Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Kedatangan Tamu


__ADS_3

Aku sempat kaget saat Aqlan menyebut nama Mantan adik maduku itu.


" Zahra?" tanyaku Ulang


" Iya mbak bulan,ini semua ada kaitanya tentang mbak Zahra."


" Memangnya kenapa dia.?" aku tidak sabar ingin mengetahui keadaannya.


" Mbak Zahra menitipkan ini pada saya untuk diberikan sama mbak bulan."


Dia memberikan satu amplop berwarnna cokelat padaku.


" Apa ini.?" tanyaku


" Terimalah mbak." ucap Aqlan dan aku pun menerima amplop berwarna cokelat itu.


" Didalam ada beberapa surat surat penting dan juga asuransi dari perusahaan tempat dimana alm pak adrian bekerja dulu." Ucap Aqlan memberi penjelasan.


" Lalu kenapa harus diberikan padaku?aku tidak berhak menerimanya,zahra lah yang berhak karena dia istri mendiang mas adrian."


" mbak zahra sendiri yang memintanya mbak,jika mbak bulan tidak ingin menerimanya ,paling tidak ini buat anak anak mbak.karena bagaimanapun juga Kyla dan saga berhak mendapatkan haknya dari alm ayahnya mbak." kata Aqlan yang terus mendesakku


Aku pun sepintas berfikir sejenak,memang ada benarnya yang dikatakan pemuda itu,bagaimana pun Kedua Anakku adalah anak anak mas adrian mantan suamiku,mereka juga berhak mendapatkan haknya dari ayahnya,meskipun aku sama sekali tidak pernah memikirkan hal itu dan berharapkan itu semua,namun kini Zahra sendiri yang meminta aku untuk menerima semua itu meski caranya lewat Aqlan sepupunya.kurasa seharusnya dia tidak usah berbuat berlebihan seperti ini,kini aku semakin yakin jika Zahra sudah berubah menjadi lebih baik lagi.dan aku sangat bersyukur itu.


" Mbak bulan." panggil Aqlan yang membuyarkan lamunanku


" I iya kenapa.?" jawabku gugup


" Tolong diterima ya mbak,karena ini amanat." ucapnya sambil melempar senyum.


" Baiklah kalau begitu aku terima pemberian dari zahra lewat kamu ini,sampaikan terimakasihku pada Zahra ya Aqlan."


" Baik mbak,kalau begitu saya pergi dulu." pamitnya


" Iya."


" *Assalamualaikum "


" walaikumsalam* "


Lalu pemuda itu pun melangkah pergi keluar meninggalkan Toko,dan aku pun segera lekas menyelesaikan belanjaku.


Hari ini aku memasak makanan special yang menjadi menu favorit suamiku.yaitu Gulai kambing dan juga dendeng sapi kesukaan mas damar.dibantu bibi aku pun selesai masak tepat waktu.karena tak sabar aku pun berinisiatif mengantarkan makan siang untuk suamiku.sekalian melepas rindu tempat dimana dulu aku mengais rejeki sepeninggal perpisahanku bersama alm mantan suamiku,juga sekaligus tempat dimana pertama kali aku bertemu dengan mas damar.


" Semuanya sudah bibi siapin non." ujar bibi yang baru saja selesai menata makanan ke dalam rantang.


" Iya makasih ya bi." ucapku ketika aku selesai berdandan rapi dan menghampiri bibi didapur.


" Bulan berangkat dulu ya bi. minta tolong nanti bilangin ke mama kalau sudah pulang,kalau aku pergi ke rumah sakit mengantar makan siang buat mas damar ya, bi." ucapku lagi


" baik non."


Lalu aku pun segera berangkat sambil mengajak saga putraku,karena Kyla memang masih belum pulang sekolah,dan nanti sekalian aku mampir menjemputnya dan mengajaknya pula.


Setelah beberapa menit,mobil yang dikemudikan pak supir pun mendarat dulu di depan gerbang sekolah Kyla.aku pun segera bergegas turun untuk menghampiri putriku yang sudah menungguku didepan pintu gerbang bersama murid yang lain.


" Ayo sayang ikut mama." ajakku sambil berjalan menuju mobil


" kita mau kemana ma.?" tanya Kyla


" Ke tempat kerjanya papa damar,buat anterin makan siang." jawabku dan membuat kyla senang


" Horeee ketemu om papa." celetuk Kyla sambil tersenyum lebar.


