Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 51


__ADS_3

...Hallooo Guysss👋👋👋👋...


...Assalamualaikum🤗 Ketemu lagi nihh kita yaa hehehe alhamdulillah😊😙...


...Nihh silahkan langsung ajaa di gasss baca guysss kelanjutan episodenya heheheh😄😄😄...


...Moga kalian suka🤗😊...


...Happy Reading📖❤...


To be continue


☆☆☆☆☆


Kini mobil yang ditumpangi Prince dan Alex sudah memasuki pelataran Hadijaya Company. Berhenti tepat di depan pintu masuk loby perusahaan tersebut. Nampak megah dan menjulang tinggi gedung Hadijaya Company.


Saat mobil Prince berhenti tepat di depan sana, satpam penjaga yang mengenali mobil milik CEO perusahaan tersebut dengan sigap berdiri dan menyambutnya. Alex keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Prince sembari membungkukkan badan.


Saat Prince keluar dari mobil, semua karyawan yang ada disana langsung berbaris rapih dan menundukkan kepala.


" Selamat pagi Tuan Muda " ujar satpam penjaga mewakili rekan-rekannya.


Prince yang mendengar hanya mengangguk dan kembali berjalan memasuki perusahaan. Dengan wajah dingin dan datar, tetapi tampan yang mampu membuat para karyawan wanita disana tak berkedip. Diikuti Alex dibelakangnya, yg sama-sama memasang wajah datar dan dingin. Dengan sorot mata tajam.


Semua karyawan yang berpapasan dengan Prince sesegera mungkin berdiri tegap dan membungkukkan badan memberi hormat padanya.


" Apa ada masalah Lex saat saya tidak di kantor " tanya Prince datar pada Alex sembari berjalan menuju lift khusus CEO dan para petinggi perusahaan.


Alex yang sedari tadi mengikuti Prince dari belakang segera menjawab.


" Tidak ada Tuan Muda, semua aman terkendali " jawab Alex lugas.


Lalu mereka memasuki lift dan menuju lantai teratas khusus ruangan CEO.


Tak lama mereka keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan. Di depan pintu masuk ruangan Prince terlihat seorang lelaki yg umurnya tak jauh beda dengan Prince dan Alex. Nando Emilio atau biasa dipanggil Nando, sekertaris Prince sekaligus teman Prince yang dulu sempat di tolong. Melihat kehadiran bosnya dia langsung berdiri dan membungkukkan badan.


" Selamat datang kembali Tuan Muda " ujar Nando.


" Hemm " jawab Prince datar dan langsung masuk menuju ruangannya diikuti Alex.


Di dalam ruangannya, Prince langsung duduk di kursi kebesarannya yang selama beberapa bulan ini dia tinggal.


" Tuan Muda, rapat akan dimulai 20 menit lagi. Saya permisi untuk mempersiapkan segalanya bersama Nando " ujar Alex.


" Hemm...jangan sampai ada kesalahan " ucap Prince masih dengan tampang datarnya.


" Baik. Kalau begitu saya permisi " ujar Alex membungkukkan badan lalu berbalik keluar dari ruangan tersebut.


" Nando, berkas untuk rapat hari ini sudah kamu siapkan " tanya Alex.


" Sudah siap semua asisten Alex hanya tinggal menunggu rapatnya saja " jawab Nando pasti.


" Bagus " ujar Alex singkat dan berlalu dari sana.


*****


Di sebuah sekolah SMA, kini terlihat seorang gadis cantik nan manis sedang berjalan seorang diri di koridor sekolah yang masih sepi. Gadis itu Fio, dia datang lebih pagi dari biasanya untuk melaksanakan perintah gurunya tempo hari.

__ADS_1


Tapi, pagi ini wajah Fio tak terlihat seperti biasanya. Wajahnya terlihat sedikit murung dan tak cerah. Sejak semalam dia memikirkan perjodohan yang ditetapkan kedua orang tuanya. Walau dia bilang sudah setuju tapi tetap saja hatinya tidak tenang.


