Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 108


__ADS_3

Episode 108


...Happy Reading Guuyyss ❤️📖...


To be continue


☆☆☆☆☆


Ceklekkk


" Assalamualaikum " salam Fio, Ninda, dan Nino saat memasuki rumah Fio.


" Yo, ayah, bunda sama adek adek lo kemana kok sepi? " tanya Nino.


" Ngga tau gue, (melihat jam dinding) masih jam 9 pagi, biasanya ayah sama bunda kalo weekend berangkatnya siang ke rumah makan dan bengkel " jelas Fio.


" Ehh kalian duduk dulu aja gue bikinin minum " ujar Fio.


" Gausa repot repot Yo, tapi boleh juga sii hehehe " ucap Ninda sambil tertawa kecil. Fio hanya geleng geleng kepala dan beranjak ke dapur.


" Hihhh kamu nih honey hihihi " ucap Nino gemas pada kekasihnya.


Lalu datanglah Iqbal dan Bilal dari luar rumah.


" Assalamualaikum " ucap mereka.


" Waalaikumsalam " jawab Nino dan Ninda.


" Eh ada kak Ninda sama kak Nino " ujar Bilal.


" Iya dek, kalian darimana? " tanya Ninda.


" Kita abis main dari rumah temen di komplek sebelah kak " jawab Iqbal.


" Kakak udah lama nih? " tanya Iqbal sambil duduk di kursi.


" Ngga kok baru aja, itu kakak kamu lagi bikinin kita minum " jawab Nino.


" Ohh gitu, tumbenan cuma bertiga kak biasanya rame rame gitu hihihi " ujar Bilal.


" Rame rame emang mau demo wkwkw " balas Nino.


" Hahaha ya gak demo juga kak, ehh kakak Ona " ucap Bilal. Fio datang dengan nampan berisi minuman untuk Ninda dan Nino.


(Fiona kalo di rumah dipanggilnya Ona guys sama adik adiknya, di sekolah dipanggil Fio sama sahabat sahabat nya.)


" Kalian darimana? (sambil meletakkan minuman di meja) " tanya Fio.


" Abis main kak dari rumah Doni " jawab Bilal.


" Ohh gitu, terus ayah sama bunda kemana? " tanyanya lagi sambil duduk di sebelah Bilal.


" Katanya sih mau ke rumah Kak Prince, bunda tadi pesen gitu klo kakak nanya " jawab Iqbal mewakili.


Fio nampak heran, ada apa kedua orang tuanya ke rumah Prince. Ninda dan Nino pun nampak bingung tapi mereka hanya diam mendengarkan saja.


" Jam berapa ayah sama bunda berangkat dek? " tanya Fio lagi.


" Sekitar 1 jam setelah kakak pergi tadi pagi. Katanya nanti kakak disuruh nyusul kesana " jawab Iqbal.


" Ya udah kak, kita mau ke dalam ya mau mandi dah kak Nino dah kak Ninda, ayo Kak Iqbal " ajak Bilal.


" Ayo, kak kita permisi masuk dulu ya " ucap Iqbal.


" Iya sana mandi bau asem kalian " ucap Nino sambil meledek adiknya. Tapi hanya ditanggapi juluran lidah oleh keduanya.


Setelah kedua adik Fio masuk,


" Eh Yo, gimana loe mau ke rumah Pak Prince sekarang? " tanya Ninda.


" Lah terus misi kita gimana dong " sahut Nino.

__ADS_1


" Emm gimana gue juga bingung. Gue juga ga tau ayah sama bunda bakal kesana dan nyuruh gue nyusul juga. Apa kalian ikut gue aja kesana? " ujar Fio memberi usulan.


" Ya sekalian kita tanya tanya ke ayah sama bunda, jadi misi kita gak tertunda " ujarnya.


" Hah loe serius mau ngajak kita kesana? " tanya Ninda.