Memang kedekatan mas damar dan Kyla begitu kental meski hubungan mereka adalah anak dan ayah sambung,Kyla yang mempunyai kepribadian ceria periang dan mudah bergaul itu gampang akrab dengan Orang yang mungkin bisa membuatnya nyaman,berbeda sekali dengan Putraku Saga,yang mempunyai sifat pendiam dan tidak gampang akrab dengan Orang lain atau baru beberapa waktu dikenalnya.


Setelah itu mobil yang kami kendarai pun akhirnya sampai di halaman Rumah sakit dimana mas damar bekerja.


aku menyuruh pak supir untuk menunggunya di mobil ,sedangkan Aku dan kedua anakku pun segera bergegas masuk ke dalam untuk bertemu mas damar.


" Hai bulan." sapa salah satu teman kerjaku dulu sekaligus seniorku,mba Tia


" Mbak Tia." ucapku membalas sapaannya.


" Gimana nih kabarmu setelah jadi Nyonya Damar." Goda mbak Tia


" Alhamdulilah mbak baik,kalau mbak sendiri gimana kabarnya.?" tanyaku balik


" Alhmdulilah baik juga bulan." ujarnya sambil menjawil pipi gembil Saga dan Kyla bergantian." Tumben kesini bawa anak anak.?" tanyanya lagi


" Oh iya mbak ini aku lagi bawain makan siang untuk mas damar." ujarku sambil mengulum tawa kecil dan mendapat balasan menggoda dari mb tia


" Uluh uluh Perhatian banget sih sama suami,mentang mentang masih dalam suasana pengantin baru." Godanya


" Apaan sih mbak,mbak tia bisa aja." ucapku malu malu." kalau begitu aku duluan ya mbak." pamitku


" Iya bulan silahkan."


Setelah berpamitan dengan Mbak Tia,aku dan kedua anakku pun segera bergegas melanjutkan tujuan kami menuju Ruangan Mas damar.namun sesampainya di Ruangan Mas Damar,aku pun tidak mendapatkan mas damar disana,tak lama kemudian datanglah seorang salah satu perawat masuk ke ruangan mas damar untuk menaruh barang.

__ADS_1


" Eh mbak bulan." sapa salah satu perawat bernama Wina yang kebetulan juga mengenalku


" Em mbak Wina,Kalau boleh tau mas Damarnya kemana ya,kok nggak ada di ruangannya.?" tanyaku pada mbak wina,namun aku menangkap ada sesuatu yang aneh dengan wajah mbak wina yang terlihat sedikit gelanggapan


" Oh dokter damar." ucapnya sedikit gusar


" Iya mbak,kemana ya?" tanyaku sedikit penasaran


" i itu tadi sejam yang lalu,dokter damar kedatangan tamu,setelah itu a aku tidak tau pergi kemana mbak." jawabnya setengah gugup


" Tamu mbak,siapa?" tanyaku


" Aku kurang tau mbak." jawabnya


" Laki laki atau perempuan?"


" Perempuan."


Deg


Jantungku tiba tiba berdetak kencang,tiba tiba perasaanku mulai merasa tak enak,tamu?perempuan?siapa?apa ini ada hubungannya dengan wanita yang tempo hari ku lihat di mall beberapa waktu lalu,dan sekarang disaat waktu bersamaan dengan jam makan siang mas damar tiba tiba tidak ada diruangannya,dan lebih anehnya lagi mas damar kedatangan tamu sejam yang lalu,itu tandanya mas damar pergi sejak sejam yang lalu,apa pergi nya dengan tamu itu dan tamunya perempuan.


ah tidak pikiranku jadi kacau seperti ini.semenjak pernah mendapat penghianatan dari alm mas adrian dulu,aku selalu menjadi orang yang Overthinking,Rasa trauma terus menerus menghantuiku jika berhubungan dengan orang terdekatku.Mungkin ini terlalu berlebihan tapi aku tidak bisa memungkirinya.


" Mbak bulan,mbak nggak apa apa ?" pertanyaan wina membuyarkan lamunanku,wajahku benar benar mendadak pucat pasi


" Eh nggak apa apa mbak,em kira kira mas damar nanti kembalinya jam berapa ya.?" tanyaku


" Mungkin bentar lagi mbak,karena waktu jam makan siang juga bakalan habis."


" baiklah kalau begitu saya tunggu di sini aja ya mbak.boleh.?" tanyaku


" Iya mbak silahkan."


" makasih mbak."


" kalau begitu saya tinggal lanjutin pekerjaan saya ya mbak." ujar mbak wina


" Oh iya mbak silahkan mbak wina lanjutin aktivitasnya lagi."


" Permisi mbak bulan." pamit mbak wina yang kemudian keluar dari ruangan mas damar,meninggalkan aku didalam ruangan itu bersama kedua anakku.


