
Sepanjang perjalanan, Fio hanya diam tak bersuara. Ia merasa sangat kesal dengan gurunya ini. Selalu memaksa. Fio tak suka itu.
Akhirnya, Alex membuka suara untuk mencairkan suasana.
" Ekhemmm...kalo boleh tau nama mbak siapa ya? " tanya Alex pura-pura tidak tau.
" Fiona, panggil aja Fio. Dan spertinya mas ini lebih tua dari saya, panggil nama aja. " ucap Fio datar.
" Ohh iya memang saya ini seumuran dengan gurumu kamu ini. Nama saya Alex " ujarnya sedikit kikuk.
Pasalnya tatapan Fio membuatnya jadi grogi. Kenapa tatapannya sama kayak Prince??? gumam Alex dalam hati.
" Ekhemm udah Lex, loe gausah gangguin siswi gue " ujar Prince dengan tatapan tajam pada Alex.
Alex yang ditatap sedikit bergidik. Tak habis pikir, kenapa kepribadian dua orang itu sama. Tak ada manis-manisnya sama sekali, pikir Alex.
" Iya iya santai aja, gue tadi cuma mau cairin suasana doang " jawab Alex.
Tak lama, mobil mereka telah sampai di parkiran mobil dekat alun-alun.
" Kita sudah sampai " ucap Price datar.
Fio yang mendengar langsung membuka pintu mobil dan keluar. Seraya mengetuk pintu depan.
Tok tok tok
Prince pun menurunkan kaca mobilnya.
" Makasih atas tumpangannya pak " ucap Fio datar.
__ADS_1
" Ekhem, ya sama-sama " jawab Prince tak kalah datar.
Sedangkan Alex yg melihat hanya menatap heran pada dua orang itu.
" Lalu bagaimana dengan sepeda saya? Tadi kan ditinggal disana " tanya Fio.
" Tenang saja, nanti anak buah saya yang ambil sepeda kamu dan diantar ke rumah kamu " ucap Prince. Fio pun mengangguk dan pergi dari sana menuju tempat teman-temannya berada.
Sepeninggal Fio, Alex mulai angkat bicara.
" Prince, loe gimana sih. Katanya mau deketin gadis itu, tapi malah masang mode datar, cuek juga " ujar Alex gemas.
Prince pun menoleh, menatap Alex. Sedangkan Alex bergidik ngeri ditatap Prince.
" Ini masih awal Lex, gue ga mau buru buru. Bertahap aja dulu, setelah itu baru gue terang-terangan deketin dia. " jawab Alex.
" Ahhh ya udh lahh terserah loe aja, udah ayo turun katanya mau olahraga " ajak Alex dan diangguki oleh Prince.
Teman-teman Fio yang sedang melakukan pemanasan sebelun olahraga kaget dengan kedatangan Fio. Mereka bingung, kenapa Fio secepat itu sampai ???
" Yo, loe katanya bakal telat sampe. Kok sekarang udah disini cepet banget? " tanya Rena.
" Hemm, gua tadi naik kendaraan umum " jawab Fio sekenanya.
Tak mungkin kan dia bilang kalau nebeng dengan Pak Prince??? Bisa-bisa ketiga temannya itu mengolok-oloknya.
" Emang ada ya kendaraan umum pagi-pagi gini? " tanya Gina merasa aneh.
" Ada, tadi kebetulan aja ada angkot yang lewat. " ucap Fio datar.
__ADS_1
" Udahlah, sekarang mending lanjut olahraga aja " ujar Fio supaya teman-temannya tak membahas lagi soal Fio yang datang dengan cepat.
Dikejauhan, nampak Prince dan Alex yg sedang menatap keempat gadis itu. Siapa lagi kalo Fio dkk. Sebenarnya lebih tepatnya menatap Fio.
Ya, alasan Prince pergi ke alun-alun adalah untuk mengawasi gadis kecilnya. Alex, dia hanya diam karna tak mau Prince bersikap seperti di mobil tadi karna ia menyapa Fio.
" Udh kali Prince, mau sampe kapan loe liatin Fiona? mending samperin aja " ujar Alex tak sabaran.
" Udh loe diem aja, sana loe olahraga kemana kek gitu. Atau beli makan atau minum. Jangan gangguin gue " ucap Prince datar dan sedikit mengusir Alex wkwkwkekw.
" Loe bener-bener deh. Tadi di rumah bangunin gue ngajak olahraga, sekarang ngusir. Dasar loe " ucap Alex kesal dan berlalu dari sana.
Prince yang mendengar hanya diam menatap datar Alex. Tatapan,pikiran dan hatinya hanya tertuju pada gadis yg sedari dulu telah mencuri hatinya.Fiona.
.
.
.
.
.
.
Hallloooo Guyysssss๐๐๐๐
Yukkk terus kasih dukungan buat author...dengan cara kasih Like,Koment, Vote, and Rating sebanyakkkk banyakkknyaa yaaa๐๐๐
__ADS_1
Thank You Allโค๐๐