Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Benda Di Kolong Tempat tidur.


__ADS_3

Suara Kicauan Burung Dipagi Hari mulai Bersautan dari ufuk timur.Cahaya Matahari yang Menembus Gorden Kamarku mulai menembus Kedua Kornea mataku.Perlahan Aku mengerjab lalu membuka mataku dengan Ekspresi Terkejut karena ternyata Aku bangunnya kesiangan.


" Astagfiruillahaldzim sudah Jam 7 ,Ya Allah Aku kesiangan" Gumamku untung saja sekarang Hari Sabtu jadi Kyla Libur Sekolah.


Aku pun langsung beranjak dari tempat tidurku.ku Ikat Rambut panjangku dengan Asal,lalu Kupakai Jilbab Instan milikku.setelah itu aku keluar dari kamarku dan masuk kedalam kamar kedua Anakku.ternyata mereka masih terlelap dalam tidur indahnya,kuciumi pipi gembil mereka satu persatu dan mengusapnya lembut.mereka adalah malaikat penguatku untuk menjalani Hari hari yang begitu berat saat ini.


Lalu ku susuri Sudut Rumah,tapi semuanya tampak sepi.entah dimana mas Adrian dan Istri barunya pagi pagi sudah pergi.lalu tak sengaja Ku tengok kamar mereka pintunya sedikit Terbuka.lalu Kedua bola mataku terbelalak dan terperanjat.terlihat Kondisi mereka sangat berantakan sekali.


Aku masuk dan melihat kamar tidur yang sudah seperti kapal pecah,selimut Tersingkap Tak dibenahi,bantal bantal berjatuhan dan berserakan ke mana mana alat makeup dan kosmetiknya pun juga berantakan dimeja Rias kamar tamu.


Terlihat juga Beberapa helaian Rambut yang memenuhi sisir bahkan Sampai jatuh dilantaipun dia tak Memungutnya atau menyapunya.Rasanya Emosiku mau meledak begitu saja.


" Astagfirullahaladzim,Mas Adrian inikah istri yang kau bangga banggakan,inikah wanita pilihan suamiku yang Akan dia jadikan sahabat dirumah ini."


Ketika kedua Ekor mataku mengedarkan pandangan disudut Ruangan ini dan berniat untuk menyapu ,tiba tiba aku dikejutkan oleh Sebuah Benda Berwarna Merah nyala dikolong tempat tidur.


" Astagfirullah." Dadaku terasa sesak dan nyeri begitu saja saat melihat Seonggok Benda Berwarna Merah yang ternyata Adalah Lingerie dengan Merek Brand ternama Sorella lengkap dengan ****** ***** Model G-string berwarna merah terpampang jelas dimataku.bentuk ****** ***** itu dengan tali yang masuk kebagian belakang,membuatku malu dan jijik melihatnya.


Kata Orang sesuai Psikologis menggambarkan sifat dan karakternya,dan G-string itu menggambarkan Sifat pemiliknya yang seksi Nakal,dan Binal diatas Ranjang.sungguh dada ku teriris membayangkan Wanita itu naik keatas suamiku,dan Mas Adrian sangat menikmati Adegan Malamnya bersama Wanita itu.sakit sekali Rasanya.


Baru saja Aku Hendak membalikan badan dan keluar dari Kamar Itu,tiba tiba mereka berdua datang sambil tertawa kecil dan berpapasan didepan pintu kamar.mereka berdua terlihat kaget dan Canggung saat bersitatap denganku,Zahra pun menundukan kepalanya dengan menggeser Sedikit tubuhnya untuk mengikis jarak dengan Mas Adrian.


" Bulan." Ujarnya pelan sambil menatapku lekat lekat aku membalas Tatapan mas Adrian dengan sinis.


" Tadinya Aku hendak menyapu dan membersihkam Ruangan,tapi aku nggak sengaja pintu kamar tamu terbuka,setelah kulihat ternyata..."Aku menjeda Ucapanku dan melirik ke kolong tempat tidur,lalu mas Adrian mengikuti pandanganku disana,dia pun terkejut bukan main melihat Pakaian dalam yang berceceran.


Zahra pun Terkejut dan jadi salah tingkah,dia pun segera bergegas masuk kedalam dan memunguti


pakaian dalamnya.


" Ma maaf mbak." ucapnya Pelan sambil menggigit bibir bawahnya karena malu.