" Bunda."


" Ya sayang.?" jawabku


" Mungkin Papa damar tadi lupa baca pesan bunda sayang." ucapku yang tiba tiba mengingat apa pesanku sejam yang lalu sudah dibaca mas damar apa belum kalau aku akan datang mengunjunginya, ternyata pesan whatsup ku sudah centang biru,itu tandanya sudah dibaca,tapi kenapa mas damar tidak membalasnya.


Pikiranku tambah kacau,lalu segera ku tekan tombol panggilan menghubungi nomer mas damar,dan aktiv.tapi tidak mendapat jawaban.


Aku mencoba menghibur diri dengan mengajak kedua anakku bercanda dan mengobrol mendengarkan ocehan Kyla dan juga Saga bergantian.


Hingga Tak terasa sudah satu jam aku berada di ruangan mas damar,membuat Kyla mengeluh capek dan merasa lapar.


" Bunda,Kyla capek.laper lagi." Keluh Kyla


" Iya bentar ya sayang tunggu Papa damar dateng."


" Ah bunda,pulang aja yuk,om papa datangnya lama." Rengek Kyla


Akhirnya aku memutuskan untuk menyanggupi permintaan Kyla karena tak tega.lalu ku ajak kedua anakku untuk keluar dari ruangan mas damar dan segera bergegas pulang.


___________


Terdengar derap langkah kaki menghampiri kami yang sedang asyik nonton televisi di Ruang keluarga.dan ternyata itu adalah Mas damar yang tengah berjalan tergopoh gopoh menghampiri kami sambil menenteng tas kerjanya dan meletakan di meja dekat sofa.


" Sayang Maafin Om papa ya,Om papa Pulang telat dan tidak tau kalau kalian tadi datang ke tempat kerja Om papa." Ucap Mas damar setelah sampai dihadapan kami dan mengecup kening kedua anakku bergantian.terlihat sekali wajah Mas damar panik dan penuh ke khawatiran


" Iya Om papa nggak apa apa." Jawab Kyla


" Bulan maafin mas,ya tadi aku benar benar sibuk sampai nggak sempat balas chat kamu." ucapnya.


" Sesibuk itu kah mas,sampai gak sempat jawab telponku.?" tanyaku penuh curiga


Terlihat respon wajah mas damar sedikit berubah,namun segera dia menerbitkan senyumnya untuk membuatku lebih tenang


" Iya sayang maaf ya,tadi aku sedang bertemu Klien bisnisku Di Kantor,makanya Aku tadi nggak balik lagi ke rumah sakit.maaf ya bulan." ucapnya dengan tatapan memohon.


Jadi tadi dia ketemu Kliennya di Kantor,tapi kenapa pas waktu jam makan siang?sebenarnya ketemunya dikantor apa direstoran,kenapa aku jadi curiga begini,jelas jelas dia bilang ke kantor,dan perawat tadi itupun juga tidak tau mas damar pergi kemana,bisa saja kan yang dikatakannya benar dia memang pergi ke kantor.oiya aku jadi ingat tadi perawat tadi bilang kalau mas damar kedatangan tamu wanita sebelum dia pergi.


" Klien kamu Laki laki apa perempuan mas.?" tanyaku dengan nada sedikit ketus


" Kok tumben tanyanya gitu.?" jawab mas damar tak suka


" Ya kan tinggal jawab aja mas." cetusku


Terlihat mas damar menghela nafas berat.


" Mas..?" panggilku

__ADS_1


" Iya bulan sayang." jawabnya dengan wajah menahan kesal


" Kok nggak dijawab." Omel


" Ya Tuhan Bulan,kenapa kamu jadi curigaan begini sih." ucapnya sambil mencubit kedua pipiku gemas,membuat kyla dan saga terkekeh


" Ih apaan sih mas kamu,malu dilihat anak anak." Ketusku sambil melepaskan kedua tangan mas damar yang menempel dipipiku


" Biarin orang kamunya bawel.iya kan Kyla saga,bunda kamh bawel." ucapnya meminta pendapat dari kedua anakku dan Kyla juga saga hanya membalas dengan Tawa kecilnya


" Ayo jawab susah amat sih." Gerutuku dengan bibir mencebik


" Iya iya sayang." kilahnya membuat aku semakin kesal


" Ayo jawab perempuan atau laki laki."


" Perempuan sayang,namanya bu Farida dia salah satu pemilik saham di perusahaanku." ucapnya kemudian


" Serius nggak Bohong.?"


