Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 54


__ADS_3

...Assalamualaikum Guysss๐Ÿค—๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹...


...Kembali lagi dengan Authorrr yg pastinya kalian tunggu-tunggu kannn hehehehe๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„...


...Skuyyy guyss langsung kalian baca ya nih kelanjutan episodenya๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜š...


...Moga suka yaa...Happy Reading๐Ÿ“–โค...


To be continue


โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†


Pagi hari, Fio sudah tiba di sekolah lebih awal seperti kemarin. Dia langsung bergegas menuju ruangan Prince dengan menyenandungkan lagu favoritnya.


Hingga karna terlalu asik bersenandung, dia tak sengaja menabrak seseorang.


Brukhhhh


" Aduhhhh " rintih Fio saat jatuh ke lantai karna menabrak seseorang.


" Duhh sakit bangettt siapa sih emangnya yamg gue tabrak " gerutu Fio sambil berusaha berdiri.


Tapi satu tangan terulur padanya. Orang itu menawarkan bantuan padanya.


" Loe gak papa? " tanya orang tersebut sembari mengulurkan tangannya.


Fio yang mendengar ucapan orang tersebut langsung menengadahkan kepalanya. Terlihat seorang pemuda jangkung dengan badan atletis, kulit putih, bibir tebal, hidung mancung potongan rambut, keren.


Dia adalah Arkana Wiguna. Sang ketua tim basket SMA Merdeka yang menjadi idola di sekolah tersebut. Tak kalah dari Prince, dia juga banyak digandrungi para siswi di sekolah tersebut.


" Gue gak papa " ujar Fio datar tanpa menerima uluran tangan Arkan, panggilan akrabnya.


" Ohh ya udah, sorry gue tadi lagi buru-buru jadi nabrak loe " ujar Arkan dengan senyum manisnya.


" Gak papa, gue juga tadi gak liat-liat makanya nabrak loe " balas Fio.


" Loe Fiona kan, anak kelas 12 IPA 2? " tanyanya memastikan. Fio hanya mengangguk saja sebagai jawaban.


" Kenalin, gue Arkan anak kelas 12 IPS 1" ujarnya memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.


" Hemmm, gue tau. Loe ketua tim basket sekolah kan " ujar Fio datar sambil menerima uluran tangan Arkan. Mendapat respon dari Fio membuat senyum Arkan mengembang.


" Kalo gak ada lagi yang mau diomongin gue permisi ada urusan " ujar Fio hendak berlalu dari sana.


" Tunggu! " cegah Arkan saat Fio akan melangkah pergi.


Fio kemudian menoleh pada Arkan. Menunggu cowok tersebut bicara.


" Gue boleh minta nomor telfon loe? " tanya Arkan sambil tersenyum manis.


" Hemm sorry, gue gak bisa ngasih ke sembarangan orang " ujar Fio setelah itu pergi dari sana meninggalkan Arkan mematung sendiri disana. Menatap tubuh gadis tersebut perlahan menjauh.


Arkan tersenyum memandang Fio berjalan jauh darinya.

__ADS_1


" Fiona, loe cewek yang unik. Kalau setiap cewek di sekolah ini pengen deket sama gue, tapi loe malah jaga jarak sama gue " gumam Arkan sambil terus tersenyum manis.


Dia merasa kagum dengan karakter Fio. Dia sama sekali tidak seperti gadis-gadis lain yang menempel dan mengejarnya. Bahkan mencari perhatian pada seorang Arkan.


Setelah itu Arkan berbalik dan berlalu pergi dari sana. Dia berjalan menuju kelasnya sambil terus tersenyum mengingat Fio.


*****


Sesampainya di kelas, Arkan di tatap aneh oleh teman-temannya.


" Ar, loe kenapa dateng senyum-senyum gitu? " tanya temannya bernama Rega.


Sedangkan Arkan masih diam dan bertahan dengan senyum diwajahnya.


" Woyyy loe denger kaga sih yang gue omongin? " tanya Rega lagi sedikit berteriak.


" Ehhh ha apa? loe ngomong apa tadi? " tanya Arkan kaget dengan temannya yang tadi sempat berteriak.


" Loe kenapa dateng-dateng senyum gitu? " tanya Rega lagi sambil menahan kesal.


" Kesambet kali loe " ujar teman satunya bernama Adit.


" Dihh apaan, gue ga senyum-senyum kali biasa aja " kilah Arkan padahal dia sedang mengalihkan percakapan.


" Biasa nenek loe goyang....jelas-jelas loe dateng kayak orang kesambet " ujar sewot Rega.


" Bener tu kata Rega..... loe kenapa sih kayak orang abis dapet lotre aja. Mana bagi-bagi dong sama kita ya gak " ujar Adit pada temannya sambil menaik turunkan alisnya.


" Hufttt " Arkan mendengus kesal.


