
Episode 114
...Happy Reading Guuyyss ❤️📖...
To be continue
☆☆☆☆☆
Hiksss hikksss
" Bu, maafin saya....saya saya gak ada maksud buat hianatin ibu hiksss hiksss " Lisa bersujud di kaki Mama Gina, Mita.
Sedangkan wanita paru baya itu tetap diam.
Ya, mereka kini berkumpul di kantor polisi, sesuai rencana.
" Mbak Lisa, mbak tega banget sama Mama. " Gina yang kesal mulai angkat bicara.
" Kenapa mbak lakuin itu hah!? Mbak tau, bahkan Mama aku lebih percaya sama mbak "
Lisa diam mendengar ucapan Gina. Deo memegangi pundaknya agar lebih tenang.
" Sabar sayang ini di kantor polisi tahan emosi kamu " bisik Deo.
" Saya tidak habis fikir sama kamu Lisa, bagaimana bisa kamu berhianat pada saya. Bukannya saya mau ungkit hal lalu, tapi apa begini cara kamu membalas pertolongan saya selama ini sama kamu ?! " Mama Gina mulai bicara.
" Hilang sudah rasa percaya saya untuk kamu. Mulai hari ini kamu saya pecat, dan kamu saya serahkan pada polisi ".
" Bu saya mohon hikss tolong jangan... selama ini saya hidup dengan bekerja di toko ibu, selama ini saya hidup sebatang kara hiksss " ucap Lisa.
Mama Gina diam tak menggubris, dia beranjak keluar bersama suaminya. Lisa segera dibawa oleh pihak berwajib ke dalam sel tahanan.
Di ruangan lain, Fio dkk, dan beberapa orang tua mereka beserta Prince menemui pria misterius yang menjadi pelakunya.
" Siapa loe? " tanya Fio dengan nada mengintimidasi. Melihat dan mendengar nya, membuat Prince diam diam menarik sudut bibirnya.
Pria itu diam sambil berdecih dan membuang muka.
" Loe budeg ya!? temen gue tanya beg*! " Rena sedari tadi menahan emosi akhirnya meledak juga.
" Heh loe sebenarnya ada masalah apa sih sama kami dan keluarga kami hah!? " Ninda menyentak orang tersebut.
" Woyy jawab ogeb loe punya mulut dipake " sahut Redho yang juga mulai kesal.
" Harap tenang dan menjaga sikap,ini kantor polisi " tegur salah seorang polisi yang berada disana.
__ADS_1
Mereka pun langsung diam.
" Siapa yang menyuruh Anda? " tanya Prince tenang. Lagi lagi pria itu berdecih dan tersenyum mengejek.
" Ck loe ternyata lebih cerdas daripada bocah bocah itu " tunjuknya pada Fio dkk. Membuat mereka mengeram kesal.
" Sampai kapan pun gue gak bakal kasih tau siapa, apa, atau kenapa gue lakuin itu ke keluarga loe,loe,loe dan loe " terakhir menunjuk Fio dengan jarinya.
" Sebenarnya tujuan gue adalah kalian berempat, bikin kalian sengsara, menderita, nangis darah, melalui orang terdekat kalian " lanjutnya sambil menyeringai.
" Pak saya sudah selesai, tolong suruh mereka pergi " ujarnya pada polisi tersebut.
Lalu dia dibawa kembali ke sel tahanan oleh petugas disana.
" Sepertinya dia memang orang suruhan yang setia, " ucap Papa Rena.
" Iya benar, saya jadi khawatir dengan anak anak " ucap Pak Gandi.
" Sebaiknya kita pergi dulu dari sini baru kembali bicara " ucap Prince disetujui mereka semua.
Kini, seluruh orang tua Fio dkk, Redho dkk, Pak Renald, Bu Amira, Alex,Al dan Devan berkumpul di kediaman Prince.
" Ekhem, sebelumnya saya mengucapkan terimakasih atas kesedian para orang tua dari teman teman Fiona hadir disini. Untuk membahas kasus yang sudah mereka pecahkan ini " ucap Pak Renald membuka percakapan.
" Untuk kalian,( menatap Fio dkk) terimakasih atas kerjasamanya. Walaupun dalang sebenarnya belum tertangkap, tapi dengan begini keadaan sudah lebih baik " .
" Hal ini tentunya juga disetujui oleh Fiona dan orang tuanya, bukan begitu Gand ".
" Ya ya benar kata Renald, saya setuju begitu juga istri saya." jawab Pak Gandi.
Para orang tua Fio dkk terkejut mendengar nya.
" Mungkin kalian semua bertanya tanya kenapa Fiona kami menikah di umur yang masih sekolah ini. Jawabannya ini demi kebaikan Fiona, saya sebagai ayahnya tidak ingin Fiona terpuruk apalagi nanti terjerat dengan pria yang kurang baik. " ujar Pak Gandi.
Para orang tua pun akhirnya mengerti.
" Saya mengumpulkan semua orang untuk mengundang ke acara tersebut. Kami mengadakan acara ini secara kekeluargaan mengundang orang terdekat saja. " ujar Pak Gandi lagi.
" Baiklah Pak Gandi, kami paham dengan yang pak Gandi bicarakan. Kami sebagai orang tua juga ya menginginkan yang terbaik untuk anak anak kami. Dan kami juga menyayangi Fiona sebagai anak kami sendiri " ujar Mama Rena.
" Benar, Fiona anak yang baik. Dan menurut saya dia juga cocok dengan Pak Prince ini " ujar Mama Ninda.
" Iya Fiona, dia gadis baik. Gina selalu bercerita tentang nya dan juga teman temannya yg lain " sahut Mama Gina.
Mereka merasa bahagia mendengar nya. Terlebih Fio, dia merasa sangat bahagia ternyata banyak yg menyayangi dirinya.
__ADS_1
" Terimakasih mbak,yang juga sayang sama Fiona. " ucap Bu Arsih tulus.
" Wahhh calon mantu Mama ternyata kesayangan semua orang Pah " ujar Bu Amira buka suara.
Mereka tertawa mendengar penuturan Bu Amira.
"Nah, jadi untuk Fiona dan Prince kalian tenang saja. Semua sudah kami persiapkan. Kalian tinggal siapkan diri dan tentunya hadir di acara " goda Bu Amira, mereka kembali tertawa.
Fio diam merona mendengar nya, sedangkan Prince hanya diam memasang wajah datarnya.
" Ya sudah kalau begitu, kami permisi pamit pulang dulu ya jeng " ucap Mama Rena perwakilan.
" Eits karna semuanya sudah berkumpul dan juga memasuki jam makan malam, mari kita makan malam bersama dulu baru pulang" ajak Bu Amira.
" Tidak usah jeng terimakasih, kami makan di rumah saja " tolak Mama Gina sopan.
" Iya, nanti malah merepotkan " kata Mama Ninda.
" Ahh nggak kok repot kenapa, saya sama Bunda Fiona sudah masak banyak. Benar kan jeng " ucap Bu Amira minta dukungan.
Bu Arsih mengerti langsung mengangguk.
" Iya mbak, mari makan bersama. Jarang jarang bisa berkumpul kan." ujar Bu Arsih.
Akhirnya mereka ikut juga menerima usulan makan malam bersama dari Bu Amira.
BERSAMBUNG....
.
.
.
.
.
.
.
Haii haiii jangan Lupa Like, Koment, Vote, dan kasih Rating terrrbaik kalian🤗💕
Biar Author tambah semangat buat updated next episode yaaa👍🏻🤭
__ADS_1
Thanks All❤️📖