" Ya Allah Bulan,lama lama kamu makin bawel ya,bikin aku gemes pengen...huh..." ujarnya sambil memperagakan gaya menerkam membuat kedua anakku semakin terkekeh


" Ih apaan sih nggak lucu."


" Jangan gitu lah bulan,suamimu ini udah ngaku salah,dan minta maaf please lah jangan seperti anak kecil." Keluhnya kemudian


" Apa salahnya aku khawatir sama suami sendiri."


"Iya aku paham." Ucapnya lalu beralih mengecup keningku." Maafin aku ya." sambungnya lagi sambil mengulas senyumnya


" Janji nggak kayak gini lagi.?" tanyaku memastikan


" Iya sayang."


Aku pun sedikit mengulas senyum tipisku,bukan karena lega tapi mencoba untuk mempercayainya dan tidak berpikiran negative terus tentangnya


" Ya sudah sebagai gantinya,nanti malam kita jalan jalan sekalian makan malam di luar Gimana,setuju ?" tawarnya dan mendapat sambutan hangat kedua anakku


" Setuju.." Ujar Kyla dan saga


" Oke kalian bisa maen diwahana permainan sepuasnya." ucap mas damar pada anak anak


" Ye ye hore hore.terimakasih om papa." ucap Kyla sambil berhambur memeluk mas damar.dan Adiknya pun mengikutinya ikut memeluk mas damar.


Hal itu membuatku terenyuh dan tersentuh melihat kedekatan mas damar dan kedua anakku,mungkin Kyla dan saga sudah menemukan sosok ayah di diri mas damar sebagai pengganti sosok alm mas adrian ayah kandung mereka


" Huh Heran deh sama keponakan ku yang satu ini,manjain kok anak Orang..." Cetus tante Ratih yang tiba tiba muncul di tengah tengah kehangatan kami. Hal itu membuat perhatian kami beralih pada beliau


" Maksud tante apa bicara seperti itu." Cetus mas damar tak suka


" Ya tante cuma suka heran aja gitu lhoh dam sama kamu,kok bisa bisanya bisa terpedaya sama janda beranak,sekarang sok pakai manjain anak orang segala.buang buang waktu,tenaga dan juga hambur hamburin uang kamu aja.kan sayang sekali dam.." Seru Tante Ratih


" Jaga ucapan tante.!" Ucap Mas damar dengan tegas,nampak sekali rahangnya kokohnya mengeras tanda dia tak suka dengan ucapan tantenya


" Inget dam,sebelum bahagiain anak orang,kamu pikir dulu kebahagianmu,mending kamu fokus untuk memberi mama kamu keturunan darah dagingmu sendiri dari pada buang buang waktu dan duit buat nyenengi anak orang." Ketus tante ratih semakin menjadi


" Tante Cukup !" Sentak Mas Damar." kalau tante tetap bersikap seperti ini,aku tidak segan segan mengusir tante dari rumah ini.!" Hardik mas damar


" Oh jadi kamu berani mengusir tante demi wanita licik dan juga anak anaknya."


" Dia istriku,dan mereka anak anakku.!" Mas damar mempertegas ucapannya


" Dasar bodoh kamu dam,bisa bisanya terpedaya sama janda licik ini." Ucap Tante Ratih


Hal itu membuat mas damar naik pitam dan ingin melayangkan tangannya untuk menampar tante ratih,namun dengan cepat aku menahannya.


" Mas damar udah,ingat mas dia tante kamu." Ucapku sambil menahan tangan mas damar dan menurunkan tangannya


" Dia sudah benar benar keterlaluan bulan." Ujar mas damar mengeratkan giginya.


" Tante pastikan suatu saat kamu akan menyesal,karena sudah memperlakukan tante seperti ini." Ucap Tante ratih setelah itu beliau pergi meninggalkan kami.


" Sabar ya mas sabar." ucapku mencoba menenangkan dan meredam emosi mas damar,dan mas damar pun membalas dengan mendekap kami dalam pelukannya.


_Bersambung_


Happy Reading


________


Nb: Maaf ya Readers Othor satu bulan terakhir ini sempat vakum,dan Othor Baru bisa lanjutin Cerita ini sekarang,itu pun othor nggak bisa janji bisa terus Up setiap hari,mengingat kesibukan Othor didunia nyata bertambah lagi.


Othor ucapin banyak terimakasih bagi yang sudah mendoakan persalinan othor dengan lancar,dan alhmdulilah semua baik baik saja.


Sekaligus Othor juga terimakasih buat readers yang masih setia mau membaca karya receh ini.


Semoga kalian suka ya.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2