Dia saja tidak kenal siapa lelaki yang akan dijodohkan dengannya. Walau memang lelaki itu sudah mengenalinya. Tapi Fio tidak tau bagaimana karakternya, sifatnya, wajahnya, tua atau muda. Bagaimana jika dia adalah seorang lelaki tua yamg botak dan perutnya buncit. Memikirkannya saja Fio jadi merinding.


Belum lagi persoalan tentang gurunya, Prince. Yang belakangan ini selalu mengganggu pikirannya, kusut sekali pikirannya sekarang ini.


Setelah sampai di depan ruangan Prince, Fio langsung membuka kunci dan masuk. Lalu mulai mengambil sapu dan kemoceng untuk bersih-bersih ruangan itu dulu. Setelah beberapa menit bebersih, akhirnya selesai. Lalu dia mengambil kertas materi dan flashdisk yang terdapat soal-soal dan tugas yang di berikan Prince.


" Hemm ini gue harus ke kopsis dulu nih...apa udah buka ya " gumam Fio sambil melihat jam tangannya.


Lalu dia bergegas keluar ruangan tersebut dan kembali menguncinya. Kemudian segera berlalu menuju kelasnya untuk menemui sahabat-sahabatnya.


Sesampainya di kelas, Fio langsung masuk dan duduk di tempatnya. Disana sudah ada Rena, Ninda, dan Gina yg sedang bercengkrama.


" Eh Yo, loe darimana aja kita tadi nyariin loe diparkiran soalnya kita liat sepeda loe udah ada tapi loenya ga ada " cerocos Rena. Huftt pagi-pagi begini sahabatnya yang satu ini memang sedang full energi untuk berceloteh.


" Gue tadi dateng lebih pagi, loe semua kan udah tau klo gue dapet tugas bersihin ruangan guru killer selama dia ga ada " jelas Fio sambil merapikan kertas-kertas materi dari Prince.


" Itu loe bawa apaan Yo ribet banget kayaknya " ujar Ninda jiwa keponya mulai keluar.


" Ini nih tugas dari dia, materi selama dia ga masuk terua gue bentar lagi mau foto copy ini dulu terus ngasih juga ke kelas-kelas sebelah " ujar Fio.


" Ohh gitu, loe perlu bantuan gak? kita bisa bantuin loe ya gak guyss " ujar Ninda.


" Pasti dongg " sahut Rena dan Gina berbarengan.


" Ahhhh makasih makasih guyss kalian emang terbaik dehhh tau aja gue lagi ribet hehehe " ujar Fio dengan senangnya.


" Ya udah, ayok sekarang ke tempat foto copy ntar gue bagiin materi-materinya kalian bantu gue nyampai in ke kelas-kelas ini okey " ujar Fio sambil menunjuk daftar kelas yg akan ditujunya.


" Sipp lahh ayok kan berarti kita hari ini jamkos sampe ntar istirahat kann " ujar Rena girang membayangkan akan jamkos.


" Awwwwsss " rintih Rena kala jari Fio mengetuk tepat di dahinya.


" Duhh Yo sakit tau nihh liat ntar benjol gimana " rajuk Rena pura-pura.


" Lagian loe sihh jamkos darimana coba...loe tau nggak Pak Prince ngasih materi ini buat kita pelajarin. Nihh juga dia ngasih soal-soal dan tugas ini buat kita semua ya ampunn " jelas Fio dengan wajah kesalnya.


" Hahhhh " kaget ketiganya kompak saat mendengar ucapan Fio.


" Ya ampunn Pak Prince tu ya ga ada belas kasihnya sama murid sendiri. Gue kira cuma ngasih materi doang pas dia lagi gak ngajar. Nyatanya lebih parahh dinggg " ujar Ninda hebohh sambil menampakkan wajah cemberut.


" Udahlah terima aja mau gimana lagi...ntar klo ga dikerjain dapet nilai 0 mau loe " ujar Gina bijak.


" Hehehe ya jangan donggg masak gue yang cantik manis begini dapet 0 sihh " ujar Rena dengan PDnya.


" Ya udah ayokk katanya pada mau bantu gue. Yuk langsung ke tempat foto copy sekalian nih print soal-soal...klo ga sempet ntar kirim via email atau WA ajalahh " ajak Fio sembari beranjak dari duduknya. Diikuti oleh ketiga sahabatnya mereka menuju tempat foto copy.


