Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 25


__ADS_3

Saat jam istirahat, Fio langsung bergegas keluar dari kelas untuk menemui Prince. Dia sudah sangat penasaran, apa benar gurunya itu yg mengganti sepeda miliknya. Tapi kenapa??? Itulah pertanyaan yg berputar-putar di kepalanya.


Dia melewati koridor sekolah dengan sedikit tergesa-gesa karna ia tak mau teman-temannya curiga. Saat sampai di depan ruang guru, dia segera masuk. Lalu dia melihat ke penjuru ruangan itu mencari meja yang Prince tempati. Tetapi, ia tak menemukan apa yg ia cari. Akhirnya dia memutuskan untuk bertanya pada salah satu guru wanita disana.


" Permisi, maaf bu saya ingin tanya meja Pak Prince yang mana ya? " tanya Fio.


" Ada apa kamu mencarinya? " tanya balik guru itu dengan sedikit sinis.


" Saya ada kepentingan dengannya, bisa ibu beritahu dimana Pak Prince? " tanya Fio lagi dengan sedikit kesal. Karna bukan menjawab pertanyaannya malah ditanya balik.


" Ohh, Pak Prince sudah tak menempati ruang guru disini. Dia dipindahkan ke ruangan yg berbeda " ujar guru itu ketus.


" Baik kalau begitu, dimana letak ruangannya? " lanjut Fio.


" Kamu ini banyak tanya sekali, ruangannya di sebelah ruang kepala sekolah " ujar guru itu sewot.


" Terimakasih. Permisi. " ujar Fio lalu pergi dari sana. Ia juga kesal dengan guru itu kenapa bicaranya sinis sekali pada murid.


Fio keluar dari ruang guru dan melangkah menuju ruangan Prince yg diberitahukan guru wanita tadi.


Sesampainya di depan ruangan itu, di pintu depannya tertulis 'Ruang WakaSek'.


Fio mengernyitkan dahinya, sejak kapan guru matematika yang baru itu menjadi wakil dari kepala sekolah ya.


Tanpa menunggu lama, dia mengetuk pintu tersebut.


Tok tok tok


Lalu terdengar jawaban dari dalam.


" Masuk " ujar Prince.


Mendengar jawaban itu, Fio langsung masuk sambil mengucapkan permisi.


" Permisi pak, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan pada bapak, apa bapak ada waktu luang? " ucap Fio hati-hati takut menyinggung gurunya itu.


Prince yang tengah fokus pada laptop di depannya pun mendongakkan kepala setelah mendengar suara yg sangat familiar baginya.


Ia melihat gadis pujaan hatinya sedang berdiri di hadapannya sambil tertunduk gugup. " Apa aku begitu menyeramkan baginya? " batin Prince.


" Ekhemm.. silahkan duduk " ujar Prince memecah keheningan.


" Ada hal apa yang ingin kamu tanyakan? " lanjutnya.

__ADS_1


" Ehm saya ingin tanya, apa benar bapak mengganti sepeda saya waktu itu? " tanya Fio ragu-ragu tapi langsung ke intinya.


" Ya, saya mengganti sepeda kamu " jawab Prince datar.


" Kenapa pak? " tanya Fio lagi.


" Mak maksud saya kenapa bapak ganti, menurut saya itu tidak perlu karna sepeda saya hanya ban saja bocor. Dan juga itu bukan karna bapak kan " lanjut Fio sedikit gugup.


Prince yang mendengar hanya diam. Dia sedang memikirkan jawaban yang tepat untuk gadis itu. Setelah mendapat jawaban yang tepat, ia tersenyum penuh arti dan berkata,


" Kalau saya bilang saya mengganti sepeda kamu karna saya menyukai kamu bagaimana? " ujar Prince yang 100% membuat Fio melongo kaget tak percaya.


Fio sangat terkejut sekaligus tak percaya dengan apa yang barusan gurunya itu ucapkan.


" Ba bapak jangan bercanda. Saya serius bertanya " ujar Fio berusaha menghilangkan keterkejutannya.


" Apa wajah saya menampakkan raut bercanda? " tanya Prince lagi dengan wajah yang sangat sangat serius. Lagi-lagi membuat Fio terkejut diam tak bisa menjawab.


