Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 23


__ADS_3

_Flashback On_


Saat berada di alun-alun, Fio duduk sendiri dan sempat melihat sepasang kekasih tengah duduk sambil bercanda ria. Dia kembali teringat kenangan bersama almarhum Raka. Dulu mereka berdua selalu pergi olahraga bersama di alun-alun bersama teman-teman yang lain.


Hatinya pilu, jika mengingat kenangan indah itu. Tak terasa bulir bening mengalir dari pelupuk matanya. Air mata yang sedari tadi ia bendung ketika awal mengingat kenangan itu. Jika ditanya apakah Fio sudah merelakan kepergian Raka, maka jawabannya belum. Tapi dia berusaha untuk ikhlas.


" Aku kangen kamu Raka " gumam Fio disela tangisnya.


Lalu tiba-tiba Prince datang dan duduk disebelah Fio. Sambil berucap, " Menangislah jika itu bisa membuatmu tenang. Tapi setelahnya, jangan biarkan air mata itu mengalir kembali " ujarnya.


Fio yang mendengarpun menoleh dan segera mengusap wajah yang dipenuhi air mata.


" Kenapa kamu nangis sendirian disini? bukankah kamu bersama teman-temanmu " tanya Prince dengan nada suara lembut.


" Sa saya hanya sedang mencari udara segar, karna habis jogging " ujar Fio buru-buru.


" Lalu knp kamu nangis? seperti anak kecil saja " ujar Prince sambil mengejek.


" Nggak, saya ga nangis tadi cuma kelilipan aja " jawab Fio segera.


" Benarkah? sini saya lihat apakah mata kami kelilipan debu sangat banyak sampai nangis " ujar Prince sembari mendekatkan wajahnya ke wajah Fio.


Sesaat tatapan mereka saling bertemu, ada desiran hangat mengalir di hati Fio. Ia seperti mengenal tatapan itu. Tapi, tetap saja ia menepis hal itu.


Sedangkan Prince, ia menatap takjub mata Fio yang indah menurutnya. Mata mungil yg belasan tahun lalu ia gemari. Yang selalu ingin ia tatap, mata sebening kristal, menawan dan bercahaya.


Tapi, beberapa saat kemudian keduanya segera tersadar. Serasa tertarik ke dunia nyata.


" Ekhem..maaf saya tidak bermaksud " ujar Prince lugas.


" O o ohh.. emm tak masalah, saya juga minta maaf pak " jawab Fio gugup.


Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada beberapa pasang mata yg memperhatikan dan melihat mereka. Rena, Ninda, Gina, Redho, Nino, Deo melihat semua kejadian tadi. Alex pun juga memperhatikan dan berinisiatif mengabadikan kejadian tadi dengan kamera ponselnya. Dia memotret beberapa foto dari kejadian tadi.


Sedangkan teman-teman Fio terkejut melihat kejadian tadi. Mereka bertanya-tanya, apakah Fio dan Pak Prince sudah sedekat itu??


Dengan sikap Pak Prince yang datar, dingin, dan cuek, rasanya tidak mungkin.

__ADS_1


Akhirnya mereka semua menghampiri Fio dan Prince bersama-sama.


" Yo, loe dicariin kemana-mana taunya disini " ujar Rena.


" Ya sorry, gue tadi abis cari udara segar " jawab Fio dan hanya diangguki oleh semua temannya.


" Ehh tapi kok loe bisa sama Pak Prince? " tanya Nino sedikit menggoda.


" Saya tadi kebetulan melihat dia sendirian disini dan menyapanya saja " jawab Prince datar. Langsung semua teman-teman Fio mengangguk dan tak bertanya lagi. Pasalnya mereka sebenarnya tau dari awal kejadian tadi.


Mulai dari Fio duduk termenung, lalu menangis dan Prince menghampirinya. Sedangkan Alex dia tersenyum, dia merasa bos sekaligus sodaranya itu sudah ada sedikit kemajuan.


" Ohh oke ya udah yuk kita pulang, udah hampir siang nih " ajak Ninda mencoba mencairkan suasana. Dan disetujui oleh teman-temannya.


" Ya udh kalo gitu, kami pamit pulang pak. Assalamualaikum " pamit Fio dkk lalu pergi dari sana.


Meninggalkan Prince yang duduk diam sambil tersenyum. Alex yang melihat juga merasa senang. Ia tau apa arti senyum itu.


Setelah pulang dari alun-alun sikap Fio berubah lagi, dia jadi murung dan tak mau makan. Maka dari itu ia bisa pingsan saat disekolah.


_Flashback Off_


" Yo, loe ngerasa aneh ga sama Pak Prince " tanya Ninda tiba-tiba duduk di bangku depan Fio.


" Aneh? aneh kenapa? " tanya Fio bingung.


" Ya aneh aja, dia kan terkenal dingin datar dan cuek, tapi bisa tiba-tiba peduli care bangettt sama loe " lanjut Ninda.


" Iya Yo, kan yang kita tau dia ga mau tu didekitin siapa-siapa kalo bukan urusan penting " sahut Rena semangat.


" Apa jangan-jangan Pak Prince suka lagi sama loee " sahut Ninda sambil menggoda Fio.


" Ngaco banget tau ga kalian " jawab Fio cuek.


" Mana mungkin kayak gitu. Dia baik sama gue nolongin gue kemarin sebagai tanggung jawab guru ke muridnya aja. Tadi dia bilang gitu " lanjut Fio datar.


" Iya juga sii tapi maksud loe pak Prince bilang gitu tadi apa? " tanya Rena penasaran.

__ADS_1


" Gue tadi nemuin dia mau ngucapin makasih doang " jawab Fio.


" Ohh gitu kirain " jawab Rena dan Ninda serempak. Sedangkan Gina hanya diam menyimak percakapan ketiganya. Dia merasa Fio sedang dalam suasana hati yang tak baik, jadi dia hanya diam saja dan menengahi percakapan itu.


" Udah-udah kalian berdua jangan ngaco deh, tu liat muka Fio, dia keknya males mau bahasin hal itu " ujar Rena menengahi.


" Ehh iya iya sorry...abisnya kita penasaran banget sih. " ujar Ninda sambil senyum lebar.


" Iya bener, tapi kalo emang Pak Prince suka sama Fio gue sih setuju dan dukung bangett " sahut Rena dan diangguki oleh Ninda.


Sedangkan Fio dan Gina hanya diam memutar bola mata malas. Percuma kedua temannya itu ga akan bisa diam kalo soal seperti ini.


" Huss tambah ngaco, gimana klo Pak Prince ternyata udah punya istri coba " ujar Gina.


Sontak Rena dan Ninda diam, " Bener juga ya, klo pak Prince udh punya istri gimana? kasian Fio dong " batin mereka.


" Udahlah jangan bahas begituan lagi. Mending sekarang kita nonton film aja, gue punya film action terbaru, kemarin baru download " ujar Fio mengalihkan percakapan. Ia sudah malas mendengar ocehan teman-temanya membahas hal yang tak penting.


" Ayoo kita nobarr " ujar mereka berempat kompak.


.


.


.


.


.


.


Hallooo Guyyyyssss👋👋😄 Happy Reading yaaa📖😘


Maaf bangettt klo author lama nge-up episodenya. Maklum masi banyak kegiatan lain hehehe😁🤗


Yukkk terus kasih dukungan dan semangattt dari kalian buat author biar cepet up episode😊

__ADS_1


Kasih Like, Koment, Vote, dan Rating sebanyak banyakknya oke😊😍


Thank You All❤🤗


__ADS_2