bikin gregetan?? bikin sebelll?? apa bikin kesemsem nihhhh hehehehe😁😙...
...Yoookkk lanjuutt...
To be continue
☆☆☆☆☆
Selama perjalanan pulang, keheningan melanda. Tak ada percakapan apapun antara kedua orang yang sedang duduk bersebelahan. Tak ada sepatah katapun yang Prince maupun Fio ucapkan. Suasana canggung.
Tak lama, mobil yang mereka tumpangi berhenti di halaman depan rumah Fio.
" Kita sudah sampai " ujar Prince.
" Ehh ohh i iya pak terimakasih " ucap Fio gugup lalu membuka pintu mobil dan berniat keluar.
" Tunggu. Saya akan bantu kamu. " ucap Prince datar mampu membuat Fio diam seketika.
Prince lalu keluar dari mobil dan mengampiri sisi kiri mobil dan membantu Fio keluar.
" Ayo " ucap Prince sambil mengulurkan tangan.
Tanpa banyak bicara, Fio menerima uluran tanga Prince yang langsung memapahnya menuju teras rumahnya. Lalu Prince mengetuk pintu rumah Fio sembari mengucapkan salam.
Tok tok tok
" Assalamualaikum " ucap Prince.
Namun tak ada jawaban sama sekali dari dalam. Lalu dia beberapa kali mengulang mengetuk pintu.
" Sepertinya keluarga saya belum pulang pak. Orang tua saya sedang bekerja, dan mungkin kedua adik saya belum pulang " ujar Fio hati-hati takut Prince kesal karna sedari tadi dia mengetuk dan tak memberitahunya.
Prince lalu mendudukkan Fio di kursi yang ada di teras. Lalu dia beranjak ke bagasi mobil dan mengeluarkan sepeda Fio. Setelah itu dia kembali menghampiri Fio.
" Apa kamu tidak mempunyai kunci cadangannya? " tanya Prince.
Lalu Fio mengecek kantong tasnya, dan mengeluarkan kunci cadangan yang dia punya.
Kemudian mencoba berdiri untuk membuka pintu. Dengan sigap Prince membantu Fio berdiri dan membuka pintu.
Setelah pintu terbuka, Prince langsung memapah Fio masuk ke dalam dan mendudukannya di ruang tamu.
" Emm sudah pak disini saja " ucap Fio ragu-ragu.
" Baiklah " ucap Prince lalu mendudukan Fio di sofa.
" Ehmm pak terimakasih sudah menolong saya dan maaf saya banyak merepotkan bapak " ucap Fio gugup sambil menunduk.
" Ekhem, ya sama-sama. Saya guru kamu jadi tidak masalah seorang guru membantu muridnya " balas Prince datar.
__ADS_1
" O oo oh iya pak, saya sampai lupa menyuguhkan minum, bapak ingin minum apa? " tanya Fio menghilangkan kegugupannya.
" Tidak perlu, kaki dan lenganmu sedang terluka. Jadi beristirahatlah dan tunggu keluargamu datang " ucap Prince.
" Ehh i iya sudah baiklah " ucap Fio.
Lalu suasana kembali hening. Baik Fio maupun Prince tak ada yang berbicara. Fio sibuk dengan pikirannya yang bingung harus bagaimana, gurunya tak pamit pulang apa dia bisa memintanya pulang saja ya. Tapi itu terdengar seperti mengusir secara halus, apalagi tadi dia sudah menolongnya.
Sedangkan Prince diam sambil memainkan ponselnya. Dia mengecek beberapa email pekerjaan yg Alex kirim. Tapi, perhatiannya sedikit teralihkan pada Fio yg raut wajahnya seperti sedang bingung.
" Ada apa? " tanya Prince tiba-tiba membuat Fio kaget.
" Ehh anu tidak papa pak " jawab Fio gugup.
" Apa kamu merasa tidak nyaman dengan kehadiran saya? " tanya Prince datar.
" Iya. Ehh bukan, maksud saya bukan begitu pak. Saya merasa kurang nyaman karna di sini hanya saya dan bapak. Saya takut tetangga saya berpikiran macam-macam iya begitu maksud saya. " jelas Fio gelapan.
" Apa kamu masih memikirkan ucapan saya kemarin? Dan hal itu yg membuat kamu menghindari saya? " tanya Prince to the point.
Langsung membuat Fio diam membatu. Fio tak tahu haru menjawab apa. Ucapan gurunya barusan 100% benar. Akhh dia tak tau harus menjawab bagaimana.
" Tidak pak, saya tidak menghindari bapak. Saya juga sudah tidak memikirkan kejadian kemarin ." jawab Fio bohong sambil melengos.