__ADS_1


" Mas." Aku menatap kembali suamiku yang masih mematung didepanku,bibirku bergetar dan Air mataku kembali leleh membanjiri pipiku." Kupikir semalam kamu hanya bersamaku ternyata Aku salah,tidaķ tahunya kamu bisa membagi malam bersama dua wanita dalam sekaligus." Ucapku lirih


" An Annu A aku..." Jawab Mas Adrian dengan Terbata bata dan sudah kehilangan kata katanya.


Aku tak menggubris Mas Adrian,lalu aku menoleh kearah Zahra dengan Menatapnya tajam penuh peringatan


" Zahra,ingat Ya Rumah ini masih belum menjadi Rumah pribadimu,jadi Jaga sikap dan perilakumu


seenaknya kau tinggalkan kamar dengan Berantakan ,pakaian dalam berserakan kemana mana,kau pikir ini Rumah Ayahmu." Sentakku


" Ma maaf mbak."


" Tadi kami terburu buru kerumah pak Rt Bulan,melapor Jika Zahra Akan tinggal bersama kita." Mas Adris menyela memberi pembelaan pada wanita itu.


" Tinggal bersama kita?enak saja siapa yang bilang." Sungutku dengan ketus


" Hanya Sementara Sa,-----"


" Mbak bulan Aku nggak sengaja mbak,maafkan Aku."Jawabnya sambil menangis,dan lebih sakitnya Aku mas Adrian malah merangkul wanita itu.


"Aku Tau Kalian masih pengantin baru,masih dalam hangat hangatnya kenikmatan,tapi seharusnya kamu disini menjaga Adabmu,terlebih lagi Ada Aku disini." Ujarku penuh dengan Emosi


Wanita itu mendongakan Wajahnya,untuk menatap Mas Adrian dengan tatapan penuh Harap.berharap mendapat pembelaan dari mas Adrian.


" Bulan Ayo kita keluar." Seru Mas Adrian sambil meraih lenganku


" Lepaskan.! jaga batasanmu mas jangan menarik dan mencoba menyeretku untuk mempermalukan aku dirumah sendiri." Sentakku sambil menepis kasar tangan Mas Adrian


" Bulan,kita sekarang tinggak bersama disini." Tegasnya sambil menatapku.


" Aku tidak Sudi.!!" Aku berteriak dan meradang menangis sejadi jadinya.mungkin mendengar suara teriakanku membuat Kyla dan saga keluar dari kamar melihat keributan kami

__ADS_1


" Lihat mas bukan Hanya Aku yang tersiksa tapi Kyla dan juga Saga Anak anakmu pun jika ikut tersiksa." Teriaku sambil meraih tubuh mungil Putra putriku kedalam pelukannku.


" Zahra,kau itu Anak Seorang Haji tapi ternyata ekspetasiku tentang dirimu sangat salah besar." Ucapku sambil melayangkan tatapan mata tajam kearahnya


Mereka Hanya diam mematung.ku gandeng Kedua tangan putra putriku untuk pergi dari sana namun mas Adrian kembali mencegahku dan mencekal lenganku.


" Bulan tunggu bulan,dengarkan penjelasanku dulu." Mas Adrian mencoba menahanku segera kutepis kasar tangannya


" Awas mas jangan Halangi kami." Sentakku.


Mas Adrian terlihat nampak Frustasi lalu menjatuhkan Tubunhnya untuk bersejajar denhan tubuh Kyla dan Saga


" Kyla,Saga sini peluk Ayah." ujarnya


" Nggak mau kami mau ikut Bunda." Cicit kyla


" Ayah sama Tante jahat." Timpal Saga


Mas Adrian Terkejut mendengar ucapan kedua Anaknya,raut wajahnya terlihat Muram dan Sedih.Aku sudah tidak peduli lagi dengan Perasaannya kali ini yang ku yakini pasti Hancur mendapat penolakan dari Kedua Anakku.


" Ayo sayang kita keluar." Ucapku sambil menggandeng Tangan Saga Dan kyla untuk keluar


kutinggalkan mereka lalu membanting pintu kamar mereka dengan Keras sehingga menimbulkan Suara yang memekikan suara mereka berdua didalam.


BRAK


Aku tak habis pikir dengan sikap mereka yang sudah benar benar sangat menguji kesabaranku terus menerus.padahal semalam baru saja Aku dan mas Adrian mendamaikan diri,kini pagi pagi sekali mereka bikin Ulah dan menimbulkan Prahara Rumah tangga kami.


Ya Allah Luaskan dan lapangkan Hatiku menjalani Ujianmu kali ini.


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2