Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 74


__ADS_3

...Nihh guyss Author lanjutin episodenya😄😄😄...


...Skuyy lah langsung gass aja dibaca ya hehehe😎📖...


...Happy Reading❤...


To be continue


☆☆☆☆☆


Pulang sekolah, Fio terlebih dahulu mampir ke sebuah toko buku. Dia ingin mencari buku bacaan untuk me-refresh otaknya saat dilanda badai tugas.


Gadis itu berjalan menyusuri setiap rak rak buku yang tertata rapih disana. Sambil sesekali mengambil dan melihat beberapa buku lalu menaruhnya kembali.


Brukkkk


" Aduhhh " rintih Fio saat badannya ambruk ke lantai setelah menabrak sesuatu, lebih tepatnya seseorang.


Karena terlalu fokus pada buku buku di rak, gadis itu sampai tidak memperhatikan jalan. Dia menabrak seseorang.


" Maaf maaf, loe gak papa? " ucap orang itu sambil mengulurkan tangannya membantu Fio untuk berdiri.


Fio saat ini tengah sedikit membersihkan pakaiannya lalu mendongak saat orang itu bicara padanya. Dilihatnya orang tersebut.


" Ck. Loe lagi " ucap Fio sebal.


Sedangkan orang yang ditabrak Fio, adalah ternyata Arkan. Cowok itu tersenyum saat tau siapa orang yang dia tabrak.


Kebetulan sekali mereka bertemu disini. Padahal saat di sekolah gadis itu selalu menghindarinya.


" Kebetulan banget kita ketemu disini " ucap Arkan tersenyum sambil terus mengulurkan tangannya pada Fio.


" Loe kenapa sih selalu ngikutin gue " tanya Fio ketus dan datar sambil beranjak berdiri tanpa menerima uluran tangan Arkan.


Arkan terkekeh mendengar ucapan Fio.


" Ternyata loe bisa ke PD.an juga ya " ucap Arkan membuat Fio mengernyit.


" Maksud loe apaan " tanya Fio cuek.


" Maksud gue, loe itu punya tingkat percaya diri yang tinggi banget. Gue gak segila itu kali sampek ngikutin loe kemana mana Fiona. Lagian gue kebetulan kesini emang mau nyari buku buat sodara gue yang mau ultah karna dia suka baca buku " jelas Arkan sambil terkekeh pelan melihat wajah Fio yang sudah memerah.


" Ohh " ucap Fio singkat. Sejujurnya dia merasa malu atas ucapannya tadi.


" Loe sendirian kesini? " tanya Arkan dan diangguki Fio yang kembali berjalan sambil melihat lihat buku di rak.


" Tumben gak sama temen temen loe biasanya selalu nempel kayak perangko " ucap Arkan sedikit bercanda.


" Mereka ada urusan " jawab Fio singkat tanpa menoleh pada Arkan.


Meskipun mendapat jawaban seperti itu, Arkan tidak merasa tersinggung sedikitpun. Malah dia tersenyum dan terus berusaha berbicara pada Fio.


" BTW loe lagi cari buku apa? " tanya Arkan yg ikut melihat lihat buku disana.


" Novel " jawab Fio singkat dengan nada cueknya.


" Ohh sama dong, gue juga lagi cari novel buat sodara gue. Loe mau gak bantuin gue pilihin novel yang bagus buat sodara gue? soalnya gue gak terlalu ngerti soal novel " pinta Arkan dengan harap.


Mendengar permintaan Arkan, membuat Fio diam. Dia menimang nimang permintaan cowok itu.


" Emm oke " jawab Fio menyetujui permintaan Arkan. Senyum sumringah langsung terukir di wajah tampan Arkan.

__ADS_1


" Yess akhirnya, ya gak papa lah ini sebagai awal yang bagus biar gue bisa deket sama Fiona " ucap Arkan senang di dalam hati.


" Sodara loe umur berapa? dan dia lebih sering atau suka novel genre gimana? " tanya Fio pada Arkan sambil terus mencari novel di rak.


" Emm dia cewek, umurnya sekitar 14-15 tahunan lahh masih SMP dia. Ya bisa dibilang adek sepupu, kalo gue gak salah sih pernah liat di kamarnya kebanyakan novel kayak cerita petualangan persahabatan gitu. Loe tau? " ucap Arkan sambil bertanya.


Fio mengangguk.


" Tau, ya udah ayo ikut gue nyari bukunya " ajak Fio dengan senang hati Arkan mengikutinya.


Tanpa mereka sadari, ternyata sedari tadi Prince memantau mereka. Mulai dari Fio yang berjalan menyusuri rak buku seorang diri, sampai Arkan tidak sengaja menabraknya karna juga tidak memperhatikan jalan.


" Bocah itu selalu saja mencari kesempatan untuk mendekati gadis kecilku " ucap Prince kesal dengan raut wajah yang merah padam.


Memang kekanakan sih sikap Prince. Tapi dia bersikap demikian bukan tanpa alasan. Dia sudah bertahun tahun menunggu saat saat seperti ini.


Menunggu dan mencari gadis kecilnya. Hanya Fiona gadis yang dia inginkan.


Setelah itu Prince pergi dari sana melajukan mobilnya dengan sedikit kencang. Membelah jalanan kota yang sedikit lenggang sore itu.


*****


Saat ini, Al dan Devan mendatangi perusahan Hadijaya Company. Mereka ingin membicarakan soal Roselia yang tadi siang tiba tiba mendatangi mereka menanyakan keberadaan Prince.


