Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 106


__ADS_3

Episode 106


...Happy Reading Guuyyss ❤️📖...


To be continue


☆☆☆☆☆


Sehabis jogging, seperti biasa Fio memutuskan untuk mampir ke tempat makan yang sudah jadi langganan nya.


Pagi ini gadis itu memutuskan untuk makan bubur ayam kesukaannya.


Tak lama bubur pesanannya datang. Dia menikmati bubur itu dengan nikmat. Sambil membuka HPnya.


Ternyata banyak notifikasi pesan dan telfon masuk.


Segera dibukanya, ternyata dari Rena,Gina, dan Prince.


Pertama Fio membalas pesan Prince.


" Lagi di taman makan bubur" gumam Fio sambil mengetikkan pesan.


" Padahal kemaren diem aja cuek huh " ujar Fio bermonolog.


Lalu dia membuka pesan dari Rena dan Gina.


" Fiona, gue mau ngabarin kalo Om Tio kecelakaan " isi pesan Rena.


Fio terkejut, lalu segera membalasnya,


" Astaghfirullah, kapan Ren? terus gimana keadaanya sekarang? " balas Fio. Tapi ternyata Rena sudah mematikan ponselnya dan tak ada balasan.


Lalu dia membuka pesan dari Gina. Yang isinya sama mengabarkan tentang Papa Ninda.


Fio segera menelepon Gina, karna melihat kontak Gina online


" Assalamualaikum Gin, gimana keadaan Om Tio? " tanya Fio.


" Wassalamu'alaikum Yo, gue belum tau keadaanya, ini sekarang gue lagi siap siap mau ke rumah sakit. Pagi pagi banget tadi Deo ngabarin soal Papanya Ninda. " jelas Gina.


" Ya udah loe sharelock ya lokasinya nanti gue nyusul kesana . Assalamualaikum" ujar Fio segera mematikan telepon.


Gadis itu segera menghabiskan buburnya yang sisa sedikit. Lalu pergi membayar dan segera pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah, setelah berbicara beberapa kata dengan Bunda dan Ayah nya Fio segera bergegas masuk kamar untuk bersiap dan pergi ke rumah sakit.


_Skipp Di Rumah Sakit_


Fio yang sudah sampai di rumah sakit tempat Papa Ninda di rawat langsung masuk dan bertanya ke bagian administrasi.


Setelah itu segera menuju dimana ruangan Papa Ninda di rawat. Ternyata Papa Ninda masih di rawat di UGD dari semalam.


Di depan ruangan, ada Ninda dan Mamanya. Juga ada Rena,Gina,Deo,Nino, dan Redho.


" Assalamualaikum " ucap Fio berjalan mendekati mereka.


" Waalaikumsalam " jawab mereka kompak.


Fio langsung mendekati Ninda dan Mamanya.


" Yang sabar ya Nin, Tan. Om Tio pasti baik baik aja " ujar Fio sebagai rasa empati.


Ninda mengangguk,


" Iya Yo, makasih udah dateng ya " jawab Ninda.

__ADS_1


" Pasti, gue juga sahabat loe kita semua disini sahabat loe akan selalu dukung dan ada buat loe " ucap Fio dan diangguki oleh yang lainnya.


Tante Ranti yang mendengar tersenyum haru. Bersyukur putrinya memiliki teman teman yang baik dan selalu mendukung nya.


" Terimakasih ya untuk kalian yang sangat baik sama Ninda dan Tante " ujar Tante Ranti.


" Sama sama Tante, Ninda juga sama kok kayak kita sama sama mendukung " jawab Rena.


" Iya Tante, kita bakal selalu ada satu sama lain. Iya kan guys " ujar Gina.


" Pasti " jawab mereka serempak.


Untuk sesaat suasana di depan ruang rawat Papa Ninda sedikit mencair.


Lalu seorang dokter yang memeriksa keadaan Papa Ninda keluar dari dalam.


Mama Ninda langsung menghampiri dokter tersebut.


" Dok, bagaimana keadaan suami saya? " tanya Tante Ranti dengan penuh harap.


" Iya Dok, gimana Papa saya? dia baik baik aja kan? " tanya Ninda dengan tidak sabar.


" Honey, sabar dulu Dokternya bingung tu gimana mau jawabnya " ujar Nino lembut menenangkan Ninda.


" Keadaan pasien sudah mulai stabil setelah transfusi darah. Karna benturan yang cukup keras di kepala, pasien mengalami gegar otak ringan tapi sudah kami tangani dan tidak dalam keadaan menghawatirkan. " jelas Dokter itu.


" Alhamdulillah " ucap mereka serempak.


" Terus kenapa Papa saya belum sadar dok? " tanya Ninda lagi.


" Pasien saat ini sedang dalam pengaruh obat, jadi untuk beberapa jam kemudian beliau akan tertidur. Setelah efek obatnya habis pasien akan sadar " jelas Dokter lagi


" Ohh gitu Dok, " ujar Ninda polos.


Membuat dokter tersebut tersenyum, dan teman temannya juga mamanya menahan tawa.


Setelah Dokter pergi,


" Mama ke bagian administrasi dulu ya sayang " pamit Tante Ranti.


Ninda hanya mengangguk.


Sekarang hatinya sudah bisa tenang setelah mengetahui keadaan Papanya kian membaik.


" Alhamdulillah guys gue bisa tenang sekarang keadaan Papa udah baik baik aja " ujar Ninda haru.


" Iya Nin, kita juga seneng dan bersyukur Om Tio udah mulai membaik " ujar Fio.


" Iya Honey, Papa kamu pasti segera sembuh " ujar Nino. Mereka semua disana berucap senang atas kabar baik itu.


