Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Kepanikan Bulan


__ADS_3

Mobil yang dikendari Mas Adrian terlihat melaju dengan Cepat menuju Ke arah Rumah sakit.Aku hanya mampu ternganga melihat Mobjl mas Adrian yang meluncur dengan kencang,sehingga terjadi Gesekan Antara debu debu sedangkan Terdengar keras dencitan mobilnya menimbulkan debu debu tersebut ikut berterbangan.


Aku yakin Dia tidak mungkin menemukannya dirumah sakit,jika Mas Adrian menemukan Alamat rumah mas Damar,mereka akan saling bertengkar dan baku hantam.


" Semoga saja tidak terjadi Apa apa." gumamku dalam hati


*****


Keesokan Harinya setelah sholat subuh,seperti Biasa Rutinitas pagiku setiap Hari pasti membersihkan rumah kontrakan.seperti memasak,menyapu mengepel dan mencuci pakaian sebelum Anak anak bangun dan aku pun belum berangkat kerja.


ketika sedang Asyik menjemur pakaian dihalaman samping Rumah,tiba tiba terdengar suara klasok mobil terdengar didepan Rumah Kontrakanku.


kuletakan dulu pakaianku didalam Ember,lantas Aku buru untuk menghampiriya sebelum suara klakson mobilnya menggegerkan Diarea kompleks ini.


" Apa Apaan sih kamu mas." Sentakku berdesis saat melihat seseorang yang baru saja Keluar dari mobil adalah Mas Adrian.


Dia Pun Melemparkan senyumnya,ketika baru saja keluar dari mobilnya,sambil bersidekap dada dan menyender di pintu mobil.


" Ada perlu Apa ,Pagi pagi Mas Sudah datang kemari.?" Ucapku Ketus.


" Untuk Apa Lagi,kalau bukan memantaumu." ujarnya santai sambil memiringkan sudut bibirnya


"Maksudmu mas memantau bagaimana ?" kataku dengan Perasaan mulai tak nyaman


" Ingat bulan,kamu itu masih Istriku,jadi Aku masih punya tanggung jawab untuk menjagamu dan juga memantaumu semua kegiatanmu." Ucapnya dengan lugas dan Tegas


Aku pun Tertawa Miris mendengar penuturannya.


" Mas sadar nggak Apa yang mas barusan katakan"


" Kenapa tertawa.?"


" Aku benar benar Heran sama kamu mas,kenapa setelah kita pisah Rumah,kamu baru punya inisiatif untuk menjaga dan Juga memantauku.?" Ujarku dengan Senyuman sinis,mampu membuat mulut mas Adrian membungkam sejenak." Nggak usah Repot repot mas ,aku dan Anak anak baik baik saja." Tolakku


"Uhmm Yasudah kalau begitu Aku ingin bertemu sama Anak Anak."Tuturnya sambil mengerlingkan Mata nakalnya


"Nggak bisa,mereka masih tidur." Cetusku sambil membalikan badan


" Tapi Aku Ayah mereka,jadi Aku berhak ketemu mereka kapan saja." Ucapnya dengan nada mulai Emosi


" Sudahlah mas Aku sibuk,lagi pula ini masih Terlalu pagi jika ingin mengajak Ribut." Ucapku sambil berlalu meninggalkannya didepan Gerbang Rumah kontrakanku.


" Lhoh didepan itu siapa mbak bulan.?" Tanya


pemilik Rumah kontrakanku.


" Di dia suamiku bu,tapi Dia." Aku menjawab dengan Ragu ragu.


"Kenapa nggak disuruh mbak.?"


" Anu bu,ibu tau sendiri kan maksud saya.?" bisikku.


" Tapi nggak enak lhoh mbak dilihat sama tetangga." Imbuh bu kost


Ku hampiri Lagi mas Adrian yang kini masih Berada diambang Gerbang Rumah,lalu Aku pun menarik lengannya untuk sedikit menjauh.


" Ada Apa bulan kok Mas ditarik tarik.?" tanyanya sedikit bingung.