" Benarkah? lalu kenapa kamu berbicara tidak melihat ke lawan bicaramu saat ini " balas Prince membuat Fio langsung menoleh padanya.
Kedua mata mereka saling bertatapan. Ada perasaan hangat tersendiri yang tiba-tiba muncul di hati Fio. Deg. Fio merasa gugup dan senang secara bersamaan.
" Saya tau saya tampan, jadi jangan melihat saya seperti itu " ucap Prince PD yg membuat Fio cepat mengalihkan pandangannya. Hal itu membuat Prince mengulum senyum tipis.
Fio cepat menoleh, dia membalas perkataan Prince.
" Kenapa saya harus takut sama bapak, saya tidak takut ataupun menghindari bapak sama sekali " ucap Fio cepat.
" Benarkah? " tanya Prince menaikan satu alisnya.
Fio mengangguk cepat. Yakin. Dengan keberanian yang dia punya dia kembali menatap Prince dan berkata,
" Benar, saya tidak takut " ujar Fio cuek.
" Baiklah, kalau begitu jangan mengindari saya " ucap Prince lagi dengan senyum menggodanya.
" Sudah saya bilang pak kal- " ucapan Fio terhenti kala mendengar salam.
" Assalamualaikum " ucap Pak Gandi beserta Iqbal dan Bilal.
" Ehh waalaikumsalam " ucap Fio langsung menoleh ke pintu.
" Waalaikumsalam " ucap Prince.
" Lohh ada tamu sayang, kok ga dibikinin minum " ujar Pak Gandi.
__ADS_1
" Ehh anu ya, tadi Fio udah nawarin tapi Pak Prince bilang ngga usah " jawab Fio.
" Iya pak, tidak perlu repot-repot. Saya kesini hanya untuk mengantar Fiona pulang, tadi saya tidak sengaja melihatnya di pinggir jalan, dia terluka " jawab Prince tenang dan penuh wibawa.
Pak Gandi, Iqbal, dan Bilal terkejut dan langsung mengecek keadaan Fio.
" Kakak terluka? mana yang sakit kak " tanya Bilal mendekati Fio.
" Kakak ga papa, ini juga lukanya udah diobatin tadi jadi udqh mendingan " Jawab Fio menenangkan ayah dan kedua adiknya.
" Beneran nak? apa perlu diperiksa ke dokter " tanya Pak Gandi.
" Ngga usah Yah, ini udah mendingan kok. Udah diobatin tadi sama Pak Prince " jawab Fio sambil melihat Prince.
" Ya udah, syukurlah. Oh iya terimakasih ya nak Prince sudah membantu Fiona dan mengantarnya pulang " ucap Pak Gandi beralih ke Prince.
" Iya kak, makasih ya udah nolongin kakak " ujar Iqbal dan Bilal.
Prince mengangguk, " Iya sama-sama. Tidak perlu sungkan " ucap Prince sambil tersenyum ramah.
" Baiklah kalau begitu saya pamit pulang pak, karna Fiona sudah ada keluarganya. Jadi saya akan pamit sekarang " lanjut Prince.
" Ehh kenapa buru-buru nak, duduklah sebentar lagi " ucap Pak Gandi dengan tatapan menggoda pada Prince karna dia tau apa yang tadi diucapkan Prince dan Fio.
" Maaf pak, lain kali saja ini sudah terlalu sore jadi saya pamit pulang. Permisi, assalamualaikum " ucap Prince sambil berlalu.
" Baiklah, sekali lagi terimakasih. Waalaikumsalam " jawab Pak Gandi mengantar Prince ke mobilnya.
Lalu Pak Gandi membisikkan sesuatu di telinga Prince, " Ternyata kamu gercep juga nak, tolong terus awasi dan jaga Fio. Terimakasih, Om akan selalu mendukungmu untuk mendapatkan hati putri kecil om. " ucap Pak Gandi berbisik.
Prince hanya membalas dengan anggukan dan senyum. Lalu dia masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya . Setelahnya Pak Gandi langsung berbalik dan masuk ke dalam rumah dengan senyum menghiasi wajahnya.
BERSAMBUNG....
.
.
.
.
.
.
...Hallooo Guyssss👋👋👋👋 Author kembali menyapa kalian dengan episode baru yg pastinya bikin kalian tambah penasaran dengan kelanjutan ceritanya😄😄😄😄...
...Yukk Author ga ada bosen-bosennya tiap hari minta dukungan dari kalian hehehehe...Dukung teru Author ya guyss dengan cara kasih Like, Koment, Vote, and Rating terbaikk kaliann😙😙😙😙...
...Thank You and Happy Reading Guyyssss📖❤...
__ADS_1
...Muacchh😚...
...Salam sayang Author♡...