Di perjalanan menuju tempat foto copy, mereka berempat bertemu dengan Raya dkk dari arah berlawanan. Langsung saja saling melempar tatapan sinis. Sedangkan Fio hanya memasang wajah datarnya tak ingin menggubris Raya dkk.


Namun hal itu malam membuat Raya dkk kesal, dan menghampiri Fio dkk.


" Ya ampunn pagi gue yang cerah jadi rusakkk guyss ketemu kuman-kuman sekolah yang iyuhhh nggak bangett " ujar Raya mendramatisir.


" Bener bangett tuh Ray, pandangan gue jadi ga bagus pagi-pagi ngeliat kuman " sahut Farah dengan wajah angkuhnya.


" Ehh guyss denger gak tadi ada suara-suara aneh gitu tapi gak ada wujudnya " ujar Ninda sengaja tak menganggap Raya dkk.

__ADS_1


" Iya nihh Nin, gue denger kayak suara kunti dehh ya...serem nih sekolah " sahut Rena sambil pura-pura ngeri.


Mendengar ucapan keduanya, membuat Raya dkk semakin kesal dan marah.


" Hehh maksud loe apa ngomong kayak gitu!!! " ujar Zena sambil mendorong bahu Ninda.


" Ehh loe biasa aja dong gausah main dorong-dorong segala " ujar Ninda tak terima.


" Kenapa ga terima loe!! Sini loe kalo berani " tantang Zena dengan sombongnya.


" Apaan sih loe semua, dateng-dateng bikin masalah sama kita. Ga ada kerjaan ya loe pada " ujar Gina yg sedari tadi diam, dia paling tidak suka orang terdekatnya di ganggu.


" Diem loe!! kalian semua tu ga pantes ada di sekolah ini " ujar Della angkuh.


" Ck. Terus menurut loe orang-orang gatel kek kalian ini yang pantes ada disekolah sebagus ini gitu " ujar Rena santai yg membuat Della tambah kesal dan hendak melayangkan tangannya menampar Rena.


Tapi seseorang menahan tangan tersebut yg sedikit lagi mengenai wajah Rena. Orang itu adalah Fio, dia sedari tadi diam karna mengira mereka tidak akan main kasar secara fisik. Tapi dia salah.


" Jangan sekalipun tangan kotor loe ini nyentuh sahabat gue!!! " ujar Fio dengan wajah dingin dan sorot mata tajam. Membuat Della menelan ludahnya kasar. Keberaniannya tadi seakan menciut melihat raut wajah Fio yg berbeda.


" Awww le lepas sakit " rintih Della karna memang Fio mencengkram tangannya dengan kuat. Setelah itu Fio langsung menghempaskan tangan tersebut.


" Loe!!! Berani banget loe kayak gitu sama temen gue " ujar Raya tak terima.


Fio yang memang sedang menahan amarah langsung menatap tajam Raya dkk.


" Kenapa. Cuma loe dan temen-temen loe yg bisa kasar? Cihh loe salah " ujar Fio dengan tatapan dingin.


Raya dkk langsung bergidik saat mendengar ucapan Fio.


" Gue ga akan segan-segan balas perbuatan loe klo sampe loe nyakitin orang terdekat gue!! " ujar Fio penuh penekanan. Raya dkk hanya diam bungkam.


Setelah itu Fio dkk langsung pergi dari sana. Karna Gina tau Fio sedang dalam perasaan tak baik jadi dia berusaha menengahi perdebatan tadi.


BERSAMBUNG...


.


.


.


.


.


.


.


...Haiii para Readerss yg Authorr sayang👋👋🤗🤗🤗...


...Gimana seruuu kannnn kelanjutannya😄😄😄makin gregett gakkk ya kan pasti donggg😄😄😄😉😉😉...


...Skuyy pantengin teruss ya jangan sampai ketinggalan 1 episode punn okeyyy😉😉😉...


...Jan lupa Like, Koment, Vote, dan kasih Ratingg sebanyakk banyakkknya dan terbaikk dari kalian😁😁😙😙😙...

__ADS_1


...Thank You❤...


__ADS_2