Perusak Rumah Tanggaku

Perusak Rumah Tanggaku
Meminjam Uang


__ADS_3

Siang Ini Mas Adrian menghampiriku diteras Rumah yang sedang Menjahit seragam Sekolah milik Kyla.Aku mengheryit Heran Kedatangannya,ku kira dia belum pulang dari pekerjaannya,ku tangkap raut wajahnya ingin mengatakan sesuatu.


" Boleh Mas bicara padamu.?" Tanya mas Adrian saat sudah didepanku.


" Bicara Apa mas."


" Tabunganmu masih Ada kan.?"


" Ada,lalu kenapa mas menanyakan tabunganku.?"


" Ayah boleh pinjam dulu bund.?"


" Pinjam buat Apa mas.?" aku memicing menatapnya yang terlihat sekali Gesturnya Gugup dan Gelisah


" Ayah cuma mau pinjam 20 Juta bunda,nanti ayah kembalika......" jawabnya sedikit Ragu dan sukses membuatku membulatkan kedua bola mataku.


Aku tercengang mendengar jumlah uang yang ia ingin pinjam.


untuk apa dia meminjam Uang sebanyak itu ,padahak dia tahu uang itu tabungan Yang Selama bertahun tahun ku sisihkan untuk biaya sekolah Kyla dan Saga nanti.


Pekerjaannya Sebagai staf manager disalah satu perusahaan Swasta.membuat kami harus sedikit lebih Berhemat supaya kebutuhan Selalu Tercukupi mengingat Yang bekerja dan mencari nafkah hanya dis,sehingga membuatku harus pintar pintar mengelola keuangan,memang gajinya tidak bisa ku katakan besar maupun kecil jika kita bisa mengelolanya dengan baik maka kondisi keuangan pun akan tetap stabil.


" untuk Apa mas meminjam uang sebanyak itu,memang apa yang mas mau beli.?" Tuturku


" Buat Uang DP Rumah,Mas mau belikan Rumah baru Untuk Zahra." Jawabnya


DEG


Sontak membuat dadaku nyeri dan Nyut nyutan


mendengar ucapannya saja,membuatku naik pitam dan ingin sekali kujambak Rambutnya.


Sebisa mungkin Aku harus tetap mengendalikan Emosiku,perlahan Ku Menghela nafas beratku.sambil terus beristighfar.


Ku raba keningnya dengan Lembut,lalu tersenyum tipis padanya.

__ADS_1


" Kenapa bun?kok malah pegang Kening Ayah.?" Jawabya sambil mengerutkan dahi.


" Nggak Panas." Ucapku.


" maksudnya.?" Tanya suamiku dengan Raut wajah bingung


" Aku hanya memastikan jika mas mad tidak demam atau sedang Ngelantur saja." Ucapku Asak.


"Terus memangnya kenapa.?"


"Apa katamu mas kenapa?mas masih mau tanya kenapa.?" tukasku sambil bersidekap dada dan menatao tajam manik mata suamiku.


" Kamu masih Punya akal dan Pikiran,kenapa masih bertanya kenapa.?"


" Lhah terus salahnya aku dimana bun."


" Kamu ingin pinjam Uang Pada istri pertama untuk membelikan Rumah istri barumu?Apa kamu masih waras mas.?" Cercaku


" A Aku..maksudku tabunganku belum cukup untuk memenuhi harga DP rumah itu." jawabnya gugup


" Sudah Habis."


" Oh Ya aku lupa kalau mas kan baru saja menikah." Ucapku penuh dengan nada Sindiran dan mencibirnya


" Bunda,ayah mohom tolong bantu Ayah,ayah sudah tidak punya solusi lagi.sementara kamu sendiri meminta Zahra untuk segera pergi dari Rumah ini kan.?" rengeknya


" MAKANYA DIPIKIR DULU KALAU MAU POLIGAMI ,JANGAN ASAL KAWIN KAWIN SAJA."


Aku Berteriak Keras padanya,sehingga membuat Kucing Kyla yang tidur dibawah kakiku berjingkat kaget dan Melompat pergi,sedangkan mas Adrian tercenganng mendengar Ucapanku.


" A Aku tau bunda Aku memang Bersalah,maka dari itu aku akan memperbaikinya dengan membawa pergi Dari Rumah Ini."


" Lalu kenapa Harus meminta uang padaku?kenapa tak minta uang pada ayahnya?atau cari kemana Aja yang penting jangan meminta tabungan untuk Kyla dan saga."


Mas Adrian Hanya bisa terdiam dan menelan Ludahnya dengan Kasar.

__ADS_1


" Dengar Ya mas itu bukan urusanku lagi,Jadi cepat jauhkan dia dariku,sebelum Aku tambah semakin menjadi Menggila." Cetusku


" Aku datang dengan bicara baik baik padamu ,kenapa kamu malah marah marah dan Berteriak." jawabnya dengan Ikut setengah emos


" Dengar ya Mas,soal istri barumu itu urusanmu,kenapa kau malah menyeretku kedalam masalahmu,sedangkan masalahku saja tidak terputus putus." Ketusku


Dia membungkam,dan mengacak Rambutnya sendiri karena Frustasi dan mengusap kasar wajahnya.lalu kembali ke garasi lewat Lorong Samping Rumah,setelah itu menancapkan gas mobilnya untuk kembali ke kantornya lagi.


"Enak sekali dia mau meminjam uangku untuk istri barunya itu,huh menyebalkan." Sungutku


Sudah memberikanku banyak luka dan penderitaan lantas dia ingin membuatku miskin,enak sekali dia.


saat aku kembali masuk Rumah,tiba tiba Zahra terlihat Gelisah dan mondar mandir didepan mesin Cuci.saat dia bersitatap denganku diapun langsung salah tingkah dan kaget.


" Ada Apa.?"Tanyaku dengan ketus


" A anu mbak ini kok mesin cucinya tiba tiba mogok ya." Ucapnya dengan wajah menunduk dan Ragu ragu.


Lalu kulihat mesin cuci itu, dan melihat betapa terkejutnnya aku mendapati mesin cuci yang penuh dengan pakaiannya melebihi kapasitasnya.


"Mesin cuci itu kapasitasnya hanya untuk 8 kilo,jangan Menambahi Kapasitanya." Ucapku setengah mebentak.


Lalu dengan cepat dia mengurangi pakaiannya,lalu kembali bertanya.


" Kok belum bisa mau berputar ya mbak.?" tanyanya dengan Raut wajah Sedih


" Astagfirullah, zahra kau ini wanita macam apa sih,melankolis sekali jadi wanita." Cetusku


" Ma maaf mbak." Cicitnya pelan sambil menundukan kepalanya


" Makanya,sebelum memasang Raut wajah memelasmu di pikir dulu,lalu pastikan mesin cucinya kau colokin dulu kabelnya kelistrik." Ketusku " Mau kucolokan kabel ini ke matamu.?" Ujarku sambil melayangkan Colokan kabel tepat didepan wajahnya,hal itu membuatknya kaget dan memundurkan langkahnya.


Aku melirik steker yang Belum dia sambungkan,


lalu segera menyambungkannya dengan Perasaan Dongkol yang Luar biasa.sungguh benar benar ingin mengujiku Sekali Wanita yang kini jadi maduku saat ini.setelah itu iku akan pergi meninggalkannya,benar benar sangat menyebalkan tiap hari aku harus bergelut dengan Emosiku karens Ulah mereka yang membuat darahku selalu mendidihh akan sikap dan Perilakuannya

__ADS_1


_Bersambung_


__ADS_2