
_Rumah Fio_
Sesampainya di rumah, setelah salaman dengan bunda dan kedua adiknya, Fio beranjak menuju kamarnya. Sesampainya disana, ia langsung merebahkan diri di kasurnya. Sambil bergumam, " Kenapa bisa sih cowok nyebelin, sombong, arogan, dan dingin itu yg jadi guru baru di sekolah. Mana ngajar kelas gue juga, gimana klo dia ada niat bales gue karna kejadian di alun-alun ya ". Akhh dia merasa frustasi tak habis pikir dengan kejadian hari ini.
Setelah itu, ia langsung menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Seharian di sekolah membuat badannya lengket, ia butuh mandi untuk menyegarkan kembali badannya.
Beberapa saat kemudian, dia telah selesai mandi. Tepat saat kembali ke kamarnya, terdengar dering telfonnya. Tapi, tak tertera nama kontak siapa yg menelepon. Itu nomor asing menurutnya. Akhirnya ia memutuskan untuk tidak mengangkatnya.
Lambat laun, masukklah pesan dari nomor asing tersebut.
Nomor Asing : " Cepat angkat telfon saya jika
tidak mau nilai matematika
kamu saya turunkan!! ".
Sontak Fio kaget setelah membaca isi pesan tersebut. Tak lama, ponselnya kembali berdering dari nomer asing tersebut, kemudian ia mengklik icon hijau untuk menjawab telfon tersebut.
Fio : " Ha hallo assalamualaikum, i ini siapa ya ? ". ucap Fio sedikit gugup.
Orang Asing : " Hahhh kamu tak kenal gurumu
sendiri? saya Prince guru
barumu ".
Fio tambah semakin terkejut dan juga bingung ,
Fio: " O ohh iya pak,maaf saya tidak tau, maaf
ada keperluan apa bapak menelfon saya?"
Orang Asing: " Saya telfon kamu untuk minta
bantuan kamu, menyusun soal ujian matematika untuk besok, saya masih belum tahu materi kalian sampai mana".
Fio: " Baik pak,saya akan membantu. Begin..".
Orang Asing: " Beritahu saya saat bertemu saja
datang ke alamat xxx sekarang
agar cepat selesai!".
__ADS_1
Fio: " Hem baik pak saya berangkat sekarang".
Setelah itu panggilan telepon langsung terputus. Fio menggerutu kesal karna guru barunya itu memintanya datang menemuinya. Tak habis pikir, dari mana guru baru itu mendapat nomor telfonnya. Padahal ia ingin istirahat di rumah. Lalu dia langsung bersiap-siap untuk datang ke alamat yg gurunya sebutkan tadi.
_Flashback On_
Saat perdebatan Fio dkk dan Raya dkk, tak sengaja Prince lewat dan melihat perdebatan mereka. Jujur ia cukup kagum dengan ketegasan dan sikap Fio yang datar tak seperti gadis-gadis lainnya. Selain itu, saat di alun-alun ia tak sengaja bertatap wajah dengan Fio, hatinya serasa bergetar dan menghangat. Ada sempat fikirannya, jika Fio adalah gadis kecilnya, pasalnya nama mereka hampir mirip. Tapi Prince tak begitu yakin sebelum mencari bukti yang akurat.
Akhirnya, dari kantin ia menuju ruang kepala sekolah dan meminta nomor telfon Fio. Dengan alasan untuk memudahkan menyampaikan informasi pelajaran. Dan ia berniat untuk secepatnya mencari info tentang Fio. Apakah gadis itu memiliki kalung pertunangan yang dulu diberikan oleh kedua orang tuanya.
Maka ia memutuskan untuk menelfon gadis itu dan beralasan meminta bantuan untuk materi ulangan. Padahal ia ingin memastikan suatu hal pada gadis itu.
_Flashback Off_
Fio menuju alamat yang disebutkan gurunya menaiki ojek. Karna alamat tersebut lumayan jauh dari rumahnya kalau menaiki sepedanya menghabiskan waktu 30 menit lebih.
Akhirnya Fio sampai di alamat yang dituju. Terlihat rumah besar dan mewah, begitu pikirnya. Dia kagum dengan kemegahan rumah tersebut, tetapi dia langsung menutupi hal itu dengan mode datarnya saat melihat seorang satpam menuju ke gerbang tempatnya berdiri.
" Maaf, mbak ini siapa dan mencari siapa? " tanya satpam tersebut.
