
Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, akhirnya mobil yg ditumpangi Prince dan Fio tiba di depan halaman rumah Fio. Saat sampai, mereka berdua tidak langsung turun. Melainkan masih bergelut dengan pikiran masing-masing. Tetapi,sesaat kemudian Prince tersadar dan memecah keheningan di antara mereka.
" Ekhem...kita sudah sampai di rumah kamu, ayo turun saya sekalian ingin mengucapkan maaf kepada orang tuanu karna membuat anak perempuannya pulang malam ".
" Terimakasih pak, tapi sebaiknya tidak perlu nanti saya akan menjelaskan sendiri pada mereka " ucap Fio.
" Tidak, saya akan tetap menemui kedua orang tuamu karna saya gurumu " ujar Prince dan Fio hanya bisa pasrah. Akhirnya mereka turun dari mobil dan menuju pintu.
Tok tok tok
" Assalamualaikum bunda...Fio pulang " ucap Fio.
Ceklek..
" Waalaikumsalam...eh anak ayah sudah pulang. Habis dari mana sampai pulang malam begini? " tanya ayah sedikit tegas. Tak memperhatikan bahwa disana juga ada Prince.
" Ehmm itu itu Fio habis dar- " ucapan Fio terpotong kala Prince membuka suara.
" Maaf sebelumnya pak, saya Prince guru baru dari Fio. Saya tadi memintanya untuk membantu saya menyusun soal-soal untuk ulangan besok dan tanpa terasa waktu sudah malam " ujar Prince. Lalu ayah menoleh ke arah Prince dan berkata, " Kamu? " tanya ayah. Dan hanya dibalas senyum tipis penuh arti dan anggukan oleh Prince.
" Ohh iya baiklah, terimakasih Pak Prince sudah mengantar Fio pulang dengan selamat " ujar ayah dengan senyum sumringah.
" Panggil nama saja pak, walau saya guru Fio tapi bapak lebih tua dari saya " ujarnya.
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu, nak Prince " ujar ayah dengan sedikit tawa.
" Ya sudah Fio, sekarang kamu masuk dan bersih-bersih badan lalu makan ya bundamu sudah menunggu dari tadi. Ayah ingin bicara sebentar dengan gurumu ini. " ucap ayah membuat Fio bingung lalu mengangguk dan berjalan masuk ke rumah.
" Nak Prince, bisa kita bicara sebentar? " tanya ayah.
" Tentu pak " ujar Prince singkat.
" Ahhh kamu masih saja bersandiwara ya hahahaha panggil saja om seperti biasa atau ayah seperti Fio memanggil saya " ucap ayah.
" Hemm ya om Gandi, apa yang ingin om bicarakan? " tanya Prince to the point.
" Kapan kamu tiba di kota ini? " tanya ayah.
" Kemarin lusa om ".
" Hem tentu saja om, takdir kami yang memberi saya jalan. Walau dia tak mengenali saya sekalipun, tapi takdir yang mengikat kami sangat kuat " jawab Prince.
" Ya ya kamu bisa saja. Baiklah kalau begitu, om harap kamu bisa menjaga gadis kecil om dengan sangat baik, om bisa percaya kan dengan kamu? " ucap ayah.
" Tentu om, saya akan menjaga gadis kecilku itu dengan sangat baik. Saya sudah bertahun-tahun menantikan hari ini. " ucap Prince tegas dan mantap.
" Baik, om percaya padamu. Ohh iya kamu tadi bilang 'gadis kecilku' hemm dia itu gadis kecilku tahu putri kecilku yang manis " ujar ayah. Prince yg mendengar hanya tersenyum tipis. Ia tak masalah dengan ucapan pak Gandi, dikemudian hari dia pasti akan bisa memiliki gadis kecilnya itu.
__ADS_1
"Sedikit lagi dia akan menjadi gadis kecilku om " batin Prince.
" Ya sudah om, kalau begitu saya pamit pulang " ujar Prince.
" Kenapa buru-buru? kamu makan dulu saja disini ".
" Tidak usah om terimakasih atas tawarannya saya tadi sudah makan. Saya pulang om, assalamualaikum " ucap Prince.
" Yah baiklah, waalaikumsalam ".
Setelah perbincangan itu usai, Prince pamit pulang dan masuk ke dalam mobil. Ia akan kembali ke rumahnya, diperjalanan ia terus saja memikirkan Fio dan ucapan pak Gandi. Dia senang akhirnya tak butuh waktu lama setelah ia tiba di kota itu untuk menemukan gadis kecilnya. Ia sangat bersyukur pak Gandi juga memberikan kepercayaan kepadanya.
.
.
.
.
.
Happy Reading Guyssssss📖😉
__ADS_1
Yukkkk terus dukung author ya dengan cara kasih Like, Koment, Vote, dan Rating sebanyakkkk banyakknyaaa supaya author tambah semangat nih up episode tiap hari😍😊
Thank You Guysss❤🤗