" Mau sampai kapan sih mas kamu terus mengganggu Hidup Aku.menjauhlah dari sini mas,Biarkan Aku hidup tenang bersama Anak Anakku.aku nggak nyaman,kalau kamu terus seperti ini mas." Kataku menggebu gebu


" Yasudah kalau begitu ayo kita pulang,biar kamu nyaman." Ucapnya sambil menyentuh kedua pundakku.


" Lepasin mas." Aku mengibaskan tangannya dari pundakku." Aku Nggak bisa kembali ke rumah,lagi pula aku juga sudah tidak nyaman serumah denganmu,lagi pula kamu sendiri kan yang bilang kalau kau sudah menyesal nenikahiku."


" Iya bulan,aku Tau aku yang salah,tapi Aku menyesal bulan,ku mohon maafkan Aku." jawabnya sambil menangkup kedua pipiku." Aku benar benar tidak bermaksud dengan kata kata itu,untuk mentalakmu.lagi pula tidak pernah ada kata talak meluncur dari mulutku." Ucapnya mencoba meyakinkan


" Tapi Aku sudah menerimanya mas,aku juga sudah menyiapkan mentalku untuk menerima segala sesuatunya,Untuk itu ku mohon pergilah dari sini mas jangan ganggu kami lagi." jawabku sambil melepaskan tangkupan tangannya di kedua pipiku,lalu Aku pun berbalik arah dan meninggalkannya.


" Apa kamu sudah tidak mencintaiku Lagi Bulan?"


Ucapannya membuatku Berhenti dan Tubuhku mendadak Kaku,lalu ku balikan badanku kembali dan Beralih menatapnya sejenak.mencari keseriusan dan ketulusan Diraut wajahnya,namun Tak kulihat itu,selain Raut wajah memelasnya saja.

__ADS_1


Pertanyaannya tentang Aku masih mencintainya atau tidaak membuat dadaku semakin nyeri,Enteng sekali dia Bertanya seperti itu,ingin sekali Aku berteriak sekencang kencangnya


sambil aku mengoyak pakaiannya dan mengatakan kalau Aku masih sangat mencintainya,tapi rasanya itu tidak mungkin mengingat perlakuannya padaku membuat Hatiku membeku Sebagian,aku tidak sudi mengatakan Hal yang akan membuatku sakit lagi.


" Maaf mas,Kamu tidak usah menanyakan soal Cinta." Desisku menahan Gemuruh didadaku


"Apa kamu sungguh ingin bercerai dariku Bulan.?"


Dan Pertanyaannya kali ini membuatku membeku,dan membuat hatiku Tersengat kembali,aku tak mampu lagi membendung buliran Bening di kelopak kedua mataku.Air mataku Meleleh lagi,ingin sekali ku tahan namun rasanya Aku tidak sanggup.


" Tanyakan sendiri pada Hatimu mas,kenapa kau begitu mudah menduakanku dan menorehkan luka sesakit ini,apa kau pernah mempertimbangkannya.?" jawabku setengah berdesis dengan Mata berkaca kaca


" Tapi Aku kan sudah menceritakan semuanya sama kamu bulan." Bantahnya


" Tapi kan kamu seharusnya bisa menolaknya,dan menolongnya dengan Cara lain,tanpa Harus menikahi mantan Adik angkatmu itu." Kataku setengah menghardiknya


" A Aku,arggh." Dia mengacak Rambutnya frustasi sambil membuang muka ke langit,dan menatapku lagi." Sungguh aku tidak punya maksud untuk melukaimu."


" Tapi Jelas jelas kau melukaiku mas,kau masih tetap melakukannya!,bahkan kamu sendiri tidak bisa menunda malam pertamamu dengan wanita itu." Ucapku penuh dengan penekanan.


" Ta tapi A Aku ,-----"


" Cukup Mas! Tolong Pergi dari sini mas,jangan membuatku seperti orang gila karena menunggu dipinggir jalan seperti ini." Kilahku


" Sampai kapanpun Aku akan tetap menunggumu Bulan." Sergahnya dengan kata kata lantangnya


" Terserah,tapi Aku nggak peduli itu." balasku sambil berlalu meninggalkannya dan kembali masuk kedalam Rumahku.


