
Episode 105
...Happy Reading Guuyyss ❤️📖...
To be continue
☆☆☆☆☆
" Makasih udah dianterin, aku masuk rumah dulu " ujar Fio dengan ketus. Dia masih kesal dengan yang Prince lakukan padanya, tapi lain sisi hatinya pun senang.
" Hemm, langsung istirahat. Salam untuk Ayah Bunda" jawab Prince masih dengan wajah datar.
Fio mengangguk. Lalu dirinya keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
Setelahnya Prince melajukan mobilnya untuk pulang.
" Sepertinya aku harus segera menikah dengan Fiona, apalagi dengan masalah Roselia dan bocah itu. Benar benar membuat kesal " gumam Prince.
" Lex, persiapin semua yang gue minta kemarin. Gue mau Minggu depan udah dilaksanakan "ucap Prince di telepon.
" Oke Prince, gue juga udah kasih tau Mama Papa dan mereka setuju, tinggal bilang ke orang tuanya Fiona aja " jawab Alex.
" Hemm, besok kita bakal adain acara pertemuan keluarga " ujar Prince.
" Iya, Papa Mama juga bilang gitu. Lebih cepat lebih baik " jawab Alex.
Tutttt
Setelah itu sambungan telepon langsung diputus oleh Prince.
_Rumah Ninda_
Gadis itu tengah menangis bersama Mamanya di ruang tamu. Mereka mendapat kabar bahwa Pak Tio, Papanya Ninda masuk rumah sakit karna kecelakaan mobil.
" Hikksss hikkss Papaaa " tangis Mama Ninda, bernama Ranti.
" Hikss Ma, gimana Papa hikks sekarang " Ninda pun ikut menangis.
" Papa di rumah sakit sayang, ayo kita siap siap buat ke rumah sakit hiks " ajak Mama Ranti.
Sepasang ibu dan anak itupun langsung bergegas pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Papa Tio.
_Rumah Gina_
Keadaan di rumah Gina saat ini pun sedang murung. Pasalnya, usaha milik Mama Gina bernama Mita sedang terkena masalah.
Mama Mita memiliki usaha toko kue yang cukup terkenal. Tapi hari ini, ada seorang pelanggan yang tiba tiba sakit perut saat makan kue disana.
" Hikss Pa, gimana ini Mama gak pernah lakuin hal itu Pa. Mama selalu beli bahan bahan berkualitas dan terbaik " ujar Mama Mita.
" Iya Ma, Papa percaya sama Mama. Mama tenang ya kita selidiki hal ini dulu. Biar polisi yang bertindak " jawab Papa Gina bernama Wira.
Gina hanya diam tak tau harus bagaimana. Dia tak percaya Mamanya melakukan hal itu.
Selama ini Mamanya selalu menggunakan bahan berkualitas untuk bahan kue di toko nya.
" Ma, Mama yang sabar ya Ma Gina percaya sama Mama " hibur Gina.
" Nahh kan Gina aja percaya sama Mama, Papa juga . Kita tau Mama berbisnis dengan jujur. Jadi Mama jangan takut kita pasti bisa hadapin masalah ini " ujar Papa Wira.
__ADS_1
Mendengar ucapan suami dan putrinya, Mama Mita perlahan berhenti menangis. Dirinya bersyukur memiliki orang orang yang mendukung nya kapanpun.
" Tapi Ma, apa Mama ada kecurigaan sama seseorang? Maksud Gina, apa mungkin ini kesalahan dari pemasok bahan bahan kue ke toko Mama? " tanya Gina.
Mama Mita terdiam dan berfikir.
" Sepertinya tidak sayang, Mama sudah lama kenal sama dia, dan sudah lama membeli dari dia " jawab Mama Mita.
" Emm begitu " Gina mengangguk anggukkan kepalanya.
" Kalo yang biasanya ngurus bahan bahan dapur siapa Ma? " tanya Gina lagi.
Papa Tio hanya mendengarkan saja apa yang putrinya ucapkan. Dia tak ingin salah menduga yang akhirnya mengakibatkan fitnah pada orang tak bersalah.
" Itu diurus sama Lisa sayang. Dia yang mama percaya untuk ngurus kebutuhan dan bahan bahan kue di dapur. Semua hal yang akan masuk atau keluar toko dia yang akan ngecek dulu. " jawab Mama Mita.
