
Episode 102
...Happy Reading Guuyyss ❤️📖...
To be continue
☆☆☆☆☆
Sesampainya di sekolah, Fio langsung menuju kelasnya. Disana dia melihat Gina dan Ninda yang tengah duduk dengan wajah lesu.
" Assalamualaikum, morning guys " sapa Fio sambil berjalan mendekati mereka berdua.
Gina dan Ninda langsung menoleh.
" Waalaikumsalam pagi juga " jawab Ninda dan Gina berbarengan.
" Kalian kenapa kok mukanya kusut gitu? " tanya Fio.
" Rena ga masuk Yo, gue jadi kepikiran dia " jawab Ninda sedih.
" Udah loe berdua jangan ikutan sedih kayak gini, justru kita harus kuat dan ngasih semangat buat Rena " ujar Fio bijak.
" Tante Dina pasti sembuh " lanjut Fio.
" Iya loe bener Yo, pokoknya kita harus selau bareng bareng guysss " ujar Gina bersemangat.
Membuat Fio dan Ninda pun tersulut semangatnya.
" Ehh gimana kalo pulang sekolah kita ke rumah sakit kita jenguk Tante Dina sama nemenin Rena, ya walau cuma sebentar gue tadi udah ijin si sama ortu " usul Ninda.
" Pastilah itu, gue juga ada rencana gitu udah bilang Papa Mama juga " jawab Rena.
" Boleh, nanti gue ijin ke Bunda lewat telfon kayak kemarin " jawab Fio dan diangguki oleh kedua sahabatnya.
" Ehh iya kira kira ntar mau bawa apaan ya....ohh gimana bawa buah aja sama ntar nanyain Rena mau dibawain apa gitu " usul Ninda.
" Boleh boleh ..." jawab Fio.
Mereka bertiga terus berbincang, dan tak terasa bell masuk berbunyi lalu guru pengajar datang. Pelajaran pagi itupun dimulai dengan tentram.
...******...
Di Kota A, Bu Amira sedang berbelanja di butik langganan nya. Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik diusianya yang tak muda lagi sedang membayangkan berbelanja dengan menantunya kelak.
" Gak lama lagi Prince dan Fiona menikah, dan aku jadi ada temen dehh kalo lagi shopping gini " batin Bu Amira sambil terkikik sendiri membayangkannya.
Lalu salah seorang wanita pegawai butik tersebut datang menghampiri Bu Amira.
" Selamat pagi Nyonya, ada yang bisa saya bantu?" tanya pegawai tersebut ramah.
Bu Amira yang memang sedari tadi sedang berkhayal pun sedikit terkejut dengan kehadiran pegawai itu.
" Ehh...emm iya mbak, saya sedang mencari gaun untuk putri saya " jawab Bu Amira.
Pegawai tersebut mengangguk sambil tersenyum ramah.
" Kalau boleh tau putri ibu umur berapa dan tinggi badan serta karakter nya bagaimana? " tanya pegawai tersebut.
__ADS_1
Bu Amira nampak bingung dengan pertanyaan tersebut.
Pegawai perempuan itu mengerti jika Bu Amira sedang bingung pun menjelaskan.
" Begini Nyonya, saya bertanya demikian agar bisa mencarikan gaun yang sesuai dengan putri Nyonya " jelas si pegawai.
Bu Amira mengangguk mengerti.
" Baiklah... " jawab Bu Amira tersenyum.
" Putri saya berumur 18 tahun, tinggi badannya sekitar 165-167 cm. " jawab Bu Amira sambil mengingat ingat Fio.
Lalu beliau tampak diam dan berfikir.
" Putri saya sangat cantik, natural dan sederhana. Bibirnya mungil,kulitnya putih bersih. Dia tegas dan humoris, imut dan pemberani " jelas Bu Amira menggambarkan sosok Fio baginya.
Pegawai itupun mengangguk mengerti.
" Mari saya antarkan untuk melihat gaun yang cocok dengan putri Nyonya " ajak si pegawai dengan ramah.
Bu Amira hanya mengangguk dan mengikuti langkah si pegawai dari belakang.
...******...
Jam istirahat pun tiba. Semua murid SMA Merdeka sedang menikmati waktu istirahat setelah pelajaran yang melelahkan.
Begitu juga dengan Fio dkk. Mereka sedang menikmati makan siang mereka.