*****


Pukul Tujuh Kurang Tiga puluh menit,aku pun Sudah Siap siap untuk bekerja begitupun Kyla dan saga yang sudah Rapi mengenakan Pakainnya masing masing.Aku berniat untuk menitipkan mereka berdua di rumah ibu karena Kyla Hari ini Libur sekolah,tidak Aman Rasanya Aku meninggalkan mereka berdua dirumah dan menitipkanya pada Bu Duwi,mengingat ayahnya Akan memberikan seribu alasan untuk membawanya pergi.aku sungguh khawatir akan hal itu.


Setelah itu kami keluar dari dalam rumah lalu tak lupa aku mengunci pintunya,setelah kugandeng tangan kedua Anakku.namun Betapa terkejutnya Aku membuat kedua bola mataku membulat


melihat Mas Adrian masih berdiri didepan sana,didepan Gerbang sambil memeluk terali seperti Orang yang tidak waras,hal itu membuatku Kesal dan jengkel sekali.


Aku Dan Juga Kyla dan Saga pun menghampirinya.


" Aku menunggu Kalian." Jawabnya


" Nggak usah banyak tingkah kamu mas,ku mohon Cepat pergi dari sini." Usirku


" Aku Akan menunggumu Bulan,bahkan sampai lautan berubah menjadi kering pun aku akan tetap menunggu." Tegasnya


" Astagfirullah,Jangan Gila kamu mas."desisku lalu berlalu meninggalkannya sambil menggandeng kedua Anakku


" Sebaiknya Kalian Aku Antar,supaya tidak terlambat." Dia berjalan menyusul untuk mengekoriku


" Nggak Usah Repot repot,aku Bisa Taksi Online."Tolakku,karena Mobilku kemarin masuk bengkel.


Dia tak menjawab mungkin kehabisan kata kata,hanya saja dis melongo mendengar penuturanku,sedangkan kedua Anaknya juga ikut mengabaikannya


" Kyla ,saga Lihat Ayah Datang kesini buat jemput kalian ,kita makam Ice cream nak." Dia berkata setengah berteriak karena jarak kami yang sudah lumayan Cukup jauh dari jangkauannya


" Nggak usah yah,kami mau ke rumah kakek dulu,dadah Ayah." Teriak Putriku sambil melambaikan tanganya kearah Ayahnya


Baru saja tiga menit berjalan menuju jalan Utama,tiba tiba sebuah Mobil Fortuner berwarna putih melesat dan berhenti didepan kami.Lalu kaca mobilpun terbuka,terlihat Mas Damar tengah melemparkan senyum pada kami.menyapa kami sambil melambaikan tangannya.


" Hallo Anak manis Hallo Jagoan."Dia menyapa kedua Anakku dengan lembut


" Hai Juga Om." Balas Kyla putriku.


" Mari kalian kuantar sekalian."Tawarnya sambil membuka pintu mobilnya dari dalam


" Nggak usah mas,tadi Aku juga sudah pesan taksi Online." Tolakku Halus.


"Ayolah,kalian sekalian Aku antar,lumayan dari pada Uangnya buat bayar ongkos taksi." Ujar Mas Damar sedikit mendesakku.


" Tapi mas,--"


" Sudahlah bulan Ku mohon." Jawabnya

__ADS_1


Aku mulai bimbang untuk menerima tawaran dari Dokter Damar,sementara Dari kejauhan suamiku sedang menatap kami dengan tatapan yang tidak terbaca.tapi Aku Berusaha Mengurangi Konflik dan tetap berusaha menolak dengan Halus.


" Nggak usah mas,makasih."


" Ayo Kyla,Saga Naik,Om sudah belikan Mainan untuk kalian." Ujar Mas Damar sambil meraih kantong plastik berlogo Toko mainan yang berisi beberapa boneka barbie dan Mainan mobil mobilan


" Hore Kita dapat Hadiah." Seru Kyla dan saga Dengan Gembira,lalu langsung naik masuk kedalam mobil tanpa bertanya Lagi padaku.