Memangnya Prince tidak ada di kantornya sampai wanita gila itu mencari mereka untuk menanyakan keberadaan Prince.


Tingg


Pintu lift terbuka lalu mereka berdua segera keluar menuju ruangan Prince.


" Selamat sore Tuan Al, Tuan Devan " sapa Nando sopan sambil membungkukkan badannya.


" Hem selamat sore " jawab Al dan Devan bersamaan.


" Asisten Alex ada di dalam, tapi kalau Tuan Muda tidak ada di tempat saat ini Tuan Al " jawab Nando sopan.


Al dan Devan mengernyit. Benar dugaan mereka kalau Prince tidak sedang berada di kota ini. Pantas saja dia tidak menghadiri pesta yang mereka berdua buat.


" Baiklah, kalau begitu kami masuk dulu " ucap Devan lalu keduanya masuk ke dalam.


Di sana terlihat Alex tengah fokus pada berkas berkas di mejanya yg menggunung.


" Woyy Lex , loe sibuk banget sampek gak tau kita dateng " ucap Devan dengan sedikit mengejek Alex.


Mendengar suara Devan, membuat Alex menghentikan pekerjaannya dan menoleh menatap mereka.


" Cihhh loe berdua, ngapain dateng kesini gue lagi sibuk " cibir Alex dengan kesal.


" Loe sama Prince emang gak beda jauh Lex. Sama sama pedes klo ngomong " ucap Al balik mengejek Alex.


" Makasih pujiannya " balas Alex santai sambil terus fokus.


" Loe kenapa sibuk sendiri? kemana boss loe yang kayak es balok berjalan " tanya Devan sambil terkekeh.


" Gak ada dia. Lagi sibuk ngejar cintanya " jawab Alex asal membuat Al dan Devan menganga.


Seorang Prince Hadijaya mengejar cinta? Wanita? Waahhh sungguh kabar yang mengejutkan. Karna selama ini Prince selalu enggan untuk di dekati oleh wanita.


" Loe jangan bercanda Lex...mana mungkin Prince gitu secara dia aja ogah deket sama cewek " ucap Al tak percaya.


" Emang muka gue keliatan lagi bercanda gitu? " ucap Alex datar menghentikan pekerjaannya lalu berdiri dan duduk di sofa bersama Al dan Devan.

__ADS_1


" Muka loe jelek Lex ha ha ha " ejek Devan sambil tertawa diikuti Al.


" Si*l*n loe berdua " ucap Alex kesal karna merasa dipermainkan.


" Ehh tapi serius tadi loe bilang Prince lagi ngejar cintanya? Beneran cewek kan? " tanya Al nyeleneh.


Pletakkk


" Aduhh kenapa loe jitak gue sih " ucap Al kesal saat Alex menjitak kepalanya.


" Ya lagian loe ngasal aja kalo nanya. Ya jelas ceweklah Prince itu laki laki normal kali " jelas Alex dengan kesal.


" Ohh kirain. Abisnya selama ini dia gak mau tuh di deketin cewek manapun lahh sekarang tiba tiba ngejar cinta cewek? kan aneh " jelas Al dan diangguki Devan.


" Gak ada yg aneh panjull. Si Prince gak mau di deketin cewek manapun ya karna cewek satu ini yang lagi di kejar. Bisa dibilang cinta masa kecil gitulah " ucap Alex sambil terkekeh.


" Ha ha ha ada ada aja ya di dunia ini cinta masa kecil masih diinget. Lah ini juga ada cewek ditolak mentah mentah malah mepett terus aja " ucap Devan sambil tertawa.


" Maksud loe Roselia? " tanya Alex.


" Iya, tu cewek bikin gue sama Al gak mood tau hari ini " ucap Devan kesal mengingat kejadian tadi siang.


" Bikin ulah apalagi itu nenek lampir emang? " tanya Alex penasaran.


" Dia tiba tiba dateng nemuin gue sama Dev, nanyain Prince dimana mana songong lagi bikin gue badmood aja " jawab Al yg juga kesal.


" Nah makanya itu, sekarang gue sama Al kesini buat mastiin dimana Prince. Soalnya pasti klo Prince disini si nenek lampir gak mungkin nemuin kita nanyain Prince dimana " jelas Devan yg juga penasaran dimana Prince.


" Ohh gitu, ya seperti yang tadi gue bilang. Prince lagi ngejar cintanya. Yang pasti dia aman dan gak ada yang tau dimana dia kecuali gue " jawab Alex.


" Udah loe berdua ntar juga tau kalo udah waktunya. Santai aja udah " imbuh Alex.


" Ck dasar loe berdua sukanya main kucing kucingan " cibir Al diangguki Devan.


Setelahnya mereka larut dengan perbincangan ringan lainnya. Alex melepas sejenak penat seharian bekerja tanpa henti. Bahkan dia sampai melupakan makan siangnya.


BERSAMBUNG.....


.


.


.


.


.


.


.


.


.


...Haii Guyss👋👋👋 Makasih banget ya buat kalian yg setia nungguin up episodenya🤗🤗...


...Doain Author ya supaya bisa lebih maksimal lagi nge up episodenya...jadi kalian ga lama deh nunggu up episode kelanjutannya 😊😄...


...Jangan lupa kasih Like, koment, Vote dan Rating sebanyakk banyakk nya okey😚😎...

__ADS_1


...Happy Reading Guys📖❤...


...Thank You🤗...


__ADS_2