Pertemuan Takdir Cinta

Pertemuan Takdir Cinta
Episode 20


__ADS_3

" Oh iya, mana ya Redho,Nino, sama Deo katanya mau ikut olahraga bareng " ujar Ninda sambil mengedarkan pandangannya ke sana kemari.


" Tadi si Deo telpon gue, katanya mereka bakal telat katanya karna Redho tu susah bangun " ucap Gina.


Dan diangguki ketiga temannya. Tapi, sesaat kemudian Ninda tiba-tiba memasang wajah terkejut, " Eh itu liat deh itu Pak Prince kan? ngapain dia disana sendirian ya ".


Ketiga temannya langsung menoleh ke arah tunjuk Ninda. Membuat Fio sedikit takut jika teman-temannya mengetahui bila ia berangkat bersama dengan gurunya itu. Ralat, 'dipaksa bareng'.


" Ngapain Pak Prince diem disana sendirian ya? terus juga mana temannya yang tadi kok ga ada? natap kesini juga dia ngapain ??? " batin Fio bingung dan heran.


" Eh samperin yuk...kapan lagi coba ketemu cowok seganteng guru kita itu wkwkw " ajak Rena.


" Yukkk kapan lagi olahraga bareng guru di luar sekolah " lanjut Ninda girang.


Sedangkan Fio hanya memasang muka datar, Gina? dia sungguh malas dengan usul temannya itu.


Akhirnya, mereka berempat memutuskan untuk menghampiri Prince. Karna juga sedari tadi Prince memperhatikan ke arah mereka.


Prince yqng melihat keempat gadis itu berjalan ke arahnya menjadi sedikit gugup, tapi dia sangat pintar menyembunyikannya dengan memasang wajah datar dan dingin.


" Selamat pagi pak Prince...lagi olahraga juga ya pak " sapa Rena ketika mereka sampai ditempat Prince.


" Ekhem " dehem Prince menghilangkan kegugupannya.


" Ya, seperti yang kalian lihat " lanjut Prince.


" Ya bapak gitu banget jawabannya, oh iya bapak kesini sendiri atau bar- " ucapan Fio terputus kala Prince memotong ucapannya.


" Saya bersama teman, itu " ujar Prince seraya menunjuk Alex yang baru saja selesai jogging.


Sontak, Rena,Ninda, dan Gina menoleh. Kecuali Fio, karna memang dia sudah tau hal itu.


" Wahh ganteng bangettt ga kalah sama pak Prince " celetuk Rena.


" Iyaaa ganteng bangett samalah ya sama Pak Prince " sahur Ninda.


" Ehh udah jangan gitu malu-maluin tau " tegur Gina merasa tak enak dengan ucapan teman-temannya yang ceplas ceplos.

__ADS_1


Sedangkan Fio dan Prince yang mendengar hanya diam. Biasaaaa masang muka datar guysss. Cocok emang dah wkwkwk๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„


Alex pun mendekat ke arah mereka,dengan wajah dan badan yg berkeringat habis jogging beberapa putaran mengelilingi area alun-alun. Menambah kadar ketampanannya. Bahkan sejak tadi ciwi-ciwi disana selalu memperhatikannya.


" Eh Prince, siapa mereka? " tanya Alex datar( ga kaya pas ngomong sama Fio dan Prince tadi, ceplas ceplos)


" Siswi saya di sekolah " jawab Prince singkat.


" Ohh " respon Alex singkat.


Keempat gadis yang melihat merasa heran dengan kedua pria tampan itu. Terlebih Fio, " perasaan tadi Pak Alex ga kayak gitu " gumam Fio dalam hati.


" Ren, kok temennya Pak Prince sama-sama cuek dan datar ya kayak Pak Prince " bisik Ninda.


" Iya tuh, sebelas dua belas sama Pak Prince " balas Rena berbisik.


Tak lama, Redho,Nino, dan Deo tiba dan menyapa mereka.


" Hai girls...hallo neng Rena cantik " sapa Redho cengengesan.


" Morning all " ucap Nino sedangkan Deo hanya tersenyum tipis.


" Hai juga " jawab Rena berbunga-bunga melihat kehadiran Redho.


" Hai " jawab Ninda dan Gina serempak.


Sedangkan Prince dan Alex hanya diam saja. Membuat Redho tersadar dengan kehadiran Prince dan satu lagi orang tak dia kenal.


" Ehh ada Pak Prince...lagi olahraga juga pak? dan ini ? " ucap Redho bingung.


" Ya, saya sedang olahraga bersama teman saya " ucap Prince cuek. Sedangkan Alex hanya diam, dia mengerti kalau ketiga laki-laki remaja yang baru datang itu juga murid Prince.


" Ya udah yuk, mulai olahraganya " ajak Rena mengalihkan percakapan.


" Ya udah ayokk keburu siang nihh ntar babang Redho jadi ga tamvan lagi " ujar Redho cekikikan.


" Ini juga karna loe yang susah bangun kali " jawab Gina ketus.

__ADS_1


" Udah-udah, sekarang ayo kita kesana mulai olahraga, maaf pak kami permisi dulu " ujar Ninda.


Dan dijawab anggukan oleh Prince dan Alex. Setelah kepergian ketujuh remaja itu, Alex mulai bertanya.


" Prince, loe kok ga ikut mereka? katanya mau deketin Fiona " ujar Alex.


" Ngga perlu, gue banyak cara lain. Kalo dengan cara loe tadi, dia bakal ngerasa aneh nanti " jawab Prince acuh tak acuh. Alex pun mengangguk, tanda dia mengerti ucapan Prince.


Akhirnya mereka melakukan olahraga masing-masing. Karna ya selain untuk mengintai Fiona, tujuan Prince juga sekalian olahraga.


โ˜†โ˜†โ˜†


Keesokan paginya, hari Senin sekolah SMA Merdeka sedang melaksanakan upacara bendera. Dilaksanakan dengan tertib,tak seperti biasanya, ada saja kelakuan siswa-siswi yg membuat guru penjaga kesal.


Saat upacara berlangsung, Fio yang berada di barisan tengah merasa kepalanya pusing dan pandangannya mengabur. Sesaat kemudian Fio pingsan, sontak Ninda yang berada tepat disampingnya kaget dan meminta tolong.


" Pak tolong, teman saya pingsan " ucap Ninda pada guru penjaga. Tapi, tak mendapat respon karna guru itu sedang mengurus siswa yg ribut saat upacara.


" Minggir, biar saya saja " ucap seseorang dengan suara berat dan sedikit serak.Dan wajahnya terlihat panik saat berucap hal itu.


Sontak Ninda langsung menengadahkan wajahnya dan terkejut. Bukan hanya dia saja tapi, semua siswi disana terkejut tak percaya.


" Pak Prince ??? " ujar Ninda.


.


.


.


.


.


.


Hayooo hayooo penasaran kannn...gimana kelanjutannya???? Yuk terus ikutin alurnya yaaaa...๐Ÿค”๐Ÿ˜‰

__ADS_1


Yukk Guyss terus kasih dukungan buat author dengan cara kasih Like, Koment, Vote, dan Rating sebanyakk banyakk yaaaa๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜˜


Thank You and Happy Reading๐Ÿ˜˜๐Ÿ“–


__ADS_2