" Iya Yo, kan itu rumah pak Prince, dan yg disuruh kesana cuma loe aja gak enaklah kita " ujar Nino.


" Bentar deh gue telfon ayah gue dulu boleh nggak ajak kalian kesana " ujar Fio mencari jalan tengah.


Tuttt tutttt


" Hallo assalamualaikum ayah " ujar Fio.


" Waalaikumsalam nak, ada apa? kamu sudah pulang ke rumah? " tanya Pak Gandi


" Aku udah di rumah Yah, ini ada Ninda sama Nino juga. Emm gini kata Iqbal tadi ayah sama bunda di rumah Mas Prince ya? " tanya Fio.


" Iya nak calon mertuamu tadi pagi menelfon dan minta kami datang. Ada hal serius yg kami bicarakan, kamu datang kesini ya sayang " pinta Pak Gandi pada putrinya.


" Sebenarnya Fiona mau ada yg ditanyakan sama ayah dan bunda, makanya Ninda sama Nino kesini juga " .


" Ada hal apa Fiona? " tanya pak Gandi.


" Emm nanti aku kasih tau ya Yah, boleh nggak aku ajak Nino sama Ninda kesana? " tanya Fio.


Beberapa saat belum ada jawaban dari pak Gandi.


" Hallo sayang, boleh kamu ajak teman kamu kesini ya ayah sudah bilang sama calon mertuamu " ucap pak Gandi.


" Yesss ya udah ya aku matiin ya telfonnya sebentar lagi kami kesana, assalamualaikum " ucap Fio.


" Iya kami tunggu , waalaikumsalam " jawab Pak Gandi.


" Guys kata ayah boleh kita kesana, mau kesana sekarang? " tanya Fio


" Ayok dahh biar cepet, gue juga penasaran gimana rumah Pak Prince yg jadi idola murid cewek di sekolah hehehe " ujar Nino sambil menggoda.


" Ahh ehh apa ng-nggak kok siapa yg cemburu cuma gitu doang, udah ah ayo abisin min kalian terus kita berangkat " ajak Fio. Nino dan Ninda segera menghabiskan minumnya yg memang tinggal sedikit karna sangat kehausan.


_Rumah Prince_


Pak Gandi, Bu Arsih, Pak Renald, Bu Amira, Alex, Al dan Devan sedang berkumpul di ruang keluarga.


" Ada hal apa Ren yg ingin kamu bicarakan dengan kami? " tanya Pak Gandi.


" Begini Gand, sebelumnya aku mohon maaf minta kamu datang pagi pagi begini. Ada hal yg sangat penting, dan ini tentang Fiona putrimu " ujar Pak Renald.


" Tentang putriku Fiona? ada apa dengannya? " tanya Pak Gandi dengan wajah cemas, begitu juga Bu Arsih.


Pak Renald diam, melirik ke arah istrinya lalu Prince. Lelaki itu mengerti arti tatapan Papanya, segera dia membuka suara.


" Ehmm begini Yah, aku ingin mempercepat pernikahan dengan Fiona " ujar Prince. Membuat pak Gandi dan bu Arsih bingung.


" Fiona dalam bahaya Yah, ada seseorang yg mengincar nya. Orang itu terobsesi denganku, dia berupaya kan segala cara untuk bisa menyingkirkan orang orang yg dia anggap menghalangi nya untuk mendapatkan aku " jelas Prince.


" Siapa orang itu? " tanya Bu Arsih yg khawatir.


" Dia teman aku saat kuliah dulu Bunda, wanita itu sangat licik dan jahat. Dulu dialah penyebab kematian adik Prince " jawab Prince dengan wajah sendu.


Mereka semua disana mendengar kan ucapan Prince.


" Aku ingin mempercepat pernikahan agar bisa melindungi Fiona tanpa ada batasan apapun Yah, Bunda. " lanjutnya.


" Apa Ayah dan Bunda mengijinkan? " tanya Prince.


