
...Assalamualaikum Guysss๐ค๐๐๐...
...Kembali lagi dengan Authorrr yg pastinya kalian tunggu-tunggu kannn hehehehe๐๐๐...
...Skuyyy guyss langsung kalian baca ya nih kelanjutan episodenya๐๐...
...Moga suka yaa...Happy Reading๐โค...
To be continue
โโโโโ
Pertemuan dua keluarga untuk membahas perjodohan antara Fio dan Prince telah usai. Kedua belah pihak memutuskan tanggal pertunangan Fio dengan Prince adalah seminggu setelah acara pertemuan tersebut.
Saat ini semua orang telah pulang menuju kediaman masing masing. Begitu pun dengan Fio. Dia saat ini berada di dalam mobil Prince, guru sekaligus calon tunangannya. Tadi saat akan pulang, calon ibu mertuanya meminta agar Fio diantar pulang oleh Prince. Tentu saja hal itu ada maksud tersembunyi.
Selama perjalanan, hanya keheningan yang bertahan. Baik Prince maupun Fio tak ada yang berbicara. Fio dengan pemikirannya sendiri begitu juga Prince.
Prince bisa memaklumi perasaan gadis itu saat ini. Pasti dia terkejut dan tidak siap menerima ini semua.
" Ekhem kamu mau langsung pulang atau ingin pergi dulu ke suatu tempat? " tanya Prince mencoba membuka percakapan.
Fio yg tengah berkutat dengan pikirannya terkejut mendengar suara Prince.
" Ehh eee anu iya pak tadi bapak bilang apa? " tanya Fio gelagapan plus gugup.
" Saya tanya, kamu mau langsung pulang atau ingin mampir ke suatu tempat mungkin " ucap Prince kembali.
" Emm itu sepertinya langsung pulang saja pak, saya merasa lelah " ujar Fio dengan nada rendah.
" Baiklah " jawab Prince singkat.
" Saya mengerti perasaan kamu saat ini, dan saya bisa memakluminya " ujar Prince dengan nada rendah.
Seketika Fio menoleh menatap gurunya itu. Ada sebersit perasaan bersalah saat gurunya bicara seperti tadi.
" Maaf pak, saya hanya masih merasa tidak percaya dengan kenyataan yang ada malam ini " jawab Fio merasa bersalah.
" Hemm saya mengerti. Kamu tenang saja, saya akan menunggu kamu sampai kamu benar-benar menerima saya. Kami sudah tau perasaan saya pada kamu, jadi saya tidak masalah untuk menunggu kamu lagi. Dan soal perjodohan malam ini, sebaiknya kita jalani saja biarkan mengalir semestinya jangan kamu jadikan beban " ucap Prince mencoba memberi ketenangan dan pengertian pada gadis itu.
Mendengar penjelasan Prince, jujur memang membuat hati Fio sedikit melega. Pasalnya pria ini tidak memaksanya untuk segera menerima semuanya secara langsung. Dan apa maksudnya 'menunggu lagi' kata kata itu membuat Fio bingung.
" Terimakasih pak sudah memberi saya ruang untuk mencoba menerima ini semua secara bertahap " ujar Fio dengan senyum tulus.
Lalu dibalas anggukan dan senyum pula oleh Prince.
" Dan emm tadi maksud bapak menunggu lagi itu apa? " tanya Fio berusaha mendapat jawaban.
Prince tersenyum, " Suatu saat kamu akan mengetahuinya... sudah jangan banyak berfikir nanti rambut kamu cepat beruban dan tua. Saya tidak ingin mempunyai istri yang tua sebelum waktunya " ujar Prince sambil terkekeh mencoba mencairkan suasana.
Mendengar jawaban Prince, Fio mencebikkan bibirnya. Kesal, bisa bisanya saat bicara serius begini pria ini malah meledeknya.
__ADS_1
" Tapi saat berbicara seperti ini guru killer ini kelihatan hangat dan ramah . Gak sedingin biasanya kalo di sekolah " ucap Fio dalam hati sambil melihat ke arah Prince.
" Sudah puas menatap saya? " tanya Prince tiba tiba dan langsung menyadarkan Fio.
Dia merutuki dirinya yang lagi lagi ketahuan diam diam memperhatikan guru killer ini. Fio gelagapan dia berusaha menetralkan perasaannya.
" Engg enggak kok pak saya gak natap bapak. Ke GR-an dehh bapak ini " elak Fio. Padahal saat ini wajahnya terasa panas dan memerah menahan malu.
" Ck. masih mengelak. Kamu tidak pintar berbohong gadis kecil " balas Prince sambil terkekeh dan mengacak pelan rambut Fio.
Mendapat perlakuan seperti itu membuat Fio lagi lagi kesal dan mencebikkan bibirnya. Apalagi tadi, dia dipanggil gadis kecil ishh menyebalkan.
" Wajah kamu lucu saat sedang kesal seperti ini " ucap Prince sambil tertawa pelan.
" Ishh Pak Prince ngeselin banget sii ini rambut saya kan jadi berantakan...lagian ya pak saya ini udah dewasa bukan gadis kecil " protes Fio tak terima.