" Gue tadi abis tabrakan sama bidadari " ujar Arkan dengan senyum manisnya membayangkan kejadian tadi.


" Hah apa loe kata, bidadari dari mana cobak di sekolah kita mana ada bidadari Ar " ujar Adit bingung menanggapi temannya ini.


" Ck. loe kalo ga percaya ya udah. Pokoknya gue tadi pagi ketemu dia " ujar Arkan lalu dia beralih mengambil buku pelajarannya karna sebentar lagi bell masuk.


Sedang kedua temannya kembali ke tempat duduk masing-masing. Bidadari? kayaknya otak Arkan bermasalah karna kemarin kepalamya habis terkena bola basket saat latihan.


*****


Di tempat lain, kini terlihat seorang pemuda dengan wajah kesalnya. Prince yang saat ini berada di ruangannya menampakkan wajah tak bersahabat. Sehabis menerima telfon dari seseorang moodnya kini memburuk.


Alex yang melihat raut perubahan di wajah Prince hanya diam sambil geleng-geleng kepala. Daripada di kena semprot kekesalan Prince lebih baik dia melanjutkan pekerjaannya. Dia tau apa yang bisa membuat mood Prince kian buruk kalau bukan soal Fiona, gadis kecilnya.


_Flashback On_


Tadi pagi, saat baru memasuki ruangannya, ponsel Prince berdering tanda panggilan masuk. Ternyata itu dari anak buahnya yang diminta untuk mengawasi Fio saat dia di luar kota.


" Selamat pagi Tuan Muda " ujar anak buah Prince di seberang telepon.


" Hemm. Langsung saja ada kabar apa? " tanya Prince tak ingin basa-basi bila sesuatu hal tentang Fio.


" Pagi ini Nona sampai di sekolah dan hendak ke ruangan Anda, tapi Nona tidak sengaja bertabrakan dengan seorang pemuda yang juga siswa disini Tuan Muda. " jelasnya pada Prince.

__ADS_1


Mendengar ada pemuda yang bertabrakan dengan Fiona gadis kecilnya membuat Prince mengeratkan rahangnya. Dia kesal dan marah saat ada pria lain yg mendekati gadisnya.


" Lanjutkan " titah Prince dengan suara datar.


" Nona hanya menanggapi sewajarnya saja, tapi kami lihat pemuda itu menatap Nona dengan tidak biasa. Dia sepertinya memperhatikan Nona dengan tatapan lain seperti kagum dan tersenyum terus saat menatap Nona. Bahkan dia berani meminta nomor telepon Nona " ujar anak buah Prince.


Prince semakin mengeratkan rahangnya. Berani-beraninya pemuda itu mencoba mendekati gadisnya. Meminta nomornya? jangan harap!


" Tapi Nona tidak memberikan nomornya pada pemuda itu Tuan Muda. Nona langsung pergi dari sana meninggalkan pemuda itu yang diam menatap kepergian Nona " lanjutnya.


" Cari tau tentang pemuda itu, dan cari tau juga apa motifnya mendekati Fiona. Jangan sampai dia berniat jahat pada Fiona. Atau nyawa kalian taruhannya. Cepatt!!! " ujar Prince dengan kesalnya lalu memutuskan panggilan telepon.


Tutttt tuttt tutt.


Brakkk. Prince menaruh ponselnya di meja dengan keras. Membuat Alex yang fokus pada pekerjaannya kaget dan menoleh tapi tak berucap apapun.


" Tidak bisa dibiarkan! beraninya pemuda tengik itu mendekati Fiona " gumam Prince kesal.


_Flashback Off_


" Lex, cepat selesaikan semua pekerjaan hari ini! Malam ini juga kita kembali ke Kota D. " titah Prince final.


Alex yang sedari tadi fokus pada pekerjaannya terkejut mendengar ucapan Prince. Tapi secepat mungkin dia menetralkan ekspresinya.


" Tapi Tuan Muda, besok kita masih harus menemui klien dari luar kota " ujar Alex sopan.


" Atur jadwalnya jadi hari ini. Kalau mereka menolak batalkan saja kerjasamanya! " kekeh Prince dengan wajah datar.


Sedangkan Alex hanya bisa dia dan merutuki permintaan Prince yang tiba-tiba ini. Sungguh sodara sekaligus bosnya ini susah ditebak apa maunya.


BERSAMBUNG....


.


.


.


.


.


.


.


...Haiii haiiii haiii....๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹...


...Gimana gimana serukan yaaa kelanjutan ceritanya hehehehe๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„...


...Wahhh tambah bikin penasaran dan greget kan...ya dong pasti๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Makanya pantengin terusss ya up episodenya jan sampai kelewatan๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜„...


...Jan lupa kasih Like, Koment, Vote, dan Rating sebanyakkk dan terbaikk kalian Guysss๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—...

__ADS_1


...Thank Youโค๐Ÿ˜š...


__ADS_2