Duh Putri dan Putraku.


Ku tatap Dokter Damar dan suamiku yang berada dari kejauhan sana secara bergantian,hati ini Galau luar biasa,disatu sisi aku merasa tidak enak Untuk menolak Ajakan Dokter Damar,namun disisi lain suamiku tengah menatapku dengan tatapan membunuh,yang ku yakini jika Hatinya kini panas oleh Api kecemburuan.


Akhirnya dengan Langkah berat aku memutuskan untuk masuk kedalam mobil,dengan Catatan Aku duduk di kursi belakang bersama Saga,sedangkan Kyla duduk didepan bersama Dokter Damar


" Bulan,kamu baik baik saja kan.?" Tanya dokter Damar yang membuyarkan lamunanku.


" Nggak Dok,saya baik baik saja." Jawabku mengelak.


" Emm kalau begitu kita Antar anak anak dulu ke rumah Orang tuamu ya."


" Iya mas,lagian mas tau sendiri kan kalau dirumaj sakit nggak bisa bawa Anak Anak." Jawabku


" Betul sekali apa lagi Dimusim pandemi seperti ini." Ucapnya sambil fokus menyetir


"Nanti Kyla baik baik ya Ditempat kakek,jangan Nakal dan Jagain Adeknya." Ucap Dokter Damar dengan Lembut sambil mengelus puncak kepala Kyla


" Beres Om." Balas Kyla dan Kami pun tertawa penuh Canda


Tiba tiba


Syiiiiiiittttt......Brakkk


Mas Damar pun langsung menghentikan mobilnya mendadak,membuatku Sedikit Tersungkur Kedepan dan hampir membentur kursi didepanku,beruntung Saga Langsung ku dekap Erat hingga bisa terlindungi,sedangkan Kyla juga beruntung karena memakai sabuk pengaman


" Astagfirullahaldzim."Pekik Mas Damar terkejut


Sebuah Mobil Yang Melaju dengan kecepatan tinggi berbelok mendadak dan memotong jalan kami,lalu ku tatap sejenak dan kuperhatikan mobil itu yang ternyata mobil milik suamiku.tanpa pikir panjang lagi Aku pun Langsung Menekan Handle pintu mobil sambil menggendong saga dan keluar menghampiri mobil suamiku itu.


Dan Dia pun juga keluar Dari mobil ketika aku menghampirinya.


" Mas Adrian,apa Apaan sih kamu, kita semua bisa celaka mas." Aku mencercanya habis habisan


Dia menatapku dengan Sorot mata penuh berapi api dan menghujam penuh dengan Amarah


" Apa mas,kamu mau Apa?jangan seperti ini."


Dia tak berucap katapun dan langsung kembali membuka mobilnya mengambil Sebuah Kunci inggris dengan Ukuran besar dengan panjang 40cm lalu berjalan kearah mobil Mas Damar.


" Kamu mau Apa Mas." Aku mencoba menahannya


" Awas,minggir kamu.!" Sentaknya sambil mendorong ku


" Tunggu dulu mas,kamu mau apa.?" sekuat tenaga aku mencoba menghadangkan sedangkan Putraku mulai terisak dari gendonganku.


" Aku Akan memberi Pelajaran pada Pria b*ngsadt itu." Dia mendorongku lagi,lalu melangkahkan kakinya lebar lebar menuju mobil mas Damar,yang jaraknya tak kurang dari satu meter


" ASTAGFIRULLAH MAS DAMAR KYLA AWAS."


" MAS ADRIAN BERHENTI STOP!"


Lalu


PRANGGGGGG


aku menjerit Sejadinya ketika melihat Mas Adrian Menghantam kaca mobil Mas Damar dengan Kunci Inggris yang Dibawanya tadi.


_Bersambung_


Maaf Lama Upnya,karena banyak sekali kesibukan Author di dunia nyata


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2