" Saya Fiona, murid dari pak Prince. Saya diminta oleh beliau untuk datang kesini " jawab Fio.
" Ohh baik mbak Fiona, silahkan masuk. Tuan muda sudah memberitahu saya tadi kalau akan ada gadis muda bernama Fiona datang " ujar satpam itu sambil membuka gerbang. Fio hanya menggangguk dan berjalan masuk.
Dia segera menuju ke pintu utama dan memencet bell rumah.
Tak lama pintu terbuka dan keluarlah seorang wanita paruh baya.
" Assalamualaikum bu, saya Fiona dan saya diminta kemari oleh pak Prince " ucap Fiona ramah.
" Waalaikumsalam, oh iya mbak Fiona silahkan masuk...tuan muda sudah menunggu di ruang tamu " ucap bibi dengan ramah sambil mempersilahkan Fio masuk.
Fio pun masuk diikuti oleh bibi dibelakangnya. Disana ia dapat melihat Prince yang sedang duduk di ruang tamu sambil fokus pada laptop yang ia pegang.
" Assalamualaikum pak, saya sudah datang " ucap Fio.
" Hemmm waalaikumsalam, silahkan duduk " jawab Prince tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.
" Emm pak, maaf sebelumnya. Apa bisa kita mulai saja langsung menyusun soal untuk ulangan besok? karna saya hanya ijin sebentar pada orang tua saya " ujar Fio.
Prince yang sedang fokus pada laptopnya pun mengalihkan pandangannya menatap Fio. Sedangkan yang ditatap merasa gugup, ia takut menyinggung gurunya. Melihat ekspresi Fio, Prince tersenyum tipiss dan berkata, " Baiklah, mari kita mulai ".
Akhirnya mereka berdua menyusun soal ulangan sambil berdiskusi soal dan materi mana yg sekiranya tidak memberatkan murid-murid lainnya. Kalau Fio tentu saja ia tak merasa masalah soal dan materi mana saja asal masih soal yang ada jawabannya. Karna Fio juga termasuk salah satu murid yg pintar.
__ADS_1
Setelah beberapa jam mereka menyusun soal-soal, akhirnya selesai. Dan terlihat hari sudah petang. Fio segera pamit untuk pulang.
" Pak, hari sudah petang. Saya mau pamit pulang " ujar Fio.
" Saya antar kamu " jawab Prince yg membuat Fio kaget.
" Tidak perlu pak, saya bisa pulang sendiri naik ojek " tolak Fio.
" Saya tidak menerima penolakan. " ujar Prince datar dan tegas. Membuat Fio hanya mengangguk setuju.
Lalu mereka segera masuk ke dalam mobil menuju rumah Fio. Di dalam mobil, Prince diam-diam tersenyum senang, karna ia berhasil menemukan gadis kecilnya. Ternyata penantiannya selama bertahun-tahun terbayar hanya dalam waktu 2 hari saat tiba di Kota D.
_Flashback On_
Saat sedang menyusun soal ulangan bersama Fio, Prince tak sengaja melihat sebuah kaling yang sangat ia kenali melingkar cantik di leher Fio. Dia terus memperhatikan kalung itu sampai akhirnya mengundang tatapan tanya dari Fio.
" Maaf pak, ada apa?bapak sedang melihat apa? " tanya Fio datar. Karna ia merasa risih dengan gurunya itu.
" Tidak ada, saya hanya tidak sengaja melihat kalung yang kamu pakai itu. Sangat indah. " jawab Prince tak kalah datar untuk menutupi kegugupannya karna tertangkap basah oleh Fio.
Fio yg mendengar jawaban Prince mengernyitkan dahinya dan berkata, " Kalung ini memang indah pak, ini kalung istimewa pemberian sahabat orang tua saya dulu di Kota A ".
" Oh begitu " jawab Prince singkat. Sebenarnya dalam hati ia merasa senang. Mungkin dugaannya tak salah pada Fio.
Maka dari itu, ia memutuskan untuk mengantar Fio pulang. Untuk memastikan sendiri apakah orang tua Fio adalah benar sahabat papa mamanya dulu dan orang tua dari gadis kecilnya.
_Flashback Off_
.
.
.
.
.
.
Hallllooo halllooo Guyysssss👋👋😄
Yuk terus dukung author dengan cara kasih Like,Koment,Vote, dan Rating sebanyakkk banyakkknya yaaa😁😍
__ADS_1
Thank You All🤗❤
Happy Reading📖😊