Pak Gandi nampak diam dengan wajah serius, Bu Arsih diam dengan kekhawatiran nya.


" Tenang jeng, kami berusaha agar Fiona selalu aman " ucap Bu Amira yg mengerti kekhawatiran Bu Arsih.


Lalu Pak Gandi menggenggam tangan istrinya lembut, menatapnya memberikan pengertian dan kepercayaan.

__ADS_1


" Baiklah Prince, kami setuju karna ini menyangkut keselamatan Fiona. Ayah percayakan padamu nak, jaga putri ayah " ujar Pak Gandi tegas.


" Pasti Yah, aku akan selalu melindungi Fiona dan membahagiakan nya " jawab Prince mantap.


" Tapi, Ayah khawatir Fiona tidak setuju Prince. Dia masih sekolah dan ayah pun tidak ingin memaksanya, kebahagiaan nya yg terpenting bagi kami " ujar Pak Gandi.


" Tenang saja Yah, Fiona akan setuju dengan hal ini " jawab Prince percaya diri sambil menampilkan senyumnya. Alex, Al, dan Devan hanya bergidik melihat raut wajah Prince.


Tringg tringgg tringgg


Ponsel Pak Gandi berbunyi. Tertera nama Putriku.


" Fiona menelfon, " ujar Pak Gandi. Prince yg mendengar wajahnya tersenyum. Pak Renald menyadari hal itu.


" Loud speaker saja Gand, kami ingin mendengar juga " ucap Pak Renald, dan diangguki pak Gandi.


" Hallo assalamualaikum ayah " ujar Fio.


" Waalaikumsalam nak, ada apa? kamu sudah pulang ke rumah? " tanya Pak Gandi


" Aku udah di rumah Yah, ini ada Ninda sama Nino juga. Emm gini kata Iqbal tadi ayah sama bunda di rumah Mas Prince ya? " tanya Fio.


" Iya nak calon mertuamu tadi pagi menelfon dan minta kami datang. Ada hal serius yg kami bicarakan, kamu datang kesini ya sayang " pinta Pak Gandi pada putrinya.


" Sebenarnya Fiona mau ada yg ditanyakan sama ayah dan bunda, makanya Ninda sama Nino kesini juga " .


" Ada hal apa Fiona? " tanya pak Gandi.


" Emm nanti aku kasih tau ya Yah, boleh nggak aku ajak Nino sama Ninda kesana? " tanya Fio.


Beberapa saat belum ada jawaban dari pak Gandi.


" Gimana? " tanya Pak Gandi pelan, Pak Renald dan Bu Amira langsung mengangguk.


" Hallo sayang, boleh kamu ajak teman kamu kesini ya ayah sudah bilang sama calon mertuamu " ucap pak Gandi.


" Yesss ya udah ya aku matiin ya telfonnya sebentar lagi kami kesana, assalamualaikum " ucap Fio.


" Iya kami tunggu , waalaikumsalam " jawab Pak Gandi.


" Nah Prince, Fiona sebentar lagi kemari. Apa kamu sudah ada rencana untuk agar Fiona setuju menikah sama kamu? " tanya Pak Renald.


" Tentu saja Pah, Fiona pasti setuju " jawab Prince masih percaya diri.


" Anak nakal, awas saja kalau kamu membuat putri Mama ketakutan hemm Mama pecat kamu dari perusahaan " ancam Bu Amira.


" Tidak Ma " jawab Prince kesal. Mana mungkin dia menakuti gadis kesayangan nya.


BERSAMBUNG...


.


.


.


.


.


.


.


.


haii guyss 🤗 maaf banget ya Author baru bisa update episode baru hari ini🥺😁 soalnya kemarin author nya sibuk sekali dan gak sempat buat update episode barunya🤗😅


Jangan lupa Like, Koment, Vote dan kasih Rating terrrbaik kalian🤗🥰


Thanks All 📖❤️

__ADS_1


__ADS_2