Fio bingung harus membalas apa pada perkataan gurunya itu. Lalu dia hanya mampu menggelengkan kepalanya.


" Lalu? " tanya Prince lagi. Membuat Fio semakin gugup dan bingung pada dirinya sendiri. Pasalnya, sedari awal gurunya bilang menyukai dirinya jantungnya berdebar kencang seakan ada perasaan yg tertahan dan ingin keluar.


" Ma maksud bapak apa? " tanya Fio memberanikan diri.


" Sa saya ngga ngerti maksud bapak tadi. " ujar Fio.


" Saya menyukai kamu Fiona Elyaza Davina " ujar Prince tegas.


" Lalu apa jawaban kamu? " tanya Prince.


Semakin membuat Fio bingung dan gugup.


" Saya murid bapak, dan bapak guru saya. Jadi itu tidak mungkin " ujar Fio berusaha memberanikan dirinya.


(Sedikit info, Fio itu sebenarnya mulai berubah jadi Fio yang ceria,periang dan mudah tersenyum setelah kehadiran Prince. Dan setelah beberapa kali berinteraksi sama Prince dia udah mulai ada merasakan sesuatu yang aneh dihatinya saat bertatap sama Prince).


" Apa yang tidak mungkin? " tanya Prince lagi.


" Ya tidak mungkin pak, status bapak dan saya berbeda. Bapak guru dan saya murid. Peraturan di sekolah ini juga melarang adanya hubungan antara murid dan guru. " ujar Fio yang mulai berani menjawab tegas.


" Peraturan. Itu bukan masalah bagi saya " ujar Prince. Lagi-lagi berhasil membuat Fio kembali gugup.


" Itu masalah pak, dan ucapan bapak tadi juga masalah bagi saya. Maaf pak, sepertinya percakapan kita sampai disini. Saya permisi " ujar Fio langsung berdiri.

__ADS_1


Tapi, saat akan sampai pintu tangannya dicekal oleh Prince. Sontak Fio langsung menoleh dan berbalik badan.


Dilihatnya wajah tampan gurunya itu dari jarak dekat. Wajah putih mulus, hidung mancung, guratan alis tebal menambah kesan tegas, bibir tebal dengan kumis tipis. Tapi, sesaat kemudian Fio tersadar dengan lamunannya tadi. Akhh dia tak habis fikir kenapa bisa membayangkan gurunya itu.


" Bapak mau apa? " tanya Fio sedikit gugup sambil melepaskan tangannya dari pegangan Prince dan sedikit mundur.


Bukannya menjawab, Prince malah melangkah maju. Hal itu otomatis membuat Fio berjalan mundur dengan perasaan gugup.


Sampai akhirnya Fio tak dapat mundur lagi karna di belakangnya sudah mentok tembok. Prince mendekatkan badannya ke Fio. Satu tangannya di tempelkan ke tembok dan satunya lagi berada di dalam saku celananya.


Wajahnya ia dekatkan tepat di depan wajah Fio. Semakin membuat Fio gugup. "Deg deg deg " suara jantung Fio berdebar.


" Apa kamu tidak menyukai saya? " tanya Prince dengan senyum manis diwajahnya. Pertanyaan Prince sukses membuat Fio semakin gelagapan.


" Sa saya- " ucapan Fio terhenti kala mendengar suara bell masuk.


Tettt tetttt tetttt


" Sa saya akan kembali ke kelas permisi " ujar Fio buru-buru dan keluar dari ruangan Prince dengan perasaan campur aduk menuju kelas.


Sedangkan di dalam ruangan, Prince tak kuasa menahan senyumnya. Dia begitu senang melihat wajah gugup gadis kecilnya itu. Sangat imut menurutnya. Prince berharap gadis itu memiliki perasaan yang sama dengannya. Semoga gadis itu menerima pengakuan Prince barusan.


.


.


.


.


.


.


.


Halllooo Hallooo Guyssss👋👋👋


Happy Reading All📖😄😄Nih author kasih up episode lagi hehehe buat nebus keterlambatan author up kemarin🤗❤


Yukkk terus kasih dukungan buat author ya para readers....dengan cara Like, Koment, Vote, and Rating sebanyakk banyakknyaaaa😃😃😉😉


Thank You All💙😙

__ADS_1


Moga makin suka yaaaa sama setiap episodenya🤗☺


__ADS_2