Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 104


__ADS_3

Episode 104


...Haiii haii para pecinta Author ehh salah pecinta PTC hehehe๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹ Author comeback nihh dengan kelanjutan episode baru PTC......


...Yang kemarin" nanyain terus mana kelanjutan episode nya nihhh langsung gasss baca Jan malu malu๐Ÿคญ๐Ÿ˜‚...


...Happy Reading Guuyyss โค๏ธ๐Ÿ“–...


To be continue


โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†


_Di parkiran Rumah Sakit_


" Mas, aku turun dulu ya. " ucap Fio pada Prince yang mukanya masih saja masam.


" Hemm, jangan terlalu lama " jawab Prince datar.


" Iya, janji loh mas jangan turun dari mobil apalagi sampe masuk ke dalem " peringat Fio.


" Hem, cepatlah sebelum Mas berubah fikiran " jawab Prince masih datar.


Mendengar perkataan tersebut Fio bergegas turun dari mobil dan berlari masuk ke gedung rumah sakit.


Di ruangan Mama Rena, ternyata teman teman Fio sudah tiba lebih dulu. Karna mereka menaiki sepeda dan mencari jalan pintas agar cepat sampai.


" Assalamualaikum " ucap Fio sambil membuka pintu ruangan.


" Waalaikumsalam " jawab mereka kompak.


" Fiona, loe kenapa baru sampe? " tanya Arkan yang langsung menghampiri nya.


" Hemm, gue tadi mampir ke tempat temen sepupu gue dulu bentar terus kesini " jawab Fio dan Arkan hanya mengangguk saja.


" Tante " sapa Fio sambil menyalami tangan Mama Rena.


" Tante gimana keadaannya? " tanya Fio.


" Tante udah baik baik aja sayang, makasih ya udah dateng jenguk Tante " jawab Mama Rena.


Fio hanya mengangguk saja sambil tersenyum.


Mereka pun akhirnya larut dalam percakapan seru. Membuat Rena yang tadinya merasa sedih akhirnya bisa tersenyum kembali seperti sedia kala.


" Eh sekarang udah jam berapa ya? " tanya Fio pada Ninda.


" Jam 4 sore Yo, kenapa emang? " tanya Ninda balik.


" Hah jam 4???? aduhh gue harus cepet cepet balik " ujar Fio panik. Sontak semua yang ada di ruangan mengalihkan padangan pada Fio.


" Kenapa Yo? " tanya Rena.


" Emm gue harus balik duluan Ren " jawab Fio.


" Ohh gitu, ya udah gapapa Yo pasti Bunda juga nyariin loe " ujar Rena.


" Emm iya, Tante aku pamit pulang ya. Gue duluan ya guys " ujarnya akan melangkah ke luar.


" Fiona, gimana kalo gue anter? " tawar Arkan.


" Ehh enggak usah Ar, gue sama sepupu gue kok " jawab Fio cepat.


" Ta- " bel sempat Arkan bicara lagi Fio sudah pergi dengan cepat dari sana.


Di dalam mobil, Prince merasa sangat bosan dan kesal. Dia sudah menunggu hampir 1 jam di dalam mobil.

__ADS_1


Terlebih lagi dia membayangkan di dalam sana Fio akan di dekati oleh bocah bernama Arkan.


" Tunggu saja sampai kamu kembali gadis kecil, Mas akan kasih hukuman " gumam Prince.


Tak lama, pintu sebelah kemudi terbuka dan masuklah Fio dengan nafas yang tak beraturan.


" Maaf hoshh maaf ya Mas lama " ujar Fio sambil terus mengatur nafasnya.


Prince hanya menatap Fio datar.


" Ini gue lagi ngos ngosam gini bukannya dikasi minum kek malah dicuekin " batin Fio yg juga kesal dengan sikap Prince.


Akhirnya Fio mengambil sendiri air minum di samping tasnya.


" Legaa " ujar gadis itu.


" Yuk mas kita pulang " ujar Fio.


Tanpa banyak kata, Prince langsung menghidupkan mesin mobil dan melakukan mobilnya keluar area rumah sakit.


Selama perjalanan, tak ada percakapan apapun antara Fio dan Prince. Keduanya sama sama diam bergelut dengan pikiran masing masing.


" Ini kenapa Pak Prince jadi diem gini sii kan suasananya jadi horor. Mana mukanya datar gitu lagi " batin Fio.


Akhirnya Fio memberanikan diri untuk bicara.


" Mas, maaf udah buat mas nunggu lama "


" Sebenarnya tadi ak- " Prince tiba tiba mengerem mendadak.


