Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 64


__ADS_3

...Assalamuaikum Guyss๐Ÿค—๐Ÿ‘‹...


...Nihh nihh Author tambahin yaa cerita lanjutannya๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š Moga kalian suka yaa guysss...


...Gass lah yukk langsung aja dibaca hehehehe๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„...


...Happy Reading๐Ÿ“–โค...


To be continue


โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†


Keesokan paginya, Fio bangun dari tidurnya pukul 06.00 pagi. Dia bergegas mandi kemudian bersiap untuk keluar olahraga pagi.


Kalau biasanya dia akan janjian bersama para sahabatnya, kali ini tidak. Fio memilih untuk olahraga sendiri di taman dekat rumahnya yang minggu kemarin dia datangi bersama kedua adiknya.


" Bunda, aku berangkat olahraga dulu ya ke taman " pamit Fio pada Bu Arsih yang tengah mencuci sayuran di dapur.


" Oh iya Bunda, Ayah mana? " tanya Fio menanyakan keberadaan Pak Gandi.


" Ayah kamu berangkat ke bengkel sayang baru sekitar 30 menit yang lalu. Katanya akan ada barang pesanan yang datang ke bengkel pagi ini " jawab Bu Amira sambil terus dengan kegiatannya.


" Hm gitu, ya udah Bunda Fio mau berangkat ya " ucap Fio.


" Iya sayang, hati hati ya...oh iya kedua adikmu nggak kamu ajak? " tanya Bundanya.


Mendengar ucapan Bundanya, membuat Fio kembali berfikir dan mengingat kejadian semalam. Dimana kedua adiknya yang ceplas ceplos berbicara soal Prince. Dirinya masih kesal karna hal itu.


Lalu dia memiliki ide untuk membalas mereka berdua. Dia tersenyum smirk lalu bertanya dimana kedua adiknya kini.


" Emm emang dimana Iqbal sama Bilal sekarang? " tanya Fio.


" Adik adikmu masih tidur sayang, mungkin mereka kelelahan....kamu bangunin mereka gihh " ujar Bu Arsih dan langsung diangguki setuju oleh Fio.


" He he he pembalasan telah tiba " gumam Fio sambil tersenyum smirk berjalan menuju kamar kedua adiknya.


Saat sampai di dalam kamar mereka, dilihatnya Iqbal dan Bilal yang tengah tertidur lelap.


" Ck ck ck enak sekali kalian ya tidur setelah semalam bikin kakak mati kutu " cibir Fio kesal.


Kemudian dia berjalan menuju meja belajar adiknya. Mengambil spidol hitam besar dan kembali mendekati mereka.


" Okey kedua adik kakak yang tampan, kakak kalian yang baik ini akan buat kalian jadi makin tampan " ucap Fio sambil cekikikan dan mulai menggambari wajah mereka.


Setelahnya, dilihat hasil karyanya di wajah kedua adiknya.


" Hemm cukup bagus, Fiona gitu lohh " ujar Fio PD sambil menaruh spidol di meja.


Lalu dia mengambil ponselnya dan membuka ikon kamera. Dia memotret beberapa kali untuk mengabadikan hasil karyanya.


Cekrekkk

__ADS_1


Cekrekkk


Ckrekkkk


" Nahh udah selesai, kalo gitu kakak pamit ya adik adikku sayang byeee " ucap Fio senang dan bersenandung ria.


" Bunda, Fio berangkat sendiri aja, mereka berdua masih ngantuk katanya " alibi Fio pada Bundanya sambil menahan tawa.


Melihat ekspresi putrinya, Bu Arsih faham kalau Fio tadi habis mengerjai kedua adiknya.


" Ya sudah, hati hati sayang " ujar Bu Arsih sambil tersenyum.


" Iya Bunda, assalamualaikum " salam Fio.


" Waalaikumsalam " jawab Bu Arsih. Lalu Fio beranjak pergi dari sana dengan hati riang.


Kemudian dia berlari kecil menuju taman tempat dia akan berolahraga.


*****


Disisi lain, ada Rena, Ninda , dan Gina beserta pacar pacar mereka. Saat ini mereka sedang berada di alun alun kota untuk olahraga. Tanpa Fio tentunya, karna semalam Fio mengirim pesan tidak ikut ke alun alun.


" Hoshh hossh gue capek " ujar Ninda sambil mengusap keringat di dahinya. Mereka tadi habis jogging bersama mengelilingi alun alun.


" Iya gue juga, duduk dulu yuk " ajak Rena yg diikuti yg lainnya.