Gina diam mendengarkan ucapan Mamanya.
" Apa mungkin mba Lisa dalang dari masalah ini? " batin Gina.
Mama dan Papa Gina heran melihat raut wajah putri mereka.
" Ada apa Gina kenapa kamu tanya tentang itu? " tanya Papa Wira.
Gina menggeleng.
" Gina cuma penasaran aja Pa, dann emmmm apa mungkin ini perbuatan mba Lisa? " ucap Gina ragu ragu.
Mama Mita dan Papa Wira terkejut mendengar nya.
" Mana mungkin Lisa berbuat seperti itu sayang. Dia orang yang paling lama kerja di toko kue Mama. Dia juga karyawan Mama yang pertama saat buka usaha toko kue itu " ujar Mama Gina dengan raut wajah kesal.
" Ma udah, kenapa bicara seperti itu sama Gina. Dia cuma bicara pendapat nya aja. Dan Papa rasa ucapan Gina ada benarnya " tegur Papa Wira.
Sedangkan Gina hanya diam sambil menunduk. Dia tak marah saat Mamanya berbicara seperti tadi padanya. Ia mengerti keadaan Mamanya sekarang, apalagi dia sangat mempercayai Lisa.
" Maaf Ma, bukan Gina mau seudzon tapi Gina ngerasa aneh aja " ujar Gina pelan.
" Maafin Mama sayang, Mama gak bermaksud bicara kasar dan gak percaya sama kamu. Tapi Mama juga gak percaya kalau Lisa pelakunya " ujar Mama Mita sendu.
" Ngga papa Ma, Gina ngerti keadaan Mama. Maafin Gina ya kalo bikin Mama marah " jawab Gina yg juga merasa bersalah.
...*****...
Keesokan harinya, karna hari ini weekend jadi Fio memutuskan untuk berolahraga di taman dekat rumahnya.
" Hemmmm segernya udara pagi " gumamnya sambil menghirup udara pagi di taman.
Lalu dia memutuskan untuk jogging mengitari taman tersebut. Untungnya dia datang lebih pagi jadi taman tak terlalu ramai.
Saat Fio tengah asik jogging, tak sengaja dia menabrak seseorang.
brukkhh
" Aduhh sorry sorry saya gak sengaja " ujar Fio sambil mencoba berdiri dari tanah karna saat bertabrakan dia terjatuh.
Orang itu mengulurkan tangan padanya.
Fio mendongak, melihat wajah orang itu.
__ADS_1
" Arkan??? " ujarnya.
Arkan hanya diam sambil tersenyum pada Fio sambil tangannya terulur untuk membantu gadis itu berdiri.
" Loe gak papa? gak mau bangun? " tanya Arkan.
Membuat Fio tersadar.
" Nihhh " dia masih mengulurkan tangannya pada Fio.
Mau tak mau Fio menerimanya.
" Thanks " ujarnya.
" Sama sama, sorry gue nabrak loe sampe jatuh " ujar Arkan lembut.
" Gak papa, lagian gue juga salah gak fokus sama sekitar " jawab Fio santai.
" Kayaknya setiap kali kita ketemu selalu diawali tabrakan deh " ujar Arkan, Fio hanya mengangguk saja.
" Btw loe kok ada di taman ini? " tanya Arkan.
" Rumah gue deket sini, dan juga setiap libur gue selalu jogging disini " jawab Fio.
Mereka memilih untuk duduk di salah satu bangku taman.
" Loe kok sendiri disini? " tanya Fio balik.
" Hemm gue tadi abis sepedahan ( sambil menunjuk sepedanya) gak taunya sampe sini ya udah gue mutusin buat mampir kesini keliatannya juga ni taman bagus banget " jawab Arkan.
Fio hanya mengangguk.
" Ya udah kalo gitu. Gue mau lanjut jogging, have fun " ucap Fio sambil berdiri dari tempatnya.
" Ehh tunggu, gu- "
" Bye Ar " ucap Fio dan melanjutkan jogging nya.
"Gue mau ngomong sama loe " gumam Arkan melanjutkan ucapannya.
BERSAMBUNG....
.
.
.
.
.
.
.
Haii haiii jangan Lupa Like, Koment, Vote, dan kasih Rating terrrbaik kalian🤗💕
Biar Author tambah semangat buat updated next episode yaaa👍🏻🤭
__ADS_1
Thanks All❤️📖