Ckittt


Untung saja tidak sampai kejedot lagi kepala Fio. Masih aman guyss๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


" Mas, kenapa suka banget sih ngerem mendadak untung kali ini kepala aku gak kepentok kan " omel Fio kesal.


" Ma mas mau apa jangan Deket Deket gini " ujar Fio gugup.


Jarak antara mereka hanya beberapa centi saja.


Wajah Prince semakin dekat dengan wajah Fio. Bahkan gadis itu dapat merasakan hembusan nafas Prince diwajahnya.


Fio memejamkan matanya, dia merasa gugup dan juga takut melihat tatapan Prince yang setajam elang.


Cup


Bibir Prince menempel pada bibir mungil Fio. Membuat Fio kaget dan membuka matanya.


Gadis itu mendorong tubuh Prince untuk menjauh darinya.


" Ma mas ngapain hah " tanya gadis itu kesal.


" Kasih hukuman untuk km " jawab Prince santai tapi masih dengan wajah datar.


Fio melongo. Hukuman? Memang dia salah apa???


" Mas ngeselin banget sihh mas tau nggak mas udah ambil ciuman aku terus " ujar Fio kesal.


" Yang tadi ciuman hukuman pertama dari saya Fiona " ujar Prince tegas.


" Ta- tapi gak harus gitu juga. Mas gak sopan tau gak main sosor sosor aja gak " ujar nya kesal.


" Jadi kalau saya minta izin kamu akan berikan " ujar Prince.


Dangg. Skakmat Fio. Dia terjebak ucapannya sendiri.

__ADS_1


" Ya- ya nggak gitu bukan gitu maksudnya ahh udah deh buruan bunda udah nungguin di rumah " elak Fio yg sudah kehabisan kata kata dan juga malu.


_Kota A_


Dikediaman Hadijaya, Pak Renald dan Bu Amira tengah duduk di ruang tengah. Di depannya juga sudah ada Alex, beserta Devan dan Al.


" Ada apa Lex kenapa wajah kamu seperti itu? " tanya Bu Amira.


" Iya, kenapa kalian bertiga kompak datang kemari. Bukannya kalian di Kota D bersama Prince " ujar Pak Renald.


" Iya Pa Ma, memang sebelumnya Alex, Al sama Devan disana. Tapi kita mutusin buat balik kesini karna ini berhubungan sama Roselia " jawab Alex.


Pak Renald dan Bu Amira mengerutkan keningnya.


" Ada apalagi dengan wanita itu? " tanya Pak Renald tenang.


" Dia berusaha mencari keberadaan Prince uncle. " jawab Al.


" Dengan cara ngajuin kontrak kerja sama dari perusahaan dia sama Hadijaya Company " jawab Devan.


" Roselia udah tau uncle aunty kalau Prince udah nemuin perempuan yang selama ini dia tunggu " lanjut Devan.


Membuat Pak Renald dan Bu Amira memberikan tatapan tajam.


" Pa gimana ini? " tanya Bu Amira pada suaminya.


" Tenang Ma, kita harus tetap tenang. Jangan sampai membuat perempuan itu curiga " ujar Pak Renald.


" Lex, apa Prince sudah tau hal ini? " tanya Pak Renald.


" Udah Pa, bahkan Prince yg minta kita buat nyampaiin hal ini ke Mama Papa " jawab Alex.


" Pa, kita gak bisa biarin Roselia hancurin kebahagian Prince lagi Pa " ujar Bu Amira tegas.


" Pasti Ma, Papa pun tidak akan tinggal diam. " jawab Pak Renald.


" Lalu apa rencana Prince selanjutnya " tanya Pak Renald pada ketiga nya.


" Prince bilang dia mau mempersiapkan Fiona untuk segala kemungkinan yang akan terjadi uncle. Dia yakin Fiona bukan perempuan yang lemah " jawab Al.


" Dia juga khawatir kalo Roselia berhasil nemuin keberadaan mereka dan bakalan celakain Fiona " lanjut Al.


" Tapi bagaimana bisa dia melakukan semuanya? " tanya Pak Renald.


" Menurut orang kita, Roselia punya orang kuat dibelakangnya Pa selain keluarganya. " jawab Alex.


BERSAMBUNG...


.


.


.


.


.


.


.


.


haii guyss ๐Ÿค— maaf banget ya Author baru bisa update episode baru hari ini๐Ÿฅบ๐Ÿ˜ soalnya kemarin author nya sibuk sekali dan gak sempat buat update episode barunya๐Ÿค—๐Ÿ˜…

__ADS_1


Jangan lupa Like, Koment, Vote dan kasih Rating terrrbaik kalian๐Ÿค—๐Ÿฅฐ


Thanks All ๐Ÿ“–โค๏ธ


__ADS_2