" Baiklah baiklah nona dewasa, apa buktinya jika kamu sudah dewasa hem? " tanya balik Prince.
" Ya tentu saja saya ini sudah dewasa pak, buktinya aja saya sudah memiliki calon su- " ucapan Fio terhenti kala sadar apa yang akan dia ucapkan.
" Kenapa berhenti , calon su- apa " ucap Prince menggoda Fio. Membuat Fio lagi lagi menjadi kesal.
" Pak Prince ini ternyata selain killer, seenaknya itu nyebelin banget yaaa " ucap Fio sewot.
" Ha ha ha ha " tawa Prince lepas saat berhasil membuat gadis disampingnya ini lebih kesal.
Mendengar tawa pria disebelahnya ini membuat Fio langsung menoleh dan memperhatikan dengan serius.
Merasa diperhatikan, Prince menghentikan tawanya. Dia lalu mengubah wajahnya menjadi datar.
" Loh kok berhenti pak ketawanya? Udah kering ya giginya " ceplos Fio membalas goda Prince.
Sementara Prince hanya berdehem saja.
" Pak Prince kalo lagi ketawa dan bicara kayak tadi itu keliatan beda banget " ujar Fio.
" Biasanya di sekolah, jangankan ketawa dan ngomong kayak tadi. Senyum aja bapak keliatannya susah " lanjut Fio membuat Prince menoleh padanya.
" Kamu suka? " tanya Prince membuat Fio mengernyit.
" Suka apa ? " beo Fio.
" Suka saat saya bicara ramah dan tertawa lepas seperti tadi " jawab Prince.
Tanpa sadar Fio mengangguk dan menjawab
" Suka " ujarnya.
Mendengar jawaban gadis tersebut membuat Prince tersenyum. Fio yang sadar dengan ucapannya barusan pun menjadi gelagapan.
" Ehh anu mak maksud saya ya iya saya suka dengan sikap Pak Prince yang se seperti tadi terlihat ramah dan bersahabat iya itu maksudnya " jelas Fio tergugup.
__ADS_1
" Baiklah, kedepannya saya akan seperti ini terus saat bersama kamu " ujar Prince sambil tersenyum kemudian fokus kembali menyetir mobilnya.
" Emm pak, itu soal perjodohan ini bisa tidak kalau di rahasiakan? Pak Prince kan tau saya masih sekolah dan juga kita ini beda. Bapak guru saya dan saya muridnya, emm menurut peraturan sekolah itu- " ucapan Fio terpotong saat Prince menyahut.
" Baiklah, kalau itu yang kamu mau. Demi kenyamanan kamu saya akan ikuti keinginan kamu itu " jawab Prince sambil terus fokus menyetir.
Mendengar persetujuan Prince, Fio menjadi lega. Setidaknya dia masih memiliki waktu untuk memberitahukan pada para sahabatnya tentang perjodohan ini.
Tak lama kemudian, mobil Prince memasuki halaman rumah Fio.
" Sudah sampai " ucap Prince pada Fio lalu turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Fio.
Mendapat perlakuan manis seperti itu, membuat dada Fio berdebar.
Prince mengulurkan tangannya pada Fio, ragu ragu Fio kemudian menerima uluran tangan tersebut.
" Terimakasih pak sudah mengantarkan saya ke rumah " ucap Fio tulus sambil tersenyum canggung.
" Hemm... masuklah, istirahat walau besok hari libur tetap saja harus istirahat tepat waktu, ini sudah malam udaranya dingin tidak baik untuk kesehatan. " ujar Prince dan Fio hanya mengangguk saja.
" Baik pak, kalau begitu saya masuk dulu. Pak Prince ingin mampir sebentar atau- " .
" Tidak usah, ini sudah malam pasti keluargamu juga sudah istirahat. Mereka sampai lebih cepat dari kita. Cepat masuk sana gadis kecil " ujar Prince sambil terkekeh pelan.
" Ishh iya iya kok jadi bawel sih pak. Sekali lagi makasih saya masuk dulu, assalamualaikum " ucap Fio lalu beranjak masuk ke dalam rumah.
" Waalaikumsalam " jawab Prince sambil memperhatikan Fio masuk.
Setelah memastikan Fio benar benar sudah masuk ke dalam rumah, Prince berbalik dan masuk ke dalam mobilnya dan pulang. Hari ini dia merasa sangat bahagia. Gadis kecilnya ini adalah sumber kebahagiaan terbesar baginya.
BERSAMBUNG....
.
.
.
.
.
.
.
...Halllloooo Guysssss๐๐๐๐...
...Gimana gimana kalian makin penasaran kannn dengan kelanjutan ceritanya???? Hehehehe kalo penasaran pantengin teruss cuusss kelanjutannya jangan sampai ketinggalan๐๐๐...
...Jangan lupa terus dukung Author dengan cara Like, Koment, Vote, dan kasih Ratingg terrrbaik kalian juga sebanyakkkk banyakknya okeyy๐๐๐...
__ADS_1
...Thank You All๐โค...