
...Assalamualaikum Guyss๐ค๐...
...Nihh nihh Author tambahin yaa cerita lanjutannya๐๐๐ Moga kalian suka yaa guysss...
...Gass lah yukk langsung aja dibaca hehehehe๐๐๐...
...Happy Reading๐โค...
To be continue
โโโโโ
Prankkkk prankkkk prankkk
Brakkkkk brakkkk
" Argghhhhhhh si*l.... " teriak Roselia kesal.
Sepulang dari restoran menemui Al dan Devan, Roselia kembali mengamuk di kamar apartemennya.
Hingga malam menjelang, kemarahannya masih belum mereda. Padahal kamar mewah nan elegan itu sudah berubah menjadi seperti kapal pecah.
Barang barang disana sudah pecah dan berantakan. Bibi Art yang bekerja untuk Roselia saja sampai merinding ketakutan.
Pasalnya wanita itu benar benar sudah seperti orang sakit jiwa. Dari siang hingga malam mengamuk dan berteriak tiada henti.
Di dalam kamarnya, Roselia sedang duduk di pinggiran kasurnya. Mencengkram seprai kasur yang sudah berantakan.
" Si*l*n kalian!!! Lihat aku akan balas perbuatan kalian ini !!! " ucap Roselia.
" Dan untukmu Prince hanya aku, hanya Roselia lah wanita yang pantas bersamamu!!! " racaunya lagi.
Kemudian wanita itu beralih mengambil botol minuman yang tergeletak. Untung saja masih belum terbuka jadi isinya tidak bercecer.
Dia membukanya dan dengan gilanya meneguk habis isi botol tersebut. Membuatnya kembali meracau tak jelas.
" Princee dengarr hanya aku yang boleh memiliki kamuuuuu orang lain tidakkkk. Aku aku akan menghabisi siapa saja yang berani merebut kamu Princeeee " racau Roselia tak jelas.
*****
Keesokan harinya, Prince sudah tiba pagi pagi sekali di rumah Fio. Dia turun dari mobil dan mengetuk pintu rumah itu.
Tookkk tokkkk tokkk
" Assalamualaikum " ucap Prince.
" Waalaikumsalam...sebentar " sahut seseorang dari dalam. Suara orang tersebut sangat Prince kenali.
Ya, itu suara gadis kecilnya Fiona. Senyum terukir di wajah tampan Prince yang hari itu memakai setelah kemeja garis bagian lengan dilipat sampai siku. Dengan celana hitam dan sepatu fantofelnya. Rambut hitam klimisnya tertata rapih. Menambah kesan tampan padanya semakin bertambah.
Ceklekkkk
Saat pintu dibuka, tampak Fio yang sudah siap dengan seragam sekolahnya.
" Selamat Pagi " ucap Prince sambil tersenyum.
Melihat senyum di wajah Prince seketika membuat Fio membatu. Ada perasaan aneh di dalam hatinya. Terasa sangat senang mendapat sapaan itu.
Melihat gadis tersebut bengong, Prince menjentikkan jarinya.
Clikk clikkk
" Heyy gadis kecil kamu kenapa bengong seperti itu? Mas tau wajah Mas ini memang tampan " ucap Prince yg langsung menyadarkan Fio.
" E eh ehmm apaan sii narsis banget pagi pagi. Ya udah ayo masuk " ucap Fio speclhess karna gugup.
__ADS_1
" Kamu ternyata patuh juga ya gadis kecil " ucap Prince sambil mengucap puncak kepala Fio pelan saat dia berjalan di belakang gadis itu.
Deggg
" Perasaan apa ini? kok gue kayak nyaman dan seneng diperlakuin gini sama guru killer ini?" ucap Fio dalam hati.
Dia merasa gugup saat ini karna mendapat perlakuan manis dari Prince. Ada perasaan tak karuan dalam hatinya.
" Ckk udah kali Mas, rambut aku udah disisir rapih malah jadi berantakan nihh.... " ucap Fio protes sambil merapikan lagi rambutnya.
Mereka duduk di ruang tamu.
" Lagian nih ya, kalo bukan karna gak mau ketauan sama anak anak sekolah lainnya, aku mana mungkin nurutin Mas wlekk " ucap Fio ketus sambil menjulurkan lidahnya.
Melihat tingkah gadis di depannya ini membuat Prince gemas. Dia ingin tertawa tapi masih jaim dongg.
Tak lama Bu Arsih datang membawa dua cangkir teh hangat.
" Silahkan diminum nak " ucap Bu Arsih sambil menaruh cangkir berisi teh.
" Iya Bund, terimakasih..." ucap Prince sambil tersenyum.
" Bunda kok udah bikin minum aja? padahal kan aku belom bilang kalau Mas Prince udah dateng...ini aja baru beberapa menit Bund dateng dianya " ucap Fio pada Bu Arsih.
" Tadi Bunda memang sedang membuat teh sayang, lalu mendengar suara mesin mobi. Bunda fikir itu pasti nak Prince karna dia sudah ijin Ayah Bunda semalam kalau akan berangkat bersama kamu dan datang lebih pagi " jelas Bu Arsih sambil tersenyum.
" Jadi sekalian aja sayang Bunda buatkan teh untuknya " lanjutnya.
" Ohh gitu...ehh tapi kok Bunda sama Ayah gak ngasih tau Fiona siii " ucap Fio sambil pura pura cemberut.