Bedanya kali ini mereka hanya bertiga. Karena Rena ijin tidak masuk sekolah. Dan para kekasih mereka sedang ada perkumpulan dengan tim basket sekolah.
" Ehh guys gimana kalo kita video call Rena " usul Ninda setelah melahap siomay di piringnya.
Sedangkan Fio hanya mengangguk saja sambil tersenyum.
Gadis itu tengah asik menikmati semangkuk mie ayam Mang Dadang. Makanan favorit di SMA Merdeka.
" Ya udah gue telfon ya " ujar Ninda lalu menghubungi Rena.
" Haiii Rennn gue kangen sama loee " ujar Ninda saat video call terhubung.
" Gue jugaaaaa Nin, mana nih Gina sama Fio? " tanya Rena.
" Nihh nihh mereka lagi makan " ujar Ninda sambil mengarahkan kamera ponselnya pada Gina dan Fio.
" Renaaa kangen gue sama loe, gimana keadaan nyokap loe? " sapa Gina sambil wajah dibuat seimut mungkin.
" Hai Ren, gimana keadaan Tante Dina " sapa Fio.
" Haaaa Fio Gina gue kangenn sehari gak ketemu rasanya lama banget sumpah. Dan ya alhamdulilah keadaan Mama udah baik baik aja. Tadi pagi Mama udah sadar. Kata dokter keadaanya udah lebih baik dan tinggal 2 harian aja di rawat disini buat pemulihan " jelas Rena panjang lebar.
" Syukurlah kalo gitu " jawab Fio dan di angguki oleh yg lainnya.
" Ohh iya Ren, nanti pulang sekolah kita mau ke rumah sakit. Loe mau sekalian dibawaiin apa gitu? " tanya Gina.
Rena diam dan bergaya ala orang berfikir berat gitu lohh😂.
" Emm apa yaaaa gue pikir dulu deh " canda Rena.
__ADS_1
Membuat Ninda gemas.
" Loe tu ya pake segala mikir lagi kek ujian aja. Pas ujian aja loe males mikir " ujar Ninda sambil terkikik.
Membuat Rena mendengus.
" Sa ae loe Ijahh " balas Rena.
" Ya udah deh, gue kayaknya lagi pengen somay di kantin dehh bawain ya Nin yang buanyakkk " jawab Rena.
" Ntar gue bawain sama gerobaknya. Kalo perlu sama Mang Ujang juga gue bawa biar loe puas makan somay " jawab Ninda kesal
Rena ini benar benar. Ditanya serius malah nyeleneh kan jawabnya.
Fio dan Gina hanya geleng geleng saja mendengar perdebatan keduanya. Jika tak bertemu rindu, jika sudah bertemu atau tatap muka ada saja perdebatan.
" Ohh iya, mana nih Bebeb gue kok gak ada disitu? " Rena menanyakan Redho.
" Biasa, cowok cowok lagi pada kumpulan tim basket. Nino sama Deo juga " jawab Gina.
" Ohh gituuu iya sihh tadi Redho sempet ngasih tau gue pas dateng ke rumah sakit " balas Rena.
" Lah kapan Redho ke rumah sakit emang? " tanya Fio
" Pagi tadi sebelum ke sekolah, anterin gue sama Papa sarapan " jawab Rena dan hanya dijawab 'ohh' saja oleh ketiga nya.
" Ya udah ya guyss gue mau nyuapin Mama makan siang nihh bye assalamualaikum " ujar Rena.
" Waalaikumsalam " jawab Fio,Ninda, dan Gina. Setelah itu video call berakhir.
" Alhamdulillah ya guys Tante Dina udah membaik. Semoga cepet sembuh " ujar Fio pada Ninda dan Gina
" Iya Yo gue seneng kalo Tante Dina udah baik baik aja " jawab Ninda
" Gua apalagi, ga kuat gue liat Rena yg kemarin nangis. Semoga Tante Dina cepet sembuh " ujar Gina.
Setelah itu mereka melanjutkan acara makan siang yang sempat tertunda karna video call dengan Rena.
BERSAMBUNG.....
.
.
.
.
.
.
.
Haii haiii jangan Lupa Like, Koment, Vote, dan kasih Rating terrrbaik kalian🤗💕
Biar Author tambah semangat buat updated next episode yaaa👍🏻🤭
__ADS_1
Thanks All❤️📖