Tapi disana, ada satu orang yang terlihat murung.


" Loe kenapa Gin? lagi ada masalah? " tanya Fio mendekati Gina.


Gina yang ditanya hanya diam. Bahkan mereka yang tadinya berbincang menjadi menatap Gina seksama.


Lalu Fio beralih menatap Deo.


Deo pun hanya diam, dan menghampiri Gina. Cowok itu memegang kedua tangan Gina.


" Bee, mereka juga harus tau beban yang lagi kamu rasain. Aku gak berhak buat cerita ke mereka kalo kamu sendiri diem " ujar Deo lembut.


Gina masih diam sambil menunduk. Lalu mengangkat wajahnya menatap Deo, minta dukungan. Dan Deo langsung mengangguk. Lalu menatap mereka dan langsung mendapat anggukan.


" Sebenarnya ini masalah Toko Kue Mama " ujar Gina.

__ADS_1


" Kemarin sore, pas gue pulang ke rumah Mama Papa gue lagi di ruang tamu berdua. Muka Papa yang bingung dan Mama yang lagi nangis " jelas Gina.


" Gue nanya sama mereka ada apa, dan Mama cerita kalo toko kuenya lagi ada masalah. Ada yang ngefitnah toko kuenya. Awalnya ada seorang cewek yang dateng buat makan kue disana. Terus gak lama dia makan kuenya dan muntah muntah. Pengunjung yang lain langsung merhatiin dia, pegawai Mama nolongin dia dan manggil dokter " jelas Gina menjeda cerita nya dan mengambil nafas.


" Saat dokter dateng dan periksa dia, ternyata katanya cewek itu keracunan makanan. Saat ditanya dia makan apa aja dia jawab makan kue yang di toko terus muntah muntah. Mama kaget, dan semua pengunjung langsung ngehujat Mama buka bisnis gak bener. Akhirnya ada yang nelpon polisi dan geledah seluruh toko. Ternyata di gudang tempat bahan bahan kue ditemuin bahan bahan yang udah kadaluarsa dan busuk " ujar Gina sambil air matanya mengalir.


Fio yang disebelah nya langsung mengambil tissu dan memberikan nya pada Gina.


" Hiks padahal Mama gue udah jujur Yo, Mama selalu pakai bahan kue yang bagus dan berkualitas hikss hikss Mama pasti difitnah sama orang " ujar Gina sambil menangis dalam pelukan Fio.


Mereka semua disana terkejut mendengar cerita Gina kecuali Deo yang sudah tau lebih dulu. Karna selama ini mereka kenal baik dengan Tante Mita, Mama Gina.


" Sabar Gin, semua bakal baik baik aja. Kita percaya kok kalo Tante Mita itu orangnya jujur " ujar Fio.


" Bener Gin, selama ini Mama gue langganan kue di toko Tante Mita gak ada masalah tuh. Kita percaya sama Tante Mita " ujar Rena.


" Kita harus cari tau apa yang sebenarnya terjadi guys. Ini gak adil buat Tante Mita yang selama ini kerja keras bangun usaha toko kuenya. " ujar Ninda penuh semangat.


" Kita bakal bantu loe Gin " ujar Redho.


" Hemm betull loe gak sendiri " ujar Nino.


" Gue ada ngerasa ganjil " ujar Deo tiba tiba. Sontak mereka menatap Deo dengan serius.


" Menurut gue ini semua gak terjadi secara kebetulan. Pertama Mama Rena yang masuk rumah sakit, sekarang Om Tio dan Tante Mita. Apa kalian gak ngerasa ganjil. Ini terjadi dalam jangka waktu yg berdekatan " jelas Deo. Mereka hanya diam sambil berfikir.


Ada benarnya juga ucapan Deo.


" Gue rasa sasaran nya itu emang kalian berempat, tapi untuk bikin kalian hancur mereka gunain orang terdekat kalian. Tapi kenapa Fio nggak ya " celetuk Redho di akhir kalimat dan mendapat pukulan dari Rena.


" Sembarangan deh kamu Beb, ya alhamdulillah dong kalo Fiona sama keluarga nya gak celaka. Gimana sih kamu " ujar Rena kesal.


" Sebenarnya, yang pertama dapet masalah itu gue. Lebih tepatnya Ayah gue " ujar Fio pelan.


" Ha? serius loe Yo? kapan dan gimana ? " tanya Ninda kaget.


Fio mengangguk.


" Ini beberapa hari yang lalu kejadiannya. Bengkel ayah gue di bobol orang. Sampe bikin kerugian besar buat ayah. Tapi Ayah sama Bunda gak ngasih tau gue ataupun adek adek gue. Karna gak mau bikin kita khawatir " jelas Fio.


" Terus loe baru tau hal ini? masalahnya udah selesai? kapan loe taunya? " tanya Rena beruntun.


" Iya gue baru tau kemarin malam, gak sengaja denger percakapan ayah sama bunda di kamarnya pas gue lewat. Dan Alhamdulillah masalah nya udah selesai " ujar Fio.


" Syukur deh kalo udah selesai. Tapi ya sebenarnya kenapa ada yg niat jelek ke kita dan lewat orang terdekat kita??? " ujar Ninda penuh tanya.


" Kita harus selidikin " ujar mereka.


BERSAMBUNG....


.


.


.


.


.


.


.


Haii haiii jangan Lupa Like, Koment, Vote, dan kasih Rating terrrbaik kalian🤗💕

__ADS_1


Biar Author tambah semangat buat updated next episode yaaa👍🏻🤭


Thanks All❤️📖


__ADS_2