Melihat ekspresi Fio, membuat Bu Arsih dan Prince tertawa kecil.
" Ishhh kok Bunda sama Mas malah ketawa sihh " protes Fio.
" Ha ha ha kamu ini memang gadis kecil... " ejek Prince disela tawanya.
" Sudah sudah sayang, Nak Prince hanya bercanda. Ayo kalian sarapan dulu setelah itu berangkat " ajak Bu Arsih.
" Emm kayaknya ngga sarapan di rumah dehh Bund, kita sarapan di mobil aja biar nggak keduluan anak anak lain gituu " ucap Fio sedikit kikuk.
" Hemm kamu ini makanya kamu ada ada aja sayang main rahasia rahasiaan " ucap Bu Arsih sambil menggelengkan kepala.
" Ehhehehehe Fiona belum siap Bund, jadi demi kenyamanan bersama ya cuma ini jalan satu satunya. Dan Mas Prince juga udah setuju kok iyakan Mas? " ucap Fio beralih pada Prince.
" Iya Bunda, tidak apa apa asalkan Fiona senang " ucap Prince dengan senyum tipisnya.
Bu Arsih mengangguk.
" Terimakasih nak kamu mau menerima semua sikap Fiona yang kadang masih kekanakan " ucap Bu Arsih.
" Ihhh Bundaaaa nggak gituuu " ucap Fio merajuk.
Ha ha ha ha tawa Bu Arsih dan Prince bersamaan melihat tingkah Fio saat merajuk.
" Sudah sudah ayo Fiona ikut Bunda ke dapur menyiapkan bekal untuk di makan di mobil " ajak Bu Arsih dan diangguki oleh Fio yang mengekor dari belakang.
*****
Kini, Prince dan Fio sudah berada di mobil. Perjalanan menuju sekolah.
Fio membuka bekal roti isi dari Bu Arsih dan mulai memakannya. Tak menghiraukan Prince yang sedari tadi melirik ke arahnya.
" Ekkhemmm " dehem Prince membuat Fio menoleh.
" Kenapa Mas? sakit tenggorokan ya? " tanya Fio dengan polosnya sambil terus menggigit roti tersebut.
__ADS_1
" Ckk dasar gadis kecil rakus " ejek Prince acuh.
" Yakkkk ini masih pagi udah ngajakin berantemm hihhh " ucap Fio sebal.
" Kalau tidak rakus lalu apa? Kamu memakan bekal itu sendiri. Padahal Bunda kamu menyiapkan itu juga untuk Mas " ucap Prince menyindir Fio.
Membuat gadis itu mati kutu. Lalu menampakkan wajah tanpa dosanya.
" Ohh iya lupaa hehehe maaf ya Mas abisnya roti bikinan Bunda enak bangettt. Nihh Mas kalau mau ambil aja hehehe gak usah sungkan sungkan " ucap Fio sambil tertawa kecil menyodorkan kotak makan tersebut.
" Kamu tidak lihat Mas sedang menyetir hemm lalu bagaimana Mas akan makan? " ucap Prince cuek terus fokus pada jalan.
Mendengar ucapan Prince barusan, membuat Fio nyengir.
" Ohh iya, terus gimana dongg apa mau berhenti dulu gitu biar Mas bisa makan? " tawar Fio padahal dirinya bisa menyuapkan roti tersebut. Hadehh dasar gak peka nihh.
" Tidak perlu. Kan ada kamu ya kamu bantu saya makan " ucap Prince santai. Sudut bibirnya melengkung.
" Bantu? " beo gadis itu.
" Iya, bantu saya makan. Suapi saya " ucap Prince sambil menoleh membuka mulutnya.
Fio hanya diam. Dia sedikit enggan melakukannya.
" Aaa ayo suapi saya gadis kecil " ucap Prince membuyarkan lamunan Fio.
" Ehh iya iya ini gak usah ngagetin juga kali Mas " ucap Fio sebal.
Lalu dia mengambil roti lalu mulai menyodorkannya pada Prince. Tapi karna dia merasa ragu ragu akhirnya roti tersebut tak sampai pada mulut Prince.
Membuat Prince menoleh dan satu tangannya memegang tangan Fio menariknya lebih mendekat.
Sontak hal itu membuat Fio terdiam. Tanpa sadar tatapan keduanya bertemu. Saling pandang dengan tangan Fio masih dicekal oleh Prince.
Deggg deggg degg
Jantung Fio berdegub kencang.
" Astagaaa gue kenapa ini... jantung guee apa gue kena penyakit jantung yaa. Mas Prince guru killer ini keliatan ganteng juga ya dari deket gini " ucap Fio dalam hati tanpa sadar memuji Prince.
BERSAMBUNG.....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...Haiii para Readerss yg Authorr sayang๐๐๐ค๐ค๐ค...
...Gimana seruuu kannnn kelanjutannya๐๐๐makin gregett gakkk ya kan pasti donggg๐๐๐๐๐๐...
...Skuyy pantengin teruss ya jangan sampai ketinggalan 1 episode punn okeyyy๐๐๐...
__ADS_1
...Jan lupa Like, Koment, Vote, dan kasih Ratingg sebanyakk banyakkknya dan terbaikk dari kalian๐๐๐๐๐...
...Thank Youโค...