" Beb, kamu mau minum? " tanya Redho perhatian pada Rena.


" Mau Beb, air mineral botol ya satu " pintanya.


" Oke ya udah kamu tunggu disini ya " ujar Redho dan berlalu dari sana.


" Bee kamu mau minum juga? " tanya Deo pada Gina.


" Hum iya ayo beli bareng aku lagi pengen minum jus itu yang disana " ucap Gina sambil menunjuk ke arah penjual jus.


" Ya udah ayo kesana " ajak Deo membantu Gina bangkit lalu berjalan bersama.


" Yangggg kamu gak mau beliin aku minum juga? " tanya Ninda pada sang pacar.


" He he he kamu haus juga ya...tapi aku lupa yang nggak bawa duit gimana dong " ujar Nino sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal.


" Ishh kamu nih Yang, ya udah pakai uang aku dulu aja nihh ayo kesana beli minum sama sarapan " ajak Ninda.


" Tapi aku mau di gendong Yang, kaki aku masih pegel hehehe " pinta Ninda yg langsung diangguki Nino.


" Ya udah ayo naik ke punggung aku sini " ucap Nino sambil membungkukkan badannya agar Ninda bisa naik.


" Udah Yang " balas Ninda girang.


" Okeyy lets go kita beli minumm " ujar Nino dan langsung beranjak menuju penjual minuman dan makanan.

__ADS_1


*****


Dikediaman Prince, saat ini dia sedang sarapan pagi bersama kedua orang tuanya. Sedangkan Alex dia kembali ke Kota A kemarin karna ada pekerjaan mendesak.


" Bagaimana Prince, apa kamu akan menolak anak dari rekan Papa? " tanya Pak Renald disela kegiatan makannya.


" Tidak " jawab Prince singkat. Pak Renald dan Bu Amira hanya menahan tawa saat mendengar jawaban putranya. Pasti dia sangat kesal karna di kerjai kemarin.


" Tentu saja kamu tidak menolak, putri rekan papamu kan sangat cantik. Benar kan Pa " ujar Bu Amira yg ikut menggoda Prince.


" Benar Mah, Papa baru ingat kemarin padahal ada yang menolak mentah mentah perjodohan dengan rekan Papa " balas Pak Renald menyindir Prince.


Prince yang mendengar ucapan kedua orang tuanya hanya diam. Dia hanya bisa pasrah saat mereka menggodanya.


" Baiklah aku kalah " ujar Prince pasrah yang mana membuat Pak Renald dan Bu Amira terkikik geli.


" Pah, Ma terimakasih atas rencana kalian semalam " ujar Prince tulus sambil tersenyum tipis.


" Aku mengira, kalau kalian akan benar benar mencarikan wanita lain sebagai calon istriku " ujar Prince lagi.


" Iya sayang sama sama...mana mungkin kami mencarikanmu wanita lain sedangkan gadis yang putra kami cintai ada di depan mata " jawab Bu Amira dan diangguki Pak Renald.


" Ingat Prince, kamu harus selalu menjaga Fiona. Dia gadis baik jadi jangan pernah menyakitinya." ujar Pak Renald menasehati putranya.


" Pasti Pah, Fiona itu lebih berarti dari segalanya untukku. Selama ini aku selalu mencari dan menunggunya. Jadi aku akan selalu menjaga dan melindunginya apapun yang terjadi. " jawab Prince tegas dan mantap


" Baik, Papa pegang kata katamu. Papa percaya kamu bisa membahagiakan Fiona " balas Pak Renald penuh wibawa.


" Sudah sudah dilanjut nanti lagi bicaranya sekarang ayo habiskan sarapannya " ujar Bu Amira mengingatkan dan langsung diikuti oleh kedua pria itu.


Begitulah Prince dan Pak Renald jika Bu Amira sudah berucap maka akan langsung diikuti. Bukan karna takut, tapi mereka menempatkan Bu Amira sebagai prioritas mereka. Bagi mereka, Bu Amira adalah seseorang yang istimewa dan harus dijaga. Apalagi dalam keluarga mereka wanitanya hanya Bu Amira saja.


BERSAMBUNG.....


.


.


.


.


.


.


...Hallooo guysss๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹...


...Nih yaa Author udh upp lagi episode kelanjutannya, moga kalian suka ya๐Ÿค—...


...Jangan lupa tinggalin Like, Koment, Vote, dan Rating dari kalian di karya Author ini๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿ˜Š...

__ADS_1


...Thank You Allโค...


__ADS_2